
"Kay jangan dilempar ke sungai Amazon kasian,mending ke kandang singa aja biar cepet"ucap Ariel.
HA...HA...HA....suara tawa terdengar dimeja makan saat itu juga
"Kurang ajar lo,baru juga gue seneng dibelain eh malah ujung ujungnya di nistain juga akhirnya"ucap Kayla kesal.
"Siapa suruh kepedean"ujar Ariel acuh.
"Nistain aja gue terus"ujar Kayla cemberut.
"Makanya jangan bikin orang kesel,yau dah kalian udah selesai sarapan kan kalau udah mendingan kita berangkat ke sekolah aja sekarang dari pada kelamaan nanti telat lagi"ucap Aurel.
Mendengar perkataan Aurel semuanya pun bergegas menyelesaikan sarapan mereka kemudian pergi menuju garasi tempat mobil mereka berada.
"Shasa sama Riri berarti pasti bawa mobil masing masing kan,Kalau gue numpang sama Kay aja"ujar Aurel.
"Hmm/Iya"jawab Ariel dan Shasa.
Setelah itu keempatnya memasuki mobil yang akan mereka pakai ke sekolah yaitu Shasa dan Ariel yang menggunakan mobil masing masing(Ariel menggunakan mobil sport berwarna hitam dengan corak biru dan Shasa menggunakan mobil dengan jenis yang sama tapi beda warna yaitu warna putih bersih),sedangkan Kayla dan Aurel menggunakan satu mobil berwarna merah dengan Kayla yang menyetir.Aurel memang sengaja ikut mobil Kayla,hal ini karena Aurel malas untuk menyetir mobil sendiri.
Setelah menempuh perjalanan mobil Aurel dkk memasuki gerbang sekolah SMA mereka dan langsung menuju parkiran khusus mobil untuk murid.Setelah mobil yang mereka gunakan terparkir rapi,mereka berempat keluar dari mobil mereka tidak lama setelah kedatangan keempat gadis itu Miko dkk juga datang dengan kendaraan mereka masing masing.Aurel dkk memutuskan untuk menunggu Miko dkk khususnya Mia yang satu kelas dengan mereka dan seperti hari hari biasanya pasti kedatangan mereka selalu menjadi pusat perhatian oleh murid murid lain.
"gila Aurel dkk makin cantik aja diliat liat"
"Iya ya gue aja sebagai cewek ngakuin visual mereka"
"Ariel muka dingin tapi pesonanya makin makin aja"
__ADS_1
"Miko dkk juga makin ganteng aja"
"mak calon mantu mu cakep banget tuhan"
"Mimpi lo"
Itulah kira kira kata kata yang keluar dari mulut murid di sana yang rata rata memuji pesona yang di miliki Aurel dkk dan Miko dkk,
sedangkan orang orang yang menjadi topik pembicaraan di sana itu hanya bersikap acuh dan tak peduli.
"Hai guys"
"Selamat pagi"sapa Miko dkk pada Aurel dkk.
"Pagi juga"sapa balik Aurel dkk kepada Miko dkk.
"Ke kelas bareng yuk!"ajak Rion pada cewek cewek.
"Maksud gue itu bukan gitu,kelas kitakan jalannya searah.Nah kita bareng aja itu maksud gue"jelas Rion pada Miko.
"Oh gitu bilang dong yang jelas biar gue paham"ucap Miko.
"Otak lo aja yang dangkal,sama perkataan gue yang sesimpel itu aja lo kagak paham paham"ujar Rion memutar matanya malas.
"Kalian kalau masih mau berantem mendingan kita duluan aja ke kelas deh"ucap Aurel pada dua orang itu.
"Eh jangan dong,bareng aja"jawab Miko.
__ADS_1
Akhirnya mereka berjalan bersama sama meninggalkan parkiran itu menuju ke kelas mereka.
"Kita ke kelas kita dulu ya"pamit Leo saat tiba didepan kelas Aurel dkk.
"Nanti jam istirahat,kita semua ketemuan di kantin ya kayak biasa"ujar Aditya pada Aurel dkk.
"Ok/ Iya"jawab cewek cewek itu.
"Sampai ketemu nanti"ucap Mia pada para cowok yang beranjak pergi dari sana.
Setelah para cowok sudah pergi dari sana ke kelas mereka,Aurel dkk memasuki kelas mereka untuk menunggu bel masuk berbunyi dan guru yang datang ke kelas untuk mengajar pada mata jam mata pelajaran pertama.
Tak lama sekitar sepuluh menit kemudian guru memasuki kelas mereka untuk mengajar mata pelajaran bahasa indonesia,nama guru yang mengajar adalah bu marni dan sekarang mereka sedang mempelajari tentang mengarang dan membaca puisi.
"Baiklah anak anak pada pembelajaran kali ini kita akan belajar tentang Puisi,diantara kalian ada yang bisa buat puisi gak?"tanya bu marni pada murid muridnya.
"gak buk!"jawab semua murid di kelas itu.
"Serius diantara semua murid disini gak ada yang bisa,Ibuk gak yakin pasti ada cuman malu malu aja jadi gak ngaku"ucap bu marni tidak yakin.
"Baiklah oleh karena itu,ibuk sudah menyiapkan sebuah puisi dan sudah ibuk kopi kan sebanyak jumlah anggota kelas kalian,ibu ingin kalian satu persatu maju ke depan secara bergantian untuk membacanya"
"Ketua kelas ayo bagikan ini"pinta Bu mirna menyerahkan lembaran kertas berisi puisi pada sang ketua kelas,dan ketua kelas segera membagikannya satu persatu pada teman teman anggota kelasnya.
Setelah semuanya mendapatkan kertas itu,bu mirna memberikan waktu sekitar lima menit untuk membaca dan memahami puisi itu sebelum para muridnya maju ke depan.
Sekarang tibalah waktu dimana murid maju ke depan,satu persatu nama murid dipanggil secara acak oleh bu Mirna.
__ADS_1
"Baiklah yang pertama Mia,ayo maju ke depan"suruh bu mirna memanggil mia.
Mia yang namanya di panggil untuk jadi pertama sedikit deg degan tapi ia tetap segera maju ke depan.