
"Kenapa lo bisa bilang gitu?"tanya Leo
"Alasannya karena pertama wajah kalian baru,kedua sorot mata kalian berdua juga dari tadi bergerak menelusuri sudut demi sudut bar ini seperti mencari sesuatu"jawab bartender itu.
"WINE SATU"teriak salah seorang pengunjung dari salah satu sudut bar.
"Tunggu sebentar"ujar sang bartender pergi sejenak dari sana untuk mengantarkan pesanan pengunjung itu karena tidak ada pelayan yang ada didekat sana saat itu.
"Sorry menunggu lama,orang tadi rada ribet" ucap Bartender pada Leo dan Ariel,kedua remaja itu langsung mengangguk paham.
"Oh iya,gue ngoceh dari tadi tapi belum memperkenalkan diri pada kalian"lanjut sang bartender.
"tidak perlu repot repot"saut Leo pada bartender itu.
"Tidak repot kok,perkenalkan nama gue Richart atau bartender Ri saja juga gak papa"ucap bartender itu memperkenalkan dirinya sendiri tanpa diminta pada Leo dan Ariel.
"Seperti yang gue bilang tadi,apa yang kalian cari sampai kalian datang ke bar ini?"tanya Richart pada dua pelanggan yang duduk didepannya itu.
Leo tampak ragu apakah ia harus mengatakan tujuannya kesini atau tidak kepada bartender bernama Richart itu karena ia tidak yakin pria itu bisa dipercaya atau tidak,sedangkan Ariel menatap jengah Richart karena menurutnya pria itu terlalu banyak bicara dan sok akrab sekali dengan mereka.
"Gak usah takut gitu,tenang aja gue jamin gue bakal tutup mulut dan selalu menjaga privasi semua pengunjung disini"ujar Richart menyadari kalau dua pelanggan remajanya itu tampak tidak yakin dengannya.
"Jadi apa yang kalian cari?"tanya Richart lagi,tangannya sibuk ngelap gelas gelas yang digunakan untuk tempat minuman.
Huf...Leo menghela nafasnya pelan kemudian menatap kearah Ariel sebentar baru kembali menghadap kearah Richart lagi.
"Kita berdua sebenarnya mau cari seseorang dan orang orang bilang kami bisa nemuin dia dengan mudah disini"ujar Leo pada Richart,sebenarnya Leo masih ragu tapi mau bagaimana lagi ia tidak punya pilihan lain.
"Siapa?siapa tau gue bisa bantu"tanya Richart.
Leo segera mengeluarkan sesuatu dari saku jaket yang ia kenakan,itu adalah selembar foto seseorang kemudian ia menyodorkannya pada Richart.Richart menerima foto itu dan memperhatikannya sejenak,pria itu tampak seperti berfikir kemudian mengangguk pelan kemudian menatap Leo dan Ariel secara bergantian kemudian mulai bicara.
__ADS_1
"Kalian datang ketempat yang tepat buat nyari orang dalam foto itu karena orang itu salah satu pengunjung tetap disini"ujar Richart,ia melihat kiri kanan memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan itu.
"Kalau kalian ingin nemuin dia kebetulan orangnya ada disini,kalian harus sabar nunggu dulu"lanjut Richart.
"Kenapa?"tanya Ariel datar.
"Wah akhirnya teman perempuanmu ini mau bicara juga,karena dari tadi dia hanya diam"ujar Richart pada Leo.
"kenapa?itu karena jam segini,orang itu masih sibuk dilantai atas dan You know it. One of the night world activities"ujar Richart pada Leo dan Ariel.
"Kalian paham kan maksud gue?"tanya Richart pada dua remaja didepannya itu,memastikan apa mereka paham dengan yang dia bilang tau.
Leo dan Ariel mengangguk mengiyakan,ya meskipun keduanya bukan anak bar tapi yang dimaksud Richart itu pasti tidak jauh dengan hubungannya dengan gadis gadis bayaran.
"Tapi kalian tenang dan sabar aja nunggunya karena orang itu bakal turun lagi kesini kok,gue cukup hapal kegiatannya didalam bar ini"ujar Richart.
"Thank infonya,lo mau imbalan apa?"tanya Leo langsung.
"Gak usah sok gak enakan,ini ambil tapi ingat lo jangan bilang kalau kita berdua pernah datang kesini dan nanyain sesuatu buat lo"ujar Leo,ia memberikan selembar kecil kertas putih tapi itu bukan kertas biasa karena itu adalah sebuah cek.
Richart sempat terdiam beberapa saat setelah melihat nominal angka yang tertera pada kertas cek itu,waw nominal yang cukup fantastis baginya.
"Okelah kalau kalian maksa,terima kasih banyak"ujar pria itu langsung menyimpan kertas berharga itu dengan cepat di kantong kemejanya seolah olah takut dicuri orang.
"Sekarang bisa lo cariin kita meja yang strategis dan tentunya kosong gak?"ucap Leo pada Richart.
"Tentu saja,tunggu sebentar biar gue cariin"ujar Richart,pria itu melihat sekeliling bar sejenak.
"Ikut gue"pintanya pada Leo dan Ariel.
Leo dan Ariel berjalan di belakang Richart mereka mengikuti pria itu menuju sebuah meja yang tampak kosong dan cukup strategis seperti yang diminta Leo.
__ADS_1
"Kalian bisa tunggu disini,kalau gitu gue permisi dulu karena gue masih banyak kerjaan.Nikmati waktu kalian"pamit Richart.
"Dan satu lagi,lo jaga teman perempuanmu"
Pesannya pada Leo sebelum benar benar pergi dari sana meninggalkan Leo dan Ariel.
"Ayo duduk Riel,kita nunggu tikus disini aja"ajak Leo pada Ariel.
Keduanya duduk ditempat mereka sambil memperhatikan sekitar tapi tentu saja mereka tak ingin terlihat terlalu mencolok seperti orang yang ingin mencari sesuatu,mereka bersikap seolah olah menikmati suasana di bar itu.
"Pakai ini aja"ujar Leo memasangkan sebuah earphone pada telinga Ariel,ia tau kalau gadis yang sedang duduk disampingnya itu sejak tadi tak begitu menyukai suasana bar ini yang sangat bising.
"Makasih"ucap Ariel singkat pada Leo dengan masih mempertahankan ekspresi datarnya.
Keduanya sekarang kembali pada pikiran masing masing dan tidak ada pembicaraan.
*Rion kemana aja sih,tuh bocah belum datang juga dari tadi.Ini juga anggota komplotan tikus gak muncul muncul dari tadi*dumel Leo dalam hatinya.
Keheningan meja tempat Leo dan Ariel berada seketika terusik akibat salah satu pengunjung bar tiba tiba datang dan langsung duduk tepat disebelah Ariel,orang itu juga berusaha menggoda gadis dingin itu.
"Hai cantik,kok sendirian aja sih om temenin ya?"goda pengunjung itu,tak sampai disitu om om itu juga berusaha memeluk Ariel.
Ariel dengan refleks yang super cepat langsung menghindar dan mendorong dengan keras pengunjung itu sampai terjatuh dilantai bar dan Leo juga langsung menarik Ariel bersembunyi dibelakang punggungnya.
"ANDA APA APAAN GODAIN CEWEK SAYA"ujar Leo geram pada pria yang berani menggoda Ariel itu.
Pengunjung yang merupakan seorang om om itu langsung berdiri dan menatap kearah Ariel kemudian menyipitkan matanya menatap Leo.
"Kok om didorong sih cantik?Dia siapa,pacar kamu?mending sama om aja dijamin kamu bakal bahagia"ujar om om itu dengan sangat genit sontak membuat Ariel langsung ingin muntah mendengarnya karna jijik.
*Wah ini om om kayaknya layak dimutilasi nih*pikir Leo sambil menatap tajam kearah itu om om.
__ADS_1
*Bisa bisanya gue digodain om om,emang dikira gue Kayla apa?yang demen sama om om"dumel Ariel dalam hatinya.