The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 112


__ADS_3

"Tiket pesawat mereka jadwalnya jadi besok?"tanya Ariel.


"Iya,jadi"jawab Shasa.


Leo sendiri hanya celingak celinguk tak paham dengan topik pembicaraan kedua cewek itu.


"Emangnya kembaran sama sahabat kamu yang satu lagi si Kayla emangnya mau kemana Riel,kok pakai izin sama naik pesawat segala?"tanya Leo kepada Ariel.


"Shasa"panggil Ariel minta sahabatnya itu menjelaskan ke Leo karena ia malas ngomong panjang.


"Rere mau balik prancis beberapa hari buat menghadiri acara perusahaan mama mereka, trus Kay juga harus ke US buat hadir di acara kelulusan kakaknya yang kuliah disana buat beberapa hari juga.Oleh karena itu tadi ngambil surat izin libur mulai besok soalnya jadwal penerbangan mereka sama sama besok"jelas Shasa panjang lebar tanpa ada ketinggalan kepada Leo supaya cowok itu gak banyak tanya lagi.


"Ooh berarti kalian mulai besok sampai beberapa hari ke depan bebas bergerak dong gak ada hambatan dong Riel?"tanya Leo memastikan pikirannya.


"Ya gitulah"jawab Shasa.


"Tapi Riel kok kamu gak ikut sama kembaran kamu,bukannya acara yang bakal dihadiri Aurel itu acara mama kamu ya?"ujar Leo kembali bertanya.


"Acara itu acara pameran passion dan dia sama sekali gak tertarik sama hal hal kayak gitu bisa bisa Ariel mati kebosanan disana, lagi pula ini itu bagian dari rencana papanya biar kita mudah bergerak disini"lagi dan lagi Shasa yang menjawab pertanyaan Leo yang ditujukan ke Ariel sahabatnya.


"Tap.."


"Leo udah kali nanyanya,gue capek ngomong buat jawab pertanyaan lo itu"ujar Shasa menghentikan Leo yang sepertinya hendak bertanya lagi.


"Ya elah Sha tinggal jawab juga,di otak gue kan masih banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban"saut Leo kepada Shasa.


"Yau dah tanya cepet tapi bayar biar gue mau wakilin Riri buat jawabnya"ujar Shasa

__ADS_1


"Pake bayar segala,perhitungan banget lo"ucap Leo


"Eh bukannya apa apa tapi gue disini kayak cosplay jadi nyamuk tau gak dari tadi,lo nanyanya ke Riri sambil liat ke dia trus Riri nyuruh gue jawab tapi matanya ke elo.Gue udah sejak tadi berdiri mulu ditambah liat lo berdua duduk trus sering tatap tatapan dari tadi,berasa jadi nyamuk gue"balas Shasa kesal.


"Hehehe ya sorry soalnya lebih enak aja gitu ngeliat Riri dari pada lo Sha,makanya lain kali kalau nyusulin kita kayak gini seharusnya lo ajak Rion biar gak jadi nyamuk"ujar Leo cengengesan.


Shasa menatap datar cowok itu setelah mendengar apa yang dikatakan.


"Mana gue tau lo juga ada disini lagian niat gue kan cuma nyari Riri doang bukan sama lo nya juga dan lo bilang apa?ngajak Rion?gak ada guna dia mah,yang ada gue capek ladenin dia adu bacot"saut Shasa.


"Ya jangan adu bacot lah,kayak gue sama Riel dong ngobrolnya adem kayak di kutub"ujar Leo kepada Shasa


"Jelas adem lah orang yang lo ajak ngobrol jelmaan kutub"gumam Shasa pelan dengan sengaja supaya sahabatnya yang ia maksud tak mendengar,walaupun sebenarnya sia sia orang Ariel punya pendengaran tajam trus bisa kebaca juga sama dia dari gerak mulut Shasa tapi dia milih diam aja.


"Eh btw kok Riel kok diem aja sih,ngomong ngapa sesekali gak papa cuma satu kata doang"ujar Leo membujuk Ariel untuk berbicara.


"Ya ampun,beneran cuma satu kata doang ding"ucap Leo pasrah saat Ariel benar benar cuma ngomong satu kata doang itupun cuma lima huruf aja,trus gadis itu menutup rapat mulutnya lagi seolah olah gak mau ngomong selain kata yang baru ia ucapkan barusan.


Shasa berusaha menahan tawanya menatap Leo kasihan dengan cowok itu,muka Leo terlihat sangat pasrah dicampur sedikit frustasi menghadapi sang sahabat yang sedang dalam mode males berkomunikasi alias males berbicara dengan siapapun.


"Ri udah bel masuk nih,mau tetep disini sampai pulang atau mau ikut gue balik ke kelas?"tanya Shasa kepada Ariel setelah mendengar bel tanda jam istirahat sudah berakhir.


Tanpa berniat menjawab pertanyaan sang sahabat,Ariel memutuskan kembali berbaring kembali saja seperti tadi sebelum Shasa datang dan menutup matanya.


"Oke berarti lo tetep disini"ucap Shasa tau jawaban Ariel.


"Trus lo?"tanya Shasa kali ke Leo.

__ADS_1


"Gue kenapa?"bukannya menjawab tapi cowok itu malah balik bertanya karena gak paham dengan maksud pertanyaan Shasa kepadanya.


"Maksud gue,lo niatnya mau balik ke kelas lo atau tetep disini?"ujar Shasa memperjelas pertanyaannya tadi.


"Kalau gue tetep disini aja boleh gak?"tanya Leo memberikan senyuman memohon nya ke Shasa.


"Boleh tapi lo beliin Riri makanan ya,soalnya dia cuma sarapan dikit tadi pagi.Jangan sampai dia sakit trus Kay sama Rere batalin keberangkatan mereka,itu juga bisa merusak semua rencana yang disusun Ariel di otaknya kalau sampai terjadi"ujar Shasa memberi pesan kepada Leo.


"Oke tenang aja bentar lagi gue beliin Riel makanan di kantin,sebaiknya lo cepetan balik ke kelas sana nanti yang lain malah nyariin lo lagi"saut Leo.


"Kalau gitu gue pergi dulu"pamit Shasa pergi dari sana meninggalkan Ariel dan Leo berdua didalam UKS ditemani petugas kesehatan yang berjaga disana.


Leo menatap sejenak Ariel yang sepertinya sudah kembali tertidur lagi kemudian menjulurkan tangannya mengusap kepala gadis itu beberapa kali baru akhirnya melepas tautan jari jari tangannya yang satu lagi dengan jari jari tangan milik Ariel yang terlihat lebih mungil dibanding jari tangannya,ia beranjak dari sana hendak pergi membelikan makanan untuk Ariel seperti yang dipesankan Shasa tadi padanya.


"Buk kalau teman saya yang disana nanya saya kemana,bilang saya pergi beliin dia makan ya buk"ujar Leo meninggalkan pesan kepada petugas kesehatan supaya Ariel gak pusing nyari dia.


"Iya,berarti kamu mau ke kantin kan?"tanya petugas kesehatan itu kepada Leo.


"Iya buk,emangnya kenapa?"jawab Leo


"Kalau begitu ibuk titip belikan soto ya di kantin,ini uangnya"ujar petugas kesehatan tadi langsung menyerahkan satu lembar uang berwarna biru kepada muridnya itu.


"Ibuk gak nanya dulu emangnya sama saya kalau saya mau atau enggak?"tanya Leo sambil tetap menerima uang itu.


"Harus mau,ibuk udah baik hati gak minta guru BK nyeret kamu keluar dari sini karena bolos dari pagi"ujar petugas kesehatan itu kepada salah satu murid disekolah tempat kerjanya itu.


"Jangan sampai dong buk"ujar Leo langsung segera keluar dari ruangan UKS sebelum ia benar benar dilaporkan ke guru BK.

__ADS_1


__ADS_2