
Sedangkan Aurel dan Kayla yang berada dimeja sebelah langsung paham sekaligus dibuat terheran heran dengan ucapan Shasa barusan
*udah pasti tuh bocah males masuk kelas,pake alasan asma kambuh segala*Kayla dalam hatinya
*Sejak kapan keluarga gue punya riwayat asma,itu Shasa ngada ngada emang ngasih alasan*ujar Aurel dalam hatinya.
*Riri sialan,gue gak diajak*Shasa juga mendumel dalam hatinya.
Ariel menikmati waktu sendirinya di rooftoof sekolah,angin sepoi sepoi yang menenangkan ditambah suasana yang tidak terlalu berisik membuat Ariel bisa beristirahat dengan tenang.Ariel berbaring di atas lantai rooftoof dengan beralaskan almamater sekolahnya,lantai rooftoof yang terbuat dari marmer dan juga terlihat cukup bersih membuat Ariel tak segan segan berbaring di atas permukaan lantai itu.
Selain itu hal yang membuat Ariel bisa sesantai ini tidur di rooftoof sekolah adalah karena ia sudah mengunci pintu masuk dari dalam rooftoof,hal ini membuat tidak akan ada yang bisa mengakses pintu masuk itu dari dalam area gedung sekolah.Kecuali jika orang itu mempunyai kunci cadangan yang biasanya dipegang oleh bagian pengurus gedung sekolah,namun kemungkinan untuk hal itu sekitar 50% saja.Lagi pula kalaupun ia benar benar tertangkap berada disini pada saat masih masuk jam pembelajaran,Ariel hanya perlu memberikan alasan yang sekiranya dapat diterima oleh akal sehat manusia dan pasti masalah selesai simple kan.
Suasana dikelas Aurel dkk di jam mata pelajaran terakhir hari ini terlihat sedikit kurang kondusif,hal ini terlihat dari banyak murid yang mulai tidak bisa konsentrasi mendengarkan guru yang menjelaskan materi didepan,beberapa murid yang terlihat tengah menahan kantuk sedangkan beberapa lainnya terlihat sibuk dalam pikiran dan dunianya sendiri.
Mari kita lihat bagaimana keadaan keempat cewek sahabat Ariel didalam kelas saat ini,
Shasa dengan mata yang terlibat masih fokus ke depan tapi sebenarnya fokusnya lebih banyak pada permen rasa kopi yang sejak tadi berada didalam mulutnya,Kayla sendiri sudah diambang batas antara sadar atau enggak soalnya kepalanya sudah beberapa kali hampir terjatuh ke atas meja tapi ia masih berusaha menahan rasa kantuknya,kalau Aurel terlihat sibuk memainkan pulpen ditangannya dan bisa dijamin kalau fokusnya tidak ada sedikitpun tertuju pada pelajaran didepannya.Dan ini nih yang paling parah siapa lagi kalau bukan Mia gadis itu nampaknya sudah tak bisa tertolong lagi,hal ini karena sejak lima menit lalu ia sudah resmi masuk ke alam mimpi alias gadis itu sudah tertidur pulas.Kepalanya ia diletakkan di atas meja dengan tas ranselnya yang digunakan sebagai pengganti bantal,buku yang sengaja ia posisikan berdiri dihadapannya membuat guru tak begitu menyadari keadaannya yang sudah terlelap.
Kring....kring.....bunyi bel tanda berakhirnya jam sekolah hari ini akhirnya terdengar,
membuat kesadaran dan fokus para murid dikelas Aurel dkk mulai kembali satu persatu.
Guru yang mengajar di jam mata pelajaran terakhir hari ini langsung segera mengakhiri dan menutup pembelajaran untuk hari ini,
__ADS_1
setelah itu langsung berpamitan meninggalkan kelas.Sedangkan para murid langsung segera bersiap untuk pulang ke rumah masing masing,tapi terlebih dahulu mereka merapikan buku dan peralatan tulis mereka untuk disimpan ke dalam tas.
Ariel berjalan menuju kelasnya untuk menemui para sahabatnya sekaligus mengambil tas sekolahnya sebelum nanti pulang sekolah,ia sebenarnya tadi tidak terbangun dari tidurnya karena bel pulang sekolah yang berbunyi melainkan karena bunyi suara alarm pada hpnya yang sengaja dia atur sama persis dengan jam pulang sekolah.
Sesampai didepan kelasnya,terlihat satu persatu teman sekelasnya mulai ke luar meninggalkan kelas.Tapi ada satu hal yang aneh yang terjadi dan membuatnya heran sekaligus cengo yaitu beberapa teman sekelasnya tiba tiba memberikan pertanyaan dan perkataan padanya saat berpas pasan dengannya di pintu kelas.
"Ariel asma lo udah mendingan?"
"Lain kali kalau kurang enak badan,jangan paksain ya Ariel"
"Ariel,gimana asma lo?"
"Jangan capek capek Ariel"
Itulah beberapa perkataan yang diberikan teman sekelasnya padanya dan sebenarnya masih banyak lagi perkataan serupa,Ariel yang masih cengo dan belum loading hanya bisa mengangguk pelan saja sebagai respon.
Setelah semua teman sekelasnya kecuali keempat sahabatnya sudah meninggalkan ruang kelas semuanya,barulah Ariel melangkahkan kaki masuk kedalam kelas dan langsung menuju ke arah kursinya dimana para sahabatnya berkumpul saat ini tentunya masih dengan muka yang terlibat bingung.
"Kenapa muka lo pas datang kayak bingung gitu Ri?"tanya Mia pada Ariel.
"Teman sekelas kenapa pada bilang gue kena asma sih?"ujar Aurel dengan nada datar.
"Ooh itu kerjaan sahabat lo yang paling imut itu si Shasa,dia bilang sama guru yang masuk kalau asma lo kambuh makanya gak bisa masuk kelas trus harus istirahat di UKS"jawab Mia menjelaskan pada Ariel.
__ADS_1
Ariel langsung mengalihkan pandangannya ke sahabatnya yang dimaksud Mia tadi dengan muka datar tanpa ekspresi.
"Kenapa asma sih?"tanya Ariel pada Shasa.
"Maaf Ri,soalnya tadi Shasa gak tau mau kasih alasan apa lagi ke guru supaya bu guru langsung percaya dan gak curiga.
Makanya Shasa bulang aja sama guru kalau asma Riri kambuh dan ternyata bener kalau gurunya langsung percaya"jelas Shasa memasang muka polosnya.
"Tapi gak asma juga kali Sha,gue sampai heran tadi sejak kapan keturunan keluarga Wyle punya riwayat asma"ujar Aurel pada Shasa.
"Mana gue tadi nyaris percaya sama alasan Shasa,untung aja gue liat gimana respon Rere sama Kay dulu.Respon mereka keliatan biasa aja,jadi gue langsung bisa nebak kalau Shasa bohong soal itu"ucap Mia.
"Lagian lo sih Ri,seharusnya lo itu gak usah masuk sekolah aja sekalian tadi.Soalnya lo hari ini ke sekolah cuma buat numpang tidur doang trus gak ikut belajar satupun mata pelajaran hari ini,mending lo tidur di rumah ada kasur sama selimut jadi lebih nyenyak"ujar Kayla pada Ariel,ia heran dengan sahabatnya yang satu ini terlihat tak punya motifasi belajar untuk seharian ini.
"Tau tuh bener yang dibilang Kay tau Ri"ucap Mia membenarkan ucapan Kayla tersebut.
"Beda sensasinya"jawab Ariel seadanya.
"Alah alasan lo aja itu,bilang aja lo takut diomelin sama Rere kalau lo bilang sama dia kalau mau bolos sekolahkan?"tebak Kayla pada Ariel.
Ariel memutar bola matanya malas mendengar perkataan Kayla tersebut tapi dalam hatinya ia membenarkan ucapan sahabatnya itu.
"Ya jelas gue bakal omelin lah,mana boleh anak sekolah sering bolos sekolah dengan alasan kagak jelas"ujar Aurel.
__ADS_1
"Tapi gak ada bedanya Re,orang Ariel kalaupun hadir disekolah tapi tetep gak masuk kelas juga"ucap Mia mengomentari perkataan Aurel itu.