The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 175


__ADS_3

"Ayolah Ariel,kumohon lakukan apa yang orang itu minta.Aku masih ingin hidup"pinta Aditya.


"Benar,gue juga masih pengen hidup.Gue itu satu satunya anak ortu gue,kalau gue mati pasti ortu gue juga bakal hancur"ujar Ryan.


"Ayo dong Ri,mau aja kenapa.Lagian masa lo ngorbanin nyawa kembaran lo sendiri demi harta"kali ini Miko yang berbicara.


"Riri turutin aja permintaan orang itu,kamu gak kasihan sama Shasa.Dia pasti ketakutan sekarang,kasian juga sama om sama tante Kimberly yang bisa saja kehilangan anak satu satunya mereka"Kayla yang sejak tadi diam juga ikut bicara untuk membujuk sahabatnya itu.


Shasa menggeram kesal mendengar ocehan teman temannya yang sibuk membujuk Ariel


"MULUT LO SEMUA BISA DIEM GAK ANJ*R?!"


Teriak gadis itu.


Semua seketika langsung terdiam dan langsung menatap Shasa dengan wajah cengo dicampur terkejut,gimana gak cengo? gadis imut nan polos yang selama ini mereka kenal baru saja mengumpat.Dan tentunya yang paling terkejut diantara mereka adalah Kayla dan Aurel,yang notabenya sahabat Shasa sedari kecil.Kekagetan mereka berenam bertambah setelah Shasa lanjut berbicara.


"Lo semua bisa gak sih jangan kayak menyudutin Riri gitu,kalian pikir posisi kalian itu udah paling terancam banget ya?jawabannya enggak!dan buat lo Kay.."

__ADS_1


Shasa melihat kearah sahabatnya itu.


"Jangan pernah jadiin nama gue sebagai alasan supaya Riri mau menandatangani apa yang diminta pecundang itu,karena gue bakal terus setuju apapun keputusan Riri nanti"lanjut gadis itu berbicara dengan tegas, tidak ada lagi embel embel aku-kamu dalam perkataannya melainkan lo-gue.


"Lo-gue?gaya bicara kamu kok jadi gitu sih Sha?ini bukan Shasa yang gue kenal!"ujar Kayla seakan tidak percaya kalau Shasa yang barusan berbicara.


"Bener,ini bukan kamu Sha"ujar Aurel juga.


"Rere sama Kay benar,ini bukan Shasa yang kalian kenal.Shasa yang kalian semua kenal gak mungkin kayak tadi"ujar Shasa menggunakan tata bahasa dan nada imut yang biasa dia gunakan saat berbicara.


"Itu pasti Shasa yang lo semua kenalkan? Tapi sayangnya itu satu sisi kecil dari gue yang selama ini kalian kenal" tanya Shasa bersemirik.


"Sisi lain,maksud lo?lo masih punya sisi lain gitu?"tanya Mia.


"Ya begitulah,rumit buat dijelasin tapi kalian bisa anggap kalau sisi seorang Shasa yang selama ini kalian lihat itu adalah sisi terang gue"jawab Shasa.


"Kenapa lo mau ngikutin Riri Sha,padahal lo tau nyawa lo sekarang dalam bahaya?Riri juga kenapa lo gak mau ngelakuin apa yang orang itu suruh,padahal nyawa kita semua yang ada disini jelas terancam bahkan kembaran lo sendiri juga?Rion sama Leo juga, lo berdua kenapa mau ngikutin pemikiran gila Ariel?"tanya Miko bertubi tubi.

__ADS_1


"Alasannya karena gue mau dan urusan nyawa gue yang terancam,gak dikondisi sekarangpun nyawa gue juga udah biasa jadi diinceran sejak kecil.Jadi gue selow aja"jawab Shasa dengan santai.


"Gue sendiri sih,karena mau ngikutin jejak bokap aja iseng iseng aja gitu.Soalnya kata mendiang nyokap gue dulu pas waktu kecil, bokap gue itu kerja bukan cuma nguras waktu aja tapi juga nyawanya juga ikut terancam.Ya karena gue dulu gak percaya dan mikir itu cuma alasan nyokap dua aja biar gue gak terlalu nuntut bokap gue,akhirnya gue milih masuk.Eh ternyata bener"jelas Rion sambil nyengir.


"Gue sih punya beberapa alasan,pertama karena gue udah bersumpah buat nyari pelaku utama kematian ortu sama paman gue,disaat gue tau dari tuan Wyle kalau kematian mereka bertiga bukan kematian biasa melainkan disengaja.Alasan kedua, Sebagai balas budi dan rasa terima kasih gue ke tuan Wyle karena udah mau nampung anak sebatang kara kayak gue dan ngelatih gue sampai bisa kayak sekarang.Dan alasan ketiga.."Leo menjeda perkataannya cukup lama.


"Apa alasan ketiganya?"tanya Aditya gak sabar.


Leo menoleh kesamping dan langsung menatap Ariel sebentar,kemudian menoleh kembali menatap kearah depan.


"Alasan ketiganya,itu karena gue pengen nepatin perkataan gue buat ketemu sama orang sok akrab yang ngasih gue kado natal.Ya meski gue dulu gue cuma nulis,ayo bertemu lain waktu.Tapi takutnya itu orang ngarep banget ketemu sama gue yang ganteng ini,makanya gue ikut tugas ini biar ketemu dia"ujar Leo.


Ariel langsung menoleh kearah Leo dan menatap wajah samping cowok itu


*Cks ngarep apaan?!pede banget nih bocah*


Batin Ariel spontan menjuliti Leo.

__ADS_1


__ADS_2