The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 167


__ADS_3

"Hehehe,tadi aku dan Elena sedang saling melakukan pemeriksaan rutin ponsel masing masing seperti biasa"cengir tuan Kimberly.


"Masih melakukan tradisi konyol kalian itu?"tanya tuan Wyle.


"Itu bukan kebiasaan konyol Lion,tapi itu salah satu cara menjaga hubungan sebagai pasangan"ujar tuan Kimberly


"Tapi kalian melakukannya sudah dari semenjak pacaran,itulah konyol yangku maksud"ujar tuan Wyle datar.


"Ya setidaknya kebiasaanku dan istriku itu masih lebih baik dari pada yang kau lakukan Lion"ujar tuan Kimbery yang mulai tampak kesal dengan sobat jelmaan kutub selatan ini.


"Aku tak pernah melakukan hal konyol seperti itu"ujar tuan Wyle datar.


"Yang seperti yang ku lakukan memang tidak pernah,tapi pria mana yang menyuruh orang orang bawahannya untuk mengintai gadis yang tak sengaja ia temui dikampus selama 24 jam lebih"ujar tuan Kimberly mulai mengingat masa muda mereka.


"Bukan mengintai tapi menjaganya,kau tidak tahu saja banyak pria yang menggoda Hera saat itu.Tentu saja aku tak mau dia digoda oleh para jelmaan bajingan itu"ujar tuan Wyle.


"Tentu saja aku tau,Istrimu itukan dulu salah satu primadona kampus.Bagaimana seseorang langsung menempelkan pisau dileherku,saat aku mengatakan kalau aku cukup dekat dengan Hera" ujar tuan Kimberly.


"Dia itu milikku Cari yang lain atau pisau ini akan menancap dilehermu"menirukan cara berbicara seseorang.


"Cih belum kenal aja udah dicap hak milik duluan"lanjut tuan Kimberly berdecih.


"Jangan bahas masa lalu,pikirkan apa yang akan kita hadapi saat sampai nanti"ujar tuan Wyle datar.


"Kenapa aku yang harus memikirkannya, itukan tugasmu.Jadi pikirkan saja sendiri"saut tuan Kimberly acuh,tak mempedulikan raut wajah tuan Wyle yang langsung nampak menahan kesal mendengar jawaban acuh sobatnya itu.


Emang tuan Erik Kimbery ini benar benar masuk dalam kategori orang yang paling bisa santai dan gak ada takut takutnya sama sobatnya sejak menginjak bangku perkuliahan dulu,bahkan bukannya menghindari amukan tapi laki laki itu malah sering dengan sengaja memancing kekesalan sobatnya itu.Kalau kata tuan Wyast ayahnya Kayla yang merupakan teman kedua laki laki itu sih,tuan Kimberly itu kucing yang punya banyak nyawa.Buktinya seberapa seringpun Dadynya Shasa itu mencari masalah dan mengajak berdebat papanya twins A itu, lihatlah kondisi tuan Kimberly saat ini masih sehat wal'awafiat.


"Eh Lion"panggil tuan Kimberly memecah keheningan yang sempat terjadi.


"Hm"dehem tuan Wyle sebagai respon atas panggilan tuan Kimberly itu.


"Bagaimana dengan Wyast,putrinya masih aman didalam jangkauannyakan?"tanya tuan Kimberly.

__ADS_1


"Tidak"jawab tuan Wyle singkat.


"Maksudnya?ayo jelaskan padaku"pinta tuan Kimberly.


"Putrinya juga sudah pergi keIndonesia lagi"ujar Tuan Wyle.


"Gimana bisa?putrinya kabur dibantu sama bodyguard juga kayak putrimu?"tanya Tuan Kimberly.


"Tidak,Robert yang membantu sang adik untuk pergi tanpa sepengetahuan sang ayah.Sungguh bodoh"jawab tuan Wyle datar.


"Bukan bodoh,mungkin putra sulung Wyast itu kasihan dengan sang adik"ujar tuan Kimberly.


"Lalu bagaimana,abang tua kita itu tidak berniat menyusul?"tanya Dadynya Shasa itu.


"Wyast menyuruh putra sulungnya untuk menyusul putri bungsunya,dia tak bisa turun langsung karena memiliki jadwal operasi yang tak bisa ditinggalkan"jawab Tuan Wyle.


"Prinsip hidup sebagai dokter untuk mengutamakan pasien lebih dari apapun termasuk keluarga,abang tua kita itu masih memegang prinsip itu ternyata"ujar tuan Kimberly setelah mendengar jawaban tuan Wyle.


"Kehormatan dan kejayaan keluarga Wyle harus dijaga dengan cara apapun,bahkan dengan nyawa"ujar tuan Kimberly, kini menyebutkan prinsip tuan Wyle.


"Aku baru ingat kalau kau sama seperti Wyast kalau sudah berurusan dengan prinsip"lanjut laki laki itu.


"Itu adalah prinsip yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha agar bisa terus tetap bertahan ditengah ancaman saingan bisnis yang berbahaya"ujar tuan Wyle.


"Aku tau sebagai pebisnis kita memang harus memiliki prinsip yang kuat Wyle,tapi mengorbankan keluarga?aku tak setuju dengan itu.Kehilangan harta bisa dicari kembali tapi kehilangan keluarga?tak ada gantinya yang sama"ujar tuan Kimberly berubah menjadi serius.


"Diamlah,jangan menasehatiku"ujar tuan Wyle datar.


Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara kedua laki laki yang berstatus sebagai kepala keluarga dikeluarga masing masing itu.


Ditempat duduk lain didalam jet pribadi itu,tak begitu jauh letaknya dari tempat dua suami mereka duduk,Terlihat nyonya Wyle dan nyonya Kimberly yang duduk bersebelahan pula persis seperti kedua suami mereka.


"Bahkan saat ia tahu kalau keadaan kedua putrinya dalam bahaya,dua masih bisa santai mengobrol begitu"guman nyonya Kimberly yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik suaminya.

__ADS_1


"Apa kalian bertengkar?tak biasanya kau berbicara dengan nada dan kata seperti itu jika bersangkutan dengan suamimu Hera?"tanya nyonya Kimberly yang mendengar gumaman sahabatnya itu.


"Menurutmu,ekspresiku saat ini bagaimana kelihatannya Elena?" bukannya menjawab,Hera malah bertanya ketus kepada sahabatnya itu.


"Menurutku sih kau memang sedang bertengkar dan marah pada suamimu,sangat bisa terlihat dan ditebak dari raut wajahmu saat ini"jawab Nyonya Elena Kimberly.


"Kalau sudah tau,kenapa masih bertanya"ujar Nyonya Hera ketus.


"Cks,kalau sedang marah atau merasa kesal pada suamimu jangan lampiaskan padaku"ujar Nyonya Kimberly


"Maaf,tapi perasaanku sedang campur aduk sekarang.Aku sangat merasa khawatir kepada kedua putriku,terutama putri bungsuku Ariel.


Entah hal bahaya apalagi yang Lion papanya suruh ia lakukan saat ini"ujar Nyonya Wyle.


"Kamu sendiri tidak khawatir dengan putri tunggalmu Elena?bukankah Shasa membantu putriku Ariel untuk mengerjakan tugas dari suamiku?"tanya Hera kepada Elena.


"Pertanyaan macam apa itu?tentu saja sebagai ibu aku khawatir dengan my princes Shasa,apalagi dia anak tunggalku"jawab Elena.


"Aku juga sempat marah dan berdebat dengan Erik tadi saat membaca pesan yang dikirim suamimu keponsel suamiku,tapi kekhatiranku sedikit berkurang saat ini"lanjut wanita ibu satu anak itu.


"Kenapa kekhatiranmu bisa berkurang?"tanya Hera merasa heran.


"Erik memberitahuku satu fakta yang selama ini ia sembunyikan tentang putri kami"jawab Elena.


"Fakta apa?"tanya Hera


"Fakta kalau ternyata putri kami Shasa mewarisi sifat dan sisi tersembunyi dari keluarganya"jawab Elena.


"Maksudmu sifat dan sisi tersembunyi itu,jangan bilang.."belum sempat nyonya Wyle menyelesaikan perkataannya tapi sudah terlebih dahulu dipotong oleh nyonya Kimberly.


"Ya sifat moster alias spikopat keluarganya ternyata dimiliki oleh putriku yang imut itu, anak dan suamiku itu menyembunyikan hal ini dariku selama ini"ujar nyonya Kimberly.


"Meski merasa khawatir tapi setidaknya aku bisa sedikit tenang saat yakin kalau putri tunggalku itu pasti tidak akan menagis ketakutan kalau memang terjadi sesuatu yang gawat dengannya,malah sebaliknya putriku itu pasti merasa bahagia sekarang"lanjut Wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2