
Leo dan Ariel memasuki area latihan,saat masuk kesana mereka langsung disuguhi pemandangan aneh namun biasa dilihat dipinggir lapangan.Apalagi kalau bukan dua rekan mereka yang tangah sibuk berdebat, entah apa yang mereka perdebatkan.Leo dan Ariel tidak peduli topik apa kali ini yang menjadi bahan perdebatan Rion dan Shasa karena itu pasti bukan hal yang penting, keduanya lebih merasa prihatin kepada pendengaran pak Can yang terpaksa menjadi korban perdebatan kedua bocah itu.
"Aku turut prihatin dengan pak Can,baru dua hari disini tapi sudah beberapa kali menjadi saksi perdebatan dua bocah itu.Aku khawatir setelah ini pak Can harus pergi kedokter THT untuk memeriksakan pendengarannya."ujar Leo.
"Aku yang akan membiayainya nanti"saut Ariel datar.
"Baguslah,kalau kamu mau membiayai pak Can buat kedokter THT.Nanti biar aku yang cari rekomendasi dokter terbaik,kita sebagai sahabat dua bocah itu harus turut ikut bertanggung jawab juga"ujar Leo.
"Hm"dehem Ariel.
Dibagian lain pinggir arena latihan,pak Can masih terjebak dalam diantara perdebatan nona mudanya dan juga Rion.
"Pokoknya lo yang salah"
"Gak,gue gak salah tapi lo"
"Lo!"
"Lo!"
"Rion yang salah"
"Shasa yang salah"
Pak Can yang lelah segera mengalihkan pandangannya kearah lain disekitar area lapangan,laki laki itu tak sengaja melihat dua remaja lain yang berdiri diarea masuk arena latihan.Pak Can mengambil langkah mundur perlahan untuk beranjak dari posisinya sekarang yang berada diantara dua bocah yang sedang berdebat,laki laki yang merupakan tangan kanan Shasa itu mulai melangkahkan kaki ketempat dimana Ariel dan Leo berada.Menurutnya lebih baik menghampiri kedua remaja itu dari pada harus menjadi saksi perdebatan bocah,dua remaja yang ditujunya saat ini itu lebih dewasa dan tenang untuk diajak bicara.
"Selamat siang nona muda Wyle,selamat siang tuan muda Nicolas"sapa pak Can menghampiri Ariel dan Leo dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Selamat siang juga pak Can"balas Ariel dan Leo dengan dua versi yang berbeda,dingin dan ramah.
"Saya selalu merasa aneh dengan cara pak Can memanggil saya dengan nama keluarga saya,padahal pak Can tinggal sebut nama panggilan biasa saya saja"ujar Leo mengomentari cara tangan kanan Shasa itu memanggilnya sejak kemarin.
"Saya juga tidak bisa memanggil anda dengan panggilan dengan hanya nama saja tuan Nicolas,jadi mohon dibiasakan untuk mendengarnya"ujar pak Can kepada Leo.
"Terserah pak Can sajalah"ujar Leo pasrah.
Pak Can hanya tersenyum saja melihat reaksi pemuda dihadapannya itu,laki laki paruh baya itu kali ini beralih kepada gadis yang merupakan sahabat dari nona mudanya.
"Persiapan anggota saya dan anggota markas ini terlihat sudah hampir seratus persen nona muda Wyle"ujar pak Can yang melihat Ariel yang sedang fokus memperhatikan orang orang yang tengah sibuk berlatih ditengah lapangan.
__ADS_1
Ariel menoleh dan melihat kearah pak Can saat pria paruh baya itu berbicara kepadanya.
"Hm,suruh mereka istirahat sepuluh menit lagi pak Can.Jangan terlalu memporsir tenaga mereka,pastikan nanti malam mereka dalam kondisi prima nanti malam"ujar Ariel datar dan dingin,memberi perintah kepada pak Can.
"Baik nona muda,akan saya lakukan"saut pak Can.
"Kalau begitu saya permisi,untuk pergi ketempat mereka dulu"pamit laki laki itu.
"Hm"saut Ariel dingin.
Pak Can membungkuk sebentar sebelum akhirnya pergi menuju ketengah lapangan dimana tempat para anak buah mereka berlatih.
Leo yang sejak tadi mendengarkan percakapan singkat Ariel dan pak Can terlihat sedikit menggelengkan kepalanya pelan setelah pak Can beranjak dari tempat itu, cowok itu juga terdengar tertawa pelan.
"kenapa tertawa?"tanya Ariel yang melihat Leo yang tertawa itu.
"Aku hanya merasa lucu saja,makanya aku tertawa"jawab Leo.
"Tidak ada yang lucu disini sejak tadi"ujar Ariel kepada Leo.
"Ada kok"ujar Leo.
Ariel menaikkan sebelah alis matanya
"Kamu"jawab Leo sambil tersenyum.
"Aku?"tanya Ariel sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu,aku merasa lucu mendengar kamu yang berbicara datar dan dingin kepada pak Can.Sedangkan saat berbicara denganku sudah tak terlalu begitu lagi,hanya sedikit datar tidak dingin lagi"jelas Leo kepada Ariel.
"Tidak ada yang lucu tentang itu"ujar Ariel datar,ia memalingkan wajahnnya kembali melihat ketengah arena latihan.
"Tapi bagiku itu lucu,bagaimana dong?"saut Leo.
"Terserah"ujar Ariel.
Leo kembali tersenyum,ia mengangkat tangan kanannya dan mengusap usap pucuk kepala gadis itu dengan lembut.Ariel hanya diam saja atas perlakuan Leo itu,lagi pula selama tak mengganggu tak masalah.
"Ayo ketempat Shasa dan Rion,sepertinya mereka sudah selesai berdebat"ajak Leo kepada gadis itu.
__ADS_1
"Hm"saut Ariel,ia dan Leo pun pergi menuju ketempat Shasa dan Rion berada.
Ditempat Rion dan Shasa_ _
Kedua remaja yang tadi sibuk berdebat terlihat duduk dipinggir lapangan,Shasa yang nampak cemberut dengan kedua tangan yang dilipat didepan dada.Rion yang tengah menatap jengah sekaligus bingung melihat gadis yang tengah cemberut itu,gimana gak bingung?orang dia baru bikin anak orang ngambek.
"Cks,lo mah Sha gak asik.Masa ngambek mulu kalau hampir setiap debat sama gue, padahal gue gak pernah ngambek tuh"ujar Rion.
"Terserah guelah,lagian cowok itu gak boleh ngambek kalau gak mau dibilang bencong"ujar Shasa yang masih dengan mode cemberut.
"Lah masa cewek boleh ngambek sedangkan cowok gak boleh?"tanya Rion protes.
"Emang gitu aturannya"jawab Shasa.
"Aturan dari mana tuh,gue tanya?"ujar Leo.
"Dari kita para ceweklah,siapa lagi menurut lo"saut Shasa.
"Emang bener kata ayah,perempuan itu memang selalu benar"gumam Leo namun masih bisa didengar oleh Shasa.
"Nah itu ayah lo tau,masa lo anaknya enggak"ujar Shasa.
Rion merotasikan kedua bola matanya mendengar perkataan gadis itu
"ngambek ngambek aja,gak usah ngomong"ujar cowok itu.
"Kan lo yang ngajak gue ngomong"ujar Shasa
"Gue ngajak lo ngomong,tapi gak suruh lo nyaut tuh"ujar Rion.
"Ah elah,masih debat ternyata.Kirain udahan,makanya gue sama Riel kesini"ujar Leo datang ketempat mereka,disebelah cowok itu terdapat Ariel yang setia dengan wajah datarnya.
Melihat kedatangan sang sahabat,Shasa langsung beranjak berdiri dan mendekat ke Ariel
"Sha,liat tuh Rion.Masa dari tadi si Rion bikin Shasa kesel mulu"adu gadis itu dengan bergelayut manja dilengan Ariel seperti anak kecil.
"Dih main ngadu lo,gue gitu gue juga bisa kali"ujar Rion langsung ikut beranjak berdiri,cowok itu berjalan menghampiri Leo.
"Ngapain lo?"tanya Leo.
__ADS_1
"Leo,liat tuh Shasa,Masa hobi banget ngambek sama Rion"ujar Rion mengikuti nada bicara Shasa saat mengadu pada Ariel.
Hah...Leo dan Ariel kompak membuang nafas kasar.