
"Kalau begitu saya tutup"Tuan Wyle.
"Tunggu pa"Ariel
"Nona muda,sudah berapa kali saya kat..."Tuan Wyle.
"Tahap Terakhir,papa harus ingat itu"Ariel
Tut...tut...tut...panggilan dimatikan.
~Flasback Off~
Tahap terakhir~Tahap terakhir~
Dua kata itu terus terulang berputar dipikiran Tuan Wyle,laki laki itu langsung menyadari sesuatu.Jemari jemari Tuan Wyle langsung bergerak memasukkan dua kata itu sebagai kata sandi pada tab yang terkunci itu, sedangkan Tuan Kimberly dan tuan Rarendra hanya memperhatikan apa yang dilakukan pria berperawakan dingin itu.
BINGGO!
Tap itu benar benar terbuka,kata kuncinya tepat.
"Wah kata kunci yang kau masukkan benar Lion,tab-nya bisa dibuka"komen Tuan Kimberly yang terlihat senang.
Tuan Wyle langsung mengotak atik dan mencari tahu apa isi tab yang ditinggalkan oleh perwaris utamanya itu,dirinya yakin akan menemukan sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.Dan benar saja!ia menemukan sesuatu.
"Bukankah itu titik koordinat Tuan"ujar tuan Rarendra setelah mereka menemukan sesuatu didalam sistem navigasi pelacak yang telah diprogram oleh seseorang didalam sana.
__ADS_1
"Tunggu,titiknya merahnya menyala.Titik itu kemungkinan.."Tuan Kimberly menunda perkataannya dengan melihat kearah Tuan Wyle dan tuan Rarendra secara bergantian.
"Tempat mereka berada"ujar Tuan Wyle datar.
"Rendra pastikan lokasi titik itu"laki laki itu memberi perintah dan juga menyerahkan tab yang ada dihadapannya itu kepada tangan kanannya.
Tuan Rarendra segera menerima tab itu dan menaruhnya dihadapannya,ia segera memperbesar fokus pada peta GPS dilayar tab itu untuk membaca dengan jelas posisi titik itu berada.
"Dari letak titik koordinat disini,titik merah berada dilaut Tuan.Mereka pasti menahan nona muda dan yang lain didalam sebuah kapal"ujar tuan Rarendra sedikit menjelaskan letak posisi titik alat pelacak itu.
"Kalau begitu tunggu apalagi?cepat siapkan kapal untuk menyusul ketitik itu,bawa semua orang dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Siapkan Dengan Cepat!"ujar tuan Wyle memberi perintah.
"Baik tuan"saut tuan Rarendra dengan sedikit membungkuk.
"Baik Tuan,akan saya urus dengan cepat.Saya permisi"pamit tuan Rarendra undur diri dari ruangan itu.
"ayo"ajaknya kepada sang asisten yang sejak tadi berdiri dibelakang sampingnya.
*Sudah kuduga,pewarisku tidak akan mungkin sebodoh itu*batin Tuan Wyle.
Laki laki berperawakan dingin dan tegas itu bangkit dan berdiri dari tempatnya duduk.
"Mau kemana lo Wyle?"tanya Tuan Kimberly yang melihat pergerakan kawannya itu.
__ADS_1
"Kembali ketempat istriku"jawab Tuan Wyle datar.
Tap...tap...tap...langkah kakinya terdengar meninggalkan ruangan itu.
"Haih,kuharap princes-ku baik baik saja"ujar tuan Kimberly.
"Jangan khawatir tuan,nona muda Shasa itu adalah keturunan anda.Jadi tidak mungkin ada yang bisa melukai nona muda semudah itu"ujar asisten tuan Kimberly yang berdiri disebelah pimpinan keluarga Kimberly itu.
Hahaha....sontak suara tawa tuan Kimberly langsung terdengar setelah mendengar perkataan asistennya itu.
"Hah benar juga,gadis imut itu adalah putriku.
Sebagai ayah saya wajib mengkhawatirkan nya.Tapi disisi lain,saya juga sedikit prihatin akan jadi apa orang yang menahan putriku itu saat sisi monster kecil didalam dirinya mengambil alih kendali"ujar tuan Kimberly, laki laki itu mengakhiri perkataannya itu dengan senyuman devil yang menyeramkan.
"Tentu itu akan jadi bencana Tuan,selain itu moster lain juga ada disana.Pasti disana bisa jadi daerah merah jika kedua moster mengamuk pada tempat yang sama"saut asisten tuan Kimberly.
"Kau benar,ngomong-ngomong kemungkinan besar pak Can juga ada disana bukan?tidak mengkhawatirkannya?"tanya tuan Kimberly kepada asistennya itu.
"Tentu saya khawatir tuan,tapi saya memiliki kepercayaan yang kuat pada atas kemampuannya.Jadi dari pada saya repoy memikirkan orang itu,Can juga pasti bisa menjaga dirinya sendiri"jawab asisten tuan Kimberly itu.
"Ya kemampuan sikembar Can dan Tan memang sangat tak bisa disepelekan,saya sepertinya sangat beruntung memiliki tangan kanan seperti kalian berdua"ujar tuan Kimberly.
"Anda memang beruntung mendapat bawahan seperti saya dan kembaran saya tuan,tapi kami juga beruntung mendapatkan majikan seperti anda"ujar pak Tan,yang tak lain adalah nama asisten pribadi Tuan Kimberly dan sekaligus kembaran dari pak Can asisten dan tangan kanannya Shasa.
"Ayo,istriku pasti sudah dongkol sekarang karena tidak kunjung menghampirinya"ujar tuan Kimberly kepada sang asisten.
__ADS_1
"Baik Tuan"jawab pak Tan.