
Byur...hah...hah...hah...Leo berhasil membawa dirinya dan Ariel keatas permukaan air laut,
dengan sigap pak Can langsung membantunya mengangkat Ariel yang tengah pingsan keatas sekoci disusul dirinya.
Semua yang ada diatas kapal yang melihat kejadian dibawah sana langsung bergerak berpindah kekapal kelompok tuan Wyle, termasuk para sahabat Leo dan Ariel.
Ariel segera diberikan pertolongan pertama oleh tim medis yang sejak awal sengaja disiapkan oleh papanya Rion jika ada yang terluka,dan sementara itu kapal juga bergerak dengan cepat menuju daratan.Sedangkan kapal yang kelompok tuan Frank diurus oleh pak Can serta saudara kembarnya pak Tan yang merupakan tangan kanan dari tuan Kimberly.
~Skip~
PLAK....
sebuah tamparan keras Aurel berikan kepada papanya sendiri tepat didepan ruang ICU tempat dimana sekarang kembarannya ditangani.
Semua yang berada disana terkaget bahkan ada yang tercengang dengan tindakan berani gadis muda itu terhadap papanya sendiri, apalagi para bawahannya tuan Wyle yang langsung merinding menunggu reaksi tuan mereka.
Tuan Wyle sontak memejamkan matanya saat tamparan cukup keras dari putri sulungnya itu ia dapatkan dibagian pipinya,lelaki paruh baya itu terdiam membeku setelah ia bertatapan dengan mata putrinya.Saat itu diwaktu yang hampir berdekatan untuk kedua kalinya laki laki dua anak itu menerima tatapan serupa dari kedua putri kembarnya,tatapan penuh kekecewaan,kemarahaan,dan benci yang tertuju kepadanya.
Dapat tuan Wyle lihat kalau tubuh putrinya itu bergetar hebat karena menahan tangis dan mungkin amarah kepadanya,laki laki itu memilih membisu diam tak bersuara membiarkan putrinya itu menyampaikan apa yang hendak disampaikan.
Tangan yang Aurel gunakan untuk menampar wajah ayahnya bergetar,bibir gadis itu juga bergetar hebat.Kini ia dan papanya berdiri saling berhadapan menatap satu sama lain disalah satu lorong rumah sakit itu,ia mengangkat tangannya kembali.Kali ini bukan untuk menampar papanya melainkan untuk menunjuk laki laki naif dan kejam dihadapannya ini,jari telunjuknya terlihat bergetar saat tepat dihadapan wajah orang tuanya itu.Tidak!itu bukan karena takut,melainkan karena ia kini dengan sekuat tenaga menahan amarah didalam dirinya.
"Anda,Saya Tidak Akan Memaafkan Anda.
Saya Tidak Akan Memaafkan Anda Sampai Kapanpun,Jika terjadi Sesuatu Yang Buruk Dengan Kembaran Saya"ujar Aurel penuh penekanan disetiap katanya.
Saat itu untuk pertama kalinya mungkin,Aurel menggunakan kata Saya-Anda saat berbicara dengan papanha.Tampaknya gadis muda itu sudah sangat kecewa,sehingga tak sanggup untuk memanggil laki laki dihadapannya ini dengan sebutan papa lagi untuk kali ini. Setelah mengatakan hal itu dengan langkah yang sedikit sempoyongan,Aurel berjalan melewati papanya dan dengan sempoyongan berjalan menjauh dari ruangan ICU dimana saudari kembarnya masih ditangani oleh dokter dan tim medis.Meninggalkan tuan Wyle yang terdiam terpaku mendengar perkataan sang putri barusan.
__ADS_1
Aurel merasa ia tak bisa berlama lama disana untuk saat ini,ia butuh kesuatu tempat dimana ia bisa melampiaskan seluruh emosi yang sekuat tenaga kini ia tahan untuk tidak meledak.Dan kini disinilah ia,diatap gedung rumah sakit.
AKH....
SIALAN!
BAJINGAN!
DASAR PAPA EGOIS!
Aurel berteriak sekeras yang ia bisa,tak peduli jika ada yang mendengarnya asalkan ia bisa melepaskan semua emosi yang meledak ledak yang ia rasakan disana.Ia terduduk disana,tubuhnya terasa lemas dan ia tidak tahu harus apalagi.Aurel bahkan mengusap dengan kasar rambutnya hingga berantakan, saking tak tahu harus bagaimana lagi melampiaskan emosi yang masih tersimpan banjak didalam dirinya.
Hihihi....hiks....hiks....hahaha...
Gadis itu tertawa sambil menangis seperti orang gila,terakhir kali Aurel seperti ini yaitu beberapa tahun yang lalu.Saat dimana dulu kembarannya ditemukan dalam kondisi mengenaskan didalam kamar,karena melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangan sendiri.
Hap....
Tiba tiba ada yang datang dan memberikan nya pelukan
"Tenang Rel"suara itu,Aurel mengenalnya itu suara milik Miko.
"Hiks...hiks...Miko..hiks...R-Ri-Ri...Riri..Mik, ma-mama a-ku juga" tangis gadis itu pecah seketika dipelukan Miko.
Miko menggerakkan tangannya mengusap usap pelan punggung gadis yang tengah menangis hebat dipelukannya ini,ia bisa merasakan bajunya basah terkena air mata Aurel.Namun Miko membiarkan dan tak masalah akan hal itu,asalkan gadis itu bisa menumpahkan semua beban yang dirasakan dipundaknya.
Miko paham betul kalau gadis yang ia sayangi ini tengah dalam keadaan yang benar benar hancur,gimana enggak?Ariel yang dalam kondusi yang tidak baik baik saja dan terancam keselamatannya saat ini,belum lagi mama gadis ini juga jatuh tak sadarkan diri sehingga harus dirawat juga saat mengetahui kondisi putri bungsunya sangat buruk.
__ADS_1
Miko bisa merasakan perasaan itu sedikit, karena kembarannya juga harus dirawat saat ini karena tiba tiba kembarannya itu jatuh pingsan tak sadarkan diri sesaat setelah mereka semua sampai didaratan.
Dokter yang tadi memeriksa Mia mengatakan kalau kembarannya itu drop karena tak dapat menahan syok berat dan mengalami sedikit trauma akibat kejadian yang mereka alami, beruntung Mia sudah siuman dan saat ini ditemani oleh Aditya.Ia merasa harus mengejar gadis yang kini dipelukannya ini tadi,karena tak sengaja melihat Aurel lewat begitu saja dihadapan ruang rawat Mia dengan keadaan yang tampak begitu kacau.
Sebenarnya bukan hanya Ariel dan Mia saja yang harus berurusan dengan penanganan khusus dari dokter,tapi Kayla dan juga Shasa.
Kayla,gadis itu sendiri memang sejak masih berada dikapal tempat mereka disekap memang sudah tak baik baik saja.Fobia darah yang gadis itu alami memang yang dasarnya sudah parah jadi kambuh,karena terlalu sering dan banyak melihat darah didalam waktu yang bersamaan.Jadilah Kayla ditetapkan harus dirawat inap karena gadis itu sempat mengalami sesak nafas dan juga terkena demam tinggi,dan ada Robert kakak gadis itu yang setia memantau kondisi sang adik.
Sedangkan Shasa?hah kalau gadis itu tak usah ditanya lagi kenapa harus berurusan dengan penanganan dokter dan juga harus dirawat inap,tentu saja ini tak lepas dari efek duel yang ia lakukan bersama orang yang bernama Astor itu.Dari keterangan dokter yang menangani sih katanya,tubuh gadis itu banyak sekali lebam akibat pukulan bertubi tubi yang diterima dan sepertinya kaki kiri serta lengan kanan gadis itu juga keseleo makanya harus dibebat dulu.
Dan masih soal Shasa,gadis itu sejak masih dikapal diperjalanan pulang menuju darat.
Gadis itu harus rela mendengarkan omelan serta ocehan dari sang momy yang bertubi tubi,bahkan mungkin sampai sekarang juga masih.Agak merasa kasihan sih Miko dan teman temannya yang lain melihat ekspresi gadis itu saat menerima nasib diomeli oleh sang momy,sedangkan dadynya Shasa cuma bisa diam menutup mulut disebelah sang istri karena takut ikut diomeli.
Bagaimana dengan kondisinya sendiri,Aditya, Ryan,Rion,dan Leo?mungkin bisa dibilang keadaan mereka menjadi yang paling baik diantara para sahabat mereka yang lain.
Ia,Ryan,dan Aditya hanya mengalami syok sedikit saja,ya mau bagaimanapun mana mungkin mereka gak mengalami syok?udah disekap sama orang gak dikenal,ditambah harus ngelihat orang mengakhiri hidup sendiri dihadapan mereka.
Rion baik baik saja,cuma agak sedikit lebam karena sempat kena pukul sama tuan Frank.
Leo?kawannya yang satu itu juga lumayan baik baik saja,hanya lebam saja sama seperti Rion dan meski sempat hampir pingsan karena tenaganya terkuras abis.
Miko mengintip gadis yang berada didalam pelukannya ini saat menyadari tidak mendengar suara tangisan lagi serta tidak merasakan pergerakan lagi dari Aurel.
*Tertidur ternyata,pasti kamu kelelahan karena terus menangis ya*batin Miko melihat Aurel yang tertidur didekapannya,gadis itu sesekali terlihat sesegukan karena sehabis menangis.
Dengan perlahan,Miko bergerak berdiri sambil mengangkat tubuh gadis itu digendongannya.
__ADS_1
dengan hati hati ia melangkah membelakangi matahati yang baru saja terbit,berjalan masuk menuju kearah pintu lift.Ia harus membawa gadis itu masuk kedalam,supaya bisa beristirahat dengan lebih baik dan nyaman didalam salah satu kamar rumah sakit ini.