The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 148


__ADS_3

"Tunggu,kamu gak marah kalau Miko pengen deketin Aurel?"tanya Leo yang heran dengan respon gadis disebelahnya itu,Ariel menggelengkan kepalanya pelan.


"Rere udah dewasa,aku gak mungkin membatasi dia terus menerus.Lagi pula dia butuh orang lain jika seandainya aku udah gak bisa melindunginya lagi"jawab Ariel.


"Apa maksudmu Riel,kamu kayak mau pergi kemana aja"ujar Leo kepada Ariel.


"Aku hanya memikirkan hal itu secara spontan saja"saut Ariel.


"Lagi pula tidak ada yang tahu kedepannya" lanjut Ariel.


"Jangan seperti itu,aku tak akan membiarkan terjadi sesuatu kepadamu Riel"ujar Leo memberanikan diri merangkul gadis yang ada disebelahnya itu,sedangkan Ariel tak bereaksi apapun.


"Ngomong-ngomong kamu masih sedih soal pamanku?"tanya Leo.


"Ya,tapi aku pikir aku tak punya waktu untuk bersedih"jawab Ariel,Leo mengangguk mengerti.


"Besok sebaiknya kita berempat tak usah masuk sekolah"ujar Leo.


"Aku udah suruh Miko buat izin kita berempat dan soal Mia,kamu sama Shasa gak usah takut dilaporin bolos sama dia ke Aurel dan Kay.Miko bilang kembarannya itu bakal izin gak masuk buat ikut mama mereka buat ngunjungin rumah mereka,jadi gak bakal ada masalah"ujar Leo kepada Ariel.


"Hm,akan ku katakan pada Shasa nanti"saut Ariel menyetujui hal itu.


"Ini sudah hampir jam tiga pagi,ayo masuk kedalam dan istirahat"ajak Leo kepada Ariel.


"gak,tanggung udah mau pagi"tolak Ariel.


"Gak ada tanggung tanggungan,udara malam yang dingin gini gak baik buat kamu.Apalagi kondisi kamu masih belum stabil banget"ujar Leo.

__ADS_1


Tempat Leo dan Ariel berada saat ini itu memang bukan didalam ruangan melainkan rooftoof alias atap gedung markas mereka, dan bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana dinginnya angin malam saat jam jam tiga pagian.


"Gak"tolak Ariel lagi.


Huf...Leo menghela nafasnya pelan,ia lupa satu hal yaitu kalau gadis disebelahnya itu punya sifat keras kepala dan kalau udah bilang enggak bakal susah jadi kata iya.


Tak punya pilihan lain,pemuda itu mengangkat tubuh Ariel dengan gaya bridal stayle.


"Leo lo mau ngapain,turunin gue"protes Ariel memberontak ingin lepas dari gendong Leo.


"Kalau kamu aku jatuhin,nanti punggung kamu sakit kebentur beton Riel"tolak Leo mulai melangkah.


Namun Ariel yang dasarnya keras kepala tak peduli akan hal itu,ia tetap memberontak ingin turun.Toh lagian cuma kebentur beton gak bakal bikin dirinya mati pikir gadis itu, namun sesuatu tak terduga malah membuatnya terdiam seketika.


Cup...Leo mengecup bibirnya,walau hanya sekedar mengecup dan tak lebih sedikitpun serta itu hanya seperkian detik tapi langsung membuat Ariel diam seperti patung.


Sedangkan Ariel hanya diam memasang muka datarnya,dalam hati ia berjanji akan menghajar cowok yang sedang menggendingnya ini sampai minta ampun.


Kalau saja orang yang mengecup bibir suci tadi bukan Leo,sudah dipastikan akan ia jadikan samsak tinju kemudian menjadi boneka mainan untuk praktek Shasa.Dulu aja pernah pas masih sekolah dinegara asalnya, ia pernah matahin tangan dan kaki cowok sampai orangnya harus dirawat dirumah sakit dalam waktu lumayan lama plus dikeluarin dari sekolah.Alasananya karena cowok itu berani berani gombalin dia,jadilah sejak saat itu anak anak cowok satu sekolahnya gak pernah ada yang berani ngajak ngomong dia duluan atau cuma buat sekedar natap dia dalam waktu lama.Bahkan guru guru laki laki disekolahnya waktu itu juga ikut rada takut sama dia sejak saat itu,Iblis Sekolah adalah julukan yang ia dapatkan waktu itu.


"Kamu gak usah natap aku datar gitu trus gak usah ngebatin juga"ujar Leo yang mengetahui kalau gadis didalam gendongannya itu sedang menatapnya datar serta punya niat sesuatu untuknya,Ariel mendengus pelan mendengar perkataannya itu.


"Mau aku anter kekamar kamu atau kekamarnya Shasa?atau mungkin kekamar aku?"tanya Leo menaik turunkan alisnya sambil menatap Ariel,ia hendak menggoda gadis itu.


Glup...Leo menelan ludahnya kasar saat Ariel membalas tatapannya dengan tatapan datar nan tajam seperti ingin mengulitinya saja.


"A-aku bercanda kok Riel"ucap Leo sebelum gadis itu memasuki mode iblisnya.

__ADS_1


"K-a-m-a-r S-h-a-s-a"ujar Ariel datar dan penuh penekanan disetiap hurufnya.


"I-iya"jawab Leo agak merinding merinding gimana gitu.


"Udah sampai"ujar Leo menurunkan Ariel dari gendongannya secara perlahan setelah sampai tepat didepan pintu kamar Shasa.


Brak...tanpa basa basi dan berucap satu katapun,Ariel masuk kedalam kamar Shasa lalu menutup pintu kamar itu dengan keras.


Meninggalkan Leo yang masih berada didepan pintu kamar itu dan tengah


mengusap dadanya akibat kaget dengan suara bantingan pintu.


*Gini banget nasib gue ngadapin cewek kutub selatan setengah iblis*batin Leo.


"Tapi gak heran sih Riel kayak gitu,orang bapaknya juga semodelan mana lebih parah lagi"gumam Leo sembari melangkah meninggalkan tempat itu.


Ariel menutup pintu kamar Shasa dengan cara membantingnya sehingga menimbulkan suara yang cukup keras,ia tak terlalu peduli kalau itu bisa sampai mengusik tidur sahabatnya yang sepertinya sudah sangat lelap karena dirinya ingin membanting pintu itu saja.Dan beruntungnya Shasa sepertinya tak terusik sama sekali bahkan sahabat Ariel itu terlihat mengeratkan pelukannya keboneka beruang yang cukup besar disebelahnya,Ariel sendiri heran dari mana sang sahabat mendapatkan boneka itu padahal seingatnya Shasa tak ada membawa boneka sebesar itu ke markas ini dari rumah tempat tinggal mereka.


Ariel meletakkan ponselnya diatas nakas kecil disebelah tempat tidur Shasa


*Ini permen sekantong besar juga dari mana cobak?pasti habis ngerampok orang tapi siapa,karena perasaan sejak tinggal dimarkas siShasa belum pernah lagi nguras isi dompet gue deh*tanya Ariel dalam hatinya melihat begitu banyak permen diatas nakas itu,ia bahkan berfikir sejenak siapa korban sahabat termudanya itu kali ini.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga lewat lima belas menit,Ariel yang mulai merasakan kantuk menyerangpun langsung mengambil posisi berbaring dibagian tempat tidur yang kosong disebelah Shasa untuk tidur.


Padahal tadi ia sudah berniat untuk tak tidur sampai pagi karena ia tidak merasakan kantuk akibat kejadian siang tadi yang mebuatnya tertidur cukup lama,tapi ternyata tidak sesuai perkiraannya,Kantuk menyerang membuat matanya menjadi berat.


Saking mengantuknya,begitu seluruh tubuhnya menyentuh kasur dan berbaring dengan posisi nyaman,Ariel terlihat langsung terlelap masuk kealam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2