The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 32


__ADS_3

Bahkan sekitar tiga tahun yang lalu,Ariel pernah menyayat pergelangan tangan kirinya dengan cater berniat untuk bunuh diri karena stres akibat terlalu tertekan.Beruntung ia segera ditemukan oleh salah seorang pelayan dirumahnya,pelayan itu berniat hendak membersihkan kamarnya tapi saat masuk ke sana pelayan itu malah menemukannya dalam keadaan berlumuran darah akibat sayatan dipergelangan tangan yang ia buat.


Melihat kondisi sang nona muda yang sangat mengerikan,pelayan itu segera berteriak meminta pertolongan.Ia segera dibawa dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil keluarganya,dokter yang menanganinya mengatakan Ariel mengalami gejala stres akibat terlalu tertekan dan ia harus dirawat di rumah sakit selama hampir dua minggu.


Mendapat kabarnya yang buruk itu saudari kembaran dan mamanya merasa sangat terpukul,Aurel dan mamanya memarahi dan menyalahkan sang papa habis habisan.


Dan sejak saat itu kedua orang itu melarangnya untuk terlibat dalam kegiatan bisnis apapun minimal sampai dirinya lulus SMA.


Dan sang papa apa kalian papanya itu merasa bersalah padanya akan kejadian percobaan bunuh diri yang Ariel lakukan,menurutnya tidak sama sekali boro boro khawatir padanya


papanya bahkan terlihat tidak peduli.


Kalian pikir kenapa Ariel berpikir seperti itu buktinya adalah belum sampai satu bulan ia keluar dari rumah sakit,sang papa sudah menyuruhnya untuk mengurus beberapa berkas perusahaan dan berkata ia tidak boleh manja serta lemah seperti itu.Selain itu papanya juga memerintahkan Ariel agar menyembunyikan dan tidak mengatakan kalau Ariel kembali terlibat dalam urusan perusahaan,jika ia bertekat mengatakannya maka sang saudari kembarnya Aurel menggantikannya sebagai pewaris sang papa dan tentunya iya tidak menginginkan itu sampai terjadi.Ariel tidak mau kalau Aurel merasakan apa yang ia rasakan dan merasa tertekan serta terbebani,belum lagi nyawanya akan terancam dan dalam bahaya akibat ancaman dari orang orang diluar sana yang menginginkan kehancuran pada perusahaan papanya.Cukup Ariel sendiri yang merasakan kehidupannya tidak normal seperti gadis remaja lainnya jangan sampai saudari kembarnya itu ikut merasakannya juga dan juga ia tak ingin mama juga merasa khawatir padanya itulah yang dipikirkan Ariel.


Sejak saat itulah semua rasa hormat dan kagumnya kepada papanya hilang tak bersisa digantikan dengan rasa benci yang luar biasa,ia sudah tidak menganggap papanya lagi sebagai salah seorang terdekatnya lagi tapi ia anggap sebagi orang luar.


Lama berkelana dengan pikirannya membuat Ariel merasa mengantuk tampaknya rasa kantuknya dan lelahnya yang tadi sempat menghilang kembali lagi,ia akhirnya terlelap dalam tidurnya.


Pagi hari pun tiba pertanda hari baru telah dimulai,Ariel membuka matanya perlahan saat telinganya menangkap suara alarm di atas mejanya berbunyi.Ia bangun dari posisi tidurnya untuk duduk,Ariel melakukan sedikit peregangan kemudian turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.Tapi langkahnya terhenti karena melihat kepingan dan pecahan pecahan hpnya yang ia banting tadi malam masih berserakan dilantai kamarnya,hampir saja ia lupa akan hal itu.Dengan segera Ariel mengambil sapu kecil untuk membersihkannya bahaya jika kena kaki atau tiba tiba kakak atau salah satu sahabatnya masuk kedalam dan melihat semua ini berserakan di lantai,bisa ditanyai banyak hal dia kenapa sampai ia membanting hpnya dilantai kan ribet nanti urusannya.


Setelah memastikan semua serpihan hpnya itu bersih tak bersisa,Ariel kembali ke tujuan


awalnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dilanjut dengan bersiap siap untuk sekolah.Hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk Ariel mandi sampai berpakaian rapi dengan seragam sekolahnya,setelah merasa sudah tidak ada lagi yang ia perlukan Ariel mengambil tasnya yang terletak di atas tempat tidurnya lalu keluar dari kamar turun kebawah menyusul kembaran dan para sahabatnya yang mungkin sudah ada dimeja makan sekarang ini.


"Pagi Riri"sapa Shasa yang melihat kedatangan Ariel dimeja makan.


"pagi"balas Ariel singkat,lalu mengambil posisi duduk disebelah Aurel.

__ADS_1


"Rotinya mau dikasih selai kacang atau coklat?"tanya Kayla yang sedang sibuk mengolesi selai ke roti tawar untuk sarapan.


"Kacang aja"jawab Ariel sambil meminum susu hangat dari gelas miliknya.


"Ok,nih"ucap Kayla memberikan piring kecil berisi dua potong roti tawar yang sudah ia olesi selai kacang sesuai keinginan Ariel.


"Shasa makannya pelan pelan nanti tersedak"ucap Aurel memperingati Shasa agar makan perlahan.


"Iya kak,ini juga Shasa mak uhuk...uhuk"benar saja belum selesai ia membalas perkataan Aurel,Shasa sudah tersedak.Dengan segera Kayla memberikan air minum untuk Shasa.


"Apa gue bilang"ucap Aurel.


"Nanti kalian pulang sekolah duluan aja ya,gue ada urusan soalnya"ucap Ariel pada tiga orang didekatnya itu dengan muka datarnya.


"Emang nya lo mau kemana?"tanya Kayla penasaran.


"Shasa juga sama kayak Riri,nanti pulang sekolah ada urusan"ucap Shasa yang juga ikut memberitahu kalau ia tidak akan langsung pulang selepas sekolah.


"Loh Shasa juga ikut ikutan,emang Shasa mau kemana hum"tanya Aurel kepada Shasa,kalau bertanya ke kembarannya sih menurut dia tak perlu menurutnya gak bakal di jawab juga palingan sama kayak Kayla nanti dijawabnya.


"Adalah pokoknya"jawab Shasa hampir sama persis dengan jawaban Ariel(emang sengaja itu si Shasa,soalnya dia gak tau mau jawab apa).


"Udahlah sama aja lo berdua"ucap Kayla pasrah.


"Yau dah deh,tapi kalian jangan sampai pulang malam apalagi sampai larut dan Shasa hati hati nyasar kamu juga Ri,kalian kan masih belum terlalu hafal sama semua jalan di kota ini"pesan Aurel pada dua adiknya itu(udah mirip ibu ibu aja si Ariel).


"Dengerin tu pesen mama kalian berdua jangan sampai nyasar,ntar kita berdua yang susah jadinya"ucap Kayla dan langsung dihadiahi lemparan sendok makan dari Aurel untung gak kena.

__ADS_1


"mama pala lo"ucap Aurel kesal.


"Huf..hampir aja pala gue benjol"ucap Kayla bersyukur berhasil menghindari sendok makan terbang dari Aurel sambil mengelus dadanya pelan.


"Rere mah gitu,papa kan cuma becanda"lanjut Kayla yang tidak ada kapok kapoknya emang.


"Jijik gue,sekali lagi lo ngomong aneh aneh gue congkel mata lo pake ni garpu tau gak lo"ucap Aurel yang semakin kesal dengan tingkah Kayla,ia mengangkat garpu ditangannya langsung mengarah pada Kayla yang duduk didepannya.


"Hehehe...iya iya"ucap Aurel cengengesan.


"Kalau Shasa jadi kak Rere sih,kak Kay udah Shasa buang kak ke sungai amazon"ucap Shasa dengan polosnya mengompori Aurel.


"Ya ampun Sha jahat amat lo sama sahabat lo yang paling cantik ini,Riri liat noh Shasa jahat banget sama gue"adu Kayla kepada Ariel dengan dramanya.


"Shasa gak boleh gitu"ucap Ariel pada Shasa.


Shasa cemberut mendengar ucapan Ariel itu,disisi lain Kayla sudah tersenyum bahagia karena dibela oleh Ariel.


"Kak Rere"panggil Ariel.


"Kenapa dek?"tanya Aurel


"Kay jangan dilempar ke sungai Amazon kasian,mending ke kandang singa aja biar cepet"ucap Ariel.


HA...HA...HA....suara tawa terdengar dimeja makan saat itu juga.


"Kurang ajar lo,baru juga gue seneng dibelain eh malah ujung ujungnya di nistain juga akhirnya"ucap Kayla kesal.

__ADS_1


"Makanya jangan kepedean"ucap Ariel puas.


__ADS_2