
"Enggak Re,soalnya tadi Shasa sama Riri udah makan duluan tadi"jawab Shasa menggelengkan kepalanya begitu juga Ariel yang terlihat ikut menggelengkan kepalanya juga.
"Ooh,emang kalian gak lapar lagi?"tanya Aurel lagi dan langsung dijawab gelengan oleh Shasa serta Ariel.
"Emangnya mereka ngapain sih,sampai disuruh keluar kelas sama guru?"tanya Aditya pada para cewek.
"Satu makan dikelas yang satu lagi tidur dikelas pas guru lagi ngejelasin pelajaran dipapan tulis"ujar Mia
"Nakal juga ya kalian berarti"ucap Ryan kepada Shasa dan Ariel.
"Mereka berdua gak nakal kok cuma lagi kumat aja sifat malas dua bocah ini,makanya sengaja bikin masalah supaya disuruh keluar dari kelas trus gak perlu ikut pembelajaran deh"ujar Aurel membantah perkataan Ryan kalau kembaran dan sahabatnya itu nakal.
"Bener yang dibilang Rere,kalau enggak pasti dua bocah ini yang paling rajin belajar"ujar Kayla menambahkan perkataan Aurel.
"Kay sama Rere tau aja isi pikiran Shasa,tapi tadi Riri hampir aja tau dibawa sama salah satu guru keruang BK"ujar Shasa ingin memberi tau kejadian tadi pas di koridor sekolah pada yang lain.
"Lah kenapa?"tanya Leo penasaran
"Soalnya guru itu ngiranya Riri bolos,soalnya berkeliaran pas jam pelajaran udah dimulai.Untung aja Shasa datang datang tepat waktu trus kasih tau sama gurunya kenapa kami berdua berkeliaran diluar kelas padahal udah jam pelajaran"jawab Shasa
"Emangnya Ariel gak ngasih tau kalau dia emang disuruh keluar dari kelas sama guru yang mengajar dikelas kalian ya?"tanya Miko
"Gimana mau ngasih tau,orang Riri sendiri aja gak tau alasan kenapa dia ada di koridor pas waktu itu""jelas Shasa.
"Iya soalnya Riri masih dalam keadaan setengah sadar pas jalan keluar dari kelas pas tadi pagi,trus baru sadar kalau dia keluar dari kelas pas udah di koridor"tambah Shasa menjelaskan.
"Bisa bisanya kamu Riel,gak sadar pas jalan keluar kelas"ujar Leo menggelengkan kepala heran.
Kring...kring...kring...suara bel sekolah berbunyi menghentikan percakapan diantara mereka semua
"Jam istirahat udah habis ternyata"ujar Miko mendengar bel berbunyi.
"Tau nih,perasaan baru bentaran deh"ucap Mia
"Yau dah yuk balik ke kelas masing masing"ajak Aurel kepada semuanya,yang lain mengangguk dan langsung beranjak dari posisi masing masing.
Sekeluar dari area dalam kantin dan saat hendak kembali ke kelas
"Re,gue ke toilet dulu ya"ujar Ariel pelan setengah berbisik pada Aurel.
"Mau ditemenin?"tanya Aurel berbicara pelan seperti Ariel tadi.
__ADS_1
"Gak usah"jawab Ariel.
"Yau dah hati hati"ujar Aurel
Setelah selesai memberitahu kembarannya
tanpa basa basi,Ariel langsung mengubah berbalik dan mengubah arah tujuannya yaitu ke toilet sekolah.
"Itu Riri mau kemana?"tanya Kayla
"Toilet"jawab Aurel
"Ooh"ujar Kayla.
Setelah itu mereka melanjutkan langkah mereka menuju ke kelas dan sesampai didekat kelas masing masing,para cowok pamit buat pergi ke dalam kelas mereka kecuali seseorang yang membatalkan niatnya masuk kedalam kelas dan berjalan menuju suatu tempat.
Ariel berdiri didepan cermin yang ada didalam toilet khusus siswi,ia sedang membasuh kedua tangannya di wastafel yang terdapat disana.Setelah selesai mencuci tangannya,ia kemudian mengeringkan tangannya menggunakan tisu yang tersedia disana kemudian berjalan ke luar dari toilet itu hendak kembali ke kelasnya.
"Ariel tunggu!"ujar seseorang dari arah belakang menghentikan langkah Ariel,gadis itu berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya tadi.
"Lo ternyata"ujar Ariel datar setelah mengetahui kalau orang yang memanggilnya itu adalah Miko.
"Kenapa?cepet"ujar Ariel yang mengetahui salah satu cowok yang berstatus sebagai temannya itu pasti ingin membicarakan sesuatu dengannya.
"Anu jadi gini Ri,gue mau minta izin sama lo buat ajak Aurel jalan"ujar Miko memberanikan diri untuk izin mengajak kembaran gadis yang ada dihadapannya itu jalan.
"Jalan?tujuan?"tanya Ariel
"Gak ada tujuan apa apa sih,cuma ngajak jalan jalan aja trus mungkin sambil makan juga.Gimana boleh ya,gue janji kok bakal jaga Aurel sama kayak kemarin"ujar Miko pada Ariel sambil berharap mendapat izin,soalnya ia sudah mengumpulkan keberaniannya sejak kemarin malam.
"Kapan?"tanya Ariel lagi
"Lusa"jawab Miko
Setelah mendengarkan jawaban Miko itu,Ariel terlihat berfikir sejenak sambil menampilkan wajah datar dan aura dingin miliknya,
Sedangkan Miko menunggu respon gadis itu dengan harap harap cemas.
"Gue pikir pikir dulu"ujar Ariel kemudian langsung berbalik kemudian melanjutkan langkahnya tadi yang sempat tertunda untuk kembali ke kelas,meninggalkan Miko sendirian berdiri didepan toilet.
"Semoga jawabannya iya"ujar Miko berharap sambil melihat punggung Ariel yang sudah menjauh dari sana.
__ADS_1
"Tunggu!kok gue kayak orang yang lagi nunggu jawaban confes sih"gumam Miko pada dirinya sendiri.
"Au ah,semoga dikasih izin"ujar Miko kemudian beranjak dari sana juga menuju ke kelasnya.
Ariel duduk berdiri menghadap ke arah depan,
Ia saat ini bukan berada dikelas melainkan sedang berada di atap sekolah,moodnya kembali berulah membuatnya kembali tak minat untuk mengikuti kegiatan belajar sedikitpun dan dalam bentuk apapun dikelas.
Ia mengambil ponsel genggam didalam saku almamaternya untuk menghubungi seseorang.
"Halo"sapa seseorang dari teleponnya
"Cari semua informasi yang berhubungan dengan murid cowok bernama Miko yang satu sekolah dengan saya dan suruh orang untuk mengawasinya,beri laporan segera"ujar Ariel kemudian langsung mengakhiri panggilannya tanpa menunggu respon dari lawan teleponnya.
"Miko ya,gue harus pastiin cowok itu bersih terlebih dulu.Jangan sampai enggak karna itu bisa nambah masalah kedepannya"gumam Ariel.
Ariel juga tak lupa mengirim pesan kepada salah satu sahabatnya untuk mengatakan kalau ia tak jadi masuk kelas dan meminta sahabatnya itu untuk mengizinkannya ke guru yang mengajar dikelas mereka,setelah selesai berurusan dengan ponsel genggamnya barulah Ariel pergi dari sana menuju ke rooftoof sekolah untuk tidur disana.
Karena jika ia tidur di atap sekolah,itu akan terlalu panas baginya dan tentunya ia tak suka dengan hal itu.
Shasa menghela nafas pelan saat mendapat pesan yang baru masuk hpnya,pesan itu berasal dari sahabatnya yang paling misterius dan jelmaan kutub utara siapa lagi kalau bukan Ariel.
Shasa mengangkat tangannya yang membuat guru yang sedang berbicara didepan menghentikan kegiatan menerangkan pelajaran.
"Ada apa Shasa,kenapa angkat tangan begitu?"tanya guru itu pada Shasa.
"Maaf buk mengganggu sebentar,sahabat sekaligus teman sebangku Shasa baru ngirim pesan.Kata Riri dia minta izin buat gak masuk buk"ujar Shasa pada bu guru
"Loh kenapa,bukankah kalian bilang tadi dia izin ke toilet?"tanya bu guru tersebut.
"Iya buk,tapi Riri gak bisa masuk buk soalnya asma Riri tiba tiba kambuh buk"jawab Shasa
"Ooh baiklah kalau begitu"ujar bu guru itu memberi Ariel izin.
Sedangkan Aurel dan Kayla yang berada dimeja sebelah langsung paham sekaligus dibuat terheran heran dengan ucapan Shasa barusan
*udah pasti tuh bocah males masuk kelas,pake alasan asma kambuh segala*Kayla dalam hatinya
*Sejak kapan keluarga gue punya riwayat asma,itu Shasa ngada ngada emang ngasih alasan*ujar Aurel dalam hatinya.
*Riri sialan,gue gak diajak*Shasa juga mendumel dalam hatinya.
__ADS_1