The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 161


__ADS_3

Didalam mobil itu,Aurel melihat kearah kaca spion depan dan langsung beradu tatapan dengan sang bodyguard yang menyetir didepan.Aurel langsung bersemirik


"Tujuan nona ketoko bukan?"tanya bodyguard itu.


"Saya sudah tak tertarik dengan hal itu lagi,Antar saya ketempat lain"ujar Aurel.


"Baiklah,bagaimana kalau bandara?anda tertarik nona?"tanya Bodyguard itu sambil sedikit tersenyum.


"Bandara?tentu saja"jawab Aurel.


"Lagi pula bukankah itu adalah tujuan awal kita,pak Crey"lanjut Aurel.


"Nona Aurel memang benar,itu adalah tujuan awal kita"jawab pak Crey,nama bodyguard yang menyetir mobil yang ditumpangi oleh Aurel.


"Dan apakah anda melakukan apa yang saya minta kemarin?"tanya pak Crey.


"Tentu,saya sudah meninggalkan semua alat komunikasi dan elektronik milik saya dimansion.Untuk memastikan saya tidak akan bisa papa saya lacak dengan mudah"jawab Aurel.

__ADS_1


"Bagus nona,kalau begitu kita bisa langsung kebandara"


"Ngomong ngomong,tidak masalahkan kalau nona kali ini tidak menggunakan kelas first Class?"Karena pada pesawat yang saya rasa cocok untuk saya dan nona naiki sesuai dengan jam terdekat kita meninggalkan mansion hanya tersisa kelas bisnis saja, hanya itu yang tersisa yang bisa saya dapatkan"tanya pak Crey kepada majikan mudanya itu.


"Tak masalah,lagi pula untuk situasi seperti ini.Saya akan bersedia menggunakan kelas apapun,asal bisa pergi secepatnya ke Indonesia dengan cepat sebelum ditemukan oleh para anak buah papa saya"jawab Aurel.


"Baguslah kalau nona Aurel merasa tidak masalah,saya merasa lega mendengarnya" ujar pak Crey.


Setelah beberapa waktu dalam perjalanan, mobil yang dikendarai oleh pak Crey dan Aurel akhirnya sampai dibandara.Aurel keluar dari dalam mobil dengan menggunakan masker dan topi serta baju yang dibaluti oleh jaket yang sebelumnya sudah disediakan


oleh pak Crey,semua itu berguna untuk mengurangi kemungkinan Aurel dikenali oleh orang lain dibandara itu kecuali tentunya petugas pemeriksaan tiket.


~US~


Berbeda dengan Aurel yang berangkat diam diam kebandara dengan pak Crey,Kayla sendiri sedikit berbeda.Gadis muda itu diantar oleh Robert sang kakak,bagaimana bisa?padahal bukankah seharusnya ia pergi sendiri dan tidak boleh diketahui oleh satupun anggota keluarganya?Hal ini bermula dengan kecerobohan gadis itu yang keceplosan tentang rencana akan keIndonesia diam diam saat sedang asik bercerita sambil bermain game diapartement sang kakak.


Mengetahui niat adiknya itu awalnya tentu Robert langsung melarang dan berusaha menghintikannya,namun yang namanya adik kesayangan.Kayla berhasil membujuk kakaknya itu untuk bisa diajak kerja sama tentang hal itu,gadis itu juga berjanji akan baik baik saja dan juga mengatakan kalau ada orang yang diutus oleh Aurel yang akan menjaganya.Robert akhirnya luluh meski dalam hatinya masih merasa was was dan takut terjadi sesuatu dengan adiknya itu, apalagi ia tahu ada suatu hal yang cukup berbahaya yang sedang dikerjakan oleh dua sahabat adiknya itu diIndonesia.Bagaimana ia bisa mengetahui hal ini?tentu saja ia tahu dari sang ayah dan juga tuan Wyle alias papanya sikembar A,tapi disisi lain ia merasa kasihan dengan adiknya itu karena merasa tak tenang dan sedikit tertekan karena semua gerak gerik sang adik yang akhir akhir ini seperti terlalu dibatasi dan diawasi oleh ayah mereka.

__ADS_1


"Yakin disana ada orang yang akan menjemput dan menjagamu?"tanya Robert kepada adiknya.


"Tentu kak,Rere yang mengatakannya padaku"jawab Kayla.


"Sudah coba menghubunginya dan memastikannya lagi?"tanya Robert yang masih kurang yakin.


"Aku gak bisa ngubungin Rere sekarang karena sudah pasti ia sudah bergerak meninggalkan mansion sekarang,ia mengatakan kalau dirinya akan meninggalkan semua alat komunikasi seperti yanv kulakukan sekarang"ujar Kayla.


"Kalian sungguh gadis gadis yang nekat"


"Baiklah,sana pergi.Panggilan untuk penumpang pesawat sudah terdenga"ujar Robert.


"Baiklah,sampai jumpa kak"ucap Kayla mulai melangkah memasuki area khusus penumpang yang akan berangkat.


"Ya sampai jumpa,hati hati dan jaga dirimu baik baik adikku"pesan Robert.


"Tentu"ucap Kayla sebelum benar benar jauh.

__ADS_1


*Huf...semoga aku tak salah ambil langkah* batin Robert.


__ADS_2