
"Riri sedang merindukannya?"
Brak Akh...jerit Ariel kesakitan memegang sebelah tangannya,
"Bukannya tidak sopan masuk kamar orang lain tanpa izin,aduh.."ujarnya sedikit meringis kesakitan sambil menatap tajam orang yang ada di kamarnya itu saat ini,ia kesal orang itu masuk tanpa izin ke kamarnya dan mengejutkannya sampai ia refleks berbalik dan saat itu tangannya yang memegang foto tadi tidak sengaja terbentur tepi meja.
"Shasa udah ketuk pintu sama panggil nama Riri tadi dari luar kamar tadi tapi Riri gak nyaut,yau dah Shasa masuk aja"ujar Shasa,dia orang yang membuat Ariel terkejut tadi.
"Kok gue gak denger"gumam Ariel pelan tapi masih bisa di dengar Shasa.
"Gimana gak denger,orang Riri dari tadi ngelamun"ujar Shasa,gadis itu membungkuk guna mengambil selembar foto yang terjatuh dari tangan Ariel tadi.
"Kamu ada masalah?"tanya Shasa sambil melihat isi foto yang sekarang ia pegang.
"Gak ada,gue cuma kangen sama dia.Kenapa nanya gue ada masalah atau enggak?"jawab Ariel kemudian bertanya balik,ia membenarkan posisi duduknya menghadap Shasa sepenuhnya.
"Gak kenapa kenapa sih,cuman bagus kalau cuma kangen"ucap Shasa menyerahkan foto ditangannya kembali ke pemiliknya,kemudian gadis itu duduk ditepi ranjang menghadap sahabatnya yang duduk di atas kursi.
"Sha,gue salah gak sih kangen sama dia?"tanya Ariel pada Shasa.
"Menurutku sih gak ada yang salah kamu lo kangen sama dia,apalagi gue satu satunya orang yang tau tentang dia selain bokap lo tentunya"jawab Shasa,jika kalian perhatikan mereka berdua baik Shasa atau Ariel mulai menggunakan panggilan lo-gue satu sama lain itu artinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius satu sama lain.
"Bener juga sih,lo memang satu satunya orang yang tau semua hal yang berkaitan dengan gue bahkan beberapa diantaranya lebih baik dibanding Rere dan kedua orang tua gue"ujar Ariel,ia berbalik sebentar untuk meletakkan foto yang ia pegang kembali kedalam laci kemudian menghadap ke Shasa lagi.
"Hahaha...tapi anehnya gue tau semua itu,kebanyakan karena sebuah ketidak sengajaan"ucap Shasa sambil tertawa.
"Salah satunya soal Nic"ujar Ariel pada Shasa,
Seketika sebuah ingatan masa kecil keduanya kembali terlintas dipikiran mereka.
~flaskback~
Ariel kecil yang masih berusia sekitaran sepuluh tahun saat itu sedang ada di ruangan kerja sang papa yang ada di perusahaan keluarganya,ia duduk di kursi kebanggaan sang papa sambil menunggu papanya selesai bertemu dengan klaen nya.Tadi sepulang sekolah ia langsung dijemput oleh supir pribadi papanya kerena sang papa katanya ingin bertemu dengannya di perusahaan.
Ceklek suara pintu dibuka disusul dua orang laki laki masuk kedalam ruangan tersebut,
salah satunya Ariel kecil sangat kenal yaitu papanya tuan Wyle dan satu lagi ia tidak tau siapa karena pakaiannya sangat tertutup dan ditambah orang itu juga pakai masker dan kaca mata hitam serta topi membuat wajahnya tidak bisa dikenali sama sekali.
"Kamu sudah menunggu lama nona muda?"tanya papanya.
"Belum lama kok pa"jawab Ariel kecil pada sang papa,gadis itu langsung turun dari kursi kerja papanya.
__ADS_1
"Sudah berapa kali saya ingatkan,jika di kantor atau hal yang menyangkut perusahaan jangan panggil saya papa"ujar Tuan Wyle tegas pada putrinya,pria paruh baya itu langsung duduk di kursi kebesarannya
"Maaf kan saya pa eh maksud saya Tuan,saya tidak akan mengulanginya lagi"ucap Ariel menundukkan kepalanya,ia takut pada papanya yang marah padanya.
"Baiklah untuk sekarang saya maafkan,
sekarang perkenalkan orang yang ada didepan mu"suruh tuan Wyle pada Ariel,gadis kecil itu segera mengikuti perkataan sang papa mengangkat kepalanya yang tertunduk kearah orang yang dimaksud papanya.
"Dia Nic,mulai sekarang dia yang akan melatih dan mendidik kamu sekaligus sebagai penjaga kamu"jelas tuan Wyle singkat pada Ariel.
"Halo nona muda,perkenalkan saya Nic"ujar orang itu memperkenalkan diri kemudian membungkukkan badan sebentar pada Ariel Kecil.
"Halo tuan Nic"sapa Ariel singkat.
"Tapi ingat nona muda,hanya anda saja yang boleh mengetahui keberadaan Nic.Tidak boleh ada yang tau termasuk ibu,sahabat bahkan saudarimu Paham!"ujar Tuan Wyle memperingatkan putrinya.
"Saya paham"jawab Ariel.
"Sekarang pulanglah biar Nic yang mengantarmu"suruh tuan Wyle padanya.
Ariel hanya mengangguk kemudian ia membungkukkan badannya pamit,kemudian berjalan meninggalkan ruangan disusul Nic dibelakangnya.
Sepulang dari perusahaan Ariel kecil tidak langsung pulang menuruti perintah papanya,
Saat Ariel asyik bermain ayunan sendirian tiba ada yang memanggilnya.
"RIRI"
Ariel langsung menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya yang merupakan salah satu sahabatnya yaitu Shasa kecil,gadis yang sedikit lebih muda darinya itu berlari kecil menghampirinya.
"Shasa disini?"tanya Ariel kecil.
"iya Shasa disini hihihi.."jawab Shasa kecil tersenyum sangat terlihat imut dan lucu bagi orang orang yang melihatnya.
"Nona ini ice.."ucapan Nic terhenti setelah melihat seorang gadis kecil seusia anak majikannya berada di samping nona mudanya.
"Nic"ujar Ariel sedikit terkejut,gadis kecil itu baru ingat kalau dia tidak pergi sendiri ke taman ini tapi bersama pengawal baru yang disuruh ayahnya tadi.
"Nic?itu siapa Ri?"tanya Shasa menunjuk kearah Nic.
glup Ariel menelan ludahnya,ia sedikit bingung sekarang apakah ia harus menjawab jujur atau berbohong.
__ADS_1
"Shasa mau tau itu siapa?"tanya Ariel pada sahabatnya.
"Mau,Shasa mau"jawab Shasa bersemangat.
"Nona,Tuan.."ucapan Nic kembali terhenti setelah nona mudanya itu mengangkat satu tangannya memintanya diam.
"Tapi Shasa harus janji sama Riri kalau gak ada yang boleh tau ini selain kita berdua dan jangan cerita sama siapapun"ujar Ariel pada Shasa.
"Termasuk Rere?"tanya Shasa.
"Iya termasuk Rere"jawab Ariel.
"Kay bagaimana?"tanya Shasa lagi
"Kay juga dan orang tua kamu juga"jawab Ariel kembali.
"Oke Shasa janji,ini cuma rahasia Shasa sam Riri"ujar Shasa mengangguk setuju.
"Ayo berjanji"ajak Ariel mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji"ucap Shasa mengaitkan kelingking kecilnya ke jari Ariel.
"Jadi Ri,itu siapa?"tanya Shasa.
"Itu Nic pengawal baru Riri,Nic kenalkan ini Shasa sahabat saya"ujar Ariel saling memperkenalkan sahabatnya dan juga pengawal barunya.
"Salam kenal nona,saya Nic pengawalnya nona muda Ariel"ucap Nic sedikit membungkukkan badan.
"Halo Nic"sapa Shasa sambil tersenyum.
"Nic"panggil Ariel.
"Ada apa nona?"saut Nic
"Saya mohon jangan kasih tau papa ya,saya jamin Shasa gak akan membocorkan hal ini"pinta Ariel sedikit memohon pada pengawalnya itu.
"Baik nona,tapi untuk kali ini saja"ujar Nic menyetujui permintaan nona mudanya.
"Terima kasih Nic"ucap Ariel senang.
~flaskback off~
__ADS_1
"Saat itu,lo belum terlalu terlatih buat bohong sama gue Ri"ujar Shasa setelah mengingat kisah itu.
"Benar juga"ucap Ariel menyetujui perkataan Shasa.