The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 45


__ADS_3

"Saat itu,lo belum terlalu terlatih buat bohong sama gue Ri"ujar Shasa setelah mengingat kisah itu.


"Benar juga"ucap Ariel menyetujui perkataan Shasa.


"Ri"


"Hm"


"Lo emangnya gak pernah berusaha nanya sama papa lo,tentang keberadaan Nic atau setidaknya alasan kenapa Nic seolah olah pergi mendadak seperti lenyap dari francis?"tanya Shasa pada Ariel.


"Pernah,gue pernah nanya sama papa sering malahan.Tapi papa tetep gak mau bilang apa apa soal kepergian Nic,bahkan saat gue coba buat membahas tentang Nic aja papa terlihat gak suka"jawab Ariel.


"Trus kenapa lo gak coba lacak dan temuin keberadaan Nic sendiri aja?"tanya Shasa lagi.


"Udah gue lakuin,tapi gak ada satupun informasi yang bosa gue dapetin.Seolah olah Nic itu lenyap tak berjejak dan akhirnya gue milih nyerah aja"ujar Ariel,ia bersandar pada sandaran kursinya.


"Yakin semua cara udah lo lakuin?"ucap Shasa


"Hm,sebenarnya kalau gue berusaha gue pasti bisa nemuin Nic.Tapi ada satu masalah yang menjadi penghambat utama pencarian gue"ujar Ariel.


"Apa?"tanya Shasa.


"Gue gak tau gimana rupa muka Nic itu kayak apa"jawab Ariel


"Huf..bener juga,seingat gue kan Nic memang gak pernah nunjukin muka dia baik sama lo ataupun gue.Dia selalu pakai masker,topi,


sama kaca mata hitam ditambah baju yang tertutup dinominasi warna hitam setiap saat"ujar Shasa mengingat ngingat bagaimana misteriusnya sosok Nic dulu.


"Itu lo tau,makanya susah"ucap Ariel.


"Yau dah deh udah siang nih,gue pamit ke kamar dulu ya"ujar Shasa beranjak dari atas tempat tidur Ariel.


"Yau dah sana"suruh Ariel.


"Ri ingat kalau ada apa apa kasih tau gue dan satu lagi jangan terlalu banyak ngelamun kalau sama Rere dan Kay kalaupun lo lagi kangen sama Nic bisa bisa mereka curiga.Dan simpan baik baik foto itu jangan sampai mereka liat,ingat papa lo gak bolehin siapa pun tau soal Nic bahkan seharusnya gue juga gitu"ujar Shasa panjang lebar mengingatkan Ariel.


"Baik nona muda kimberly"ujar Ariel memanggil Shasa dengan nama keluarga besar sahabatnya itu,sahabat mudanya itu akan sangat bawel dan pemikirannya juga akan terlihat dewasa kalau sedang serius jika saat diperlukan.


"Jangan lupa keluar lo,pas makan siang"ujar Shasa sebelum benar benar meninggalkan kamar Ariel.

__ADS_1


Shasa keluar dari kamar dari kamar Ariel kemudian menutup pintu kamar itu dari luar kembali,setelah itu seperti yang dibilangnya pada Ariel tadi ia akan ke kamarnya.


Tapi baru dua langkah ia berjalan dering hp miliknya yang ada di sakunya berbunyi,ia menghentikan langkahnya kemudian segera mengambil hp miliknya dari dalam saku.


Ia melihat nama sang penelepon yang tertera dilayar hpnya*pak cen*pikirnya,tanpa pikir panjang gadis itu segera menggeser icon hijau dilayar.


"Halo"sapa nya pertama pada sang penelpon yang ada diseberang sana.


"......."


"Ada apa pak Cen?"tanya Shasa


"......"


"Apa itu?"


"......."


"Aku tidak mengerti pak Cen,apa tujuan mereka?siapa yang menyuruh mereka?"tanya Shasa.


"......"


"......."


"Tidak mungkin"ujar Shasa setelah mendengar apa yang dikatakan pak cen padanya.


"......."


"Baiklah pak Cen terima kasih,sampai jumpa"ujar Shasa mengakhiri pembicaraan melalui telepon itu.


Shasa terdiam sejenak tangannya menggenggam erat hp yang ada ditangannya,ia berbalik badan dan menatap pintu kamar milik Ariel dengan sorot mata yang sulit diartikan.


*Tidak ku sangka tuan Wyle melibatkan mu lagi,seharusnya gue udah tau orang licik itu gak pernah biarin lo tenang Ri*kata Shasa dalam pikirannya.


Setelah itu ia berbalik kembali dan melanjutkan langkahnya menuju kamar miliknya sendiri.


Sesampai di kamarnya Shasa langsung menghempaskan dirinya keatas kasur tempat tidurnya,posisinya saat ini berbaring telentang memandang kearah langit langit kamarnya sedangkan kedua tangannya sedang memeluk boneka beruang yang dibelikan oleh Ariel beberapa waktu yang lalu.


Saat ini gadis itu sedang memikirkan sesuatu,informasi berupa sebuah fakta baru,yang ia dapatkan dari pak Cen yang tadi meneleponnya masih memenuhi pikirannya.

__ADS_1


~Flaskback~


"Halo"sapa Ariel pertama pada sang penelpon yang ada diseberang sana.


"Halo nona muda,ada yang ingin saya sampaikan pada nona Shasa"ujar pak Cen melalui telepon.


"Ada apa pak Cen?"tanya Shasa.


"Ini soal tugas yang nona berikan pada saya dan anak buah saya"jawab pak Cen.


"Apa itu?"tanyanya pada pak Cen.


"Orang orang yang mengawasi rumah nona,bukan penjahat atau komplotan biasa tapi mereka adalah orang orang suruhan yang diminta untuk mengawasi nona beserta sahabat sahabat nona yang lain dan mereka juga mempunyai niat jahat untuk kalian"ujar pak Cen mulai menjelaskan informasi yang ia dapatkan.


"Aku tidak mengerti pak Cen,apa tujuan mereka?siapa yang menyuruh mereka?"


tanyanya pada pak Cen.


"Menurut hasil penyelidikan saya,orang orang itu disuruh oleh salah satu dari mantan bawahan tuan Wyle yang berkhianat padanya.Dan tujuannya menyuruh orang untuk mengawasi tempat tinggal nona itu karena mereka mengetahui kalau putri putri tuan Wyle ada di Indonesia bersama nona"jawab pak Cen.


Shasa hanya diam mendengar jawaban orang kepercayaannya,muncul pertanyaan dalam dirinya kenapa bisa keberadaannya dan para sahabatnya diketahui padahal kepindahan mereka di Indonesia itu sangat ditutupi dan disembunyikan.


"Dan nona ada lagi informasi yang saya dapatkan ini berkaitan tentang alasan sebenarnya kepindahan nona dan sahabat nona ke Indonesia"lanjut pak Cen.


"Alasan sebenarnya,apa itu?"tanyanya pada pak Cen.


"Alasan sebenarnya adalah tuan Wyle memberi tugas pada sahabat nona,nona Ariel untuk menangkap dan mengatasi penghianat itu.Dan tuan Wyle merencanakan supaya nona Shasa,nona Aurel,dan nona Kayla ikut ke Indonesia agar tidak ada yang curiga tentang tugas yang dilakukan nona Ariel termasuk nona nona yang lain dan juga nyonya Wyle sendiri"jelas pak Cen padanya.


"Tidak mungkin"ujarnya setelah mendengar apa yang dikatakan pak cen padanya.


"Maaf nona,tapi itulah informasi yang saya dapatkan dan saya bisa pastikan hampir seratus persen itu falid nona"ujar pak Cen padanya,menjamin informasi yang pria itu dapatkan.


"Baiklah pak Cen terima kasih,sampai jumpa"ujarnya mengakhiri pembicaraan melalui telepon itu dengan pak Cen.


~Flaskback off~


Huf Shasa menghela nafas dan juga menutup matanya sebentar untuk menetralkan pikirannya,setelah itu ia membuka matanya lagi dan kembali menatap langit langit kamarnya.


"Riri tenang aja Shasa gak akan biarin Riri dalam bahaya dan Shasa juga bakal bantuin Riri sama kayak dulu,jadi Riri tenang aja"ujar Shasa berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2