The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 118


__ADS_3

~skip pulang sekolah~


"Lo berdua kalau ada apa apa,hubungin gue yak"ujar Mia kepada Shasa dan Ariel.


"Iya"saut Shasa dan Ariel bersamaan.


Saat ini mereka bertiga sedang berada diparkiran sekolah bersama Miko dkk juga,setelah selesai sesi berpamitan selesai Mia pulang duluan bersama kembarannya disusul Aditya,Ryan sedangkan Rion dan Leo memilih pulang belakangan.


"Kalian pulang dulu atau mau langsung ke markas?"tanya Rion kepada Shasa dan Ariel.


"Ri gimana?"tanya Shasa melempar pertanyaan ke Ariel.


"Kita pulang dulu,ambil baju,dan beberapa peralatan buat nginep"jawab Ariel datar.


"Hah!apa?buat nginep?emang kita mau nginep dimana Ri?"tanya Shasa kepada Ariel.


"Markas,Leo siapin kamar buat gue sama Shasa untuk tidur di markas"jawab Ariel kepada Shasa setelah itu meminta Leo untuk menyiapkan tempat menginap untuknya dan Shasa menginap.


"Oke Riel,dijamin pas kamu sama Shasa sampai markas nanti kamarnya udah siap"ujar Leo dengan cepat mengiyakan permintaan Ariel.


"Yasudah kalau begitu,gue sama Leo ke markas duluan.Kalian juga pulang,sampai jumpa nanti"ujar Rion.


"Oke/hmm"saut Shasa dan Ariel.


Setelah itu keempatnya memasuki mobil masing masing dan bergerak ketempat tujuan masing-masing.


~Skip~


Ariel dan Shasa sudah sampai di rumah mereka,sesampai di rumah mereka langsung masuk ke kamar mereka mengemas beberapa pakaian untuk menginap di markas nantinya tak lupa beberapa peralatan lain yang mereka perlukan nantinya dan semua itu dimasukkan kedalam tas ransel.


Ariel yang selesai berkemas duluan turun terlebih dahulu ke lantai bawah kemudian meminta seorang pelayan untuk mengumpulkan semua pekerja di rumah itu tanpa terkecuali diruang tamu.


"Ada apa nona muda,kenapa anda mengumpulkan kami semua disini?"tanya salah satu diantara penjaga.


"Tunggu Shasa dahulu"ujar Ariel datar.


"Riri gue udah siap!"teriak Shasa menuruni tangga dengan sedikit berlari dengan membawa tas ransel di punggungnya.


"Eh kok semuanya pada kumpul disini?"tanya Shasa melihat semua orang di rumah berkumpul disana.


"Sha sini"pinta Ariel kepada Shasa untuk berdiri disampingnya.


"Ah oke"ucap Shasa langsung mengambil posisi di samping sang sahabat.

__ADS_1


"Kalian semua jaga rumah,saya dan Shasa akan menginap ditempat lain untuk beberapa hari kedepan.Kalau Kay atau Rere menghubungi rumah menanyakan kabar kami jangan katakan tentang ini dan katakan kami baik baik saja"ujar Ariel setengah memberi perintah kepada semua pekerja di rumah itu.


"Baik nona muda"ucap semua pekerja itu secara serentak.


"Laporkan kalau ada sesuatu yang mencurigakan"tambah Ariel.


"Yuk Sha"ajak Ariel langsung beranjak pergi dari sana.


"Kalau gitu saya dan Ariel pamit pergi dulu ya semuanya,kalian jaga rumah"pesan Shasa kepada semuanya sebelum akhirnya pergi menyusul Ariel yang sudah pergi ke depan duluan.


"Ngapain?"tanya Ariel saat Shasa membuka pintu mobil hendak masuk kedalam mobil miliknya.


"Mau masuklah,ngapain lagi?"saut Shasa.


"Lo bawa mobil sendiri ke markas"ujar Ariel.


"Lah kenapa gak bareng aja biar gak ribet?" tanya Shasa


"Nanti mana tau perlu"jawab Ariel.


"Huf...oke deh,gue bawa mobil sendiri"ujar Shasa menutup kembali pintu mobil Ariel yang sudah dibukanya dan berbalik menuju mobilnya sendiri.


Kedua mobil yang dikendarai Shasa dan Ariel itu bergerak mulai meninggalkan pekarangan rumah mereka melaju menuju markas mereka.


"Shasa sama Riel belum dateng?"tanya Leo kepada Rion.


"Belum,bentar lagi mungkin"jawab Rion.


"Lo sendiri udah selesai nyiapin kamar buat mereka berdua?"tanya Rion kepada Leo.


"Udah dong"jawab Leo dengan semangat.


"Lo turun tangan sendiri buat beresin kamar buat mereka?"Rion bertanya kembali kepada Leo.


"Gue cuma ikut bagian beresin kamar buat dipake sama Riel doang,kalau kamar buat Shasa mah gue suruh pelayan aja yang beresin"jawab Leo.


"Bisa beda gitu ya?"komen Rion.


"Ya jelas bedalah,kalau khusus buat Riel mah gue harus siap sedia"ujar Leo menaik turunkan alisnya.


"Alah bilang aja lo sekalian modus kan"ujar Rion yang tau pasti tujuan rekannya itu.


"Nah itu lo tau"saut Leo

__ADS_1


"Fokus selesain misi dulu sampai beres baru urus masalah pdkt-an,nanti gak fokus lo"ucap Rion mengingatkan Leo.


"Ya elah kalau bisa satu dayung dua tiga pulau terlampaui,lagian nih ya ini itu namanya kisah cinta dalam peperangan"ujar Leo kepada Rion.


"Hilih"ucap Rion sambil memutar kedua bola matanya menatap julid Leo.


"Ngapain tu mata mau gue colok?!lagian bilang aja lo iri sama gue"ujar Leo


"Ngapain gue iri sama lo?"tanya Rion tak terima dibilang iri.


"Ya lo iri gak ada cewek yang bisa lo deketin tapi lo tenang aja,masih ada Shasa tuh yang bisa lo pepet"ujar Leo berhasil membuatnya mendapat geplakan di kepalanya.


Aduh....


"Enak aja mulut lo ngomong,amit amit gue deketin Shasa"ucap Rion.


"Jangan gitu,tau tau jodoh mampus lo"ujar Leo ke Rion.


"Enak aja!daripada jodoh gue kayak Shasa, mendingan gue jomblo seumur hidup!"seru Rion.


"Gue juga ogah punya jodoh kek lo!"ujar Shasa datang datang langsung ikut menimbrung omongan Rion dan Leo, gadis itu datang bersama dengan Ariel yang berdiri disebelahnya dengan tampang datar.


"Apa lagi gue amit amit punya cewek macam lo!"ujar Rion kepada Shasa sambil berlagak seperti orang merinding.


"Cewek kayak gue?maksud lo apa HAH?!"seru Shasa kepada Rion.


"Cewek jelek kayak lo!kenapa gak terima?"saut Rion.


"Wah parah,lo kayaknya emang mau kena nih"ujar Shasa menggulung lengan tangannya bersiap menyerang cowok menyebalkan itu,


dan terjadilah pergelutan antara keduanya.


Leo sendiri tak mempedulikan pergelutan dua orang itu,cowok itu lebih tertarik memperhatikan gadis es di hadapannya.


"Riel,kamar yang kamu minta udah aku siapin sendiri loh"ujarnya bergeser ke sebelah Ariel.


Gadis yang diajaknya bicara itu menoleh kearahnya dan tak bicara sama sekali.


"Kamu mau aku anter ke kamar kamu sekarang?"tanya Leo berusaha bersikap biasa saja padahal sebenarnya pemuda itu tengah menyembunyikan kegugupannya akibat ditatap oleh Ariel.


"Hm"saut Ariel berdehem pelan,gadis itu memutus tatapannya ke Leo dan memilih melihat sang sahabat yang masih tengah bergelut dihadapannya.


"Yuk lah aku antar,tasnya sini biar aku yang bawa"ujar Leo kepada Ariel.

__ADS_1


Ariel tanpa basa basi menyerahkan tas ranselnya kepada Leo kemudian berjalan terlebih dahulu,Leo sendiri dengan senang hati membawa tas ransel Ariel itu kemudian dengan cepat menyusul dan menyamakan langkahnya dengan Ariel sambil menahan senyumnya sekuat tenaga.


__ADS_2