The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 104


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Ariel terus melaju menjauh dari keramaian kota,keadaan lingkungan jalan yang dilalui mobilnya terlihat semakin lengang.Sepertinya Ariel sengaja menggiring mobil orang yang mengikutinya saat ini menuju kearah pinggiran kota yang tidak terlalu ramai dan tidak mudah terdeteksi jika terjadi sesuatu antara dirinya dengan para tikus yang mengikutinya nanti.


Setelah merasa menemukan tempat yang cocok,Ariel meraih sebuah pistol laras pendek yang disimpan didalam mobilnya dan menarik pelatuknya kemudian membuka kaca jendela sampingnya.Setelah mempersiapkan senjatanya barulah dengan sengaja ia tiba tiba menambah laju kecepatan mobilnya sehingga mobil dibelakangnya juga ikut menambah kecepatan,setelah memastikan jarak antara mobil miliknya dan mobil hitam yang mengikutinya cukup jauh dengan segera memutar setirnya kesamping secara mendadak kemudian menginjak rem secara mendadak sehingga posisi mobilnya menjadi horizontal menghadang ditengah jalan.


DOR...DOR...DOR...suara tembakan terdengar nyaring dari senjata yang ada digenggaman Ariel menyasar kearah ban mobil hitam yang masih berjalan itu,dan ternyata perhitungan Ariel cukup cepat terbukti dari mobil hitam itu yang langsung terlihat tergelincir kemudian oleng kesamping keluar dari jalan aspal kemudian berhenti setelah dua ban depannya pecah berhasil terkena peluru yang ditembakkan dari senjata Ariel.


Bibir Ariel terlihat melengkung ke atas melihat mobil tikus pengganggunya nampak berhenti hanya berjarak beberapa meter dari posisi mobilnya,ia melihat beberapa pria berseragam hitam keluar dari dalam mobil itu.


"udah jam sembilan lebih,harus cepat!mereka pasti khawatir"ujarnya pada dirinya sendiri sambil melihat jam pada hpnya.


Dengan sigap Ariel memakaikan topi hoodie yang dia pakai guna menutupi kepalanya kemudian meraih satu pistol yang tersimpan di mobilnya sehingga membuatnya saat ini memegang pistol di kedua tangannya serta tak lupa ia sudah menarik pelatuk pistol tersebut.


Ia membuka pintu mobilnya dan melangkah perlahan keluar dari sana kemudian melangkahkan kakinya dengan santai mendekat kearah beberapa orang yang sudah menunggunya.Rintik rintik hujan masih terus turun membasahi permukaan bumi,bukannya tambah reda malah kelihatannya akan semakin lebat lebat menjadi hujan beneran bukan hanya gerimis saja.


"1..2..3..4..5..6,jadi satu lawan enam ya"


Gumam Ariel menghitung jumlah orang orang suruhan itu.


"Kau cukup berani gadis kecil,sangat berani menghadapi seorang diri.Tapi sepertinya keberanian mu itu tak ada gunanya sebentar lagi karena akan membawa kesialan untukmu"ujar salah seorang diantara orang orang berseragam hitam itu memandang remeh Ariel,sepertinya dia adalah pimpinan diantara mereka berenam.


HAHAHA....suara tawa Ariel seketika terdengar nyaring setelah orang itu selesai berbicara,sedangkan orang orang itu memandangnya heran kenapa dia tertawa,Ariel mengangkat kepalanya menatap para tikus didepannya dengan senyuman yang mengerikan.


"kalian tak salah bicara?seharusnya kalimat itu untuk kalian,karena kalian sudah membangunkan iblis pencabut nyawa kalian"ujar Ariel dengan nada yang dingin dan datar sampai mampu membuat keenam orang yang berdiri dihadapannya merinding seketika.


"Sekarang sekali ada kesempatan lebih kalian lari"suruh Ariel.


"Alah jangan sok menakuti kami gadis kecil!"ujar si pimpinan.

__ADS_1


"Serang bocah itu!"perintahnya kepada lima orang lainnya.


DOR...DOR...belum lagi kelima orang lainnya sempat memberi reaksi dari perintah ketua mereka,suara tembakan dari Ariel sudah terdengar dan BUK..suara dua orang diantara mereka tumbang ke atas aspal akibat tembakan yang tepat di jantung mereka.


Melihat dua rekan mereka yang terkapar seketika meregang nyawa membuat yang lainnya sedikit syok karena tak menyangka gadis remaja dihadapan mereka seberani itu.


"Kenapa?kaget ya?ya jelaslah!satu kesempatan lagi,ayo lari sekarang"ujar Ariel pada mereka semua dengan senyuman devil nya.


"SIALAN!HABISI DIA"ujar pimpinan itu murka.


Orang itu langsung maju menyerang Ariel diikuti tiga lainnya yang tersisa.


si pimpinan melayangkan tinjunya langsung menuju ke kepala Ariel,namun berhasil ditangkis Ariel menggunakan lengannya kemudian langsung melakukan serangan balik kearah tengah ************ orang itu.


AKHH...teriak orang itu kesakitan langsung terduduk memegang area selangkangannya yang menjadi sasaran tendangan kuat Ariel.


Dari arah belakang satu orang langsung menendang senjata disalah satu genggaman Ariel sampai pistol itu terjatuh ke aspal,


kemudian salah seorang lainnya menendang punggung Ariel sampai ia terjatuh tersungkur ke aspal.


"BANGSAT!"teriak Ariel kesal,sorot matanya menajam.


Ia segera bangkit dari posisinya mengambil pisau lipat disaku hoodie nya kemudian langsung menyerang ketiga orang yang tersisa.


Buk..buk..buk..sret..sret..suara pukulan dan sabitan pisau terdengar bertubi tubi,beberapa kali Ariel terkena pukulan namun sepertinya tak membuatnya gentar sedikitpun.Bahkan semua serangan itu seolah olah tak berasa baginya,hujan turun semakin deras membuat seolah olah Ariel dan lawan lawannya bertarung di atas genangan darah akibat darah yang bercampur dengan air hujan.


Sret...Akh..due lagi berhasil Ariel tumbangkan setelah ia berhasil menikam jantungnya dan sebuah sabitan dileher dengan pisau lipat ditangannya.

__ADS_1


Buk..Ariel menendang lawannya yang hanya tersisa satu lagi sampai tersungkur kemudian melangkah perlahan ke depan,lawannya itu bergerak mundur kebelakang sambil gemetaran melihat Ariel yang mendekat kearahnya seperti iblis yang siap menyasar nyawanya.


"A.aa..ampun ampuni saya"ujar orang itu memohon kepada Ariel sambil gemetaran hebat karena ketakutan melihat sosok Ariel saat ini,gadis itu seolah olah menjadi sangat berbeda dibanding tadi.Tidak ada rasa kasihan sedikitpun dalam sorot matanya,


hanya ada tatapan bengis tak kenal ampun saja yang tersisa disana hal itulah membuat lawannya itu menjadi sangat ciut ketakutan.


Akhh...teriak orang itu kesakitan saat Ariel tiba tiba menginjak kakinya dengan sangat kuat.


"Ampun?lo minta ampun?"tanya Ariel dingin sambil menunduk ke arah lawannya itu.


"I..iya"saut orang itu terbata bata menahan kesakitan.


Sret..sret..Akhh...sayatan demi sayatan Ariel torehkan pada wajah lawannya itu tanpa ampun.


"Terlambat,gue udah suruh kalian lari tadi tapi kalian nolak"ujar Ariel.


Kemudian ia mengangkat tangannya yang memegang pisau tinggi tinggi kemudian langsung menghujami jantung lawannya itu berkali kali dengan pisau kecil nan tajam itu tanpa ampun,sampai lawannya itu tak bergerak lagi.


DUARR...Suara gemuruh petir terdengar dalam hujan yang semakin lebat saja,sekarang hanya sisa Ariel sendiri saja yang masih bernafas ditempat itu dan disekitarnya enam mayat yang tergeletak bersimbah darah akibat ulahnya.


Hoodie yang ia kenakan saat keluar rumah tadi yang awalnya putih polos,berubah warna menjadi kemerahan akibat terkena darah segar lawannya.


"Hihihi,gue tadi udah bilang kan"racaunya saat melihat mayat lawan lawannya sambil tertawa sendiri.


Dengan langkah yang tertatih tatih sambil memegang tangannya,ia menuju mendekat ke mobilnya.Ia mengambil hp miliknya dengan tangan yang bawah akan hujan,menghubungi seseorang


__ADS_1


Maaf ya guys🙏kalau kurang greget pas adegan perkelahiannya,maklum author baru pertama kali bikin adegan Action kayak gini di cerita.Tapi janji untuk selanjutnya bakal lebih baik lagi kok😁.


__ADS_2