The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 76


__ADS_3

"Sampai besok Riel dan selamat istirahat juga"ujar Leo melambaikan tangannya sesaat setelah Ariel keluar dari mobilnya.


"Hm,hati hati dijalan"balas Ariel mengingatkan Leo dengan nada datar khasnya tentunya.


Leo kembali menjalankan mobilnya pergi dari sana dan dibelakang menyusul Rion dengan mobilnya sendiri,ia juga tak lupa membunyikan klakson dengan pelan sebanyak satu kali sebagai tanda berpamitan dengan Ariel dan langsung dibalas lambaian tangan singkat dari Ariel.


Setelah memastikan mobil kedua cowok itu pergi menjauh dari gerbang tempat tinggalnya,Ariel memutuskan untuk langsung masuk kedalam dan ia tentunya tak perlu khawatir bagaimana caranya ia masuk melalui pintu gerbang karena masih ada satu penjaga keamanan rumahnya yang berjaga di pos khusus dekat gerbang.


"Selamat datang nona muda"sapa penjaga itu dengan sopan pada majikan mudanya itu.


"Malam,bagaimana keadaan rumah?ada yang mencurigakan?"tanya Ariel pada petugas keamanan rumahnya itu.


"Sejauh ini aman nona,mobil yang biasa mengintai rumah ini tak jauh dari sini juga sejak tadi tidak kelihatan seperti biasanya"jawab Penjaga itu pada Ariel.


Ariel mengangguk singkat mendengar jawaban bawahannya itu.


"Terus waspada,jika terjadi sesuatu yang mencurigakan segera hubungi saya dan minta bantuan pada rekan rekanmu di markas"pesan Ariel pada penjaga itu.


"Baik nona muda"balas penjaga itu sambil memberi hormat.


"Kalau begitu saya permisi"pamit Ariel beranjak dari sana.


"Selamat beristirahat nona"ucap penjaga itu.


Selepas majikan mudanya itu menjauh dari gerbang,penjaga itu memastikan kembali pintu pagar sudah terkunci dengan baik.Baru setelah itu ia kembali memasuki pos keamanan yang ada disana untuk kembali berjaga.

__ADS_1


Ariel berjalan mendekat kearah bangunan rumahnya hendak masuk kedalam,tapi bukan masuk melalui pintu utama rumahnya karena kemungkinan akan ketahuan cukup tinggi makanya ia memilih masuk lewat balkon kamarnya saja seperti ia keluar tadi.Ariel berjalan lalu berhenti tepat di bawah balkon kamarnya yang berada dilantai dua rumah tempat tinggalnya ini,cewek itu mengambil tangga yang tersimpan dibalik tumbuhan bunga berbentuk semak semak yang tumbuh tepat dibawah balkon kamarnya.Ia menegakkan tangga itu untuk mencapai balkon kamarnya dan mulai menaiki satu persatu pijakan tangga serta tentunya tak lupa kedua tangannya berpegangan dengan erat agar dirinya tidak jatuh kebawah nantinya.


Tap kedua kakinya berhasil menginjak lantai balkon,setelah itu ia mengambil ponselnya yang ada didalam saku jaketnya untuk menghubungi penjaga tadi untuk membereskan tangga yang ia pakai tadi soalnya jangan sampai besok salah satu dari Kayla atau kembarannya melihat tangga itu berdiri tegak di tanah menuju tepat ke balkon kamarnya bisa bahaya nanti.Setelah beres baru Ariel langsung membuka pintu balkon yang sudah sengaja ia minta untuk tidak dikunci pada Shasa supaya ia mudah masuk kedalam kamarnya tanpa perlu membangun- kan sahabatnya itu.


Sesampai didalam kamarnya Ariel tidak langsung bisa istirahat memejamkan matanya di atas kasur miliknya,ia dengan sangat terpaksa harus bebersih alias mandi dulu karena saat ia mencium baju dan jaket yang ia gunakan terdapat bau minuman alkohol entah dari mana asalnya padahal tadi pas di bar tadi ia tidak minum minuman beralkohol sedikitpun ditambah dirinya sedikit berkeringat serta jangan lupa dengan om om yang hampir saja memeluknya tadi pas di bar menambah keinginannya untuk membersihkan diri dari semua kuman.


Ariel keluar dari kamar mandi yang ada didalam kamarnya menggunakan baju piyama tidurnya,jam sudah menunjukkan jam 01:13 itu artinya malam sudah sangat larut.


Sebenarnya tak baik juga untuk mandi tengah malam begini tapi mau bagaimana lagi,lagi pula badannya terasa cukup fres,ringan,dan tentunya lebih nyaman selepas mandi.


Ariel melepas rambutnya yang sengaja di cepol saat hendak mandi tadi dan menggerai nya,setelah itu ia menaiki ranjang tempat tidurnya dengan perlahan agar tidak mengusik tidur Shasa yang tentunya sudah terlelap sejak tadi.Ia berbaring di atas kasur tepat di samping Shasa,Ariel membenarkan selimut yang ia dan sahabatnya itu pakai baru kemudian mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur dengan nyenyak.


Pagi pagi sekali di kediaman Aurel dkk sudah terdengar suara brisik dari Kayla yang sejak tadi sibuk mengetuk pintu kamar Ariel dengan cukup keras guna membangunkan dua orang yang masih terlelap dibalik selimut didalam kamar itu.


"RIRI,SHASA BANGUN CEPET WOI UDAH PAGI.KITA SEKOLAH HARI INI!"teriakan Kayla memenuhi isi rumah.


"SHASA!RIRI!BANGUN!"teriak gadis itu lagu


Tok...tok...tok...tangan Kayla masih terus mengetuk pintu kamar itu dengan keras.


Shasa menggeliat karena merasa terganggu dengan suara alarm dari jam yang terdapat di atas nakas,ia berusaha keras memaksa kelopak matanya untuk terbuka walaupun sangat berat tentunya.


"Udah pagi"gumamnya.


Shasa menoleh kearah pintu mendengar suara pintu kamar diketuk dan suara sayup sayup dari luar kamar,ia beranjak dari atas tempat tidur berjalan dengan sedikit terhuyung menuju pintu kamar,ceklek pintu kamar ia buka dari dalam.

__ADS_1


"Baru bangun lo,gue teriak teriak dari tadi gak ada yang nyaut.Habis suara gue teriak teriak dari tadi sama tangan gue juga sakit ngetuk pintu sejak tadi"omel Kayla pada Shasa langsung saat sahabatnya itu membuka pintu kamar Ariel,sementara Shasa dengan masih berusaha sekuat tenaga membuka matanya secara penuh melihat kearah Kayla yang sibuk mengusap usap punggung tangannya yang sakit karena mungkin terlalu keras mengetuk pintu untuk membangunkannya dan Ariel,sahabat tertuanya itu terlihat sudah menggunakan seragam sekolah lengkap.


"Woi!kok lo malah bengong si Shas?"ujar Kayla pada Shasa.


"Kay lupa ya?"bukannya menjawab Shasa malah bertanya balik pada Kayla.


"Lupa apaan?"balas Kayla


"Kamar Riri kan kedap suara jadi kalaupun Kay teriak teriak sekuat tenaga juga gak terlalu berguna,soalnya tetep kedengeran sayup sayup di dalam"jelas Shasa yang masih dengan wajah mengantuk nya.


"iya juga ya,kok gue lupa"gumam Kayla setelah mendengar perkataan Shasa.


"Ya terserahlah,cepet bangunin Riri sana!habis itu mandi trus siap siap ke sekolah baru turun ke lantai bawah buat sarapan"suruh Kayla pada Shasa.


"Iya"jawab Shasa singkat langsung menutup pintu kamar Ariel kembali.


"Dasar bocah sialan,gue belum selesai ngomong tapi main tutup pintu aja"ujar Kayla kesal.


Shasa kembali berjalan kembali mendekat ke arah ranjang tempat tidur dimana terdapat Ariel yang masih terlelap.


"Riri bangun yuk,kita sekolah hari ini"ujar Shasa berusaha membangunkan Ariel,namun gadis yang sedang dibangunkan itu tetap diam tak terusik.


"Riri ayo bangun,nanti aja disekolah lanjut tidurnya kalau masih ngantuk"ujar Shasa masih berusaha membangunkan Ariel.


"Aku masih mau tidur Sha"saut Ariel pada Shasa,ia malah tambah membenamkan dirinya pada selimut.

__ADS_1


__ADS_2