
Ariel tersenyum tipis kemudian bergerak mematikan komputernya dan beranjak dari meja belajarnya menuju ketempat tidurnya untuk tidur.
Disisi lain disebuah kamar terlihat seorang pemuda yang tersenyum bahagia memandangi layar persegi yang menampilkan percakapannya dengan seorang gadis yang baru saja ia kenal belum lama ini,tak lama ia terlelap dalam tidur yang nyaman.
Pagi harinya sudah tiba Ariel sudah bangun pagi pagi sekali,ia menuruni tangga perlahan
dan berjalan menuju dapur.Ia juga keliatan sudah rapi dengan seragam dan almamater sekolahnya dan tas sekolah di punggungnya.
"Eh non udah bangun"Sapa salah seorang pelayan di rumah itu.
"Iya bik"jawab Ariel,ia membuka kulkas dan mengambil kotak susu kemudian dituangkan di gelas dan segera di minum sampai habis.
"Bik,bilang sama yang lain saya berangkat duluan karena ada urusan"pesan Ariel pada pelayan itu.
"Nggak sarapan dulu non?"tanya pelayan itu.
"Saya sarapan disekolah saja"jawab Ariel kemudian langsung bergegas meninggalkan area dapur.
"Baik non"ucap pelayan itu,setelah melihat majikannya pergi pelayan itu kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi akibat kehadiran Ariel di sana.
Ariel bergegas mengeluarkan mobilnya dari bagasi setelah itu langsung menginjak gas langsung meninggalkan area pekarangan rumah tempat tinggalnya.
Saat ini Ariel sedang buru buru,ia memiliki janji bertemu seseorang sebelum pergi ke sekolah.Oleh karena itu ia bangun jauh lebih cepat dari biasanya,jam saat ini masih menunjukkan pukul 05:30 pagi.
Mobil yang dikendarai Ariel masih terus melaju menelusuri jalan raya yang masih tergolong sepi,setelah sekitar lima belas menit mobil yang di kendarai Ariel berhenti di depan sebuah bangunan gedung tua yang tampak terbengkalai.Kalian masih ingat,ini gedung yang sama tempat pertemuannya dengan Rion dan Leo beberapa waktu yang lalu.
Ariel keluar dari mobilnya sesegera mungkin lalu melangkahkan kakinya memasuki gedung tersebut.
"Selamat pagi,nona bos"sapa penjaga yang ada di sana,semua penjaga yang ada di sana sudah tau status Ariel sebagai anak dari pimpinan bos mereka.
"Dimana Leo dan Rion?"tanya Ariel dingin dan datar.
"Mereka ada di lantai paling atas bos"jawab salah seorang penjaga.
"Antar Saya ke sana"Suruh Ariel.
"Baik nona bos"jawab penjaga itu.
Dengan menaiki lift yang masih berfungsi dengan baik Ariel diantar kelantai paling atas tepatnya tempat ruangan Leo dan Rion berada saat ini.
Disisi lain di kediaman Ariel dkk tampak satu persatu gadis gadis itu sudah berada di meja makan
"Permisi non"panggil salah satu pelayan
"Ya ada apa bik?"tanya Kayla pada pelayan itu.
"Itu non,saya hanya ingin memberitahu kalau non Ariel sudah berangkat duluan sejak tadi pagi non"ucap pelayan itu memberitahu.
"Benarkah,Riri kasih tau nggak bik alasan dia pergi duluan?"tanya Aurel.
"Non Ariel cuman nitip pesan ke saya kalau non-non sekalian nanya bilang aja kalau non Ariel ada urusan dulu sebelum ke sekolah itu pesannya non"ucap pelayan itu menyampaikan pesan yang diberikan Ariel tadi pagi padanya.
__ADS_1
"Emangnya tadi Riri berangkat jam berapa bik?"tanya Kayla.
"sekitar jam setengah enam-an non"jawab pelayan itu"jawab pelayan itu pada Kayla.
"Yasudah bik"ucap Aurel.
"Kalau begitu saya pamit kembali kerja dulu non,permisi"ucap pelayan itu pamit kembali ke area dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Kembali ke gedung tua tempat Ariel berada saat ini,ia sampai didepan sebuah ruangan dengan pintu hitam.
Penjaga yang tadi mengantarnya tadi mengetuk pintu ruangan itu
"SIAPA"tanya orang yang ada didalam sana sedikit berteriak.
Ariel tau pasti siapa orang itu karena cukup mengenali sang pemilik suara.
"Ini saya bos,saya mengantar nona bos"jawab penjaga itu.
"Masuk!"suruh orang itu.
"Nona bos,silahkan masuk"pinta penjaga itu pada Ariel.
"hm"jawab Ariel singkat.
Tanpa ragu Ariel membuka pintu hitam itu dan langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
"Hai Riel"sapa Leo sambil tersenyum pada Ariel.
Leo jangan tanya ia sudah misuh misuh karena sapaannya tak digubris oleh Ariel,kasihan banget nasib lo Leo.
"Nih orangnya"jawab Rion,ia menunjuk kearah seseorang yang sedang tidak sadarkan diri dengan posisi yang sedang diikat di kursi dan mulut ditutup selotip.
Ini adalah alasan Ariel tadi buru-buru untuk datang kesini.Tadi pagi pagi sekali ia mendapat kabar dari dua rekannya ini,kalau orang suruhan mereka berhasil menangkap seseorang yang memiliki cukup informasi yang cukup berguna untuk mengetahui letak persembunyian tuan Frank,orang yang mereka incar saat ini.
"Pingsan atau tidur?"tanya Ariel.
"Pingsan,tapi bentar lagi palingan dah sadar soalnya biusnya dah mau abis"jawab Leo yang berdiri di samping Ariel.
"engh…"
benar saja suara lenguhan terdengar dari orang itu.
orang itu akhirnya sadar dari pingsannya,ia mengangkat kepalanya dan terlonjak kaget melihat siapa yang ada didepannya.
Orang itu berusaha sekuat tenaga melepaskan ikatan tali yang melilit tangan,kaki,serta badannya.
Rion melangkah ke depan dengan satu gerakan ia melepaskan selotip yang menutup mulut tawanan mereka itu,hal itu cukup membuat tawanan itu kesakitan.
"SIAPA KALIAN?LEPASKAN SAYA SEKARANG JUGA"teriak tawanan itu dengan keras.
"Melepaskan anda?mana mungkin kami melepaskan anda,menangkap dan membawa anda kesini saja sulit"ucap Rion.
__ADS_1
"Apa yang kalian mau dariku?saya tidak pernah membuat masalah dengan kalian"ucap tawanan itu.
"Anda tidak,tapi tuan Frank ada"ucap Ariel singkat.
Tawanan itu membelalakkan matanya kaget ketika mendengar nama tuan frank disebut oleh Ariel.
"Apa maksud kalian?"tanya tawanan itu mendadak gugup.
"Beritahu kami letak keberadaan tuan frank" frank"jawab suruh Ariel.
"Saya nggak tau maksud kalian"jawab tawanan itu pada ketiganya.
Brak…suara kursi jatuh beserta tawanan itu terdengar cukup keras,penyebabnya tak lain dan tak bukan karena tendangan kuat dari Leo.
"Akh…"teriak tawanan itu kesakitan.
"NGGAK USAH SOK BODOH LO BANGSAT"
teriak Leo pada tawanan itu.
"Kita bertiga tau,kalau lo tau dimana si frank sekarang"lanjut Leo,ia sekarang sedang terlihat sedang menahan emosinya.
"Sekarang lo kasih tau atau nyawa lo habis saat ini juga"ancam Rion mengacungkan sebuah pistol tepat kearah kepala tawanan itu.
"Sa..saya ng..gak tau letak pastinya,ta..tapi saya bi..bisa pastikan dia ada di kota ini.Dan di..dia sedang merencanakan sesuatu untuk kalian"jawab tawanan itu akhirnya mau buka mulut dan berbicara sedikit terbata bata.
"Merencanakan Apa"tanya Ariel datar.
"Soal itu saya ng..gak tau"jawab tawanan itu.
Ariel menghela nafas berat mendengar jawaban itu.
"Sekarang gimana?"tanya Rion pada Ariel dan Leo.
Kedua orang yang dimaksud hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai jawaban.
"Ni orang?"tanya Rion lagi sambil menunjuk tawanan yang sedang terbaring lemah dilantai dengan posisi masih terikat di kursi dengan dagunya.
"Bersihin"ucap Ariel singkat dan langsung melenggang keluar ruangan.
"Kalian"panggil Leo pada penjaga yang ada di ruangan itu sejak awal.
"Ya bos"jawab penjaga itu.
"Lakukan apa yang disuruh"perintah Leo pada penjaga itu,kemudian Ia dan Rion pergi meninggalkan ruangan itu menyusul Ariel.
Sedangkan para penjaga yang ada disitu mulai melakukan tugas mereka yaitu membersihkan tawanan itu.Kalian paham kan yang dimaksud membersihkan itu bukan membersihkan seperti biasa tapi,membersih-
kan yang dimaksud adalah membersihkan tawanan itu dari muka bumi ini.Kalian pahamkan.
~Halo guys jangan lupa mampir ke cerita Author yang lain ya,selamat membaca👍👍~
__ADS_1