The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 197


__ADS_3

~Mansion Kediaman Keluarga Wyle~


Kini keadaan mansion utama salah satu pengusaha besar terbilang cukup ramai, malam itu sang tuan rumah kedatangan tamu undangan yang terdiri dari para sahabat putri mereka serta para teman teman sang tuan rumah dan juga para pimpinan bawahaan mereka.Kedatangan para tamu undangan itu untuk menghadiri acara makan malam serta pesta kecil kecilan yang diadakan oleh sang tuan rumah.


"Wah,ini rumah apa istana sih?"tanya Aditya yang tengah kagum menatap seluruh area mansion tempat pesta diadakan.


"Sebelas dua belas ini mah,pantesan sikembar A pas baru pindah kesekolah kita auranya udah kayak princes"ujar Mia disebelahnya.


"Gue seumur umur gak pernah ngerasa miskin mendadak ngerasa kismin lihat nih mansion"ujar Ryan.


Ketiga orang itu berbicara dengan mulut menganga.


"Alay banget sih lo pada"ujar Rion yang kesal melihat reaksi alay ketiga sahabatnya itu,iya sih ini mansion keluarga Wyle emang mengagumkan dan ia sendiri mengakui.Tapi menurut Rion reaksi para sahabatnya itu sedikit alay,kemudian ia menoleh kearah Miko disebelahnya.


"Lo juga ngapain ekspresi lo gitu?"tanya Rion kepada Miko yang tengah memasang ekspresi aneh dan sedikit pucat.


"Kok gue mendadak insicure berat yak jadi pacarnya Aurel,pacar gue udah kayak putri kerajaan yang pacaran sama rakyat jelata"ujar Miko.


"Dih baru sadar lo sekarang,dulu pas mau niat pdkt-an kok gak nyadar?"tanya Rion.


"Yah mana gue tau keluarga pacar gue sekaya ini,mana bapaknya mirip mirip malaikat pencabut nyawa lagi auranya"ujar Miko yang mendadak tak percaya diri.


"Halah,liat ni mansion aja lo udah insicure. Gimana kalau liat bisnis mamanya yang bakal diwarisin sama Aurel?apa gak mati insicure lo"ujar Kayla yang datang datang menimpali.


"Hah?!"respon Miko kaget sekaligus bingung.


"Napa lo,lo belum tau soal itu?"tanya Kayla.


Miko langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat,karena memang Aurel tak pernah membicarakan hal itu


"eh tapi bukannya,Ariel ya yang bakal mewarisi bisnis keluarga mereka?"tanya Miko heran.


"Ya itu sih bisnisnya om Wyle aja,tapi kalau bisnisnya mama mereka.Rere yang bakal jadi pewarisnya,btw bisnis fassionnya tante Hera lumayan loh"ujar Kayla menakut nakuti Miko, ya walaupun itu benar.


"Sekarang gue paham kenapa orang tua selalu ingetin kita buat cari tahu dulu latar belakang pasangan kita,ini nih contohnya.


Yang kuat ya my twin"ujar Mia mengusap usap bahu Miko sebagai tanda simpati kepada kembarannya itu.


"Udahlah Mik,gak usah insicure kayak gitu. Nasib lo sama gue sama Rion gak jauh beda kok,ya gak Rion"ujar Ryan.


"Yoi,cuma ya kita pede aja.Walaupun sebenernya agak juga"saut Rion.

__ADS_1


"Iya deh"ujar Miko masih lesu.


"Lagian pas dipikir pikir pas minta izin buat pacarain anaknya kemarin,om Wyle gak pernah bahas soal harta sam kedudukan sih.Cuma bilang gue harus diuji dulu,baru bener bener bisa dikasih restu"lanjut Miko.


"Nah itu,lo tinggal usaha lulus ujian aja"ujar Rion.


"Kalau gue sih udah terverifikasi lulus"lanjut Rion sambil merangkul Shasa yang baru saja datang ditengah kumpulan itu.


"Iya gak Sha?"ujarnya pada sang kekasih.


"Hm"saut Shasa berdehem.


"Enak banget lo,kalau gue sih gak ada ujian kayak gitu segala.Cuman ya meski enggak, tapi gue harus giat belajar buat bisa lulus seleksi minimal salah satu universitas bergengsilah.Maklum aja,keluarganya Kay otak profesor semua"ujar Ryan.


"Haruslah,biar kecerdasan keturunan keluarga gue gak turun kualitasnya"ujar Kayla yang berdiri disebelah kekasihnya itu.


"Eh btw ini cewek cewek yang lain udah pada ngumpul,kok Aurel belum.Pacar gue mana?ada yang liat gak?"tanya Miko kepada para sahabatnya.


"Tadi sih Shasa liat,Rere lagi ngobrol sama tante Hera.Tapi sekarang Shasa gak tau deh kemana"ujar Shasa.


~Disebuah kamar~


Seorang gadis muda kini tengah berbaring dengan santai sambil menghadap kearah langit langit kamar dengan mata yang terpejam,gadis itu bahkan seakan tak tau atau memang tak peduli dengan acara pesta yang sengaja dibuat oleh kedua orang tuanya dengan tujuan utama untuk menyambut kepulangannya disana setelah beberapa bulan memilih menetap dinegara Swiis.


Brak...pintu kamar dibuka dengan kasar oleh seseorang yaitu seorang gadis muda yang memiliki wajah yang sangat identik dengan gadis yang tengah berbaring santai diatas kasur itu,kedatangannya tentu langsung disadari oleh gadis tadi.


"Ya siap.."ucapan gadis pemilik kamar itu terhenti setelah melihat siapa yang sangat berani mengganggu ketenangannya.


"Eh Riri,apa kabar?"ujarnya langsung memasang senyum semanis mungkin walau nampak kaku diwajah dinginnya itu.


Tak peduli dengan sapaan kembarannya itu,gadis yang baru datang itu langsung berjalan dengan nafas menggebu menahan kesal mendekat ketempat tidur dan...


"AW...aw...aw...Rere sakit"ujar gadis berwajah dingin saat salah satu daun telinganya ditarik alias dijewer dengan mungkin kekuatan penuh oleh sang saudari.


"Biarin sakit,gue lebih sakit.Gue yang selalu khawatir tiap waktu sama lo,lo malah enak enakan tiduran disini dan gak bilang kalau lo udah balik"ujar Aurel,Ya kedua gadis itu adalah sikembar A yaitu Aurel dan Ariel.


Buk...Aurel langsung membenturkan dirinya ke Ariel sehingga kini ia dalam posisi memeluk kembarannya itu,meski sempat kaget namun Ariel segera membalas memeluk kembarannya itu.


Hiks...hiks...hiks...


"Loh,lo kenapa nangis?"tanya Ariel yang panik saat mendengar isakan kembarannya itu dipelukannya.

__ADS_1


"Hiks...hiks...lo masih anggap gue kembaran lo gak sih Ri?"tanya Aurel dengan suara bergetar berusaha menahan tangis.


"Masihlah,mau sampai kapanpun lo tetap bakal jadi kembaran gue"saut Ariel.


"Trus kenapa lo kejam banget sama gue?" tanya Aurel.


"Mana ada gue kejam sama lo sih Re,malahan gue selalu jaga dan mastiin lo baik baik aja sampai sekarang"ujar Ariel.


"Tapi dengan cara ngorbanin diri sama hidup lo sendirikan?"tanya Aurel.


"Iya juga sih,tapi gak papa asal hidup lo tenang.Gue gak masalah ngerasa sakit"saut Ariel.


Aurel melonggarkan pelukannya dan menatap kembarannya dengan mata berair kemudian berkata


"Itu lo kejam namanya,lo gak tau apa gimana sakit sama hancurnya diri gue liat lo kayak beberapa bulan lalu hah?"


"Gue hampir gila tau gak Ri,dua kali loh.


Dua kali gue ngeliat lo hampir pergi ninggalin gue selamanya.Gue ini kembaran lo,gue selalu pasti ikut ngerasa sakit setiap lo sakit"


Hiks....hiks...hiks...tangis Aurel kembali pecah setelah mengatakan hal itu.


Ariel termangu mendengar perkataan yang lebih mirip ocehan dari kembarannya itu,kedua tangannya terangkat mengusap dua sudut mata Aurel yang berair.


"Gue tau kok,jadi Aku minta maaf sama kamu.


Riri yang nakal ini minta maaf sama Rere, mulai sekarang Riri bakal berusaha buat gak kesakitan lagi.Supaya Rere gak perlu ikut kesakitan,Riri gak mau Rere ngerasa sakit soalnya"ujar Ariel dengan lembut sambil menatap sang kembaran.


"Jangan karena Rere juga dong,itu harus demi Riri sendiri.Jangan karena Rere"ujar Aurel.


"Iya iya,60% demi Rere dan 40% karena diri Riri sendiri gimana?"tawar Ariel.


"Kok malah nawar sih,trus itu masih banyakan karena Rere dong"protes Aurel kepada kembarannya itu.


"Pembagiannya udah adil kok itu,Riri gak bakal merasa sakit banget asal Rere bahagia.


Kebahagiaan Riri itu sebagian besar ada diRere"ujar Ariel dengan manis.


"Halah manis banget omongan kembaran Rere yang satu ini,itu terus yang kemarin sama yang percobaan bunuh diri beberapa tahun lalu itu gimana?"tanya Aurel.


"Ya itu-kan keadaannya mepet,trus yang percobaan bunuh diri itukan udah dibahas selesai pembahasannya dulu.Gak usah diungkit lagi Re"ujar Ariel.

__ADS_1


"Iyain deh biar kembaran senang"ujar Aurel mengalah kali ini,ia kembali membenamkan diri memeluk kembarannya.


"Aku kangen banget tau gak sama kamu Ri"


__ADS_2