The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 142


__ADS_3

"Jadi kamu keponakannya Nic"ujar tamu itu dari suaranya terkesan sangat dingin dan penuh wibawa.


Leo kecil mendadak merasa takut setelah melihat sosok yang menjadi tamu ditempat tinggalnya itu,apalagi setelah sang tamu mulai menatapnya dengan tatapan yang terlihat tajam dan dingin.


"Bisa tinggalkan kami berdua"ujar sang tamu kepada pengasuh.


"Baik tuan"jawab pengasuh itu langsung undur diri meninggalkan ruang tamu.


Leo kecil semakin merasa takut setelah bibik pengasuhnya itu meninggalkannya sendirian dengan seseorang yang belum ia kenal atau bahkan temui sebelumnya,ia secara perlahan memasukkan tangan kanannya kedalam saku celana dan mulai menggenggam pisau lipat kecil yang sempat ia bawa dari kamar tadi.


"Mendekatlah"pinta laki laki itu dengan tegas kepada Leo kecil,bocah itu dengan langkah takut takut perlahan mendekat dan berdiri didepan tamu tak dikenal itu.


Setelah Leo kecil berdiri dihadapan tamu itu,laki laki itu langsung berdiri dari tempat duduk kemudian mengangkat tangan kanannya hendak mengajak Leo kecil bersalaman.


"Perkenalkan saya tuan Wyle"ujar laki laki itu dengan penuh wibawa memperkenalkan diri setelah Leo kecil membalas jabat tangan itu.


"Tuan Wyle,bukankah tuan majikannya paman?"tanya Leo kecil setelah menyadari siapa sosok didepannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah majikan tempat dimana pamannya.


"Hm,saya bukan orang jahat.Berhentilah menggenggam senjata mainan disakumu itu"ujar tuan Wyle kepada Leo kecil,membuat bocah itu tentunya langsung kaget bagaimana majikan pamannya itu tau kalau dia tangannya tengah menggenggam pisau didalam saku padahal tidak terlihat dari luar.

__ADS_1


"Nic sepertinya mengajari keponakannya dengan baik,jarang sekali ada anak kecil sepertimu yang memiliki kewaspadaan untuk melindungi diri sepertimu nak.Coba saya tebak,pasti pamanmu yang memberikan mainan itu padamu?"ujar tuan Wyle.


"Tuan benar,memang paman yang memberikannya padaku.Tapi tuan,ini bukan mainan tapi pisau lipat"jawab Leo kecil sambil mengeluarkan pisau lipat yang tadinya ia sembunyikan didalam saku untuk menunjukkannya kepada tuan Wyle.


"Baiklah benda itu memang senjata bagi bocah sepertimu"saut tuan Wyle.


"Ada perlu apa tuan datang kesini,pamanku tidak ada disini jika anda ingin menemuinya"ujar Leo kecil.


"Saya tahu kalau pamanmu tidak ada disini, saya datang untuk menemui keponakannya yang berarti itu adalah kamu anak kecil"ujar tuan Wyle.


"Saya datang kesini secara langsung sebagai majikan pamanmu,untuk memberitahu kabar buruk tentang pamanmu"lanjut laki laki berperawakan dingin dan tegas itu.


"Kabar buruk tentang paman?tidak terjadi sesuatu dengan pamanku kan tuan?"tanya Leo kecil menjadi panik.


Dan jangan tanyakan reaksi Leo kecil saat mendengar kabar yang sangat buruk tentang pamannya itu,ia langsung luruh kebawah dan air matanya mulai keluar.


"Hiks...hiks...hiks....pa-paman"tangis Leo kecil terdengar lirih.


Tuan Wyle hanya diam menatap bocah yang sedang menangis nangis tersendu sendu didepannya itu.

__ADS_1


"Jangan menangis seperti itu bocah cengeng"ujar laki laki itu.


"Pamanmu pergi untuk melindungi banyak orang termasuk dirimu"lanjutnya.


Leo kecil langsung mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk menatap bos pamannya itu,ia berdiri dari posisinya yang tengah jongkok itu kembali keposisi berdirinya yang semula.


"Maksud tuan apa?"tanya Leo kecil kepada tuan Wyle.


"Saya tak bisa menjelaskan semuanya sekarang,tapi yang jelas jika kamu berjanji untuk tumbuh menjadi anak yang kuat dan hebat seperti pamanmu.Maka saya akan menceritakan semuanya nanti"jawab Tuan Wyle.


"Aku akan tumbuh menjadi kuat tuan"saut Leo kecil terdengar tegas untuk ukuran bocah laki laki.


"Bocah kecil,kamu hanya perlu mengikuti semua perkataan saya mulai saat ini.Maka saya akan memastikan kamu akan jadi anak yang hebat"ujar tuan Wyke.


"Baiklah,apa yang harus saya lakukan tuan"saut Leo kecil setuju untuk mengikuti semua perkataan bos dari pamannya itu.Jika kalian semua ingin tau alasannya?itu karena Leo kecil sering mendengar cerita tentang sosok tuan Wyle dari sang paman,sehingga ia yakin akan baik baik saja.Lagi pula disisi lain, Leo kecil tahu dengan pasti kalau dirinya sudah tidak memiliki satupun anggota keluarga lagi setelah sang paman meninggalkannya.Ia yakin jika dirinya setuju mengikuti tuan Wyle maka hidupnya kedepannya akan baik baik saja dan tentunya terjamin.


"Langkah pertama,pergi kekamarmu dan kemasi barang barangmu seperlunya tanpa bantuan siapapun.Saya akan mengajakmu untuk pergi kemakam pamanmu"ujar tuan Wyle memberi perintah.


"Baik"saut Leo kecil,bocah itu langsung berlari menuju kamarnya untuk melakukan apa yang disuruh oleh tuan Wyle kepadanya.Dalam hati ia tak sabar untuk datang kemakam sang paman.

__ADS_1


Tuan Wyle tersenyum tipis melihat respon dari bocah kecil keponakan kesayangan dari salah satu mendiang bawahan kepercayaan nya itu,awalnya laki laki itu kira akan sulit menjelaskan situasi karena yang akan ia ajak bicara adalah anak anak.Tapi sepertinya perkiraannya salah besar,Keponakan Nic itu terlihat memiliki pemikiran yang lebih dewasa dan tenang dibanding anak anak seumurannya.


*Dengan begini akan mudah untuk menepati janjiku*batin tuan Wyle


__ADS_2