
Setelah keluar dari dalam rumah,Ariel mengambil hp disaku jaketnya sambil berjalan ke garasi untuk mengambil mobilnya yang ada disana,gadis itu mengotak atik hpnya untuk menghubungi seseorang.Setelah menemukan nomor kontak yang dia akan hubungi,Ariel menekan icon panggilan.Sambil menunggu panggilannya dijawab Ariel memasuki mobilnya di bagian kemudi kemudian meletakkan hpnya didepannya lalu menyambungkan dengan Earphone untuk dia pakai agar ia bisa menelpon sambil mengemudi nantinya.
Disisi lain para cowok sahabat mereka yaitu Miko dkk sedang asyik nongkrong di kantin karena kelas mereka sedang dalam jam kosong karena guru mata pelajaran pada jam pelajaran itu tidak masuk karena yang bersangkutan sedang hadir.
Para cowok itu sibuk mengobrol dan bercanda ria disalah satu meja dipojok kantin tempat yang biasa mereka tempati bersama para teman cewek mereka,sampai suara dering hp berbunyi yang membuat mereka terdiam sejenak mencari sumber suara itu.
"Hp siapa yang bunyi itu woi?"tanya Aditya pada kawan kawannya.
"Hp gue ternyata"ujar Rion mengambil hp miliknya disaku celana sekolahnya kemudian menerima panggilan itu buru buru tanpa melihat nama pemanggil.
"Halo,ini siapa?"tanya Rion pada orang yang yang meneleponnya,hpnya ia dekatkan di telinganya tapi tidak sampai menempel.
"Ariel"jawab si penelepon singkat.
Rion terkejut mendengar jawaban si penelpon
dengan segera ia melihat nomor dan nama yang tertera dilayar hpnya sebentar,benar saja yang menghubunginya adalah Ariel dan tanpa basa basi ia langsung berdiri dari tempatnya pergi sedikit menjauh dari meja tempatnya dan para sahabatnya.
"Sorry gue tadi gak liat nama lo,langsung diangkat"ujar Rion meminta maaf pada Ariel.
"Hmm"saut Ariel dari seberang sana.
"Ada apa nih nelpon gue?gue denger juga lo sama yang lain gak masuk hari ini"ujar Rion bertanya maksud Ariel menelponnya.
"Lo dimana sekarang?"tanya balik Ariel
"Disekolah lah emang dimana lagi gue jam segini"jawab Rion
"Lo bisa izin keluar area sekolah gak sebentar ?"tanya Ariel dari seberang sana.
"Kayaknya bisa sih soalnya kelas gue jam 1-2 itu kelas kosong"jawab Rion,
"Tunggu maksud lo tadi ketemuan diluar sekolah,emangnya lo sendiri gak di are sekolah sekarang?"tanya Rion yang baru menyadari pertanyaan Ariel yang seolah olah gadis itu tidak ada diarea sekolah sekarang.
"Gak,jadi bisa?"tanya Ariel memastikan
__ADS_1
"Bisa bisa,tapi kenap.."
"Gak usah banyak nanya"
Belum lagi selesai Rion berbicara tapi Ariel sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Kita ketemuan di kafe xxxx sepuluh menit lagi,jangan lupa ajak si makhluk aneh tut...tut.."ujar Ariel langsung mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban Rion terlebih dahulu.
"Iy...,lah langsung dimatiin"ujar Rion melihat ke layar hpnya,panggilan telah diakhiri.
Rion berjalan kembali ke tempat teman temannya kembali.
"Udah telponan nya!"
"Siapa yang nelpon bro?"
"Kayaknya penting nih,sampai lo harus jauhan ngangkatnya"
Rion langsung disambut dengan pertanyaan teman temannya.
"Enggak,lo aja ngapain ajak gue cabut"tolak Leo langsung.
"Wah parah lo Rion,masa ajak anak orang cabut sih"ujar Miko pada Rion.
"Maksud gue izin"ucap Rion mengoreksi perkataannya tadi.
"Ngapain?Eh eh gue belum setuju woi!"ujar Leo,tangannya langsung ditarik oleh Rion meninggalkan meja kantin dimana teman teman mereka berada.
"WOI LO BERDUA MAU KEMANA?!"tanya Miko pada kedua cowok itu,sedangkan yang lain hanya melihat kepergian keduanya sambil bertanya tanya mau kemana tujuan kedua orang itu.
"Gak usah banyak nanya,ini disuruh cewek lo"ujar Rion,sedangkan Leo langsung diam dan berhenti berontak lalu segera melepaskan tangannya yang ditarik Rion.
"Riel maksud lo?"tanya Leo bersemangat langsung tau siapa yang dimaksud rekannya itu.
"Kalo itu langsung konek lo!"ujar Rion mendelik.
__ADS_1
"Jelas"ucap Leo.
Kedua pemuda itu langsung menuju keruang BK untuk meminta surat izin keluar dari area sekolah,setelah itu menitipkannya pada teman sekelas mereka lalu menuju parkiran.
Kembali di kediaman Aurel dkk
Saat ini Shasa baru saja selesai memasak bubur untuk Kayla yang sedang sakit dan juga roti bakar untuk sarapannya dengan Aurel,ia melakukan sesuai apa yang disuruh Ariel tadi padanya.Setelah meletakkannya di atas mangkok dan piring untuk semua makanan yang baru selesai ia buat,selanjutnya gadis itu mengambil air minum didalam gelas dan semua itu ia letakkan di atas nampan agar nanti ia mudah membawanya ke kamar Kayla.
Setelah merasa semuanya beres gadis itu langsung mengangkat nampan itu dengan kedua tangannya,berjalan meninggalkan area dapur menaiki tangga menuju kamar tempat Kayla dan Aurel berada saat ini.
Dengan sedikit kesulitan Shasa membuka pintu kamar Kayla dengan sikunya dengan perlahan takut makanan di atas nampan yang ia pegang jatuh atau tumpah.
"Rere,ini bubur untuk Kay sama sarapan untuk Rere"ujar Shasa masuk kedalam kamar menuju kesamping ranjang milik Kayla,lalu menyerahkan makanan ditangannya itu pada Aurel.
"Makasih Sha,ini kamu yang masak?"tanya Aurel.
"Iya,tadi Riri yang suruh Shasa"jawab Shasa. Setelah Aurel mengambil alih nampan dikedua tangannya,gadis itu langsung menuju ke sofa kecil yang ada dikamar Kayla lalu memilih duduk disana dan membuka hpnya.
Aurel meletakkan nampan di atas meja kecil di samping ranjang lalu kemudian membangunkan Kayla.
"kay,bangun dulu yuk"pinta Aurel pada sahabatnya yang sedang sakit itu.
"Ekh...Re"saut Kayla dengan suara yang terdengar serak,gadis itu terlihat sangat lemas dan wajahnya juga terlihat pucat.
Aurel segera membantu Kayla untuk sedikit bagun dari posisi terbaring,Aurel menggunakan sebuah bantal sebagai tambahan sandaran Kayla agar gadis itu bisa nyaman.
"Bagaimana sudah nyaman?"tanya Aurel pada Kayla.
"Hmm"jawab Kayla hanya berdehem saja,gadis itu terlalu lemah untuk berbicara panjang.
Setelah memastikan Kayla nyaman dengan posisinya,Aurel mengambil mangkok gang berisi bubur buatan Shasa.
"Aak ayo buka mulut"pinta Aurel pada Kayla menyodorkan sendok yang berisi sedikit bubur yang telah ia tiup pelan karena masih cukup panas,ia sengaja menyuapi Kayla sedikit sedikit agar gadis yang sedang sakit itu tidak mudah merasa enek memakan bubur itu.
Kayla menerima suapan Aurel dengan senang hati tanpa penolakan sedikitpun,gadis itu memang bukan tipe orang yang akan rewel dan susah disuruh makan atau minum obat saat sakit.Biasanya saat sakit seperti saat ini ia akan lebih banyak tidur bahkan bisa seharian penuh,karena menurutnya tidur itu salah satu obat ampuh dan lagi orang orang disekitarnya juga tidak akan ada juga yang mengganggunya.
__ADS_1