The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 84


__ADS_3

"Ya gue maklum soalnya gue juga selalu bersifat gak jauh beda kalau ada cowok yang deketin atau ajak jalan Mia,pasti gue training singkat dulu itu cowok"ujar Miko


"Hahaha...pantesan"ucap Aurel diawali dengan tawa.


Mobil yang mereka kendarai terus melaju menelusuri jalan raya sampai akhirnya berhenti diparkiran mall yang mereka tuju,


setelah itu keduanya kedua dari mobil dan masuk kedalam mall.


"Mik,lo mau cari hadiah kayak gimana buat Mia?"tanya Aurel pada Miko sesampai didalam mall.


"Gak tau Rel,gue bingung"jawab Miko


"Oke,gue mau nanya sama lo"ujar Aurel


"Nanya apa?"saut Miko


"Mia suka sesuatu yang kayak gimana?maksud gue tuh kayak barang barang berbau feminim atau yang berbau cowok tomboy"tanya Aurel


"Kembaran gue itu ya kalau disebut feminim enggak tapi tomboy juga gak terlalu,lo kan bisa liat gimana tingkah dia waktu disekolah gimana"jawab Miko pada Aurel.


"Hmm,berarti hampir sebelas dua belas kayak Kay sama Riri dong"ujar Aurel.


"Nah bener,mereka bertiga gayanya emang hampir setipe"ucap Miko menyetujui ucapan Aurel.


"Gimana kalau lo beliin hadiah sepatu aja buat Mia"ujar Aurel memberikan saran.


"Boleh juga sih ide lo soalnya Mia emang sering pakai sepatu sih kalau pergi pergi gitu,tapi kayak kurang spesial gak sih?apa gue cari hadiah lain ya?"tanya Miko,Aurel berfikir sejenak.


"Yau dah soal itu kita pikirin nanti aja,mending sekarang kita cari sepatunya aja dulu.Sambil liat liat apa yang cocok buat dijadiin hadiah lain buat Mia"usul Aurel kepada Miko.


"Oke,kita cari sepatunya dulu aja"ujar Miko setuju dengan usulan Aurel.


"Yuk kelantai dua,disana ada toko sepatu yang bagus"ajak Miko pada Aurel.


"Yuk"saut Aurel.


Keduanya akhirnya pergi ke lantai dua mall menggunakan eskalator,sesampai dilantai dua mall mereka langsung menuju ke toko sepatu yang dimaksud Miko tadi.


Mereka memasuki toko itu dan langsung mulai mencari sepatu yang mereka nilai cocok untuk Mia secara bersama sama.


"Mik,ini kayaknya modelnya bagus deh buat Mia"ujar Aurel menunjukkan salah satu sepatu bermodel trendi kepada Miko.

__ADS_1


Miko menerima sepatu itu kemudian memperhatikan model dan detail sepatu yang ditunjukkan Aurel dengan seksama.


"Iya bagus nih,cocok kayaknya buat Mia"komen Miko selesai memperhatikan sepatu itu.


"Jadi mau beli yang ini aja?"tanya Aurel.


"Ya gue beli yang ini aja buat Mia"jawab Miko.


"Oke fiks ya,tinggal pilih ukuran sepatu sama warna kesukaan Mia aja.Soal itu lo pasti taukan masa enggak?"ujar Aurel.


"Tau lah,gue hapal ukuran sepatu Mia dan kembaran gue itu suka warna putih sama biru"jelas Miko


"Bagus deh kalau gitu,berarti lo masih punya wawasan sebagai kembarannya"ujar Aurel pada Miko


"Selesain ya,gue tunggu disana"lanjut Aurel menunjuk jajaran beberapa kursi didekat pintu masuk toko,setelah itu ia beranjak dari sana menuju salah satu kursi dan duduk disana.Kursi kursi itu memang disediakan untuk tempat menunggu bagi pengunjung toko.


"Jelaslah"saut Miko langsung menghampiri salah satu pelayan toko itu membawa sepatu yang sudah ia dan Aurel pilih tadi.


"Mbak sepatu yang ini ada yang warna putih atau biru nggak?"tanya Miko pada pelayan toko disana.


"Kebetulan ada mas,tapi saat ini sisa yang warna putih aja"jawab pelayan toko itu dengan ramah.


"Oke mas,pembayarannya mau kas,debit,atau kredit?"tanya mbaknya pada Miko.


"Kartu kredit aja mbak"jawab Miko langsung menyerahkan kartu kreditnya pada pelayan toko itu.


"Baik mas,silahkan ditunggu sebentar"pinta pelayan toko pergi menyiapkan pesanan Miko.


"Udah?"tanya Aurel melihat Miko menghampirinya.


"Nunggu mbaknya bungkus sepatunya dulu"jawab Miko berdiri menghadap Aurel.


"Lo gak mau beli sepatu juga?"tanya Miko pada Aurel.


"Enggak,sepatu gue udah banyak dan jarang dipake juga"jawab Aurel sedikit mendongakkan kepalanya keatas supaya bisa melihat wajah Miko.


"Serius gak mau?gue yang traktir"tawar Miko


Namun Aurel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Gak usah,lagian kalau gue mau atau tertarik sama salah satu sepatu disini tanpa lo tawarin pun gue pasti beli sendiri"ujar Aurel dengan nada santainya.

__ADS_1


"Gue gak maksud gitu kok,gue cuma.."


"Gue paham maksud lo jadi santai aja kali,gak usah takut gue tersinggung"ujar Aurel memotong ucapan cowok yang berdiri dihadapannya itu.


"Bagus deh lo gak salah paham"ujar Miko bersyukur,ia tadi sudah khawatir kalau kalau Aurel tersinggung saat ia menawarkan untuk membelikan sepatu untuk Aurel.


"Permisi mas,ini sepatunya sudah siap dan ini kartu kreditnya saya kembalikan"ujar pelayan toko menghampiri Miko dan Aurel.


"Oh iya mbak terimakasih banyak"ucap Miko menerima kembali kartu kredit miliknya dan juga sepatu yang sudah terbungkus rapi didalam paper back coklat.


Setelah selesai membeli sepatu tadi Miko dan Aurel langsung meninggalkan toko itu,keduanya menelusuri lantai dua mall itu sambil melihat lihat dan tak lama berselang Aurel menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti Rel?"tanya Miko


tanpa menjawab pertanyaan Miko,Aurel meraih pergelangan tangan cowok itu dan menariknya menuju salah satu toko yang merupakan store perhiasan.


"Kita ngapain disini?"tanya Miko setelah sampai didalam toko.


"Mau beli hadiah lagi lah buat Mia"jawab Aurel.


"Hah"saut Miko tak mengerti


"Lo mau beli hadiah yang spesial banget kan buat Mia?"tanya Aurel.


"Iya"jawab Miko


"Nah lo beliin aja gelang,cincin,atau kalung kek buat kembaran lo.Makanya kita kesini"jelas Aurel pada Miko.


"Ooh gue paham sekarang"saut Miko sudah mengerti setelah mendapat penjelasan dari Aurel.


"Baru paham sekarang,yau dah ayok cepet pilih"suruh Aurel pada Miko sambil menarik lengan cowok itu kembali mendekat kearah tempat etalase kaca perhiasan yang didekatnya ada pegawai di store perhiasan itu.


"Selamat datang,ada yang bisa saya bantu"sapa pegawai yang ada disana dengan sopan menyambut Aurel dan Miko dengan sangat sopan dan ramah.


"Permisi mbak,kita berdua mau cari cincin,ada rekomendasi yang bagus gak mas?"ujar Miko pada pegawai itu dan juga meminta rekomendasi.


"Tentu ada,kami punya banyak rekomendasi cincin yang bagus untuk mas dan mbaknya"ujar si pegawai.


"Tergantung mas dan mbaknya aja mau cari model cincin kayak gimana,buat cincin nikah kan?"lanjut pegawai itu.


"Bukan mbak!"jawab Miko dan Aurel serentak dan juga kaget setelah mendengar perkataan mbak mbak itu.

__ADS_1


__ADS_2