
~Markas tim Ariel~
Ariel berjalan menelusuri lorong demi lorong markasnya kemudian berhenti didepan sebuah ruangan,ruangan itu merupakan ruang kerja Rion dan Shasa bekerja untuk mengumpulkan berbagai macam informasi yang mereka perlukan untuk misi mereka.
Jadi bisa dibilang ruangan itu adalah pusat penyimpanan data yang mereka peroleh selama ini.
Ariel memutar knop pintu secara perlahan kemudian mendorong pintu untuk membukanya lalu melangkahkan kakinya membawa tubuhnya masuk kedalam ruangan,namun gadis berwajah dingin itu malah dikejutkan oleh pemandangan tak terduga didepannya yaitu Rion dan Shasa yang berbaring dilantai dengan posisi Shasa ada diatas Rion.
"Apa-apaan ini?!"ujarnya dengan nada datar dan mengeluarkan aura intimidasinya.
"Eh Riri"ujar Shasa tampak kaget dan langsung bangkit dari posisinya yang ada diatas Rion.Begitu juga dengan Rion sendiri juga langsung berdiri setelah Shasa menyingkir dari atasnya,wajah pemuda itu langsung pucat setelah menyadari tatapan tajam Ariel yang tertuju padanya.
"Em Ri tadi gak sengaja kok,gue gak apa apain sahabat lo sumpah"ujar Rion yang mencoba mengatakan kalau tadi bukan karena disengaja.
Ariel kemudian mengubah arah pandangannya kearah Shasa berada,berbeda dari tadi kali ini ia tidak menggunakan tatapan tajamnya melainkan hanya menatap datar gadis yang sedang menyengir dihadapannya itu sambil menaikkan satu alisnya menuntut penjelasan secepat mungkin dari sahabatnya itu.
"Iya tadi cuma kesalahpahaman kok Ri,ada insiden kecil makanya posisi gue sama ini cowok kayak gitu"ujar Shasa.
~Flasback on~
Pagi pagi hari begini Shasa dan Rion sudah kembali keruang kerja mereka yang kemarin untuk melanjutkan pekerjaan mereka, keduanya sama sama sibuk didepan komputer mereka tanpa ada percakapan sedikitpun.
Huf....Shasa menghela nafasnya pelan merasa lelah karena terlalu menatap monitor komputer dihadapannya,ia bangkit dari kursinya kemudian berdiri dan mulai melakukan peregangan otot ototnya yang terasa kaku.Saat asik melakukan peregangan gadis remaja itu baru ingat kalau dirinya masih memiliki beberapa permen yang ia taruh didalam laci meja dimana komputernya berada,Shasa dengan segera menarik pegangan laci yang dimaksud untuk membukanya kemudian mengulurkan tangannya mengambil permen yang ia simpan didalam laci tersebut.
Shasa membuka satu bungkus permen kemudian memasukkannya kedalam mulutnya,sebuah senyuman langsung muncul dibibirnya setelah merasakan manisnya permen yang sekarang berada didalam mulutnya.
Rion yang kebetulan memutar balik kursinya kearah meja Shasa berniat untuk melihat pekerjaan gadis itu,tak sengaja melihat kalau Shasa sedang memakan sesuatu didalam mulutnya.
"Lo makan apaan?"tanya Rion penasaran.
"Permen"jawab Shasa yang masih dalam posisi berdiri.
__ADS_1
"Permen?bagi dong"pinta Rion meminta.
"Udah habis"jawab Shasa sambil menyembunyikan kedua tangannya dibelakang,berniat menyembunyikan bungkusan permen lain yang masih tersisa dari Rion.
"Mana ada habis,itu apa ditangan yang lo sembunyiin dibelakang lo?"ujar Rion yang melihat pergerakan mencurigakan gadis dihadapannya itu.
"Gak ada,gue iseng aja gue taruh tangan kebelakang"saut Shasa berusaha sebiasa mungkin supaya Rion tak curiga.
"Ah masa sih?"ujar Rion terdengar tak percaya dengan perkataan Shasa itu,ia berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat kearah Shasa.
"Lo ngapain,gue gak bohong kok permennya emang udah habis"ujar Shasa mengetahui kalau Rion tak percaya dengannya,ia semakin menggenggam erat permen yang ada dibelakang punggungnya itu saat Rion menatapnya penuh selidik.
"Ooh oke"ujar Rion langsung berbalik hendak kembali kemejanya lagi.
*Huh...permen manis gue aman*ujar Shasa dalam hati,tangannya yang ia taru dibelang tadi ia letkkan didepan.Shasa memandangi permen manis rasa buah buahan miliknya yang aman tak berkurang.
Hap...saat Shasa lengah tak memperhatikan dirinya lagi,Rion dengan cepat berbalik dan mengambil semua permen yang ada ditangan Shasa tanpa tersisa.
"Wih permen gue banyak nih,makan satu ah"ujar Rion membuka salah satu bungkus permen Shasa yang sudah berpindah ketangannya itu.
"Jangan berani berani lo ya!"ujar Shasa menghentikan Rion,namun cowok itu tak mengacuhkan Shasa dan malah mempercepat memasukkan permen yang sudah ia keluarkan dari bungkusnya kedalam mulutnya.
Shasa melihat itu menjadi kesal
"Lo!"ujar gadis itu kemudian bergerak hendak merebut permen yang tersisa namun Rion langsung berlari menghindar,terjadilah aksi kejar kejaran antar keduanya.
Sampai saat posisi Shasa sudah sangat dekat dengan Rion,gadis itu tak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlepas sampai jatuh dan menabrak Rion.Jadilah Shasa jatuh tepat diatas Rion dan punggung Rion membentur lantai ruangan,posisi jatuh keduanya yang sejajar membuat mata keduanya bertemu.
"Apa apaan ini?!"suara Ariel yang datang secara tiba tiba membuat mereka kaget dan langsung beranjak dari posisi mereka itu.
~Flasback off~
__ADS_1
"Jadi gitu Ri"ujar Shasa selesai menjelaskan kejadiannya kepada sahabatnya itu.
"Iya bener banget"ujar Rion meyakinkan Ariel supaya percaya dengan penjelasan Shasa tadi.
Ariel menatap Shasa dan Rion secara bergantian mencari tahu apakah mereka berbohong atau berkata benar dari ekspresi wajah keduanya,tapi Ariel sama sekali tak melihat tanda kebohongan dari keduanya.Ia beralih melihat kearah lantai ruangan itu,karena jika cerita keduanya benar maka pasti ada sampah bekas bungkus permen yang tergeletak diatas lantai dan benar saja ia menemukannya.
"Oke gue percaya"putus gadis itu pada akhirnya,membuat Shasa dan Rion bersyukur dalam hati mereka.
"Ekhem ngomong ngomong lo ngapain kesini Ri?"tanya Shasa kepada sahabatnya itu.
"Cari Rion"jawab Ariel.
"Lo ngapain cari gue Ri?"tanya Rion kepada Ariel.
"Hp"jawab Ariel singkat.
"Hp?"Rion butuh waktu beberapa saat loading untuk bisa mengerti maksud gadis berwajah datar itu.
"Oh maksud lo pasti hp lo yang waktu itukan?"tanya Rion memastikan kalau ia tak salah,Ariel mengangguk mengiyakan kalau ia benar membicarakan hp miliknya.
"Hp lo ada sama Leo,Leo bilang dia yang bakal kasih ke lo"ujar Rion kepada Ariel.
"Dimana?"tanya Ariel lagi,berhasil membuat Rion harus berfikir keras lagi maksud dari pertanyaan gadis itu.
"Riri nanya Leo ada dimana?"ujar Shasa memperjelas pertanyaan sahabatnya itu supaya Rion bisa mengerti.
"Gue gak tau itu bocah dimana sekarang,tapi tadi dia bilang ada diarena latihan deh buat mantau latihan persiapan bawahan kita.Jadi coba cek kesana"ujar Rion memberitahu kemungkinan besar dimana Leo saat ini berada.
"Tanks"ucap Ariel langsung berbalik meninggalkan ruangan itu dan tak lupa menutup pintu ruangan itu kembali, meninggalkan Shasa dan Rion disana.
Setelah Ariel pergi dari ruangan kerja mereka, Shasa dan Rion kompak menghela nafas lega.
__ADS_1