
Dor...
ditengah suasana itu,sebuah suara tembakan terdengar.Itu adalah Rion yang baru saja berhasil merusak kunci rantai yang tepat berada diantara kedua pergelangan kakinya, rantai yang mengikat pemuda itu langsung longgar dan bisa cukup mudah dilepaskan setelahnya.Rion juga segera membebaskan Leo dari ikatan Rantai yang serupa setelah dirinya berhasil bebas.
"Leo"panggil Shasa yang saat ini tengah diam terduduk diatas lantai,kelihatannya tenaga gadis itu habis terkuras.
"Ya"saut Leo.
"Riri"ujar Shasa.
Leo langsung mengangguk mengerti maksud gadis itu,ia segera berlari keluar dari dalam Sell itu dan meninggalkan ruangan dua Sell itu.Pemuda itu pergi secepat mungkin menyusul serta mencari kemana tuan Frank membawa Ariel beberapa waktu yang lalu.
Sekeluar dari dalam ruangan sell itu,Leo terus melangkahkan kakinya dengan cepat mencari kemana tuan Frank membawa Ariel.Ia mencari dan menelusuri hampir disetiap ruangan yang ada dibagian deck yang kini ia berada itu.
Hah...hah...hah...ia berhenti sebentar karena nafasnya mulai terengah engah karena tidak berhenti sedikitpun,ia memperhatikan segala arah dan mulai berfikir kemana kemungkinan paling besar tuan Frank membawa Ariel.
Deck paling atas
sebuah tempat langsung terlintas dipikiran Leo yaitu deck kapal bagian paling atas
*Hais kenapa gak dari tadi sih*batin cowok itu merutuki diri sendiri.
Leo langsung berlari dengan cepat menuju kearah tangga kapal untuk menuju kedeck paling atas.
Tak...tap...tak...tap...suara hentakan tapak sepatu yang kini dikenakan Leo berbenturan dengan permukaan anak tangga yang sedang ia naiki,sebenarnya kemungkinan besar dikapal yang kelihatannya terbilang besar ini pasti ada lift penghubung antar deck.Namun Leo tak mau buang buang waktu untuk mencari dimana keberadaan pintu lift,setelah terlebih dahulu menemukan anak tangga pada kapal itu.
Hah...hah...ha...nafas Leo kembali menderu dengan cepat,ia memutarkan seluruh tubuhnya kesegala arah mencari apa yang tengah ia cari.Kapal ini terlalu besar untuk bisa dijangkau oleh pandangan Leo,belum lagi terdapat beberapa kotak konteneir barang yang terdapat diatas deck paling atas kapal itu membuat pandangannya agak terbatasi.
Leo berjalan mendekat kearah dua kotak konteneir barang yang ukurannya cukup besar dengan posisi yang cukup berdempatan antara salah satu sisinya, namun masih terdapat ruang antara keduanya sekitaran 1 meteran dan tentunha masih bisa dilewati oleh seseorang diantaranya.Leo mengambil posisi berdiri diantara kedua konteneir itu lalu merentangkan kedua tangannya sehingga kedua telapak tangannya bisa menyentuh kedua permukaan konteneir itu,perlahan namun pasti kakinya ikut naik memanjat dengan memanfaatkan celah itu.
Beberapa menit berselang dan akhirnya Leo berhasil berdiri diatas salah satu konteneir itu
__ADS_1
dengan baik,baru saja ia hendak melangkah kearah ketengah konteneir namun suara tembakan langsung mengagetkannya.
DOR...DOR...DOR...
Leo secara refleks langsung berbaring sambil menutup kepalanya dengan kedua tangannya,
awalnya ia kira ada musuh yang mengetahui keberadaannya disana namun pemikirannya langsung terbantahkan setelah mendengar teriakan dari seseorang yang ia kenal suara siapa.
"WYLE DATANGLAH,LIHAT NASIB PEWARISMU!"
Leo merangkak diatas permukaan bagian atas konteneir itu untuk memeriksa apa yang terjadi dibawah sana,alangkah kagetnya dirinya menemukan Ariel bersama tuan Frank disana.Baru saja ia hendak bangkit dan membantu gadis itu,namun kedatangan sekelompok orang yang beberapa diantaranya ia kenal.Maka Leo mengurungkan niatnya dan memilih diam bersembunyi disana sambil menunggu apa yang terjadi selanjutnya, sembari ia ingin membaca dan memahami situasi yang akan terjadi.
Leo memperhatikan apa yang ingin tuan Frank lakukan,sesekali ia meringis sendiri dan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak bertindak ceroboh yang bisa memperkeruh keadaan.Setelah sedikit mengamati,Leo baru sadar dengan posisi dimana Ariel dan tuan Frank berdiri.Tuan Frank memposisikan diri dan juga Ariel tepat dibagian pagar pembatas kapal yang terputus tepat diujung,lebarnya hanya sekitaran lebih kurang semeteran saja.
Leo segera merangkak mundur kembali kearah tempatnya naik tadi,kali ini dengan secepat mungkin ia turun dengan cara yang sama saat ia naik keatas konteneir itu.
Sesampai dibawah,pemuda itu tidak pergi ketempat dimana orang orang tadi berkumpul dan malah sebaliknya ia malah berjalan menjauh untuk mencari sesuatu.
"Hah baguslah saya bertemu dengan anda pak Can,saya butuh bantuan"ujar Leo dengan cepat menghampiri pak Can.
"Butuh bantuan apa tuan muda?dan kenapa hanya anda?dimana yang lain?kondisi nona muda saya bagaimana?"tanya pak Can beruntun.
"Saya tidak punya waktu menjawab pertanyaan anda pak Can,lebih baik anda bantu saya menemukan dimana letak sekoci dikapal ini"ujar Leo dengan cepat.
Merasa ada yang tidak beres,apalagi mendengar nada bicara pemuda didepannya ini yang seakan terburu buru dikejar oleh waktu akhirnya pak Can mengangguk setuju.
"Saya tau dimana,mari saya bantu anda"ujar pak Can langsung berjalan duluan untuk menunjukkan dimana letak sekoci yang dimaksud Leo berada.
Bukan cuma membantu menunjukkan saja tapi pak Can juga membantu Leo untuk melakukan prosedur peluncuran sekoci itu keatas permukaan laut bahkan juga membantu mendayung sekoci itu,hanya mereka saja yang ada diatas sekoci itu.
"Tuan muda,sebenarnya anda ingin kemana?dan untuk apa sekoci ini?"tanya pak Can akhirnya bertanya kepada pemuda itu apa tujuan semua ini.
__ADS_1
"Saya hanya merasa kita perlu melakukan ini,
Pak Can bisa bantu saya mendayung sekoci ini menuju kearah bagian belakang kapal"ujar pemuda itu.
"Baik tuan muda"saut pak Can,laki laki itu memilih tak bertanya dan memilih melihat apa yang terjadi nanti saja.
"Anda tidak usah khawatir tentang Shasa pak Can,dia dan yang lain baik baik saja.Kini kita tinggal memastikan keadaan Riel agar tetap baik baik juga"ujar Leo kepada pak Can, pemuda itu terlihat memakai senter kepala,kaca mata sekaligus alat bantu pernafasan renang dasar yang biasa dipakai perenang diarea kepalanya seakan bersiap untuk sesuatu.
Pak Can menganggukkan kepalanya sambil merasa lega saat tahu nona mudanya itu baik baik saja,laki laki itu juga kini mulai sedikit memahami kalau semua yang dilakukan pemuda ini karena ada sesuatu yang mungkin terjadi kepada sahabat baik nona mudanya.
BYURR....
Saat sekoci itu sudah hampir sampai ditempat yang dimaksud Leo,terdengar suara hempasan seperti ada yang jatuh menghantam permukaan air laut yang tenang dimalam itu.
"Ap.."
Byur...baru saja pak Can hendak bersuara namun pemuda yang tadinya berdiri dihadapannya kini sudah menerjunkan diri kedalam air.Tentu saja laki laki itu langsung melepas dayung ditangannya dan memeriksa apa yang dilakukan pemuda itu,hingga harus sampai terjun kedalam air laut.
Tanpa pikir panjang,Leo langsung terjun kedalam air laut setelah melihat apa yang terjatuh didepannya serta suara teriakan memanggil nama gadis yang sejak tadi memenuhi kepalanya terdengar.
Dengan bantuan dari cahaya senter dikepalanya yang tidak seberapa,Leo terus berenang kebawah tempat dimana seseorang baru saja terjatuh dari atas kapal itu.
*Ketemu*batin Leo saat melihat tubuh gadis yang ia cari mulai bergerak semakin terbenam dalam posisi tangan dan kaki yang terikat.
Leo semakin mempercepat gerakan kaki dan lengannya untuk berenang mengejar gadis itu,setelah cukup dekat barulah ia mengulurkan tangannya menggapai tubuh gadis itu dan membawanya kepelukannya.
Pemuda itu tak mau membuang waktu karena gadis yang tengah berada dipelukannya ini kini sudah hampir kehabisan nafas,ia berenang sekuat tenaga menuju keatas.
Byur...hah...hah...hah...Leo berhasil membawa dirinya dan Ariel keatas permukaan air laut,
dengan sigap pak Can langsung membantunya mengangkat Ariel yang tengah pingsan keatas sekoci disusul dirinya.
__ADS_1