The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 31


__ADS_3

Di kamarnya Shasa terus saja mengganti posisi dan gaya tidurnya,padahal waktu diruang Tv ia merasa mengantuk sekali karena ingin tidur tapi sudah 15 menit berlalu tapi ia masih belum terlelap.Tiba tiba sesuatu terlintas dipikiran Shasa,ia segera bangkit dari posisi tidurnya lalu segera mengambil telepon genggam miliknya membuka menu kontak dan segera mencari nomor yang ingin segera ia hubungi.


"KETEMU!"seru Shasa bahagia menemukan nomor yang ia cari,ia reflek segera menutup mulutnya sendiri saat sadar suara yang ia keluarkan cukup keras tapi untung saja kamarnya itu kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengarnya.


"Untung aja nomornya masih ada gak ke hapus"gumam Shasa bersyukur,Shasa segera mengklik nomor itu untuk menghubunginya.


Tut...tut...tut...telepon itu menyambungkan


"Halo"sapa orang dari seberang sana menandakan telepon sudah tersambung.


"Halo pak Can,ini Shasa"sapa balik Shasa melalui hpnya.


"Eh nona muda,maaf saya melihat nama kontak nona saat mengangkat panggilan jadi saya tidak tau kalau nona yang menghubungi saya.Sekali lagi maaf"ucap orang yang dipanggil pak Cen oleh Shasa.


"Gak papa kok pak Cen,Shasa juga minta maaf karena ganggu pak Cen malam malam gini"jawab Shasa.


"Malam?maaf nona disini baru jam tiga sorean"jawab pak Cen mengkoreksi waktu yang Shasa katakan.


"O iya ya,Shasa lupa kalau Shasa kan di Indonesia sedangkan pak Cen di francis jadi beda waktu"ucap Shasa benar benar lupa akan hal itu,perbedaan waktu di Indonesia sekitar lima jam lebih cepat dibanding dengan di Francis*(kalau gak percaya cari tau sendiri)*


"Oh iya nona,ada perlu apa sampai menghubungi saya?"tanya pak Cen pada Shasa.


"Ini pak Cen,pak Cen bisa kirim orang suruhan pak Cen ke Indonesia gak?"tanya Shasa mulai mengutarakan maksudnya.


"Ke Indonesia?itu sebenarnya mudah saja nona,tapi nona memerlukan mereka untuk apa memangnya kalau boleh tau?"jawab pak Cen pada majikannya itu.

__ADS_1


"Adalah pak Cen,tapi Shasa minta tolong ya jangan sampai orang tua Shasa tau soal ini"pinta Shasa.


"Baik nona kalau itu yang nona inginkan,saya sendiri dan beberapa orang saya yang akan menyusul nona ke Indonesia"ucap pak Cen tegas.


"Benarkah,tapi emangnya orang tua Shasa gak bakal curiga ya kalau pak Cen ikut juga?"tanya Shasa sedikit khawatir.


"Kalau soal itu nona muda tenang saja,saya pastikan tuan dan nyonya tidak akan curiga sedikitpun"balas pak Cen dengan sangat yakin.


"Baguslah kalau begitu,jadi kapan pak Cen akan ke Indonesia?"tanya Shasa.


"Besok,kami akan berangkat besok juga nona"jawab pak Cen dari seberang sana.


"Baik pak Cen,kalau begitu teleponnya saya tutup dulu.Sampai jumpa di Indonesia,


Selamat malam"ucap Shasa mengakhiri percakapan.


Setelah menutup teleponnya,Shasa sedikit merasa lega dan memutuskan untuk tidur kembali karena besok ia masih harus sekolah jangan sampai ia bangun terlambat.


Kalau kalau kalian ingin tahu,pak Cen itu salah satu orang suruhan sekaligus orang kepercayaan keluarganya yaitu Keluarga Kimberly.Pak Cen memang di tugaskan oleh kedua orang tua Shasa untuk membantunya kapanpun Shasa butuh,hal ini karena kedua orang tua Shasa itu merupakan orang yang sibuk apalagi pekerjaan ayahnya sebagai pebisnis lestoran dan hotel ternama dan ibunya yang merupakan seorang model.


Tentu saja terkadang mereka tidak punya banyak waktu untuk mengawasi dan menjaganya takutnya ada yang


Jika Shasa baru saja terlelap di kamarnya maka beda lagi dengan Ariel yang juga ada di kamarnya,gadis itu kelihatannya belum punya niat sedikitpun untuk tidur.Mata nya fokus pada komputer yang ada di depannya dengan jarinya juga sibuk menekan nekan tombol keyboard komputer itu tapi pikirannya entah kemana.


Ariel saat ini sangat merasa kesal pada seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Papanya sendiri siapa lagi kalau buka tuan Wyle,tadi sesampainya ia di kamarnya hp miliknya berbunyi karena papanya menghubunginya.Iya mengangkat telepon itu segera tapi sedetik kemudian ia menyesal mengangkat telepon itu.

__ADS_1


~flasback on~


"Halo pa"sapa nya dengan sopan.


"APA SAJA YANG KAU LAKUKAN DI SANA NONA ARIEL SUN WYLE"bentak sang papa dari seberang sana tanpa basa basi.


"Maksud papa"ucap Ariel sangat kaget dengan bentakan sang papa.


"SUDAH BERAPA LAMA ANDA DI SANA TAPI ANDA MASIH BELUM BISA JUGA UNTUK MENANGKAP ORANG ITU"Ucap papanya yang masih membentaknya dengan suara keras.


"Saya sudah berusaha sebaik mungkin pa"jawab Ariel berusaha menahan emosinya agar tidak meledak.


"BERUSAHA KAU BILANG!INGAT KAU ITU PEWARIS KU JANGAN MENJADI LAMBAT DAN LEMAH SEPERTI ITU,ITU BUKAN SIFAT SEORANG PEWARIS.SELESAIKAN TUGASMU SECEPAT MUNGKIN JANGAN SAMPAI SAMPAI SAYA MENYESAL DENGAN KEPUTUSAN SAYA MEMILIHMU MENJADI PENERUS SAYA tut..."lagi dan lagi bentakan dari sang papa yang terdengar disambung dengan bunyi telepon yang ditutup sepihak oleh papanya.


"SIALAN!"teriak Ariel


prang...suara hpnya yang ia banting dengan keras dilantai untuk melampiaskan amarahnya,dipastikan kondisi telepon genggamnya itu sudah tak berbentuk lagi.


~flasback off~


Dan disinilah ia saat ini duduk didepan komputernya,awalnya ia pamit ke kamarnya untuk beristirahat lebih awal karena ia merasa sangat kelelahan baik fisik dan pikirannya akibat pekerjaannya.Tapi semua rasa lelah itu seketika entah kemana setelah telepon yang ia dapat dari papanya,ia bangkit dari tempat duduknya berjalan ke tempat tidurnya lalu melempar dirinya di sana.


Ariel dalam posisi telentang di atas kasur menatap langit langit kamarnya dengan sendu,ia mengingat ingat kapan terakhir kalinya ia merasakan hidup yang tenang tanpa tekanan seperti saat ini itu sudah lama sekali mungkin saat ia masih sekolah dasar.


Ia ingat sekali awal mula dari semua ini itu dimulai saat ia dipilih dan ditetapkan papanya tuan Wyle sebagai pewaris utama kerajaan bisnis sang papa,saat itu ia hampir lulus sekolah dasar.

__ADS_1


Kehidupannya mulai berubah saat itu,setelah lulus dari sekolah dasar.Papanya mulai mengajarinya tentang menjadi seorang pewaris,bisnis,dan perusahaan bahkan ia mulai sudah kehilangan sebagian besar waktu bermainnya.Bahkan setiap ia terlibat obrolan dengan sang papa pasti tidak jauh dengan bisnis,ia sangat ingin mendapat perlakuan dan kasih sayang seperti anak anak lain dari sang ayah tapi itu tak bisa ia dapatkan.Selain itu keselamatannya juga sering terancam sejak menjadi penerus papanya,banyak musuh dan saingan bisnis papanya yang mengincarnya setiap saat.


Bahkan sekitar dua tahun yang lalu....


__ADS_2