The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 190


__ADS_3

Tak mau mengganggu aktivitas gadis yang katanya sedang mengisi energi itu,Rion berjalan menuju ke sell sebelah dengan pistol milik Astor yang sejak tadi ditangannya.


"Kau,dari pada melawan dan berakhir mati.Lebih baik bantu lepaskan tali ikatan teman teman saya,aku akan menambah voucher keselamatanmu 20%"suruh Rion kepada satu satunya penjaga yang ada disana.


Tentu mendengar kata selamat,penjaga itu langsung menurut.Lagi pula jika melawanpun ia jelas tidak akan punya kesempatan menang,bosnya saja bisa kalah apalagi dirinya sendiri.Ikatan tali yang lain sudah dilepaskan,mereka segera dari tempat duduk masing masing.Namun baru saja berdiri beberapa detik tubuh Kayla sudah oleng,beruntung Ryan sempat menopang gadis itu sehingga tak jatuh kelantai setelah tak sengaja melihat darah yang menggenang di sell seberang.


"Kamu gak apa?"tanya Ryan kepada Kayla,ia sudah menaruh sebelah lengan gadis itu dipundaknya untuk digotong.


"Ya,cuma darahnya"jawab Kayla lemah dan tampak pucat.


"Gak usah dilihat"ujar Ryan.


"Riri gimana Rion?"tanya Aurel kepada Rion.


Rion yang baru selesai mengikat tangan anak buah tuan Frank yang tadipun langsung menoleh kearah Aurel yang mengajaknya bicara,Rion bisa melihat mata gadis itu yang sembab dan raut wajah khawatir.


"Tenang aja,Leo sedang mencari Ariel.Lagi pula kembaran lo bukan orang yang lemah, jadi dia pasti bakal selamat"ujar Rion menenangkan Aurel.


"Mending kita pergi dari sini sekarang,kasian itu si Kay lama lama disini"lanjut pemuda itu.


"Yuk lah,ayo Rel"ujar Miko menggenggam tangan gadis itu.


"Mia"Miko menyebut nama kembarannya itu dan hendak menggandengnya juga.


"Biar gue aja bro"ujar Aditya cepat cepat mendahului Miko.


"Ya terserahlah"ujar Miko,sedangkan Mia hanya diam saja tak berbicara sejak tadi. Gadis itu menjadi salah satu yang paling syok sejak tadi,apalagi ia baru saja melihat orang mati membunuh diri sendiri didepannya.


"Lo jalan didepan,tunjukin jalan keluar.Jangan coba coba kabur atau timah panas ini bakal nembus kepala lo"Rion memberi perintah kepada anak buah Frank yang kini tengah menjadi sandranya itu.


Dengan anak buah tuan Frank yang berjalan didepan,Rion beserta keenam sahabatnya berjalan keluar dari dalam sell itu.Mereka semua akan pergi ke deck kapal paling atas, namun sebelum itu mereka tak lupa mengajak Shasa juga"


"Sha,ayo.Udahan dulu isi energinya,kita keatas.Yang lain pasti udah nunggu"Rion memanggil Shasa yang sejak tadi masih berada diposisi yang sama.


"Yang lain siapa maksud lo?"tanya Miko


"Bantuan yang tadi sempat kita bahas pas diskusi"ujar Rion menjawab pertanyaan kawannya itu,kemudian ia kembali fokus pada gadis yang belum merespon panggilannya.


"Sha buru woi,itu kasian Kay Woi lama lama disini!"panggil Rion lagi pada Shasa,kali ini sedikit lebih kuat.

__ADS_1


Shasa langsung terlihat memaksakan bangkit dan mengubah posisinya menjadi duduk setelah nama salah satu sahabat kesayangannya itu disebut.


Stt...akh...gadis itu langsung mendesis pelan merasakan hampir seluruh bagian tubuhnya terasa remuk,ia sepertinya tak sanggup berdiri.


"Rion bantuin gue dong,gak bisa diri gue"pinta Shasa ke Rion.


Cks...Rion mendecih dan langsung menghampiri gadis itu dengan cepat


"Mau gue gotong atau gendong?"tanya Rion pada Shasa.


"Gotong aja deh"jawab Shasa.


Mendengar pilihan Shasa,Rion langsung menunduk dan membawa lengan kanan gadis itu keatas pundaknya dan tangannya yang satunya ia gunakan untuk memegang pinggang Shasa supaya gadis itu bisa berdiri dengan baik.


"A a aduh...pelan pelan ngapa"ujar Shasa meringis kesakitan.


"Perasaan tadi lo keliatan baik baik aja pas duel,gak sampai segininya deh"ujar Rion yang menuntun gadis itu berjalan menghampiri teman teman mereka.


"Itu sih tadi,sakitnya baru terasa sekarang" saut Shasa.


"Eh tunggu bentar,bantuin gue kedekatnya Astor dong"pinta gadis itu.


"Bukan itu tolol,gue mau ngambil pisau yang gue pake duel tadi.Lumayan buat kenang kenangan"ujar Shasa.


"Kenangan pala lo,gak usah.Kita langsung cabut aja"tolak Rion.


Tuk...sebuah pukulan ringan langsung menghantam kepala Rion,tentu saja pelakunya tak lain dan tak bukan adalah gadis yang tengah digotongnya itu.


"WOI Bocah,sakit Weh.Gue jatuhin juga lo"ujar Rion.


"Ekhem,lo berdua masih lama?"tanya Miko menghentikan keduanya.


"Sorry guys,ayo cepat ambil pisau kenang kenangan lo itu"ujar Rion akhirnya menuruti perkataan Shasa.


"Ayok guys"ajak Rion yang tengah menggotong Shasa disampingnya menghampiri para sahabat mereka,setelah urusan gadis itu beres.


Keenam sahabat mereka sempat terkejut dan sedikit ketakutan melihat Shasa yang memegang pisau kecil penuh darah ditangannya,Shasa tentu langsung menyadari hal itu.


"Gak usah takut gitu,gue gak bakal bunuh lo pada kok pake ini"ujarnya sambil mengangkat pisau penuh darah itu kearah para sahabatnya.

__ADS_1


"Shasa"tegur Rion


"Hihihi...sory"


Mundur beberapa waktu sebelumnya___


~Dibagian luar kapal~


Dor...Dor...Dor...


Buk....Buk...


Suara tembakan terdengar dan terlihat duel pertarungan antara dua kelompok dari dua kapal yang berdekatan,ditengah malam yang gelap hanya mengandalkan cahaya purnama sang bulan serta pencahayaan remang remang kedua kapal itu ditengah laut membuat suasana semakin menegangkan.


Kedua kapal itu salah satunya adalah milik komplotan tuan Frank,sedangkan yang satunya tentu saja milik kelompok dari tuan Wyle.Mayat mayat yang berlumuran darah terlihat bergeletakan diatas deck paling atas,itu semua adalah para komplotan tuan Frank yang sudah berhasil para anak orang orang dari kelompok tuan Wyle berhasil habisi.


Dor...tembakan terakhir berhasil menghabisi anak buah frank yang terakhir pula.


"Hanya segini?ternyata musuhmu orang lemah Wyle,mana kurang banyak lagi"ujar tuan Kimberly yang tampak sedikit kecewa diwajahnya.


"Kurang banyak apanya,ada lebih sepuluh mayat yang tergeletak disini asal kau tau sayang"ujar seorang Wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri.


"ya,apa yang kalian lakukan diluar?disini bahaya"ujar tuan Kimberly yang melihat istrinya serta istri sahabatnya datang menghampiri mereka.


"Seharusnya kalian tetap didalam kapal"ujar Tuan Wyle datar.


"Untuk apa?lagi pula bukankah kalian sudah menghabisi mereka"ujar Nyonya Kimberly tak terlihat takut sama sekali melihat mayat mayat berlumuran darah yang bergeletakan, berbeda dengan nyonya Wyle yang masih merasa ngeri namun tak terlalu ditunjukkan.


"Sudah menemukan Anak anak kita Lion?"tanya Nyonya Wyle kepada suaminya yaitu tuan Wyle.


"Belum,anak buahku sedang menyusuri bagian dalam kapal ini jadi tenanglah"jawab tuan Wyle kepada istrinya.


"Aku belum bisa tenang sebelum memastikan kondisi putri putriku"ujar Nyonya Wyle.


DOR...DOR...DOR..


"WYLE DATANGLAH,LIHAT NASIB PEWARISMU!"


(Beberapa chapter lagi menuju tamat)

__ADS_1


__ADS_2