The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 73


__ADS_3

Dan Shasa tenang saja melihat sahabatnya yang keluar dengan cara seperti itu,dia tidak khawatir sedikitpun sahabatnya itu terluka wong gadis itu sudah sangat terlatih.Lebih baik ia lanjut tidur saja,itu lebih baik soalnya ia juga sudah sangat mengantuk dan tak lupa sebelum tidur ia mengunci pintu kamar milik Ariel dulu biar orang gak bisa bebas masuk ke dalam.


Karena gawat kalau saat ia nanti tidur tiba tiba salah satu diantara dua sahabatnya datang ke kamar ini seperti Kayla tadi dan melihat keberadaannya disini namun tidak menemukan si pemilik kamar berada dikamar ini,kan akhirnya nanti dia juga yang repot cari alasannya.


Ariel keluar dari pintu gerbang rumahnya kemudian berjalan beberapa langkah dan langsung memasuki sebuah mobil yang sudah menunggunya dari tadi di bagian samping gerbang tempat tinggalnya.


"Gimana gak ada yang ketinggalan kan?"tanya Leo yang merupakan pengemudi sekaligus pemilik mobil yang Ariel masuki tadi.


"Gak ada,tikus tikus gimana?"ujar Ariel menjawab pertanyaan Leo kemudian bertanya lagi.


"Mereka udah diurus sama Rion"jawab Leo.


"Kalau gitu jalan"pinta Ariel pada Leo.


"Oke,pakai sabuk pengamannya dulu"suruh Leo pada Ariel,dan gadis itu langsung menuruti perkataan Leo langsung memasang sabuk pengaman.


Mesin mobil itu mulai menyala dan beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan oleh Leo itu sudah melaju menjauh meninggalkan kawasan komplek tempat tinggal Ariel dan menelusuri jalan raya yang tetap ramai walaupun hari sudah malam.


"kamu pamit sekaligus bilang gak sama Aurel dan Kayla gak buat pergi?"tanya Leo pada Ariel,tatapannya masih terus menghadap kearah jalanan didepannya.


"Enggak"jawab Ariel singkat.


"Gak takut ketahuan kalau kamu keluar malam malam gini?"tanya Leo


"Gak,Ada Shasa yang urus"jawab Ariel lagi.


"Bagus kalau gitu"komen Leo mendengar jawaban gadis itu.


Setelah itu keduanya kembali hening tidak ada lagi yang membuka atau memulai pembicaraan lagi,Leo masih fokus pada kegiatan menyetirnya sambil sesekali menoleh ke arah sebelahnya tempat dimana Ariel duduk.Ia mengukir senyum di bibirnya melihat Ariel yang sangat fokus melihat kearah pemandangan di luar jendela mobil sambil bersender di kaca mobil.


"Fokus pada jalanan di depan"ujar Ariel menoleh ke arah Leo.

__ADS_1


"Eh i..iya"ucap Leo sedikit gelagapan.


Leo yang ketahuan memperhatikan Ariel sejak tadi sontak kembali menatap lurus ke depan sambil mengumpati dirinya sendiri karena bisa bisanya ketahuan oleh Ariel kalau ia memperhatikan gadis itu sejak tadi.


Sedangkan Ariel tersenyum tipis sangat tipis bahkan sampai Leo tidak menyadarinya,ia tersenyum karena merasa sedikit lucu melihat ekspresi pemuda itu saat ketahuan tengah memperhatikannya dari tadi.Setelah itu ia kembali pada kegiatannya tadi yang sempat tertunda sejenak yaitu memperhatikan jalanan dari kaca jendela mobil yang sedikit gelap.


"Kita udah sampai Riel"ujar Leo memberi tau kalau mereka sudah sampai ke tempat tujuan mereka,mobil yang mereka kendarai kini sudah terparkir didepan bangunan yang merupakan sebuah bar cukup besar yang terletak masih di kota tempat tinggal mereka itu.


"Jangan keluar dulu,aku telepon Rion dulu buat ngasih tau kalau kita udah sampai"ujar Leo pada Ariel.


"Hm"saut Ariel mengiyakan ucapan Rion.


Leo langsung mengubungi Rion dengan telepon genggam miliknya dan gak butuh waktu lama panggilan itu sudah mendapat respon dari seberang sana tempat Rion berada.


"Halo,kalian udah sampai?"tanya Rion dari seberang sana.


"Udah,lo sekarang lagi dimana?"jawab Leo kemudian bertanya balik pada Rion.


"Gue masih dijalan nih,itu tikus tikus masih betah banget ngintilin gue dan masih susah buat menghindar"jawab Rion.


"Mendingan kalian berdua masuk dulu aja kedalam,soalnya kalau nungguin gue kayaknya bakal banyak waktu ke buang. Apalagi kayaknya gue gak bakal bisa sampai ke sana sesuai rencana awal,ini aja mobil gue masih terus diikutin dari belakang sama tu tikus sialan"ujar Rion dari seberang sana.


"Gak papa nih kita masuk duluan?"tanya Leo memastikan.


"Iya tapi lo berdua hati hati didalam,trus jagain juga tuan putri lo biar gak digodain om om didalam hahaha..."ujar Rion kemudian tertawa diakhir.


"Mulut lo,kalau didenger gimana"ucap Leo kesal dengan Rion,bisa bisanya saat serius gini tapi rekannya masih sempat saja menggodanya.


"Ya gak gimana gimana"saut Rion dari seberang sana dengan nada mengejek.


"Dah lah gue tutup aja nih telpon,fokus sono ngurus tikus yang ngintilin lo"ujar Leo terakhir kemudian langsung mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban dari Rion.

__ADS_1


Sedangkan Rion ditempatnya disana hanya bisa mengumpat kesal dengan Rion yang memutus panggilan telepon itu,padahal dirinya belum selesai bicara.


"Apa yang dia bilang?"tanya Ariel dengan nada datar andalannya pada Leo.


"Itu anak nyuruh kita buat masuk duluan ke sana soalnya dia masih sibuk ngurusin tikus,nanti kalau udah selesai baru dia nyusul kita"ujar Leo menjelaskan apa yang dikatakan Rion padanya ke gadis yang sedang bersamanya itu,dan Ariel mengangguk sebagai respon.


"Yau dah,sekarang kita langsung ke dalam bar aja dari pada ke lamaan nanti"ajak Leo pada Ariel,Keduanya langsung keluar dari mobil Leo dan berjalan menuju kearah pintu masuk bar.


Di pintu masuk bar keduanya sempat dihentikan sebentar oleh para penjaga disana namun itu tak berlangsung lama hanya sebentar setelah kedua remaja itu memberikan sesuatu ke pada para penjaga itu,mereka berdua langsung dipersilahkan masuk kedalam bar.


Bau alkohol langsung menusuk ke hidung Ariel dan Leo seketika mereka memasuki bar dan juga suara musik yang cukup memekakkan telinga bergema memenuhi dalam bar,Leo langsung menggenggam tangan Ariel dan menariknya untuk lebih dekat dengannya.


"Riel jangan jauh jauh dari aku"ujarnya ke Ariel.


Leo membawa Ariel menuju kearah meja bartender dan duduk bersebelahan di dua kursi kosong.


"Kalian berdua keliatannya anak baru disini"ujar Bartender pada keduanya.


"Ya"jawab Leo pada bartender.


"Kalian mau minum apa?wine,wiski,vodka,


atau yang lain mungkin?"tawar sang bartender kepada keduanya.


"Minuman soda non-alkohol aja dua"jawab Rion pada bartender.


"Oh oke,silahkan ditunggu"ujar sang bartender.


Bartender tersebut menyiapkan pesanan Leo dan Ariel dengan cepat dan menyerahkannya pada keduanya.


"Kalian berdua keliatannya bukan untuk minum kesini tapi ada keperluan lain"tebak si bartender.

__ADS_1


"Kenapa lo bisa bilang gitu?"tanya Leo


"Alasannya karena pertama wajah kalian baru,kedua sorot mata kalian berdua juga dari tadi bergerak menelusuri sudut demi sudut bar ini seperti mencari sesuatu"jawab bartender itu.


__ADS_2