
Shasa memasuki rumah sambil menenteng beberapa kantong berisi belanjaan miliknya dan juga sebuah ransel kecil di punggungnya,
ia berjalan menuju ruang kumpul setelah melihat mobil mobil teman sekolahnya terparkir diarea halaman rumah jadi bisa dipastikan kalau teman temannya itu saat ini pasti sedang ada diruang kumpul bersama Aurel dan Kayla.
Saat semakin dekat dari ruangan ia bisa mendengar suara teman temannya yang berbicara,gadis itu memasuki ruang kumpul dan langsung melihat Kayla yang fokus memainkan game melalui hp ditangannya serta Ryan yang duduk di sampingnya sambil menatap arah yang sama yaitu layar hp ditangan Kayla.Kedua orang itu tampak berjarak cukup jauh dari sofa tempat yang lain berada dan kedua orang itu sangat fokus bahkan karena fokusnya keduanya tidak menyadari keberadaannya yang berdiri di dekat mereka.
Pandangan Shasa langsung beralih kearah lain tepatnya kearah sofa,ia langsung menyergit heran dengan tiga cowok yang duduk lesehan dilantai sambil melihat TV yang menyala di depan mereka.Padahal disana masih ada sofa yang kosong cukup untuk tempat mereka bertiga.Shasa memilih berjalan mendekat kearah sofa dari pada menyapa dua maniak game yang tidak memperhatikan kehadirannya sama sekali.
"Shasa lo udah balik?"tanya Mia yang menjadi orang pertama yang menyadari kehadirannya disana dan dengan otomatis setelah perkataan Mia itu yang lain juga langsung menyadari kedatangannya.
"Iya Mi,kalian semua udah lama datang?"ujar Zia balik bertanya.
"Lumayan lama lah"bukan Mia yang menjawab tapi kembaran gadis itu yaitu Miko.
"Kamu bawa apa Sha,keliatannya banyak banget?"tanya Aurel pada Shasa.
"Oh ini Re boneka ukuran kecil yang baru Shasa beli tadi"jawab Shasa.
"Itu semuanya isinya boneka Sha?"tanya Kayla mendekat ke arah sofa bersama Ryan yang ada disampingnya,tampaknya kedua orang itu sudah selesai dengan game online mereka.
"Udah selesai kalian main gamenya?"tanya Rion pada dua orang itu Kayla dan Ryan.
__ADS_1
"Udah"jawab keduanya serentak.
"Gak cuma boneka kok Kay,ini Shasa juga bawa cake yang sengaja Shasa beli pas datang ke pembukaan salah satu toko buat kalian semua"ujar Shasa menyerahkan dua kantong berisi cake kecil berbagai rasa kepada Kayla.
"Wih enak nih,tau aja lo Sha gue laper"komen Ryan setelah melihat Kayla mengeluarkan dan membuka satu kotak berisi beberapa cake mini berbagai varian rasa dari salah satu kantong.
"Bukan cuma lo aja yang laper tapi gue juga"ujar Kayla mengoreksi perkataan Ryan.
"Iya lo juga laper sama yang lain juga laper"ucap Ryan pada Kayla.
Ia meraih salah satu cake itu dan langsung melahapnya begitu juga yang lain,mereka tidak mau ketinggalan langsung mulai memakan cake yang dibawa oleh Shasa itu dengan lahap.
"Wih enak banget"komen Leo setelah memakan cake itu beberapa gigit.
"Kamu gak ikut makan Sha?"tanya Aurel yang juga ikut menikmati cake itu.
"Enggak Re,Shasa udah makan duluan pas masih di toko"jawab Shasa sambil menggeleng pelan.
"Eh ini kita perlu sisain buat Riri gak?"tanya Mia memastikan.
"Gak usah Mi,ini Shasa udah pisahin buat Riri jadi yang itu kalian semua makan aja"jawab Shasa pada Mia.
__ADS_1
Shasa masih berdiri memandangi teman temannya yang saat sibuk menyantap cake bawaannya namun diantara semua orang yang ada disana saat ini,kedua bola matanya lebih fokus memperhatikan dua orang yang cowok yang duduk bersebelahan karena melihat keduanya Shasa langsung dengan jelas mengingat dua nama yang tertera pada kertas didalam map coklat yang diberikan pak Can.
*Jadi kalian berdua juga terlibat ya?Leo dan Rion*ujar Shasa dalam hatinya.
"Re,Kay sama semuanya,Shasa pamit ke atas dulu ya mau nyimpan boneka yang tadi Shasa beli sekalian mau tidur soalnya Shasa ngantuk"ucap Shasa pamit pada Aurel,Kayla,
dan teman temannya yang lain.
"Loh lo gak mau gabung Sha?"tanya Rion dan langsung dijawab gelengan oleh Shasa.
"Gak dulu soalnya Shasa ngantuk banget pengen bobo"ujar Shasa.
"Yau dah Shasa ke kamar aja,tapi jangan lupa sebelum tidur bersih bersih dulu karena Shasa kan baru dari luar"ucap Aurel pada Shasa.
"Iya Rere"jawab Shasa mengiyakan ucapan Aurel,setelah itu gadis itu langsung berjalan menjauh dari sofa menuju kearah tangga untuk langsung pergi ke kamarnya.
Shasa menghempaskan tubuhnya di atas kasur miliknya yang banyak dihuni oleh boneka boneka koleksinya yang berbentuk beruang dan panda dengan berbagai variasi ukuran,gadis itu baru saja selesai bebersih dan juga mengganti bajunya yang tadi ia pakai keluar rumah menjadi baju sehari harinya di rumah.Shasa berbaring terlentang dengan kepalanya dialasi bantal,ia menatap kearah langit langit kamarnya yang bergambar langit.
Shasa sedang sibuk memikirkan sebuah informasi yang baru ia dapatkan hari ini dari pak Can orang kepercayaannya,Leo-Rio dua nama yang tertera dalam kertas berisi informasi yang ia baca saat didalam mobil nya tadi.Hal ini sungguh mengejutkan dua orang yang ia kenal sebagai teman barunya dan tiga sahabatnya yang lain disekolah ternyata berstatus sebagai rekan salah satu sahabatnya yaitu Ariel,ternyata ketiganya bukan cuma sekedar saling mengenal dan berteman saja tapi menjadi tim yang ditugaskan oleh papanya Ariel yaitu tuan Wyle untuk menangkap seseorang yang sudah membuat masalah terhadap bisnis pengusaha besar itu.
*Gue emang baru kenal Rion mulai hari pertama sekolah disini tapi gue tau pasti siapa pemilik nama belakangnya,Rion Rarendra gue baru tau nama lengkapnya tadi.
__ADS_1
Kalau tau dari awal mungkin gue gak bakal terkejut kayak sekarang,tuan Rarendra adalah nama ayah Rion sekaligus merupakan salah orang satu kepercayaan papanya Riri terutama untuk mengurus cabang bisnis tuan Wyle di negara ini*gumam Shasa sangat pelan,Gadis muda itu cukup tau siapa sosok tuan Rarendra karena beliau beberapa kali menggelar pertemuan bisnis dengan tuan Wyle di salah satu restoran bintang lima yang dimiliki Dady nya di francis dan juga tuan Rarendra juga sering menginap di hotel milik Dady nya.Menjadi putri sekaligus pewaris dari seorang pengusaha perhotelan dan restoran bintang lima menjadi salah satu faktor yang membuat Shasa cukup banyak memiliki akses dan relasi untuk guna mendapatkan berbagai macam informasi dari kalangan para pengusaha bidang lain,karena para pengusaha itu banyak dan kerap kali menggelar pertemuan dengan rekan bisnis serta relasi mereka di restoran ataupun di hotel milik keluarga mereka.