
*Semoga tidak ada benda atau hal selain ini yang membuatku tambah terkejut*batin Aurel penuh harap.
Aurel meletakkan kedua foto itu diatas permukaan kasur lalu tangannya kembali mengambil benda lain yang menjadi isi kotak itu,ia sekarang mengambil sebuah kotak kecil mirip seperti kotak hadiah.
"Surat?"gumam Aurel menemukan sebuah surat didalam kotak kecil itu,ia membuka lipatan kertas itu dan lalu Aurel mulai membaca isi surat itu.
To:Nona muda Aurel yang manja dan selalu nyusahin pamanku.
Halo aku Nico keponakannya paman Nic, terima kasih atas hadiah natalnya.Aku sebenarnya ingin membuangnya saja,tapi paman sering bilang untuk menghargai pemberian orang lain jadi aku menyimpannya saja.Jujur saja aku tak suka dan sedikit benci padamu,paman lebih sering menghabiskan waktu dan perhatiannya kepada nona muda dari pada ke aku keponakannya.
Simpan hadiah gelang dariku ini meski itu bukan barang mahal,anggap balas budi karena aku mau menyimpan kalung darimu.
Aku peringatkan ya,paman memang bekerja denganmu tapi paman Nic tetap pamanku dan akan selalu menjadi milikku,jadi jangan coba coba mencoba merebut paman Nic.
AKU TAK BERCANDA AKAN HAL ITU NONA MUDA
Dan ya karena ini hari natal,jadi baiklah Ayo berteman dan mari bertemu suatu saat nanti.
^^^From:Nico,keponakan kesayangannya^^^
...paman Nic....
"Oh tuhan,siapa lagi ini?keponakan sosok misterius itu?"gumam Aurel setelah membaca isi surat yang ternyata dari keponakannya sosok laki laki misterius yang selalu terlihat bersama sang kembaran didalam foto dialbum tadi,gadis itu meletakkan surat yang baru dibaca tadi kemudian langsung mengacak acak rambutnya sendiri saking pusingnya.
"Gue udahan aja kali ya,liat isi ni kotak.Isinya membangongkan dan suka buat gue terkejut sumpah"ujar Aurel berbicara kepada dirinya sendiri,ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan melihat isi kotak yang seperti menyimpan berbagai kenangan Ariel yang tidak Aurel ketahui.
Matanya menangkap sebuah buku catatan kecil didalam kotak itu,ia mengambil buku itu dari dalam kotak kemudian mencoba membuka halaman pertama.
__ADS_1
...JANGAN COBA COBA MEMBACA BUKU INI TANPA IZIN,JANGAN SAMPAI ANDA KEHILANGAN TANGAN ANDA!...
Buku ini berisi catatan rahasia yang hampir tidak semua orang ketahui jadi harap jangan dibaca.
Tulisan berisi peringatan terdapat dibagian dalam cover buku catatan kecil itu,Aurel sedikit merinding dengan ancaman yang tertulis disana.Tapi gadis itu memilih untuk tak menghiraukannya,lagi pula kembarannya itu tidak akan mungkin mau menyakitinya.
Tok...tok...tok...baru saja Aurel hendak membaca tulisan dihalaman selanjutnya,tapi suara ketukan pintu menghentikannya.Gadis itu segera beranjak dari atas tempat tidur untuk memeriksa siapa yang datang kekamar itu.
"Eh bibik,ada apa bik?"tanya Aurel setelah melihat ternyata yang mengetuk pintu kamar Ariel itu ternyata ketua pelayan yang tadi.
"Anu nona,maaf mengganggu.Saya kesini untuk memberitahu kalau makan siang sudah siap disajikan,jadi sebaiknya nona makan terlebih dahulu"ujar ketua pelayan itu kepada Aurel.
"Baiklah,sebentar lagi saya turun"jawab Aurel kemudian langsung menutup pintu kamar kembali.
Setelah menutup pintu kamar,Aurel kembali mendekat kearah tempat tidur.Ia membereskan semua isi kotak itu kembali dengan rapi kedalam seperti semula kecuali buku catatan kecil yang tadi,ia memilih untuk mengambil buku itu untuk dibaca nanti dikamar setelah makan nanti.
~skip~
Huf...Aurel membuang nafasnya pelan kemudian mulai membuka kembali buku catatan kecil itu lalu mulai membacanya,isi buku catatan yang sangat mirip dengan diary ini.Aurel terkekeh melihat bagaimana cara kembarannya itu menulis dibuku itu,bahkan saat menulispun saudarinya itu terlihat sangat kaku.
Hari minggu pagi setelah satu minggu pertama aku duduk dibangku smp,hari ini aku sangat bersemangat karena papa akan mengajakku untuk pergi jalan jalan berdua.
Aku sangat bersemangat karena sudah lama aku tidak menghabiskan waktu dengan papa karena papa itu orang yang sibuk sekali.
Huf...hari ini sedikit menyebalkan,aku kira papa tadi pagi ingin mengajakku ketaman atau ketempat rekreasi yang asik.Tempat yang cocok untuk quality time anak dan papa, tapi terlalu berharap diawal itu memang sangat menyakitkan jika harapan itu tak sesuai kenyataan.Papa tidak mengajakku pergi jalan jalan melainkan membawaku untuk latihan bela diri,gurunya sangat kejam. Papa sama sekali tak meminta pelatih itu untuk pelan pelan mengajarkanku,tulang punggungku terasa sakit karena sering dibanting.
Hari ini sepulang sekolah aku langsung kekantor papa karena tentunya papa yang menyuruh,kalau sudah begitu pasti papa akan menuruhku belajar tentang bisnis dan perusahaan lagi.Padahal Aku Ingin Bermain.
__ADS_1
Nic?itu nama bodyguard sekaligus pelatih baru yang papa kenalkan,paman itu terlihat sangat misterius sekali dan sedikit agak menyeramkan meski papa masih jauh lebih menyeramkan hihihi...
Oh iya hampir lupa,papa memintaku untuk menyembunyikan tentang Nic kepada siapapun termasuk Rere dan mama.Tapi masalahnya Shasa udah tahu sih,meski gak sengaja.
Coba tebak hari ini apa yang kulalui,Ya benar sekali.Aku berlatih berenang dilaut tanpa alat bantu pernafasan sedikitpun,papa sendiri yang mendorongku kedalam air laut itu kemudian melarang paman Nic untuk membantuku.Nafasku sangat sesak dan aku pikir akan mati,Nic akhirnya menolongku saat kesadaranku sudah mulai habis.Papa sendiri hanya berdecih sambil mengatakan aku terlalu lemah kemudian pergi dari sana tanpa peduli keadaanku.Entah kenapa aku mulai benci orang itu.
(*Kapan itu terjadi?*Aurel)
Aku sangat kelelahan,tapi tak bisa berhenti.
Papa bilang aku itu pewarisnya,jadi tak boleh lemah hehehe....
Nic tak semenyeramkan itu,dia mengatakan aku harus jadi anak yang kuat supaya bisa mengalahkan papa.
Aku iri dengan Rere,mama sangat menyayanginya dan papa juga sangat peduli padanya.Papa mengajaknya untuk ketaman saat minggu,aku juga ingin ikut tapi papa bilang aku harus mengerjakan tugas yang diberikan.Tak boleh menyia nyiakan waktu katanya HAHAHA...
(Deg*Riri merasa iri padaku*batin Aurel membaca paragraf itu)
Sungguh memalukan Shasa menertawaiku,ia mendengar doaku.Aku berdoa seandainya tuhan bisa menjadikan Nic papaku,sedangkan papaku yang sekarang?entahlah aku tak peduli.
(*Seberapa dekat Riri dengan si Nic
itu?*Aurel)
Hari ini aku mengetahui rahasia besar dari sahabat imutku Shasa yaitu sisi lain darinya,dia mengerikan persis iblis.Tapi bukankah aku juga punya sisi iblis seperti itu hahaha...
Aku melihatnya bermain bedah bedahan dengan boneka,bukan boneka biasa tapi boneka kali ini lebih besar dan punya denyut serta darah asli Hihihi....
__ADS_1
Dua pewaris dengan sisi iblis yang mengerikan,sungguh miris.Tapi untung ada Nic dan pak Can yang selalu memastikan dua iblis kecil seperti kami tidak lepas kendali.
(*Gak mungkin boneka yang dimaksud itu manusiakan?kenapa menyeramkan membacanya?*Aurel)