The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 82


__ADS_3

Ariel sedang asik tiduran di atas kasur yang lembut dan nyaman miliknya tapi itu semua tak berlangsung terlalu lama karena suara telpon genggamnya yang berbunyi mengganggu waktu tidurannya.


"Siapa yang nelpon sih?ganggu aja"gumamnya sedikit kesal,dan tak berhenti disitu saja tapi suasana hatinya semakin buruk melihat nama kontak yang tertera dilayar ponsel pintarnya.Dengan malas ia segera menaikkan ikon hijau dilayar untuk menjawab panggilan itu.


"Halo"ucapnya singkat pada penelepon


"NONA WYLE,APA SAJA YANG KAU LAKUKAN DISANA HAH!"suara bentakan dari si penelpon langsung memasuki indra pendengarannya.


"Tentu saja menjalankan misi ku"jawab Ariel seadanya.


"Menjalan misi katamu,TAPI KENAPA BELUM ADA HASIL SAMPAI SEKARANG!"suara yang awalnya normal mendadak meninggi.


"Pa,ah maksud saya tuan Wyle,ini tidak semudah yang anda bayangkan"jawab Ariel berusaha menjawab dengan tenang dan tidak ikut terpancing emosi.


"HAHAHA..."Suara tawa langsung terdengar dari lawan bicara Ariel itu.


"Apa sulitnya sih menangkap tikus kecil.Nona muda Wyle,anda sudah berjanji mengerjakan


dengan cepat tapi kenapa sudah lebih satu bulan misi mu belum setengah jalan"sambung orang itu,yang tidak lain adalah Papa Ariel.


"Jangan bilang pewaris ku sudah menjadi orang yang lemah,jangan sampai itu terjadi karena saya tidak mau memiliki seorang pewaris yang lemah"lanjut tuan Wyle papanya Ariel terus berbicara dengan nada yang meremehkan putrinya sendiri.


"Berikan saya waktu lebih lama lagi"pinta Ariel,tangannya yang satunya terus mengepal kuat mendengar perkataan papanya.


"Waktu?baiklah saya akan beri waktu satu bulan lagi paling lama"ujar tuan Wyle setuju untuk memberi waktu tambahan pada Ariel.


"Jangan sampai gagal karena kegagalan hanya bagi pecundang,dan tentunya seorang pecundang tidak pantas menjadi pewaris serta putri saya"


Tut...tut...tut....telpon itu ditutup sepihak oleh tuan Wyle setelah mengatakan kalimat terakhirnya.

__ADS_1


Ariel langsung melempar telepon genggam miliknya itu disebelahnya,kemudian ia mengambil nafas dan mengeluarkannya kembali dengan perlahan.Hal itu ia lakukan untuk menahan dan mengendalikan emosinya sendiri agar tidak meledak,


wajahnya yang awalnya terlihat sangat marah perlahan berubah menjadi datar tanpa ekspresi lagi.


*Ingat Ariel,emosional selalu menghancurkan dirimu*ujarnya dalam hati kepada dirinya sendiri,seakan mengingatkan dirinya sendiri.


Ariel terdiam beberapa saat sambil menatap kearah kaca yang menampilkan dirinya sendiri,kemudian ia tiba tiba langsung menggeleng cepat seperti hendak mengusir sebuah pemikiran yang masuk ke kepalanya.


Ariel segera beranjak dari atas tempat tidurnya menuju pintu lalu kelar dari kamarnya,ia melangkahkan kakinya untuk membawa dirinya menuju ke kamar saudari kembarnya.


Tok...tok...tok...ia mengetuk pintu kamar Aurel beberapa kali kemudian langsung masuk kedalam sana tanpa menunggu sautan dari si pemilik kamar.


"Kamu Ri"ujar Aurel saat Ariel memasuki kamarnya.


"Hm"saut Ariel berdehem singkat,matanya menelusuri setiap sisi kamar kembarannya itu sampai matanya terfokus pada beberapa pakaian yang tergeletak di atas tempat tidur.


"Mau kemana?"tanya Ariel langsung.


"Pakai ini aja kali ya,Oke pakai ini"ujarnya pada dirinya sendiri sambil menatap pakaian bermodel dress berwarna biru langit polos.


"Pergi sama siapa?"tanya Ariel duduk di kursi belajar kembarannya itu,ia mengubah arah kursi itu agar menghadap ke Aurel.


"Miko"


Brak...Ariel refleks memukul permukaan meja disampingnya dan langsung berdiri setelah mendengar jawabannya Aurel.


"Ngapain?Buat apa?kok lo gak bilang?"tanya Ariel bertubi tubi sambil menatap tajam pada Aurel.


"Tenang jangan marah dulu,ayo duduk biar gue jelasin"ujar Aurel menenangkan kembarannya itu.

__ADS_1


Ariel duduk kembali ke tempatnya namun pandangannya masih sama dengan yang tadi.


"Jawab"suruh nya pada Aurel.


"Jadi tuh tadi Miko tiba tiba chat gue,dia minta tolong sama gue buat bantuin dia nyariin hadiah yang cocok buat cewek karena dia sendiri gak paham"ujar Aurel menjelaskan alasan kenapa ia pergi dengan Miko.


"Kapan lo kasih nomor lo ke dia?"tanya Ariel.


"Gue gak pernah kasih nomor gue ke dia tapi dia yang minta dulu,gak mungkinkan gak dikasih lagian kitakan temenan"jawab Aurel.


"Kenapa harus lo?,kan masih banyak cewek lain.Mia kembaran dia mungkin atau mamanya kek.Kenapa di mesti minta bantuan lo?"tanya Ariel.


"Kenapa Miko minta tolong sama gue itu karena hadiah yang mau dia beli itu buat Mia sebagai hadiah ulang tahun,dan mamanya lagi gak bisa nemenin dia karena lagi keluar negeri.Kata Miko sih kenapa dia minta tolong nya sama gue enggak sama yang lain alasannya karena yang pertama kalau dia ngajak Kay atau Shasa dia gak yakin sama mereka berdua dan lo pasti tau kenapa,trus yang kedua dia takut juga buat minta tolong sama lo Ri dan yang pasti lo juga tau alasannya,dan yang terakhir dia gak temen cewek lain selain kita"jelas Aurel panjang lebar agar kembarannya yang ia tebak sedang mode posesif on itu dapat memahaminya


Ariel berfikir sejenak,kalau dipikir bener juga sih alasan si Miko milih minta bantuan Aurel.


Soalnya kalau Kayla,ah itu anak gak bisa diharapin buat pilih hadiah pasti aneh aneh nanti sarannya ditambah kesabarannya yang setipis kertas bisa bisa sahabatnya itu ngomel karena kehabisan kesabaran buat ngasih saran.Shasa juga sama gak bisa terlalu diharapin juga karena biasa aja itu bocah minta bantuan dia,kalau dirinya sendiri jangankan diharapkan memberi saran yang benar ngomong aja dia masih ogah ogahan sama orang lain apalagi sama yang namanya cowok.Huf ia menghela nafasnya pelan kemudian melihat kearah kembarannya yang sejak tadi menunggu reaksinya.


"Lo boleh pergi tapi jangan pakai dress,pakai kaos,hodi sama celana panjang.Gak ada bantahan kalau gak mau gak usah pergi"ujarnya pada Aurel.


"Iya iya gue gak bakal pakai dress,tapi beneran boleh pergi kan?"tanya Aurel memastikan.


"Hm,tapi nanti sebelum pergi suruh Miko izin langsung sama gue"saut Ariel.


"Beres itu mah Ri,gue udah bilang kok soal itu"ujar Aurel pada Ariel.


"Bagus"ucap Ariel,kemudian ia langsung bergerak pindah dari kursi ke atas kasur milik kembarannya itu berbaring tengkurap disana dan langsung memejamkan matanya sejenak membiarkan kembarannya untuk lanjut bersiap siap.


Aurel yang melihat itu hanya tersenyum saja,ia meraih sebuah baju kaos putih polos,sebuah celana jeans panjang dan hodi biru muda diantara tumpukan bajunya.

__ADS_1


"Jangan sampai ketiduran Ri,nanti malah susah dibangunin nya pas aku mau pergi entar"ujar Aurel pada Ariel,setelah itu pergi ke dalam kamar mandi di kamarnya.


"Hm"dehem Ariel tanpa membuka matanya.


__ADS_2