The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 109


__ADS_3

"Ada bener nya juga sih omongan lo Re"saut Kayla membenarkan ucapan sahabatnya itu,ia melihat Ariel dan Shasa secara bergantian.


"Kay kenapa liatin Shasa sama Riri gitu?"tanya Shasa menyadari hal itu.


"Eh gak papa"jawab Kayla.


"Kalian berapa lama disana?"tanya Ariel kepada Aurel dan Kayla.


"Gue sih palingan sekitar dua atau tiga harian doang paling lama"jawab Kayla.


"Aku juga kurang lebih sama kayak Kay,Ri"jawab Aurel juga.


"Oh"ujar Ariel hanya ber-oh singkat setelah mendapat jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan.


"Semuanya udah selesai sarapan kan?"tanya Aurel kepada kembaran dan dua sahabatnya.


"Udah"jawab Ariel,Shasa,dan Kayla hampir bersamaan.


"Kalau udah,yuk berangkat sekolah"ajak Aurel kepada ketiganya.


Ariel,Shasa,dan Kayla mengangguk setuju, kemudian keempatnya pun segera beranjak dari meja makan menuju ke garasi.


Ariel dan Shasa saat ini sedang berada di mobil yang sama untuk pergi ke sekolah mereka sedangkan Aurel dan Kayla berada di mobil yang sama,alasan Ariel memilih ikut mobil Shasa adalah selain karena mobilnya masih di bengkel tapi juga karena ia bisa bebas membicarakan apapun dengan Shasa tanpa ada kembarannya dan Kayla didekat mereka.Dan untuk kali ini Shasa lah yang memegang kemudi,alasannya karena ini mobil miliknya.


"Ri yang tadi itu kayaknya bokap lo yang atur deh"ujar Shasa kepada Ariel.


"Kayaknya dua acara itu memang ada dan kebetulan terlaksana saat papa mau bikin rencana dia,akhirnya digabungin dengan rencana papa"saut Ariel.


"Kenapa menurut lo gitu?"tanya Shasa.

__ADS_1


"Kakaknya Kay kuliah di universitas ternama di AS dan acara mama juga pasti udah di plan bukan dalam waktu singkat"jelas Ariel.


"Trus rencana papa lo ada di bagian mana?"tanya Shasa lagi.


"Menurut analisis gue,rencana papa bakal berkaitan waktu lamanya Kay di AS dan Rere Prancis.Gue bisa jamin jadwal balik mereka kesini lagi nanti bakal ditunda cukup lama"jawab Ariel dengan sangat yakin.


"Sangat masuk akal"ujar Shasa mendengar hasil analisis sahabatnya itu.


"Btw gimana luka luka lo,udah baikan belum?"tanya Shasa kali ini bertanya tentang luka Ariel,yang sahabatnya itu dapat saat kejadian kemarin malam.


"Mendingan,rada perih dikit kena air"jawab Ariel.


"bagus deh,untung aja almamater sekolah kita itu lengan panjang jadi lo gak perlu pakai hoodie atau switer buat nutupin perban luka lo"ujar Shasa menoleh sebentar ke arah samping dimana Ariel duduk.


"Ya emang untung"saut Ariel.


"Oh iya nanti pulang sekolah kita jadi ke markas kan Ri?gue udah gak sabar main sama tahanan kita"tanya Shasa memastikan rencana mereka kemarin malam.


"Loh kok ditunda sih?"protes Shasa kepada Ariel.


"Kita harus bantuin mereka packing koper nanti"jelas Ariel.


"Iya juga sih,yau dah deh tunda dulu aja"ujar Shasa sedikit kecewa karena gagal lagi dengan rencananya bermain main dengan tuan Lui.


"Sabat,lagi pula akan lebih menyenangkan bermain dalam waktu yang lapang dari pada harus mepet waktu"ucap Ariel meminta Shasa sabar.


"Baiklah"balas Shasa.


Tak terasa mereka sudah memasuki area sekolah dan melaju menuju kearah parkiran mobil khusus murid,mobil mereka berhenti tepat disebelah mobil Kay yang beberapa detik lebih awal terparkir disana.

__ADS_1


Keempat siswi SMA itu keluar dari mobil yang mereka gunakan setelah itu segera berjalan menuju ke kelas mereka sebelum bunyi bel masuk terdengar.


Sementara waktu kita beralih ke tempat tuan Frank berada saat ini,Pria paruh baya itu saat ini terlihat menggeram menahan amarah sambil menggenggam kuat ponsel ditangannya.Bagaimana tidak merasa marah dan murka kalau barusan salah satu bawahannya baru saja memberi kabar yang sangat mengejutkan yakni salah salah satu orang kepercayaannya beserta anak buahnya yang lain telah dihabisi oleh gadis remaja yang menjadi musuhnya saat ini dan tengah mengincar dirinya juga,hal itu membuatnya sangat terkejut padahal baru kemarin ia memberi tugas kepada bawahannya yang tewas untuk mengancam dan memperingati gadis kecil itu tapi malahan nyawa mereka yang melayang.


"Gadis kecil itu,aku tidak menyangka nona muda pewaris utama Wyle sangat berani bertindak sampai seperti itu"ujar tuan Frank berbicara pada dirinya sendiri.


"Bukankah seharusnya trauma dan larangan yang diberikan saudari serta ibunya masih berlaku saat ini,tapi kelihatannya gadis kecil itu sudah memotong rantai penahannya" gumam tuan Frank,sepertinya pria berdarah asing itu cukup paham dengan keadaan keluarga Wyle yang menjadi musuhnya itu.


Pria tua itu bergerak dari tempatnya berdiri menuju ke arah tempat saklar lampu ruangan dimana ia berada sekarang kemudian menyalakan lampu di ruangan itu dan kemudian mematikan lilin yang tadinya menjadi penerangan utama dalam ruangan itu,saat lampu dinyalakan langsung semua sudut ruangan dapat terlihat jelas.


Dan disalah satu sisi dinding ruangan itu terdapat banyak foto dan potongan potongan kertas yang berisi tulisan yang sengaja ditempel disana oleh seseorang dan sepertinya itu dilakukan oleh tuan Frank sendiri,Pria paruh baya itu mendekat kearah sana sambil mengamati dengan serius semua yang tertempel didinding didepannya.


Semua foto dan kertas kertas yang ditempel disana tak jauh jauh berisi dan ada kaitannya tentang keluarga Wyle dan perusahaan milik keluarga itu.


"Kalau sampai pewaris muda itu sudah berani bertindak seperti itu,itu artinya yang akan ku hadapi bukanlah gadis kecil biasa lagi tapi iblis kecilnya tuan Wyle yang sangat berbahaya"ucap tuan Frank lagi lagi berbicara kepada dirinya sendiri.


Terlihat atau tidak mengetahui keadaan seperti yang baru ia ucapkan,tuan Frank sedikit banyaknya merasa sangat khawatir dengan hal itu karena itu akan sangat mempersulit dirinya dan tentu jalannya semua rencana yang telah ia susun bukan dalan waktu yang sebentar tapi memakan waktu tahunan supaya bisa sampai sekarang.


Tok...tok...tok...suara pintu ruangannya dibuka


"Masuk!"suruh tuan Frank


"Tuan memanggil saya?"tanya orang yang baru datang itu.


"Tambah pengawasan kepada pewaris Wyle itu beserta kembaran dan kedua sahabatnya juga,laporkan semuanya kepada saya.Dan tingkatkan ke hati hatian kalian terhadap mereka,jangan sampai terdeteksi"ujar tuan Frank memberi perintah.


"Hanya itu saja tuan?"tanya orang itu.


"Bungkam semua orang orang yang berhubungan dengan rekan rekan kalian yang tewas itu jangan sampai buka mulut soal apapun,kalau mereka berontak bersihkan saja"lanjut tuan Frank kepada orang bawahannya itu.

__ADS_1


"Baik tuan,akan saya laksanakan"ujar orang itu kepada tuan Frank,setelah itu langsung meninggalkan ruangan bosnya itu segera.


__ADS_2