
"Sha,liat tuh Rion.Masa dari tadi si Rion bikin Shasa kesel mulu"adu gadis itu dengan bergelayut manja dilengan Ariel seperti anak kecil.
"Dih main ngadu lo,gue gitu gue juga bisa kali"ujar Rion langsung ikut beranjak berdiri,cowok itu berjalan menghampiri Leo.
"Ngapain lo?"tanya Leo.
"Leo,liat tuh Shasa,Masa hobi banget ngambek sama Rion"ujar Rion mengikuti nada bicara Shasa saat mengadu pada Ariel.
Hah...Leo dan Ariel kompak membuang nafas kasar.
"Lo berdua bisa gak sih,gak debat sehari aja.
Pusing kepala gue denger lo berdua debat mulu"ujar Rion sambil melepaskan tangan Rion yang bergelayut dilengannya.
"Bisa sih bisa,asal dia gak ngeselin aja"ujar Shasa menunjuk Rion.
"Apa lo nunjuk nunjuk gue!suka lo"ujar Rion kepada Shasa yang menunjuknya.
"Tuh kan Sha,itu orang kalau ngomong bikin gue darting mulu"ujar Shasa kembali mengadu kepada Shasa.
"Diem,atau gue jodohin lo berdua"ujar Ariel datar.
"Ih ogah!"ucap Rion-Shasa serentak kemudian mereka saling menatap dengan sengit.
"Tuh kompak mereka Riel,jodohin aja udah"ujar Leo
"Gue dijodohin sama dia,mending jomblo trus gak usah pacaran seumur hidup gue"ujar Shasa sambil menunjuk dirinya dan Rion.
"Emang lo pikir gue mau gitu sama situ,enggaklah yau"balas Rion.
"Udah fiks,lo berdua jodoh"ujar Rion.
"No!"tolak Rion dan Shasa.
Merasa ini tidak akan ada akhirnya jika masih terus meladeni tom & jerry itu,Ariel tanpa aba aba langsung menarik kerah belakang baju Shasa.Ia menyeret sahabatnya itu untuk pergi dari sana,dan tentunya itu pasti mendapat protesan dari Shasa.
"Ih Riri,kok Shasa diseret sih"protes Shasa seperti anak kecil yang memberontak saat disuruh ibunya selesai bermain ditaman.
"Riri"
Ariel tak menghiraukan hal itu,ia bersikap seperti tak mendengar protesan sahabatnya itu.
"Hahaha....Kasian deh Lo!diseret kek bocah"ujar Rion sambil bergelak tawa melihat nasib Shasa.
Dia tidak tahu saja kalau Leo kini mengincarnya sejak Ariel membawa Shasa pergi tadi
"Eh eh,apa apaan nih?!"protes Rion,Leo melakukan hal yang sama dengan yang Ariel lakukan kepada Shasa.Cowok itu menarik kerah berakang baju Rion dan langsung menariknya pergi,bahkan lebih keras dibanding saat Ariel menarik kerah belakang Shasa.
"WOI RION,LEPAS WOI!"teriak Rion
__ADS_1
"Gue gak denge"saut Leo.
"Gak denger apaan,orang lo nyaut itu"protes Rion.
"Udah diem lo,gue bilangin sama bapak lo buat jodohin lo sama Shasa tau rasa lo"ancam Leo.
"Jangan coba coba bilang gitu ya"ujar Rion.
"Lah kenapa,bukannya bagus ya?"tanya Leo.
"Bagus apaan,ogah gue sama itu bocah"ujar Rion.
"Dih dimulut aja lo ngomongnya gitu,diambil orang baru mewek lo"ujar Leo
Huh...Rion mendengus sebal karena perkataan Leo itu.
~Sore harinya~
Pada sore menjelang malam,semua anak buah Leo-Ariel-Rion-Shasa beserta para anggota kelompok pak Can berkumpul diatap gedung markas.Mereka semua tengah berkumpul untuk makan bersama sebagai salah satu cara untuk meningkatkan energi sebelum tugas besar mereka semua nanti malam,mereka semua tampak makan dengan lahap.
Hanya Ariel saja yang terlihat tak punya niat menyentuh makanan miliknya yang tergeletak dihadapannya,entah kenapa tapi dari awal sampai makanan semua orang sudah hampir habis namun ia sama sekali tidak makan sedikitpun.
"Kenapa kamu tidak makan Riel?"tanya Leo sambil berbisik.
"Hanya tak selera"jawab Ariel ikut berbisik.
"Kalau memang tidak selera,setidaknya makan roti ini saja.Perutmu harus diisi meski sedikit"ujar Leo pelan sambil menyerahkan sebungkus roti kepada gadis yang duduk disebelahnya itu.
Tanpa menjawab,Ariel menerima sebungkus roti yang diberikan oleh Leo itu.Gadis itu mulai memakan roti itu dengan perlahan,raut wajahnya sama sekali tak berubah hanya datar dan terkesan dingin.
~Francis~
Aurel berjalan menuju kearah pintu mansion keluarga besarnya,baru saja ia menginjakkan kaki dibagian teras mansion namun gadis itu sudah dihampiri oleh salah satu bodyguard yang berjaga disana.
"Halo nona Aurel,anda hendak kemana?"tanya bodyguard itu kepadanya itu.
"Saya ingin pergi keluar mansion sebentar" jawab Aurel dengan tenang.
"Kalau boleh tahu kemana nona?kalau tidak terlalu penting lebih baik tidak usah"ujar bodyguard itu.
"Saya ingin ketoko buku,dan Hei apa hak anda melarang saya begitu?"ujar Aurel masih dengan tenang,meski dalam hati dirinya mulai jengkel.
"Toko buku,bagaimana kalau saya suruh rekan saya saja yang pergi membeli buku yang hendak anda inginkan nona?sedangkan nona sendiri tetap berada dimansion"tawar bodyguard itu.
"Tidak mau,saya ingin membelinya langsung"tolak Aurel langsung.
"Tapi nona muda,tuan tidak mengizinkan saya dan rekan rekan saya untuk memperbolehkan nona untuk keluar dari area mansion ini jika bukan untuk hal yang penting"ujar bodyguard itu
"Apa maksud anda hal yang tak penting?tentu saja ini hal yang penting,buku dari penulis favoritku baru saja rilis hari ini dan anda bilang itu tak penting!"ujar Aurel mulai memperlihatkan kekesalannya terhadap bodyguard dihadapannya itu.
__ADS_1
"B-bukan maksud saya begitu nona,t-tap.."
"Tapi Apa?!"tanya Aurel penuh penekanan memotong perkataan bodyguard itu.
Melihat majikan mudanya itu mulai terlihat kesal membuat bodyguard itu menjadi gelagapan,takut nonanya itu murka kepadanya.
"Ada apa ini?"suara seseorang datang menghampiri Aurel dan bodyguard itu.
"Jadi begini kawan,nona Aurel hendak pergi keluar dari mansion untuk pergi ketoko buku"jawab bodyguard itu kepada rekannya yang baru datang.
"Benarkah begitu nona?"tanya bodyguard2 itu kepada nonanya.
"Benar sekali,dan orang itu dengan beraninya melarang saya"jawab Aurel.
"Nona hanya akan hendak ketoko buku bukan?"tanya bodyguard2 itu lagi.
"Tentu,saya mau kemana lagi memang"jawab Aurel dengan ketus.
"Baiklah kalau begitu,izinkan saya yang mengantarkan nona"izin bodyguard itu.
"Hei apa kau tidak lupa dengan perintah tuan?"tanya bodyguard yang pertama tadi berbisik kepada rekannya itu
"Tentu saja aku mengingatnya,jangan khawatir ini hanya ketoko buku saja.Lagi pula akan lebih tidak baik untuk nasibmu jika nona Aurel merasa semakin kesal dan akhirnya marah"jawab bodyguard2 berbisik.
"Ah benar juga,kalau begitu pastikan nona Aurel kembali dengan cepat"ujar bodyguard1 itu.
"Hm tenang saja kawan,aku akan menjaminnnya"ujar bodyguard2 itu.
"Hei,sampai kapan kalian akan berbisik dihadapan saya?Kalian tahu,buku yang saya inginkan itu banyak peminatnya dan saya tidak ingin sampai terlambat"ujar Aurel tampak kesal dengan tingkah dua bodyguard yang tampak berani berbisik bisik dihadapannya.
"Maaf nona"ucap kedua bodyguard itu.
"Nona Aurel boleh pergi ketoko buku yang nona maksud,tapi anda harus ditemani oleh rekan saya ini"ujar bodyguard1 itu.
"Ya terserah kalianlah"saut Aurel.
"Kalau begitu mohon tunggu sebentar nona,saya akan pergi mengambil mobil terlebih dahulu"ujar bodyguard2 itu langsung pergi dari sana.
Tak lama sebuah mobil terparkir tepat didepan teras depan mansion,Aurel tanpa basa basi langsung masuk kedalam mobil itu.
Mobil hitam yang membawa Aurel dengan disetiri oleh bodyguard2 itu melaju menuju kearah gerbang,dengan menjawab beberapa pertanyaan para bodyguard disana akhirnya mobil itu berhasil lolos keluar dari kawasan masion utama keluarga Wyle yang megah.
Didalam mobil itu,Aurel melihat kearah kaca spion depan dan langsung beradu tatapan dengan sang bodyguard yang menyetir didepan.Aurel langsung bersemirik
"Tujuan nona ketoko bukan?"tanya bodyguard itu.
"Saya sudah tak tertarik dengan hal itu lagi,Antar saya ketempat lain"ujar Aurel.
"Baiklah,bagaimana kalau bandara?anda tertarik nona?"tanya Bodyguard itu sambil sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Bandara?tentu saja"jawab Aurel.