
"Kamu kelihatannya sudah kelelahan Riel,mau istirahat?"tanya Leo menatap gadis dihadapannya itu sambil tersenyum.
"Enggak"tolak Ariel,meski Leo benar kalau dirinya memang sudah sangat kelelahan tapi Ariel masih ingin melanjutkan latihan itu.
Leo berjalan mendekat kearah Ariel,melihat hal itu tentunya gadis itu langsung menyiapkan kuda kudanya siap menerima kalau sampai Leo menyerangnya.Namun ternyata dugaan Ariel salah,pemuda itu mendekat bukan hendak menyerangnya melainkan langsung menggenggam pergelangan tangannya dan menariknya untuk duduk.
"Kamu sudah sangat kelelahan Riel,jadi harus istirahat jangan dipaksakan"ujar Leo,cowok itu turun dari atas ring seperti mengambil sesuatu kemudian naik kembali dan duduk dihadapan Ariel.
Ariel tersentak saat Leo mulai melap keringat yang bercucuran diwajah dan lehernya
"Aku bisa melakukannya sendiri"ujar Ariel hendak mengambil alih handuk kecil itu dari tangan Leo namun cowok itu menghentikannya.
"Aku aja,kamu istirahat"ujar Leo melanjutkan kegiatannya melap semua keringat Ariel dengan handuk kecil yang ia ambil tadi entah dari mana,Ariel akhirnya mengalah dan membiarkan Leo saja.
Ariel hanya diam tak bergerak dengan wajah datar andalan yang terlihat hampir setiap waktu,matanya dan mata Leo tak jarang bertemu saat Leo fokus melap keringatnya. Pupil mata Ariel mulai fokus mengamati wajah penuh keringat cowok dihadapannya itu,dalam hati gadis itu bertanya tanya apa cowok dihadapannya itu tak jijik sama sekali saat melap keringat orang lain.
Leo sendiri bukannya tak sadar kalau Ariel tengah fokus mengamatinya,meski dalam hati ia senang karena untuk pertama kalinya gadis itu mengamatinya sefokus itu tapi pemuda itu memilih untuk diam dan pura pura tak menyadarinya saja.Ia lebih memilih mengamati balik wajah gadis dingin dihadapannya itu yang terlihat masih sangat memukai dan sempurna meski tengah berkeringat seperti ini,ya tanpa keduanya sadari mereka sama sama fokus mengamati wajah masing masing sampai suara duo rusuh langsung menghentikan kegiatan kedunya.
"Tatap tatapan terus,liat liatan terus,awas yang ketiga biasanya setan"ujar Rion.
"Kenapa berhenti tatap tatapannya,gue sama Rion sibuk kerja tapi lo berdua malah sibuk pacaran berdua"ujar Shasa yang berdiri disebelah Rion.
Leo dan Ariel kompak memutar mata mereka malas mendengar ocehan tak berfaedah dari dua rusuh itu.
__ADS_1
"Gue sama Riel disini gak lagi pacaran tapi lagi latihan"ujar Leo.
"Trus tadi siapa yang bilang kalau yang ketiga itu setan,berarti kalian dong yang jadi setannya"ujar Leo kepada Rion dan Shasa.
"Ya gak kita juga dong"protes Shasa dan Rion kompak.
"Wih bisa barengan gitu protesnya,lo berdua jodoh nih pasti"ujar Leo menaik turunkan alisnya.
"OGAH!"ujar Rion dan Shasa kembali berbicara bersamaan.
"Ngapain lo ikutin gue"ujar Shasa menoleh dan langsung menatap sengit Rion.
"Dih lo kali yang ngikutin gue"saut Rion tak mau kalah balik menatap sengit Shasa.
"Ekhem"Ariel berdehem menghentikan Shasa dan Rion sebelum keduanya memulai sesi adu mulut dan baku hantam mereka,tentunya cara itu berhasil karena Shasa-Rion kompak langsung menghentikan adu tatapan mereka dan kembali melihat kearah Ariel yang tengah melihat mereka dengan muka datar.
"Iya gue yang mulai bukan dia,jadi gue yang salah"ujar Rion yang memilih mengalah dan terima saja disalahkan oleh cewek menyebalkan yang baru saja menunjuknya itu.
"Emang lo yang salah"saut Shasa yang mendengar perkataan Rion.
"Khem,ngomong ngomong kalian ngapain kesini nyamperin kita?mana sama sama bawa laptop lagi"ujar Rion menanyakan tujuan kedatangan dua orang itu ketempat latihan.
"Ah hampir kita lupa,untung lo ingetin Leo"ujar Rion yang hampir lupa tujuan awalnya kesini, begitu juga Shasa yang hampir lupa.
__ADS_1
"Gue sama Rion baru nemuin dua informasi penting sekaligus kunci dari penyelesaian dan keberhasilan misi kita"ujar Shasa memberitahu tujannya dan Rion datang ketempat itu.
"Beneran?kalau begitu ayo kesini cepetan tunjukin ke gue sama Riel,jangan berdiri disitu doang kayak patung penjaga pintu"ujar Leo kepada Rion dan Shasa.
"Oke"ucap Shasa dan Rion bersamaan, keduanya sebenarnya ingin protes karena Leo menyamakan mereka dengan patung penjaga pintu,tapi dibatalkan setelah melihat nona muda Ariel yang tengah dalam mode serius.
keduanya langsung bergegas naik keatas ring tinju kemudian duduk disebelah Leo dan Ariel, Shasa dan Leo mulai menyalakan laptop masing masing yang tadi mereka bawa dari ruang dimana merek bekerja tadi dan mulai membuka file data informasi yang mereka maksud kemudian memperlihatkannya kepada Ariel dan Leo.
Ariel maupun Leo terlihat sangat fokus melihat dan membaca informasi yang baru saja diperoleh dua rekan mereka itu denga sangat seksama,keduanya kompak saling melihat satu sama lain kemudian menoleh mearah Shasa dan Rion yang tengah menunggu tanggapan mereka berdua.
"Lo berdua dapat info ini dari mana?"tanya Ariel dengan nada yang terkesan dingin dan datar.
"Gue dapat informasi letak tempat persembunyian tikus buronan utama kita dari pak Can,itu hasil penyelidikannya dan timnya" jawab Shasa.
"Kalau gue sendiri dapat informasi tentang kelompok yang selama ini ngedukung buronan utama kita dilapangan,mulai dari yang ngawasin gerak gerik kita sampai yang pernah nyerang Ariel waktu itu.Itu semua berkat semua ponsel genggam orang orang yang nyerang lo waktu itu Ri dan juga beberapa kertas serta satu laptop yang berhasil gue temuin dimobil mereka waktu itu"jelas Rion.
"Siapa sangka ternyata banyak potongan potongan informasi dan petunjuk yang gue temuin buat cari tau siapa atau kelompok mana yang jadi tameng buronan kita selama ini,siapa sangka penyerangan Ariel waktu itu banyak memberi jalan informasi dan petunjuk buat kita"lanjut Rion menjelaskan sedetail mungkin kepada ketiga rekannya.
"Maksud lo,kita harus bersyukur karena orang orang waktu itu nyerang Riri gitu?"tanya Shasa dengan nada tidak suka.
"Gue mau jawab enggak tapi emang itu kenyataannya"ujar Rion menjawab pertanyaan Shasa.
"Jadi apa langkah kita selanjutnya Riel?"tanya Leo kepada Ariel.
__ADS_1
Ariel menatap bergantian ketiga rekannya yang tengah menunggu jawaban darinya,Hah ia membuang nafasnya kasar kemudian mulai bicara.
"Shasa pinta pak Can buat mantau terus dan kasih tau informasi terbaru sekecil apapun itu,Rion siapin semua bawahan kita buat siap terjun kelapangan,dan buat Leo bantu gue atur strategi pergerakan kita selanjutnya"ujar Ariel mulai membagi tugas untuk mereka berempat.Shasa,Rion,dan Shasa menganggukkan kepala mengerti dengan tugas yang diberikan gadis dingin itu kepada mereka.