The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 22


__ADS_3

Saat ini Aurel dkk sedang ada di dalam kelas untuk kembali melanjutkan pembelajaran setelah jam istirahat berakhir.


Semuanya murid tampak fokus memperhatikan guru matematika yang sedang menerangkan materi yang ada di papan tulis,Tak ada satupun diantara murid dikelas yang berani mengeluarkan suara karena guru yang mengajar pada mata pelajaran ini di sekolah mereka terkenal sangat killer.


Begitu juga Aurel dkk.Kayla yang dari tampak sedari tadi berusaha menahan kantuknya sekuat tenaga,Mia yang sedari tadi menatap kearah papan tulis meski begitu bisa dipastikan pikirannya sama sekali tidak tertuju ke sana


Begitu juga dengan Aurel yang berusaha untuk memahami apa yang diterangkan guru,ia menghela nafas tanda kesulitan memahaminya


pelajaran itu.


Sedangkan Ariel sendiri dengan earphone di telinga kirinya untuk mendengar musik dengan pandangan fokus pada materi didepan,begitu juga Shasa terlihat fokus pada guru yang menerangkan tangannya sesekali mencatat hal hal penting agar tidak lupa sambil mengunyah permen karet di mulutnya.


Diantara kelima sahabat ini memang hanya ada dua orang yang sangat menyukai pelajaran matematika siapa lagi kalau bukan Ariel dan Shasa bahkan saat masih tinggal di negara asal mereka keduanya bahkan sering kali mengambil jam tambahan pelajaran yang berhubungan dengan angka ini.


Berbanding terbalik dengan Kayla dan Aurel yang sangat tidak menyukai pelajaran ini sebenarnya bukan matematika saja tapi juga pelajaran yang berhubungan dengan angka seperti fisika,jika ada tugas seperti tadi pagi pun mereka akan lebih sering melihat tugas milik Ariel ataupun Shasa.Mermeski begitu selama ini nilai mereka terbilang bagus dalam pelajaran ini,hal ini karena dasar otak mereka memang pintar hanya saja mereka memang tidak seperti Ariel dan Shasa yang sangat menggemari pelajaran ini.


Sedangkan Mia sendiri sebenarnya bukan tipe murid yang menyukai pelajaran atau tidak menyukai pelajaran ini,ia tipe murid yang biasa saja.


~Skip~


Jam pulang sekolah tiba,saat ini Aurel dkk beserta Miko dkk sedang berada di parkiran.


"Habis ini kalian ada kegiatan apa?"tanya Mia pada sahabat perempuannya alias Aurel dan yang lain.


"Gak ada sih,paling di rumah aja"jawab Aurel.


"Kalau gue sih,pengen coba perangkat game pc terbaru gue"ucap Kayla.


"Wih seru tuh kayaknya,ikutan dong"pinta Ryan.


"Boleh!datang aja nanti,sekalian bantuin gue pasangnya nanti gimana?"ucap Kayla menawarkan pada Ryan.


"Siap! kalau itu mah gampang"ucap Ryan.


"Kay,kapan beli game pc terbaru?kok Shasa gak tau"tanya Shasa pada Kayla,karena menurut Shasa ia tidak pernah mendengar rencana Kayla akan membeli perangkat game terbaru.


"Siapa bilang gue yang beli Sha,bukan gue yang beli"ucap Kayla santai.


"lah kalau bukan lo siapa?"tanya Miko penasaran.


"Gue dibeliin sama Riri"jawab Kayla enteng,

__ADS_1


Tidak menyadari kalau seseorang yang namanya baru ia sebut sedang menatap tajam kearahnya.


"Dalam rangka apa?"tanya Aurel


Kayla terkejut dan tersadar dengan apa yang baru ia katakan


"ini anu,itu gue dibeliin sama Riri soalnya Riri kemarin kalah main game sama gue,ya kan Ri"


ucap Kayla gelagapan menjawab pertanyaan yang diajukan Aurel.


*plis Re percaya yang lain juga,kalau nggak bisa bisa gue tinggal nama dibikin Riri.Mana tu bocah natapnya tajem amat lagi*mohon Kayla dalam hatinya.


Dan nasib baik ternyata masih berpihak pada Kayla karena Aurel sahabatnya yang lain percaya.


"Ih...kok Shasa gak dibeliin juga Ri?Shasa kan mau juga"ucap Shasa tidak terima,mukanya tampak cemberut dengan pipi yang menggembung.


"Apaan orang gue aja karena Riri kalah main game sama gue"kata Kayla menanggapi ucapan Shasa sahabat paling mudanya itu.


"Tapikan Shasa juga mau"ucap Shasa masih dengan wajah cemberutnya,ia menggoyang goyangkan tangan Ariel seperti anak kecil yang tak dibelikan permen.


"Shasa kan gak suka sama game"ucap Ariel lembut sambil mengelus kepala sahabat yang satu tahun lebih muda darinya itu.


"iya juga ya"jawab Shasa melihat kearah Ariel sambil sesekali mengerjapkan matanya.


"Yau dah gimana sebagai gantinya Riri beliin boneka aja buat Shasa gimana mau?"tanya Ariel pada Shasa.


"Mau,sekarang ya"ucap Shasa dengan mata berbinar.


"Oke"jawab Ariel


Dengan tak sabar Shasa menarik tangan Ariel ke mobilnya.


"Shasa sama Riri duluan ya,bai semuanya"ucap Shasa sedikit teriak karena sudah cukup jauh dari posisi teman temannya,satu tangannya melambai dan satu lagi menarik tangan Ariel.


Sedangkan Ariel hanya bisa pasrah tangannya ditarik,dengan satu tangannya ia melambaikan tangannya sebagai isyarat untuk pergi duluan.


Disisi lain Para sahabat mereka termasuk Miko dkk membalas lambaian itu,mereka terlihat gemas melihat interaksi keduanya Shasa yang terlihat manja pada Ariel begitu juga sebaliknya Ariel yang bersikap sangat lembut dan pasrah dengan sikap Shasa.


"yau dah kita balik juga yuk"ajak Aurel pada teman temannya yang lain.


"Yuk lah"jawab yang lain.

__ADS_1


Mereka semua akhirnya memutuskan untuk pulang.


Sebuah mobil berhenti di depan sebuah mall yang cukup besar di kota itu.Dua remaja yang masih berseragam SMA keluar dari mobil itu mereka adalah Ariel dan Shasa.


Keduanya memasuki mall tersebut dan langsung menuju sebuah toko tempat penjualan beragam macam jenis mainan anak anak termasuk boneka.


Ariel duduk disalah satu kursi yang disediakan didalam toko yang mereka datangi melihat sekeliling Area dalam toko memperhatikan setiap apa yang dijual di sana sambil menunggu Shasa.


Sedangkan Shasa jangan tanya lagi,gadis itu sejak awal masuk toko sudah asyik memilih boneka yang ia inginkan.


Ariel beranjak dari tempat duduknya melihat Shasa yang datang menghampirinya.


"udah?"tanyanya pada Shasa yang ada didepannya.


Shasa mengangguk sambil mengangkat sebuah boneka warna putih dan merah muda berukuran sekitar 80cm yang susah payah ia gendong dengan dua tangannya sebenarnya bukan hanya itu ada beberapa boneka ukuran kecil juga tapi itu ada di keranjang yg disediakan toko itu.


"Yuk ke kasir,dibayar dulu"ajak Ariel.


Setelah menyelesaikan pembayaran keduanya meninggalkan toko itu.


"Mau apa lagi?"tanya Ariel pada Shasa


"Shasa Mau makan ice cream"jawab Shasa semangat.


"yau dah kita titipin dulu bonekanya biar gak ribet"kata Ariel.


Mereka menitipkan terlebih dahulu boneka milik Shasa di pos penjaga mall,kemudian membeli pakaian ganti untuk keduanya karena mereka masih menggunakan seragam sekolah.


Setelah selesai mengganti seragam mereka,Ariel dan Shasa melanjutkan tujuan mereka untuk membeli ice cream sekaligus makan siang.


Tak lupa keduanya juga memesan beberapa makanan untuk dibawa pulang untuk sahabat mereka yang ada di rumah dan jumlahnya lumayan mengingat nanti Mia dan Miko beserta yang lainnya juga akan datang ke rumah mereka.


Setelah selesai makan dan merasa sudah tidak ada lagi yang mereka perlukan Ariel mengajak Shasa pulang.


Di perjalan pulang Shasa terlihat sangat senang ia asyik memakan permen kapas yang sempat mereka beli sebelum pulang,ia duduk di samping Ariel yang menyetir.Ariel mengusap lembut kepala sahabatnya itu,disaat seperti ini ia akan lebih mirip seperti seorang kakak bagi Shasa dibanding sahabat.


Sebagai putri bungsu di keluarga besar dan faktor Shasa memang memiliki usia satu tahun dibawahnya,tak jarang hal itu membuatnya menganggap Shasa sebagai adiknya meski mereka berada pada angkatan yang sama disekolah.


Shasa juga hampir tidak pernah ragu bersikap manja terhadapnya seperti ini meskipun sikap Ariel terlihat dingin.Ariel sendiri tidak masalah dan merasa risih akan hal itu,ia malah merasa senang seperti memiliki seorang adik.


Hal seperti tadi bukanlah hal yang sulit baginya

__ADS_1


bahkan dulu ia pernah menyewa satu arena permainan untuk Shasa karena sang sahabat ingin menikmati arena permainan itu tanpa ada yang mengusiknya karena harus antri.


__ADS_2