The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 154


__ADS_3

Ariel melangkahkan kaki menuju kamarnya dengan raut wajah datar dan aura dingin miliknya,ia menggenggam erat kunci kamar miliknya ditangannya.Sesampai didepan kamarnya ia menjulurkan tangannya memasukkan anak kunci kedalam lubang kunci,kemudian memutarnya secara penuh.


Klik...suara yang timbul dari lubang kunci,


Ariel memutar knop pintu dan mendorongnya.


Bruk...Langkah dan tubuh Ariel terhenti saat pintu tak berhasil dibuka,keningnya sedikit menyergit.Tangannya bergerak memutar anak kunci kembali,Klik...suara kembali terdengar.Gadis itu membuka pintu secara perlahan,ia melangkah masuk kedalam kamar dan menutup pintu itu kembali.Ariel masih berdiri didepan pintu,ia melangkah beberapa kesamping dan tangannya terulur kepada saklar lampu.


Ceklek...ia menekan saklar lampu sehingga kamarnya mendadak menjadi gelap karena tidak ada pencahayaan masuk,Ariel masih berdiri tetap diposisinya.Ditengah suasana kamar yang gelap,mata gadis itu bergerak dengan liar melihat keseluruh titik kamarnya.


Sudut bibir Ariel sedikit terangkat setelah beberapa saat,dengan ingatan yang tajam akan seluk beluk kamarnya,Aurel tanpa memiliki sulitan sedikitpun melangkahkan kakinya kedepan.Ia mengambil sesuatu yang tadi ia ingin ambil saat datang kekamarnya itu,Ceklek....saklar lampu ia nyalakan kembali dan beberapa saat kemudian ia sudah menghilang dibalik pintu pergi meninggalkan kamarnya.


Ditempat lain_


Leo duduk dikursi yang menghadap sebuah meja,ia tengah memandangi dan memperhatikan dengan seksama berbagai macam skema penyerbuan yang telah ia kerjakan.


Kriet...tap..tap..tap..Pemuda itu menoleh kearah pintu saat menyadari ada seseorang yang datang,ia tersenyum kepada gadis dingin yang baru saja datang kembali.


"Sudah mengambilnya?"tanya Leo.


"Hm"saut Ariel,ternyata gadis itulah yang memasuki ruangan.


Ariel segera membuka lipatan kertas HVS yang sudah digores dengan pensil berupa gambar skema,ia meletakkannya keatas meja.


"Hm,rancangan yang bagus"ujar Leo setelah memperhatikan apa isi kertas itu.


"Buatanmu juga bagus"ujar Ariel datar melihat kertas milik Leo.


"Benarkah?"tanya Leo


"Hm"Ariel.


Leo menatap Ariel lalu tersenyum tipis mendengar pujian dari gadis didepannya ini,jarang ia bisa mendengar hal itu dari mulut gadis cantik nan dingin itu.Ariel mendongak- kan wajahnya saat tau Leo tengah menatapnya,tatapan keduanya bertemu sejenak.Ekspresi wajah Ariel tak berubah sedikitpun,wajahnya tetap datar meski beradu tatapan dengan Leo dan meski jarak wajah keduanya hanya beberapa senti saja.


Ariel memutus tatapan itu terlebih dahulu,ia mengambil kertas yang tadi ia bawa dan salah satu kertas milik Leo dan membawanya mendekat kesebuah papan skema yang ada disana.Tangannya bergerak menempelkan satu demi satu kertas itu dengan rapi,Leo juga berjalan mendekat kesana.


"kamu bakal gabungin kedua skema itu?"tanya Leo berdiri disebelah Ariel.


"Ya,itu akan sempurna"jawab Ariel mengiyakan.

__ADS_1


"Setuju sih,lagi pula kau bosnya"ujar Leo


"Kamu punya alat pelacak berukuran kecil?"tanya Ariel dengan suara datar.


"Seingatku,aku punya benda seperti itu beberapa yang kusimpan digudang senjata. Chip pelacak"jawab Leo.


"kamu membutuhkannya"tanya pemuda itu.


"Hm"saut Ariel.


"Aku bisa berikan padamu besok,kalau kamu perlu benda itu"ujar Leo


"Tapi untuk kamu apakan benda itu?"tanya Leo.


"Untuk pelengkap sebuah permainan"jawab Ariel.


"Permainan?"ujar Leo dengan nada tanya,ia menoleh kearah gadis disebelahnya itu,Ariel menatap Teo.


"Ya sebuah permainan,kita akan bermain serigala dan pemburu"ujar Ariel sambil tersenyum, sebuah senyuman yang penuh sejuta makna.


"Aah...aku paham,apa yang kamu maksud"ujar Leo setelah beberapa saat,ia pun ikut tersenyum.


"Tidak banyak,cukup lima saja"jawab Ariel.


"Aksesnya?"Leo


"Berikan padaku,aku akan mengirimnya kepada papa"ujar Ariel.


"Kenapa tuan Wyle,kamu gak mau menyimpannya juga?"tanya Leo.


"Tidak perlu,akan lebih berguna jika itu dipegang tuan Wyle"ujar Ariel.


"Jadi kenapa kamu tiba tiba ingin bermain serigala dan pemburu?"tanya Leo.


"Sejak ada serigala yang bermain main dikemah pemburu"ujar Ariel.


"Dimana serigala itu memulai permainan itu?"tanya Leo lagi.


"Dikamarku,serigala itu menaruh beberapa mata kecil bercahaya disana"jawab Ariel.

__ADS_1


"Baiklah,mari kita lihat siapa yang akan menang nanti.Apakah pemburu bisa mengalahkan serigala atau mungkin sebaliknya,serigala yang akan mengalahkan pemburu"ujar Leo.


"Pemburu mengalahkan serigala itu mungkin, namun kupastikan serigala tidak akan mengalahkan seorang pemburu.Jika pemburu tak berhasil menang,makan setidaknya ia bisa mencegah serigala untuk menang"ujar Ariel datar,gadis itu berjalan menjauh dari papan sketsa dan duduk dikursi didepan mejanya Leo tadi.


"Tentu saja kita akan lakukan itu,tapi aku akan pastikan pemburu tidak terluka dan ikut kalah dengan serigala"ujar Leo ikut berbalik dan duduk dikursinya tadi.


"Kemana Shasa dan Rion?"tanya Ariel datar.


"Entahlah,tadi mereka berdua izin sekaligus pamit untuk keluar sebentar dari sini.Entah kemana dan apa yang mereka lakukan"jawab Leo.


"Hanya berdua?"tanya Ariel lagi.


"Tentu saja tidak,itu terlalu bahaya.Pak Can dan salah satu bawahan kepercayaannya Rion ikut dengan mereka.Kalau tidak begitu, mana mungkin aku memberi izin"jawab Leo.


"Baguslah"ucap Ariel datar.


"Riel"panggil Leo.


"Hm"Ariel.


"Menurutmu bagaimana jika Shasa dan Rion menjadi semakin dekat,bukan dekat sebagai rekan tim saja tapi lebih dari itu.Sebagai pasangan mungkin?"tanya Leo.


"Bukannya aku asal bicara,tapi bukankah em maksudku aduh gimana jelasinnya ya..."


"Tidak masalah"jawab Ariel memotong perkataan Leo,tanpa cowok itu jelaskanpun Ariel tau maksud arah pembicaraan itu.


"Hah!benarkah?!"tanya Leo memastikan kalau ia tak salah dengar.


"Tidak sekarang,nanti"lanjut Ariel.


"Maksud kamu tidak sekarang apa?"tanya Leo tak paham.


"Tak masalah asal jangan ditengah situasi seperti ini,kondisi saat ini bukan saat yang tepat untuk hal itu dan aku yakin mereka mengetahuinya"ujar Ariel,gadis itu menatap Leo dengan seksama.


"Jangan pernah memulai kisah cinta dalam peperangan,kisah cintanya mungkin berawal manis tapi jangan remehkan situasi peperangan.Situasi yang sangat tak terduga bisa terjadi,akan sangat sangat menyedihkan dan menyakitkan jika kisah cinta manis dan murni tak seiras serta sejalan dengan hasil akhir peperangan"lanjut Ariel masih sambil menatap dalam Leo yang juga ikut menatapnya.


Leo tertegun mendengar perkataan Ariel barusan,tidak ia tidak tertegun dengan kalimat panjang gadis itu seperti biasa.Tapi ia benar benar tertegun akan kata kata yang gadis itu ucapkan,ia paham betul maksud dari Akan sangat menyedihkan dan menyakitkan jika kisah cinta yang manis dan murni tak seiras serta sejalan dengan hasil akhir perang.


*Perang selalu identik dengan pengorbanan, salah satunya pengorbanan nyawa.Kisahnya memang mungkin akan manis,tapi kita tak bisa menjamin itu hasil akhirnya karena bisa saja salah satu tokoh itu menjadi bagian yang harus berkorban dalam perang*batin Leo.

__ADS_1


__ADS_2