
"Kalau minum?"sekarang Leo yang bertanya
Ariel melihat kearah dua temannya itu
"Gue itu lahir dan besar di Francis,kalau cuman minum berkadar alkohol rendah atau sedang itu hal yang cukup lumrah di sana" ujar Ariel pada keduanya.
"Iya juga sih"ucap Leo.
Ketiganya kembali melanjutkan percakapan mereka,sampai suara deringan hp salah satu dari mereka berbunyi menandakan ada panggilan masuk dan sang empunya pun segera mengangkatnya.
"Halo"ujar Ariel,ternyata hpnya yang berbunyi.
"Riri kamu ada dimana sekarang?"tanya sang penelepon.
"Di suatu tempat,kenapa Sha?"ujar Ariel,ternyata yang menghubungi Ariel adalah salah satu sahabatnya yaitu Shasa.
"Pulang Sekarang"pinta Shasa dari seberang sana,nafas gadis itu terdengar sedikit tidak beraturan.
"Shasa kamu kenapa,kok nafasnya kayak gak beraturan gitu?"tanya Ariel dengan nada khawatir.Leo dan Rion yang ada didekatnya ikut fokus dan menatap penuh tanya padanya ,mendengar pertanyaannya itu.
"Shasa gak papa,tapi kay sama Rere iya.Ada yang ngirim paket isi teror ke rumah ayo cepetan pulang Ri.Aku gak tau gimana cara nenangin mereka"Ujar Shasa dengan suara bergetar dari seberang sana,sepertinya gadis itu juga ikut ketakutan.
"Oke,sepuluh menit"ucap Ariel langsung menutup panggilan itu,ia langsung memasukkan hpnya ke sakunya kembali dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Riel ada apa?"
"Mau kemana lo?"
"Gue pulang dulu,ada masalah ada yang ngirim paket teror ke rumah gue"jawab Ariel.
"Kita ikut"ujar Leo
"No,kalian disini nanti gue jelasin"tolak Ariel,setelah itu gadis itu langsung pergi dari sana.
Disisi lain ditempat tinggal Aurel dkk,Shasa saat ini sedang merasa sangat bingung dicampur rasa takut.Setelah tadi menyelesaikan urusannya ia pergi meninggalkan restoran untuk pulang ke rumah,tapi saat setiba di rumah gadis itu dikejutkan dengan kondisi dua sahabatnya yang menangis di samping mereka terdapat sebuah kotak berlumuran darah dilantai.Dan saat ia membalik kotak itu ia langsung terkejut dengan adanya sebuah bangkai ayam dan sebuah kertas ancaman disana.
__ADS_1
Ariel melajukan mobilnya dengan sangat cepat,ia bahkan beberapa kali hampir menyerempet pengendara lain dan sempat melewati lampu merah.Tak peduli apapun didepannya tujuannya adalah untuk sampai ke rumah secepat mungkin,mobilnya memasuki gerbang yang terbuka dengan sesegera mungkin ia keluar dari mobilnya dan berlari memasuki rumah.
"SHASA!"panggilnya menghampiri sahabatnya itu diruang tamu.
"Ssst...,jangan teriak nanti mereka bangun"ujar Shasa sambil meletakkan telunjuknya di bibir untuk mengisyaratkan Ariel agar tidak berisik.
"Apa yang terjadi?"tanya Ariel pelan sedikit berbisik agar tidak mengusik kedua orang yang sedang terlelap di sofa yaitu Kayla dan Aurel.
"Nanti Shasa ceritain,kita bawa dulu mereka berdua ke kamar"ujar Shasa,mendengar itu Ariel mengangguk mengerti.
Disini lah Ariel dan Shasa saat ini kembali duduk diruang tamu setelah sebelumnya keduanya membawa sahabat dan saudari mereka yaitu Aurel dan Kayla masuk kedalam kamar,setelah itu keduanya terlebih dahulu membersihkan lantai mereka yang terkena bercak kan darah beserta kotak dan bangkai ayam itu juga sudah mereka buang.
"Jadi Sha apa yang terjadi,kenapa kotak bisa sampai disini?"tanya Ariel
"Jadi gini menurut cerita dari Kay dan Rere sih...."
~Flaskback~
Sehabis pulang sekolah Aurel dan Kayla hanya pulang berdua ke rumah,keduanya memasuki rumah dan memasuki kamar mereka masing masing lalu setelah selesai beres beres keduanya memutuskan untuk menghabiskan waktu menonton TV diruang tamu,saat sedang asyik menonton tiba tiba terdengar suara bel berbunyi.
Ting..tong..ting..tong..
"Siapa yang datang sih?"ujar Kayla
"Gak tau,makanya lihat aja dulu ke depan sana! Kalau Riri sama Shasa kayaknya gak mungkin mereka kan punya kunci"ujar Aurel fokus pada Tv didepannya.
"Iya deh"ucap Kayla beranjak dari sofa lalu berjalan kearah pintu rumah.
"Siapa?,Eh kok gak ada orang?"ujar Kayla yang tidak menemukan keberadaan siapapun saat ia membuka pintu,matanya melihat ke sekeliling dan akhirnya pandangannya tertuju pada sebuah kotak paket tepat di depan kakinya.Tangannya bergerak mengambil paket itu dan mengangkatnya
"Paket apaan nih?"gumam Kayla sambil memutar mutar kotak itu perlahan,mencari siapa pengirimnya tapi tidak ada.Dan akhirnya tanpa pikir panjang dan curiga sedikitpun Kayla membawa kotak itu kedalam.
"Siapa yang datang Kay?"tanya Aurel setelah Kayla kembali keruang tamu.
"Gak ada yang dateng,cuman ada nih paket didepan pintu"jawab Kayla meletakkan paket itu dimeja didepan mereka.
__ADS_1
"Paket,buat siapa?"tanya Aurel
"Gak tahu gak ada namanya,pengirimnya juga gak ada"jawan Kayla.
"Masa sih,trus gimana?"ujar Aurel.
"Gimana kalau kita berdua buka aja"usul Kayla pada Aurel.
"Tapi kalau nih paket salah kirim gimana?"tanya Aurel sedikit takut.
"Makanya kita pastiin dulu,lagian gue penasaran apa isinya emang lo enggak?"ujar Kayla.
"Penasaran sih,yau dah kita buka aja"ucap Aurel akhirnya setuju dengan ide sahabatnya itu.
keduanya membuka paket itu perlahan dengan menggunakan gunting,tapi apa yang mereka temukan didalam paket itu benar benar membuat keduanya syok
"Aaaa!!!"teriak keduanya ketakutan,Aurel reflek langsung melempar paket itu,dan saat paket itu jatuh kelantai ada banyak darah yang berceceran disana dan sebuah bangkai ayam beserta sebuah kertas.Kayla langsung jatuh lemas tubuhnya bergetar hebat perlu untuk kalian ketahui kalau gadis itu memiliki fobia yang hebat akan darah,melihat sedikit saja sudah membuat kepalanya pusing apalagi sekarang banyak darah yang berceceran dilantai didepannya dan bajunya juga terkena sedikit percikan.
Aurel ikut berjongkok tangannya dengan sedikit bergetar ketakutan meraih sebuah kertas yang sudah berlumuran darah dilantai,ia membuka lipatan kertas itu dan membaca tulisan yang tertera disana
...INI YANG AKAN TERJADI JIKA KAU TERUS...
BERURUSAN DENGAN KU,PERTAMA AYAM ITU MUNGKIN SELANJUTNYA KAU!!!!
Ariel menjatuhkan kertas itu kembali,semua keberaniannya yang tadi tersisa hilang entah kemana,ia menangis ketakutan sama seperti Kayla.Dan tak lama Shasa memasuki rumah
"Kalian berdua kenapa?!!"
~Flaskback~
"Itulah yang terjadi,pas gue datang mereka ceritain itu dan setelah itu Rere sama Kay ketiduran karena kecapean nangis dan pas itu gue langsung nelpon Riri"ujar Shasa menjelaskan panjang lebar ke Ariel.
"Bukannya kita kan punya satpam di rumah ini,kenapa bisa orang naruh paket itu didepan pintu?"tanya Ariel.
"Riri lupa, kan Riri yang berhentiin mereka kemarin"ujar Shasa menatap Ariel.
__ADS_1
"Aku lupa"ujar Ariel.
*Gimana gue bisa lupa sih,kalau gue yang berhentiin untuk diganti,Ariel begok"gumam Ariel dalam hatinya.