The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 152


__ADS_3

Jika kalian bertanya apakah Herman punya sangkut paut dengan sang nona muda keluarga Kimberly yang tak lain dan tak bukan adalah Shasa yang merupakan sahabat baiknya Ariel putri dari tuan Wyle? Jawabannya ada.


Tapi jika kalian tanya apa itu?kita tidak akan mengetahuinya sekarang namun suatu saat nanti pasti akan segera terungkap apa kaitannya Shasa dengan laki laki itu,sehingga bisa dilihat Herman seperti mempunyai dendam pribadi yang sangat besar kepada sahabat imut Ariel yang satu itu.




Mia saat ini sedang duduk sendirian sambil bermenung dikursi kantin untuk menghabiskan jam kosong yang tengah berlangsung,mata gadis itu sesekali melirik kearah hpnya yang tergeletak dimeja kantin.


Ia berharap semoga ada pesan atau telepon masuk dari para sahabatnya kehpnya itu,tapi sudah dari dua hari yang lalu ia menunggu hal itu terjadi namun tidak kunjung datang.



Disudut lain kantin terdapat tiga cowok kece yang sedang mengamati gadis itu dengan penuh kekhawatiran,ketiga cowok itu adalah Miko,Ryan,dan Aditya.


"Mik,lo emang gak bisa gitu suruh gebetan lo buat nelpon atau kirim pesan ke kembaran lo apa?Kasian gue liat Mia kayak orang sebatang kara banget diliat liat"tanya Ryan ke Miko.



"Bisa sih bisa bro,tapikan lo tau sendiri beda waktu disana sama dimari itu berapa?enam jam lebih cepat disini"jawab Miko


"Sekarang aja masih jam sebelasan,disana otomatis masih jam lima pagian"lanjut cowok itu.



"Iya juga sih"ujar Ryan.



"Lagian gue heran deh,emang Ariel sama Shasa kemana dah?udah beberapa hari gak pernah masuk sekolah"tanya Aditya heran.



"Ada urusan kali"jawab Miko.



"Eh Dit,sana lo samperin si Mia"Suruh Ryan kepada Aditya yang duduk disebelahnya.



"Buat apa?"tanya Aditya



"Ya buat ditemeninlah,itung itung pdkt-an lo"ujar Ryan.



"Hah?lo suka sama kembaran gue bro?"tanya Miko langsung kepada Aditya setelah mendengar perkataan Ryan.



"Mana ada,si Ryan asal ceplas ceplos aja itu"bantah Aditya,dalem hati mah kalang kabut dia tuh.


\*Nyesel gue curhat sama siRyan bangsat\* batinnya.



"Gue bantuin lo tuh Dit,habisnya naksir anak orang dari kelas satu tapi udah kelas tiga gak ada pergerakan sama sekali\*batin Ryan sambil semirik.



"Jadi yang bener yang mana nih?lo suka sama kembaran gue iya atau enggak sih Dit?"tanya Miko.

__ADS_1



"Kalau seandainya si Aditya suka sama kembaran lo,gimana menurut lo Mik?Direstuin apa enggak?"tanya Ryan sambil melirik Aditya yang tengah menatap tajam padanya.



"Ya gak papa,gue restuinlah"



"HAH Seriusan?!"saut Aditya langsung dengan sedikit keras,sadar akan apa yang baru saja ia lakukan.Cowok itu langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal melihat Miko dan Ryan tersenyum penuh selidik kearahnya.



"Udah sana lo samperin kembaran gue deh Dit"suruh Miko.



"Em tadi gue cuma refleks aja itu"ujar Aditya mendadak sedikit gugup.



"Tidi gii cimi rifliks iji iti,Halah masih ngeles aja lo! orang gue sering denger sendiri dari mulut lo"ujar Ryan kesal dengan tingkah pengecut temannya itu.



Miko menggelengkan kepalanya pelan mendengar bagaimana Ryan terlihat sangat ingin memojokkan Aditya,pemuda itu melihat kearah Aditya kemudian berkata



"Udah sana Dit,temenin kembaran gue sana.


Meski lo beneran gak suka sama adek gue,tapi apa salahnya lo nemenin dia"ujar Miko kepada temannya itu.




"Gue takut diamuk sama dia,soalnya dari kemarin gue gak mau bantuin dia supaya Aurel nelpon atau kirim pesan ke dia"jawab Miko,ia jawab dengan jujur kok guys soal ini.



"Kenapa gak Ryan?"tanya Aditya lagi.



"Ada hati yang mesti gue jaga,kan gak elit kalau cewek yang lagi gue pdkt-in liat gue berduaan sama cewek lain.Apalagi sama sahabatnya sendiri,big no"bukan Miko yang menjawab melainkan Ryan langsung.



"Tapikan gebetan lo lagi gak masuk"ujar Aditya



"Ya tetep aja gue mesti jaga jaga,apalagi cewek yang jadi gebetan gue ini rada rada jelmaan macan betina.Kalau salah dikit,gue bisa dihapus dari listnya dia"jawab Ryan.



"Kenapa gak kita bertiga aja?"ujar Aditya lagi lagi bertanya,membuat Ryan dan Miko kompak memutar bola mata mereka malas.



"Lo bisa nurut sama kita aja gak sih,dari tadi banyak amat bacotan lo.Metimbang nyamperin cewek aja,banyak banget alasannya"ujar Ryan mulai naik darah.


__ADS_1


"Tau tuh,lagian itu cuma si Mia weh kembaran gue.Lo udah kenal dia hampir tiga tahun juga"ujar Miko ikut naik darah akibat Aditya.



"Iya iya gue samperin,malah ngamuk lo berdua"ujar Aditya,pemuda itupun langsung beranjak dari meja yang ia dan kedua rekannya tempati.Aditya berjalan dengan perlahan mendekati meja kantin tempat dimana Mia berada saat ini.



"Temen lo tuh Yan"ujar Miko ke Ryan.



"Temen gue itu temen lo juga kambing"saut Ryan.Keduanya melihat Aditya yang berjalan pelan pelan dan terlihat ragu ragu mendekati meja tempat Mia.



"Hai"sapa Aditya menghampiri dan duduk didepan Mia.



"Hai,kok lo kesini?mana si Miko sama Ryan?


Tumben gak bareng mereka lo,biasanya kalian bareng terus kayak tiga serangkai?" ujar Mia terus ngerocos,Aditya spontan menelan ludahnya dengan susah payah tak tau harus berkata apa sang gugupnya.



"Heh dit,kok gak dijawab pertanyaan gue?"tanya Mia melihat Aditya yang tak merespon berbagai macam pertanyaannya tadi.



"Eh anu,Miko kembaran lo sama si Ryan itu lagi duduk dimeja sana"ujar Aditya menunjuk kearah meja tempatnya tadi duduk dengan Miko dan Ryan.



Ditempat Ryan-Miko\_ \_


"Ngapain si Adit nunjuk nunjuk kearah kita?"tanya Ryan pada Miko.



"Kesambet kali"jawab Miko acuh.



Kembali ketempat Aditya-Mia\_ \_



"Gua kesini buat nemenin lo disuruh mereka, kata mereka sih kasian lo duduk sendirian disini"ujar Aditya.



Mia yang masih melihat tempat Miko-Ryan langsung menoleh melihat kearah Aditya yang berbicara


"Trus kenapa gak si Miko atau si Ryan aja yang nyamperin gue kesini,yang kembaran gue kan si Miko bukan lo? Lo juga kenapa mau mau aja disuruh sama mereka?"tanya Mia sambil menatap Aditya penuh tanya.



"Miko takut diamuk sama lo,kalau Ryan lagi jaga hati gebetannya.Kenapa gue mau?karena kitakan temen,apa salahnya gue temenin lo kesini"jawab Aditya berusaha berbicara sesantai mungkin didepan Mia.


\*Tapi kalau lo mau anggap lebih juga boleh,asal jangan dianggap saudara aja\*lanjut cowok itu dalam hatinya.



~Hai guys👋Author kambek,ada yang kangen gak😉?~

__ADS_1


__ADS_2