
"Riri tenang aja Shasa gak akan biarin Riri dalam bahaya dan Shasa juga bakal bantuin Riri sama kayak dulu,jadi Riri tenang aja"ujar Shasa berbicara pada dirinya sendiri.
Setelah itu gadis itu memeluk boneka beruang miliknya dengan erat memilih untuk melanjutkan tidurnya yang tadi waktu dikamar Kayla.
~Skip~
Malam telah tiba saat ini gadis gadis yang tinggal di rumah itu sedang melaksanakan makan malam di meja makan,bukan hanya Aurel,Ariel,dan Shasa saja tapi Kayla juga.
Malam ini kondisi gadis itu sudah terlihat jauh lebih baik sekarang dibanding tadi pagi,
meski wajah dan bibir gadis itu masih terlihat sedikit pucat.
"Kay gimana kondisi lo?"tanya Ariel pada Kayla.
"Jauh lebih baiklah sekarang"jawab Kayla.
"Berarti besok Kay udah bisa sekolah dong?"tanya Shasa
"Bisalah"jawab Kayla dengan pasti.
"Gak usah ngomongin sekolah dulu,kita liat aja besok keadaan lo kayak gimana baru kita
Putusin lo boleh sekolah lagi atau enggak"ujar Aurel pada Kayla.
"Kenapa gitu,gue kan udah jauh lebih baik sekarang jadi besok gue pasti udah bisa sekolah lah.Sakit dikit mah gak masalah Re,gak usah berlebihan gitu"ucap Kayla sedikit protes.
"Gak berlebihan tapi lebih baik pastiin dulu demam lo bener bener udah sembuh total,
baru lo masuk sekolah lagi.Iya kan Ri?"ujar Aurel menyenggol pelan tangan kembarannya meminta dukungan.
Ariel yang tangannya disenggol menghentikan kegiatan makannya sebentar dan menoleh kearah Kayla.
"Bener Kay"saut Ariel singkat menatap Kayla sebentar kemudian kembali fokus pada kegiatan makannya.
"Iya terserah kalian bertiga lah"ujar Kayla pasrah tak jadi melanjutkan protesnya,soal nya kalau Ariel yang udah buka suara dia gak berani bantah udah.
__ADS_1
"Gue udah selesai makan,gue ke kamar duluan"ujar Ariel langsung beranjak dari kursi tempat dimana dia duduk langsung melangkah pergi meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.
Sedangkan kembaran dan dua sahabatnya hanya memandangi kepergiannya dengan heran dan bingung apa yang terjadi dengannya.
"Itu si Riri kenapa Re?"tanya Kayla pada Aurel selaku kembaran Ariel.
"Gak tau,dia dari emang keliatan diem banget"jawab Aurel tidak tahu.
"Lah bukannya Riri itu biasanya juga pendiem"ujar Shasa.
"Maksud aku itu,si Riri sejak tadi siang emang keliatan lebih pendiam dan gak peduli sama sekitarnya lebih dari biasanya,trus dia kayak gak punya banyak pikiran gitu"jelas Aurel yang memperhatikan sikap saudari kembarnya itu.
"Kalau gitu coba lo tanyain nanti sama Riri,lo kan kembarannya mungkin aja dia ngasih tau kalau dia lagi punya masalah atau beban pikiran gitu"suruh Kayla pada Shasa.
"Rencana juga nanti gitu Kay,habis selesai makan malam gue mau ke kamarnya Riri"ujar
Aurel pada Kayla.
"Bagus kalau gitu"ucap Kayla pada Ariel.
*Padahal udah gue bilang sama Riri,kalau dia harus berusaha bersikap senormal mungkin.
Bukannya kayak tadi,kalau gini kan bisa bisa dia yang susah sendiri nanti*dumel nya dalam hati.
"Sha,kamu kok malah ngelamun"ujar Kayla memperhatikan Shasa.
"Shasa gak ngelamun kok Kay,cuma lagi mikir aja"ujar Shasa pada Kayla.
"Kamu emangnya lagi mikirin apa sih Sha?"tanya Aurel.
"Shasa lagi mikirin,dimana Shasa nyimpan gantungan kunci boneka beruang yang dulu dibeliin sama Riri.Shasa lupa dimana nyimpannya"jawab Shasa menjelaskan apa yang ia pikirkan pada Aurel dan Kayla.
"Ya ampun lo mah Sha,gue kira lo mikirin apaan sampai ngelamun kayak gitu.Eh taunya malah cuma mikirin gantungan kunci boneka beruang ada ada aja lo Sha"ujar Kayla sedikit kesal mengetahui apa yang dipikirkan oleh Shasa.
*Untung Rere sama Kay mudah diboongin,jadi Shasa gak perlu susah mikir buat cari alasan.Di kasih alasan kayak gitu aja mereka udah percaya*ujar Shasa dalam hati,ya jelaslah apa yang dia bilang tadi sama dua sahabatnya itu bohong.
__ADS_1
Aurel sendiri hanya bisa geleng geleng kepala maklum mendengar jawaban Shasa yang seperti anak anak,ia berdiri dari kursinya bergerak membereskan piring dan peralatan makan yang baru selesai mereka gunakan untuk dibawa ke dapur.
"Ini semua piring piring kotor mau dicuci malam ini juga Re?"tanya Kayla ikut beranjak dari kursinya ikut membantu Aurel merapikan semua peralatan makan yang ada di atas meja makan.
"Iya,lagian ini cuma dikit doang ngapain dibiarin sampai besok"jawab Aurel.
"Mau dibantuin nyuci piringnya?"tanya Kayla lagi.
"Enggak usah,mending lo balik ke kamar aja sana istirahat,biar besok bener bener fit biar bisa masuk sekolah lagi"ujar Aurel.
"Oke,kalau gitu gue pamit kamar duluan ya"ucap Kayla pamit menuju ke kamarnya.
"Kamu juga Sha gak ke kamar?"tanya Aurel melihat Shasa yang masih anteng duduk di kursinya seperti belum punya niat beranjak dari meja makan.
"Nanti Re,Lagian Shasa nanti masih mau nonton TV dulu sebelum ke kamar"jawab Shasa menikmati buah apel yang ia pegang ditangannya.
"Ooh,yau dah kalau gitu gue ke dapur dulu,nyuci nih piring kotor"pamit Aurel membawa piring kotor menuju ke arah dapur.
Sekarang cuma tinggal Shasa sendiri aja yang ada dimeja makan,ia masih terus melahap buah apel ditangannya sampai habis.Setelah itu ia beranjak dari tempat duduknya melangkah menuju keruang kumpul tempat TV yang biasa mereka gunakan berada,gadis itu segera mengambil posisi duduk di sofa.
Shasa meraih remot TV dan sebuah toples cemilan berisi kuaci yang ada di atas meja pendek didepannya kemudian punggungnya ia sandarkan di sandaran sofa.
Shasa mengotak atik remot yang ia pegang guna untuk mencari siaran yang ia inginkan,
Setelah menemukan acara TV yang ia ingin tonton baru ia meletakkan remot itu disampingnya dan mulai menikmati acara TV didepannya.
Di dapur Aurel baru saja selesai mencuci semua piring kotor,ia mengeringkan tangannya setelah itu beranjak dari dapur berniat ingin ke kamar Ariel kembarannya.
Tapi sebelum itu ia ingin melihat Shasa yang sedang menonton TV diruang kumpul.
"Shasa lagi nonton apa?"tanyanya menghampiri Shasa.
"Lagi nonton kartun"jawab Shasa tanpa menoleh kearah Aurel,mata gadis itu sangat fokus pada film kartun yang ditayangkan di TV.
"Shasa nonton TV jangan sampai kemalaman ya"ujar Aurel pada Shasa.
__ADS_1