
"Kerja sama kami adalah saya dia bayar untuk mengumpulkan dan berbagai macam informasi penting salah satunya adalah untuk mencari kelompok bayaran yang dapat dia gunakan menyokong aksi pengkhianatan nya pada bosnya tuan Wyle"lanjut tuan Lui.
"Kelompok bayaran?"ujar Leo
"Ya sebuah kelompok bayaran,perlu kalian ketahui kalau orang yang bernama Frank itu tidak pernah turun tangan sendiri dalam setiap rencana yang dibuatnya selama berada di Indonesia.Jadi kelompok bayaran yang saya sebut tadi lah yang bertugas sebagai eksekutor dalam setiap rencana yang tuan Frank buat,sedangkan dia tetap bersembunyi dibalik bayangan supaya sulit untuk kalian deteksi keberadaannya"jelas tuan Lui.
"Apalagi yang anda ketahui?"tanya Rion,meminta informasi lebih.
Tuan Lui menatap ketiga remaja yang berdiri dihadapannya sejenak kemudian ia menjatuhkan sisa puntung rokok yang sudah cukup pendek kelantai ruangan itu kemudian langsung menginjaknya dengan telapak kakinya yang beralaskan sepatu kulit guna mematikan bara api yang masih menyala di puntung rokok itu hingga padam.Leo,Ariel,
Rion hanya diam mengamati perilaku pria yang cukup jauh lebih tua dari mereka itu.
"Jadi apalagi?"tanya Rion kembali.
"Sudah tidak ada lagi yang saya ketahui hanya itu saja,terserah kalian bertiga mau percaya atau tidak tapi yang jelas saya cuma punya informasi itu"jawab tuan Lui menatap kearah Rion yang mengajukan pertanyaan tadi.
"Gak mungkin hanya itu saja kan?"tanya Leo kali ini memastikan.
"Benar hanya itu"jawab tuan Lui
Mendengar hal itu Leo dan Rion bertatapan sejenak kemudian mengalihkan pandangan mereka pada Ariel yang berdiri sambil bersandar dengan tenang di dinding dekat pintu ruangan,sadar akan arah pandangan dua rekannya yang tertuju padanya Ariel langsung menganggukkan kepalanya singkat pada keduanya.Setelah mendapat respon dari Ariel barulah Rion dan Leo kembali menatap kearah tuan Lui yang masih duduk di kursinya sejak tadi.
"Baiklah kami percaya"ujar Rion mewakili.
"Baguslah kalau kalian bertiga percaya kepada saya"ucap tuan Lui sambil tersenyum kepada tiga remaja itu.
__ADS_1
"Sekarang karena urusan kita sudah beres izinkan saya untuk pamit dari ruangan ini,saya ingin kembali menikmati pesta saya yang tadi sempat tertunda serta bersenang senang untuk merayakan karena mendapat uang yang cukup banyak dari kalian semua HAHAHA..."lanjut tuan Lui diakhiri dengan tertawa kencang.
"Silahkan"ujar Rion mempersilahkan.
"Dan untuk kalian bertiga lebih baik kalian pulang ke rumah kalian saja setelah ini,tidak baik untuk anak anak remaja seperti kalian berada ditempat seperti ini lama lama terutama untuk kamu gadis manis"ujar tuan Lui sambil memberikan sebuah kedipan kearah Ariel,sedangkan Ariel langsung memancarkan aura mengerikan miliknya tanda ia tak menyukai tindakan orang itu.
"Wah sabar,saya hanya bercanda.Ternyata Aura teman kalian sangat menakutkan saat marah"ujar tuan Lui kepada Rion dan Leo.
"Kami tau"saut Rion dan Leo spontan tanpa sadar refleks mengatakan itu,Ariel memutarkan bola matanya malas mendengar jawaban spontan dua rekannya itu.
"HAHAHA ternyata bukan cuma saya yang mengatakan itu"ujar tuan Lui.
Setelah itu tuan Lui beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju kearah pintu ruangan berniat hendak keluar dari ruangan tempat mereka berempat berada saat ini,Leo dan Rion langsung membuka jalan sedangkan Ariel malah menjauh dari pintu berpindah ke dekat Rion dan Leo yang sekarang berada dibelakang tuan Lui.
Saat tangan tuan Lui naik memegang gagang pintu dan hendak memutarnya agar pintu terbuka,BUK...Buk...Ariel yang berada dibelakangnya dengan gerakan secepat kilat menghajar tengkuk belakang orang itu sebanyak dua kali hingga akhirnya tuan Lui jatuh pingsan dan tubuhnya tergeletak dilantai dekat pintu keluar.
"Kamu bikin kaget aja Riel"ujar Leo
"Tau tuh,untung gue gak ada riwayat penyakit jantung kalau enggak kan bisa ikutan turu gue kayak ini om om"ujar Rion sambil mengusap usap dadanya sendiri saking kagetnya.
"Bacot"saut Ariel.
"Mulut"ujar Rion dan Leo bersamaan,Ariel memutar bola matanya.
Gadis itu memilih untuk menghiraukan dua orang itu,ia mengambil sebuah sarung tangan berwarna hitam dari saku jaketnya kemudian langsung memakainya baru setelah itu Ariel mengambil sebuah suntikan kecil yang sudah terisi dengan sejenis obat bius dan langsung menyuntikkan pada tuan Lui untuk memastikan orang itu benar benar pingsan dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Sedangkan Rion sendiri setelah Ariel selesai membius tuan Lui,cowok itu langsung bergerak mengambil sebuah kertas putih berupa cek yang tadi sempat ia berikan kepada orang itu,sedangkan Leo sendiri segera mengambil dompet dan juga ponsel genggam milik tuan Lui dari dalam saku yang punya.
"Selamat uang gue,enak aja ini orang mau uang banyak tapi informasi yang dia kasih gak terlalu berfaedah"dumel Rion langsung menyimpan cek itu.
"Tau tuh emang dikira kita anak kecil apa,langsung percaya gitu aja sama dia"ujar Leo,ia dengan tampa berperasaan sedikitpun meletakkan satu kakinya di atas punggung tuan Lui seperti hendak menginjaknya.
"Rion beresin"suruh Ariel pada Rion.
"Siap nona bos"saut Rion,ia langsung mengambil Hp miliknya dan langsung menghubungi orang orang suruhan mereka yang ia bawa tadi untuk menyusul mereka keruangan tempat mereka berada sekarang guna untuk membawa tuan Lui yang tengah tak sadarkan diri ke markas mereka.
Setelah semua pekerjaan mereka di bar itu sudah selesai Rion,Ariel,Leo memutuskan untuk pergi meninggalkan bar itu untuk pulang ke rumah.Mereka menggunakan dua mobil dengan Leo dan Ariel satu mobil seperti waktu mereka datang kesini sedangkan Rion sendirian dengan mobilnya,
Rion dan Leo mengantar Ariel terlebih dahulu dengan selamat kerumahnya barulah keduanya pulang ke rumah masing masing.
~flaskback off~
"Jadi gitu ceritanya"ujar Rion menyelesaikan cerita kejadian di bar dengan panjang lebar kepada Shasa.Shasa sendiri mengangguk anggukkan kepalanya tanda paham dengan cerita Rion itu.
"Trus sekarang itu orang masih diruang sekap?"tanya Shasa pada ketiganya.
"Ya"jawab Rion.
"Tapi gue rada kasian sama tuan Lui,udah disekap kayak gitu ditambah gagal dapat duit lagi.Soalnya duitnya diambil lagi padahal pasti dia udah seneng tuh"ujar Shasa merasa sedikit miris dengan nasib tuan Lui yang cukup malang namun sepadan bagi orang sepertinya.
"Ngapain juga kasian,lagian siapa suruh mau coba nipu kita"ujar Rion.
__ADS_1
Harusnya chapter ini Author updet kemarin tapi di daerah author lagi mati lampu kemarin jadi gak ada sinyal deh.