
Ariel menelusuri lorong demi lorong markas menuju ke tempat latihan dimana Leo berada, tadinya ia mencari Rion untuk menanyakan bagaimana kabar ponsel genggamnya yang dulu sempat dibawa oleh rekannya itu untuk diperbaiki.Ponsel genggamnya itu rusak karena kemasukan air hujan saat peristiwa penyerangan yang ia alami beberapa waktu yang lalu,namun ternyata Rion sudah menyerahkannya kepada Leo oleh karena itulah ia saat ini mencari cowok itu.
Ariel sangat memerlukan ponselnya itu untuk menghubungi saudari kembarnya,ia tiba tiba sangat merindukan dan selalu memikirkan Aurel.
Gadis itu memasuki area latihan dengan ekspresi muka datar dan dingin,Ariel melihat sekeliling area latihan mencari keberadaan Leo disana tapi ia tak bisa menemukannya.
Tak jauh dari tempat Ariel berdiri terdapat beberapa orang bawahannya yang menyadari kedatangan bos muda mereka itu,salah seorang diantaranya dengan inisiatif menghampiri bos mereka itu.
"Permisi nona muda"ujar bawahan itu datang menyapa Ariel dengan sopan.
Merasa ada yang menghampirinya Ariel langsung menoleh kearah orang itu.
"Dimana Leo?"tanya Ariel datar pada salah satu bawahannya itu.
"Tuan Leo sebelumnya ada disini nona tapi beberapa waktu lalu sebelum nona muda datang kesini,tuan Leo pamit meninggalkan area latihan"jawab suruhan itu.
"Kemana?"tanya Ariel
"Maaf nona tapi soal itu saya dan rekan rekan saya yang lain tidak tahu karena tuan Leo tidak mengatakannya,dan kami juga tidak ada yang berani bertanya"ujar suruhan itu menjawab pertanyaan Ariel.
Huh...Ariel menghela nafasnya berat mendengar jawaban dari salah satu bawahannya itu,ia sudah lelah berjalan kesini tapi orang yang dia cari malah tidak ada disini.
"Maaf nona kalau boleh saya memberi saran, mungkin nona bisa mencari tuan Leo dikamarnya.Mungkin saja tuan Leo ada disana"ujar suruhan itu memberi saran kepada atasannya itu dimana bisa mencari keberadaan Leo.
"Terima kasih"ucap Ariel datar kemudian langsung pergi dari area latihan itu,ia akan mengikuti saran bawahannya itu untuk mencari Leo dikamar cowok itu.
__ADS_1
~Kamar Leo~
Ariel saat ini sudah sampai didepan kamar Leo sejak beberapa menit yang lalu,ia sudah mencoba mengetuk pintunya tapi tidak ada yang menyaut dari dalam.Gadis itu akhirnya mencoba memutar knop pintu kamar Leo itu dan ternyata pintu kamar itu tak terkunci,Ariel mendorong pintu dan membukanya.
Meskipun penuh keraguan tapi Ariel memutuskan untuk masuk kedalam kamar secara perlahan,dua kata yang muncul didalam benak Ariel untuk menggambarkan penampilan kamar Leo saat pertama kali Ariel memasuki kamar itu adalah Rapi dan wangi.
Ariel tanpa sadar menaikkan sedikit ujung bibirnya tersenyum dan mengakui dalam hatinya kamar itu sangat rapi untuk ukuran seorang cowok, bahkan Ariel mengakui kalau kamar Leo lebih rapi dari kamar Kayla sahabatnya.
Gadis itu mendongak kekiri dan kanan memperhatikan sekeliling kamar Leo,ia tak menemukan keberadaan cowok itu disana.
*Dia gak ada disini,lebih baik gue keluar dari sini*ujar Ariel dalam hatinya.
Ariel memutuskan untuk keluar dari kamar Leo tapi matanya tak sengaja menangkap sebuah laci meja kecil disamping tempat tidur,entah pemikiran dari mana Ariel langsung mendekat kearah laci itu hendak menutupnya.
"Foto?surat?"gumam Ariel pelan melihat beberapa lembar foto dan juga secarik kertas yang sudah terlihat sedikit usang dan lecek diletakkan secara terbalik didalam laci tersebut,gadis itu tiba tiba rasa penasaran datang melanda dirinya dan tanpa pikir panjang ia mengambilnya untuk melihat isinya.
Disisi lain Leo kembali memasuki area latihan setelah tadi pergi sebentar untuk menerima panggilan telepon dari seseorang.
"Waktu istirahatnya sudah selesai,ayo kembali latihan"ujar pemuda itu menghampiri seluruh anak buahnya yang tengah beristirahat berkumpul duduk ditengah lapangan latihan.
"Tuan"panggil salah satu anak buah kepada Leo.
"Ya ada apa?"tanya Leo menyauti panggilan bawahannya itu.
"Tadi nona muda Ariel datang kesini mencari tuan"ujar salah seorang anak buah yang tadi menghari Ariel,ia memberi tahu kedatangan nona mudanya itu tadi disana.
__ADS_1
"Benarkah,lalu dimana dia sekarang?"tanya Leo.
"Sudah pergi lagi tuan,tapi saya tadi nyaranin nona muda buat kekamar tuan aja"ujar si anak buah.
"Tunggu apa!kamar saya?"tanya Leo terlihat mendadak panik
"Iya tuan,tadi saya yang kasih saran karena saya kira no..."belum sempat anak buah tadi selesai bicara tapi Leo sudah terlebih dahulu meninggalkan area latihan itu sambil berlari kencang,sedangkan para anak buahnya yang ada disana merasa penasaran apa yang terjadi.
Leo berlari secepat mungkin meninggalkan area latihan untuk segera menuju kekamarnya untuk menyusul Ariel,dalam hati cowok itu berharap gadis itu tidak benar benar pergi kekamarnya seperti yang anak buahnya tadi katakan.
"Sial"umpat Leo pelan setelah melihat pintu kamarnya yang sedikit terbuka,dengan buru buru Leo memasuki kamarnya sambil berharap bukan Ariel yang masuk kekamarnya itu.
Hiks...hiks...hiks...Leo langsung diam membeku mendengar suara tangis dari seseorang yang tak asing diindra pendengarannya saat memasuki kamarnya itu.Leo berjalan mendekat kearah sumber suara itu secara perlahan,bibirnya bergetar khawatir akan sesuatu.
"Riri"panggil Leo dengan suara lirih saat sampai disumber suara.
Hiks....hiks....hiks....
Sang gadis pemilik nama itu mendongakkan kepalanya yang tadi menunduk secara perlahan menghadap keatas dimana Leo berdiri,dada Leo langsung merasa sesak melihat penampilan gadis itu yang terlihat sangat berantakan dan kacau.Mata gadis itu memerah karena menangis dan wajah Ariel juga banjir akan air mata,disekitarnya terdapat lembaran foto dan secarik kertas yang berceceran dilantai.
Leo langsung berlutut dan segera merengkuh tubuh gadis itu kedalam pelukannya,ia bisa langsung merasakan tubuh gadis yang ia peluk itu bergetar hebat karena menangis.
"Hiks...hiks...hiks...Nic ga-gak mu-mungkin Nic.."Ujar Ariel menyebut nama Nic disela tangisannya.
Leo hanya diam saja tak tahu harus mengatakan apa saat ini,ia hanya diam mendengar suara tangisan Ariel yang semakin menjadi dipelukannya.Satu satunya hal yang bisa ia lakukan hanyalah menenangkan gadis itu dengan menyalurkan kehangatan melalui pelukan dan usapan dipunggung gadis itu.
__ADS_1
*Paman aku harus apa?nona mudamu sudah tau dan dirinya sangat kacau sekarang*ujar Leo dalam hati.