The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 70


__ADS_3

"Makhluk tak kasat mata apaan?orang yang gue maksud penunggu nih tempat itu nyamuk,kalian aja yang pikirannya langsung kearah mistis"ujar Shasa pada keduanya.


"Ya bahasa lo yang salah,jangan pake kata penunggu kan bisa.Gimana orang gak langsung berfikir kearah sono"ucap Rion.


"Hilih,kalian berdua aja yang dasarnya penakut"ujar Shasa tersenyum remeh pada dua cowok itu.


"Siapa yang penakut?kita gak penakut kok"ucap Leo menolak dibilang penakut oleh Shasa.


Shasa hendak membuka mulutnya untuk membalas perkataan Leo tapi belum sempat suaranya keluar,ia sudah dihentikan oleh suara Ariel.


"Ekhem"suara deheman Ariel serta tatapan datar dan aura dingin dari gadis itu langsung menghentikan kegiatan ketiga remaja lain yang mulai berdebat,secara otomatis mulut mereka tertutup akibat takut Ariel marah kalau mereka nekat untuk tetap melanjutkan perdebatan mereka.


"Eh Riel,ayo kita ambil senjata yang buat kamu diruang penyimpanan senjata.Nanti kamu lupa lagi"ajak Leo mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik baru.


"Hm"saut Ariel singkat,ia mengikuti Leo beranjak dari kawasan latihan menuju ke ruang penyimpanan senjata.


Huf....Rion dan Shasa menghela nafas lega hampir bersamaan setelah Ariel menjauh dari sana.


"Gila aura Ariel kalau lagi gitu,dasyat dan mencekam banget sih.Jadi susah nafas gue di deketnya"ujar Rion


"Asli emang,gue yang sahabatan sama dia udah tahunan masih suka gitu kalau Riri lagi mode gitu"ucap Shasa menyetujui perkataan Rion tentang Ariel.


"Ini semua salah lo sih,cari ribut mulu sama gue"ujar Rion menyalahkan Shasa.


"Enak aja,lo yang mulai cari perkara duluan"saut Shasa tak terima dirinya disalahkan.

__ADS_1


"Ya kalau lo tadi ngomongnya bener gue gak bakal cari perkara"ujar Rion masih menyalahkan Shasa.


"Masih aja lo nyari alasan buat nyalahin gue"ujar Shasa.


"Emang lo yang salah"balas Rion.


Dan keduanya pun akhirnya mulai berdebat kembali dan saling menyalahkan satu sama lain,Oke mulai sekarang kita akan sebaiknya siap siap untuk mendengar perdebatan dari dua orang ini.


Baiklah mari kita tinggalkan dua orang yang sedang sibuk berdebat itu sejenak dan mari kita ke tempatnya Leo dan Ariel,saat ini kedua orang itu sedang menelusuri lorong gedung untuk menuju ke tempat penyimpanan senjata.Tidak ada pembicaraan yang terjadi antara keduanya,Ariel yang dasarnya emang gak terlalu suka ngomong apalagi cuma sekedar basa basi doang sedangkan Leo yang didalam hatinya sebenarnya ingin sekali memulai pembicaraan dengan gadis yang berjalan disampingnya itu tapi gak tau harus ngomong apa.Jadilah akhirnya keduanya hanya diam saja fokus kearah depan sampai mereka sampai ke ruangan yang mereka tuju.


Ceklek suara kunci pintu dibuka kemudian Leo memutar knop pintu lalu membuka pintu dengan cukup lebar sehingga bisa masuk kedalam.


"Ayo masuk Riel"ajak Leo pada Ariel,keduanya memasuki ruangan yang gelap itu.Leo segera menaikkan saklar lampu agar lampu didalam ruangan itu menyala dan agar membuat penglihatan mereka bisa berfungsi dengan baik.


Ariel hanya berdiri saja ditengah ruangan itu sambil matanya menelisik dari sudut ruangan satu ke yang lain guna melihat berbagai jenis senjata yang tersusun rapi dan terlihat sangat terawat dalam ruangan itu,sedangkan Leo pergi ke salah satu sudut ruangan tepatnya menuju sebuah lemari yang ada disana.Pria itu mengambil sebuah kotak kecil dari dalam lemari baru kemudian berjalan kembali ketempat Ariel berdiri saat ini.


Ariel segera menerima kotak kecil itu dari tangan Leo.


"Gak perlu"ujarnya pada Leo,bisa dibilang ia cukup yakin dengan jenis senjata yang diberikan Leo padanya.


"Oh oke,kalau gitu yuk kita pergi ke tempat Rion sama Shasa pasti mereka lagi nungguin kita"ajak Leo untuk pergi dari ruang penyimpanan itu,Ariel mengangguk memberi respon tanda setuju dengan ajakan Leo itu.


"Lama banget lo berdua"ujar Rion pada Leo dan Ariel yang baru datang kembali keruangan awal tempat mereka berempat bertemu tadi.


"ngapain aja lo berdua?"tanya Shasa pada Leo dan Ariel sambil menyipitkan matanya kearah kedua orang itu dengan penuh selidik.

__ADS_1


"Lama apaan sih,lo berdua aja yang gak sabaran orangnya makanya kerasa lama bagi lo berdua"ujar Rion menanggapi perkataan dua orang itu.


"Itu kotak ditangan lo isinya senjata ya Ri?"tanya Shasa melihat kearah kotak kecil yang dipegang sahabatnya itu.


"Hm"jawab Ariel.


"Yau dah kalau gitu gue sama Riri pamit balik dulu ya"ujar Shasa berpamitan pada kedua cowok itu.


"Oke,hati hati lo berdua dijalan"ujar Leo berpesan untuk kedua gadis itu agar berhati hati.


Setelah selesai berpamitan Shasa dan Ariel keluar dari rungan itu kemudian keduanya langsung menuju kearah pintu keluar gedung itu,saat keduanya sampai ke pintu keluar mereka tidak lupa untuk menyapa para penjaga yang ada disana setelah itu baru mereka memasuki mobil Ariel dan menancap gas menjauh dari gedung itu meninggalkan kawasan itu.


"Ri kita langsung balik rumah atau ada rencana ketempat lain lagi?"tanya Shasa didalam mobil.


"Langsung balik,kenapa?"jawab Ariel kemudian bertanya balik,gadis itu saat ini sedang fokus pada jalan didepan serta kemudi ditangannya.


"Gak kenapa kenapa sih cuma nanya aja,bagus kalau gitu gue udah capek banget soalnya mau langsung tidur begitu sampai rumah nanti"jawab Shasa.


Mobil milik Ariel yang sedang membawa si pemilik dan Shasa memasuki gerbang dengan kecepatan rendah,kali ini Ariel tak perlu lagi menggunakan remot kontrol untuk membuka pagar gerbang untuk bisa dilalui mobilnya lagi karena sudah ada satpam baru di rumah tempat tinggal mereka ini.


Mobil berhenti tepat didalam garasi kediaman Aurel dkk,tanpa menunggu lama Shasa dan Ariel keluar dari dalam mobil milik Ariel itu.


Suasana saat mereka berdua memasuki rumah terbilang cukup sepi,sepertinya Aurel dan Kayla sedang ada dikamar mereka masing masing sedangkan para pekerja yang bekerja sebagai pelayan di rumah ini mungkin ada dibelakang atau di bagian dapur untuk melakukan pekerjaan mereka masing masing apalagi mengingat hari ini sudah memasuki sore hari.


"Gue pamit ke kamar ya Ri,ngantuk mau tidur dulu sambil nunggu makan malam"pamit Shasa langsung memasuki kamarnya tanpa menunggu lagi sautan dari Ariel.

__ADS_1


Sama halnya dengan Shasa,Ariel juga segera memasuki kamarnya untuk segera mandi dan membersihkan diri dulu.Baru kemudian setelah selesai bersih dan sudah mengganti baju,Ariel juga memutuskan untuk tidur karena ia juga merasa sangat kelelahan.


__ADS_2