
Glup....
Tuan Rarendra menelan ludahnya dengan berat menyadari tatapan bosnya yang sangat datar dan dingin kepadanya.
Setelah Tuan Wyle mengantarkan sang istri yang pingsan kekamar milik putrinya dimarkas itu,kini pria berperawakan tegas dan dingin serta penuh wibawa itu kembali keruangan ketempat tangan kanannya yaitu tuan Rarendra berada dengan didampingi oleh Tuan Kimberly.
Ketiga orang itu duduk melingkar dimeja berbentuk oval dengan seorang asisten masing masing yang berdiri dibelakang ketiganya.
"Jelaskan srkarang,bagaimana bisa nona muda dan timnya menghilang seperti ini" suruh Tuan Wyle kepada tuan Rarendra.
"Maaf tuan,tapi sejujurnya saya juga tidak mengetahui kejadian pastinya.Tapi yang jelas bahwa laporan terakhir yang saya terima dari Rion putra saya yaitu beberapa saat sebelum keberangkatan mereka untuk menyerbu markas tempat persembunyian sipengkhianat Frank kemarin malam,namun setelah itu saya dan yang lain tidak bisa menghubungi satupun dari mereka lagi.Bahkan saya juga sudah meminta tim saya untuk memeriksa tempat markas pengkhianat frank itu namun kami juga tak bisa menemukan satupun diantara mereka disana,yang kami temukan hanyalah sisa bekas perkelahian dan beberapa senjata yang tergeletak disana"ujar tuan Rarendra menjelaskan dengan panjang lebar semua informasi yang ia ketahui.
"Haih sial"umpat Kimberly yang sejak tadi sibuk mengitak atik tab miliknya.
"Bagaimana?"tanya tuan Wyle kepada kawannya itu.
Bruk...tuan Kimberly melempar tablet yang ia pegang tadi keatas meja dengan asal karena merasa kesal,baru kemudian laki laki paruh baya itu menoleh kearah kawannya yang baru saja bertanya padanya.
"Alat pelacak yang biasanya selalu dibawa oleh putriku tidak aktif alias mati,pada putrimu juga begitu.Bahkan pak Can juga begitu"ujar tuan Kimberly menjawab pertanyaan tuan Wyle yang barusan.
"Bukan hanya alat pelacak pada kedua putri tuan saja yang tidak aktif,saya juga sudah mencoba melacak titik alat pelacak pada putra saya dan juga Leo.Dan tidak ada satupun yang berfungsi,titik terakhir yang terlihat hanya markas tempat mereka menghilang saja"ujar tuan Rarendra.
"Sekarang kita harus bagaimana Wyle, sepertinya tikus buronanmu itu memanglah bukan tikus sembarangan?"tanya Tuan Kimberly kepada Tuan Wyle.
"Tanpa kau bulaangpun aku tahu kalau tikus yang kusuruh bereskan kepada nona muda Wyle bukan tikus sembarangan"ujar Tuan Wyle datar.
"Cks,bisakah kau berhenti memanggil putrimu sendiri seperti itu.Kau tidak seperti papanya saja dengan memanggilnya nona muda,lebih mirip seperti rekan kerja saja"ujar Tuan Kimberly kepada kawannya yang jelmaan kutub utara itu.
"Dalam urusan bisnis seperti ini aku memang menganggap nona muda Wyle sebagai rekan bukan sebagai keluarga,dalam bisnis tidak ada istilah keluarga"saut Tuan Wyle yang tidak terlalu suka dengan perkataan temannya yang seperti menegurnya saja.
"Ya terserah kaulah Lion,aku hanya menasehatimu saja.Tapi jangan menyesal jika suatu saat terjadi sesuatu dengan putrimu Ariel karena sikap dan prinsip keras milikmu itu"oceh Tuan Kimberly.
__ADS_1
Tuan Wyle hanya memutar bola mata malas mendengar ocehan sahabatnya itu,lagi pula laki laki itu yakin kalau apa yang ia lakukan selama ini benar.Selain itu ini semua demi menjaga nama besar dan terhormat keluarga Wyle dan tentunya juga menjaga eksistensi kerajaan bisnis miliknya,jadi tentu saja ia harus memastikan pewarisnya nanti memiliki kemampuan dan pemikiran yang kuat dalam melakukan apapun.
Disisi lain tuan Rarendra memilih untuk diam dan tidak terlibat dalam perdebatan bosnya itu dengan kawan sang bos,kalau boleh jujur didalam hatinya laki laki sebenarnya itu setuju dengan semua yang dikatakan oleh kawan bosnya itu.Ya tapi balik lagi,itu bukan ranahnya jadi ia tak mau ikut campur.
*Ah iya tablet itu,kenapa aku bisa sampai lupa*batin tuan Rarendra setelah mengingat sesuatu.
"Ekhem,tuan tuan"panggil tuan Rarendra kepada Tuan Wyle dan juga Tuan Kimberly.
Tuan Wyle dan Tuan Kimberly-pun langsung menoleh kearahnya setelah mendengar panggilannya itu.
"Anu,sebenarnya siang hari sebelum nona muda dan timnya melaksanakan langkah terakhirnya.Nona muda mengirim sebuah paket kekantor saya"ujar tuan Kimberly.
"Paket apa?"tanya Tuan Wyle datar.
"Isi paket itu adalah sebuah Tablet,ini tabletnya"jawab tuan Rarendra,dan langsung menyodorkan benda persegi panjang berupa tablet kepada bos besarnya.
Tuan Wyle langsung meraih tablet yang disodorkan tangan kanannya itu,ia melihat bentuk fisik tablet itu dan mulai menekan tombol power untuk mengaktifkannya.
"Tablet itu kelihatannya memerlukan kombinasi huruf untuk membukanya Wyle"ujar Tuan Kimberly yang melihatnya.
"Apa sandinya?"tanya Tuan Wyle kepada tuan Rarendra.
"Maaf Tuan,tapi saya tidak mengetahuinya. Didalam secarik kertas yang juga ikut ditaruh didalam paket itu,disana hanya tertera kalau tablet itu akan berguna disaat tak terduga.
Dalam secarik kertas itu juga nona muda menuliskan kalau sandi pembukanya sudah nona muda berikan kepada seseorang yang lebih berhak dari saya"jelas tuan Rarendra menjawab pertanyaan dari bosnya.
"Seseorang yang lebih berhak ya?"gumam Tuan Kimberly mulai berfikir.
"Ah,orang itu pasti kau Wyle.Coba ingat ingat apakah putrimu mengatakan sesuatu hal yang aneh akhir akhir ini saat berbicara melalui telepon denganmu?"ujar Tuan Kimberly yang dengan cepat menebak.
"Yang dikatakan tuan Kimberly ada benarnya Tuan,orang yang lebih berhak dari saya disini tentu saja hanya Tuan sendiri"ujar tuan Rarendra menyetujui saran dari Tuan Kimberly.
__ADS_1
Tuan Wlye diam dan mulai berfikir sambil mengingat ngingat,laki laki paruh baya itu memilih untuk mengikuti saran dari kawan dan juga salah satu tangan kanannya itu.
*Bagaimana dengan pembicaraan terakhir saat itu*batin Tuan Wyle mulai mengingat sesuatu.
~Flasback On~
Tuan Wyle duduk dikursi dibalik meja kerjanya,laki laki yang menempati posisi teratas dikeluarga Wyle itu terlihat sangat fokus pada pekerjaannya.Sampai akhirnya terdengar suara deringan telepon miliknya mengusik pekerjaannya,setelah melihat siapa penelepon itu dengan tanpa basa basi tuan Wyle langsung menerima panggilan itu.
"Ada apa perlu apa nona muda Wyle menelpon,saya harap ini hal yang penting karena nona muda baru saja mengganggu saya bekerja"ujar tuan Wyle dengan dingin dan datar.
"Maaf Tuan Wyle,ini hal yang penting menyangkut misi"suara nona muda Ariel terdengar dari seberang sana terdengar tak kalah datar dan dingin dari papanya.
"Cepat katakan"tuan Wyle
"Saya dan tim akan melakukan penyerangan malam ini"Ariel
"Akhirnya sampai ketahap akhir juga,kerjamu sangat lambat nona muda.Ada lagi?"Tuan Wyle.
"Tidak Tuan"Ariel.
"Kalau begitu saya tutup"Tuan Wyle.
"Tunggu pa"Ariel
"Nona muda,sudah berapa kali saya kat..."Tuan Wyle.
"Tahap Terakhir,papa harus ingat itu"Ariel
Tut...tut...tut...panggilan dimatikan.
~Flasback Off~
__ADS_1