
Sedangkan para penjaga yang ada disitu mulai melakukan tugas mereka yaitu membersihkan tawanan itu.Kalian paham kan yang dimaksud membersihkan itu bukan membersihkan seperti biasa tapi,membersihkan yang dimaksud adalah membersihkan tawanan itu dari muka bumi ini.Kalian paham kan.
Ariel keluar dari ruangan tempat tawanan mereka tadi dengan muka datar dan dingin miliknya,tanpa memperdulikan para penjaga yang merasa ngeri berada disekitarnya.ia terus berjalan bermaksud keluar dari gedung tua yang sekarang menjadi markas mereka itu.
Para penjaga di sana membungkukkan badan setiap tidak sengaja bertemu dengannya di sepanjang lorong gedung,tidak ada satupun yang berani menyapanya.
Sesampai diarea tempat parkir mobilnya,Ariel mengambil kunci mobil yang ada didalam saku rok sekolahnya.Ariel membuka pintu mobilnya untuk masuk kedalam namun,belum sempat ia masuk ke mobilnya
ada suara yang menghentikan pergerakannya
"RIEL...ARIEL!"seseorang memanggilnya dan itu adalah Leo.
Ariel memperhatikan sosok remaja laki laki yang sebaya dengannya itu berlari cepat menuju kearahnya dengan seragam yang sedikit acak acakan dan sebuah tas berwarna hitam di punggungnya.
"Gi..gila lo ja..lan cepat a..mat sih"ucap Leo sambil terengah engah akibat lari.
"Riel,gue nebeng dong"pinta Leo pada Ariel.
"Ya ya bolehin ya,gue soalnya pake ojol kesini tadi.Ya plis..."sambung Leo memohon agar diberi tumpangan ke sekolah.
Ariel sekarang jangan tanya ia hanya bisa menatap jengah pada sosok makhluk yang ada didepannya itu,gimana enggak lihat saja gimana tingkah sosok didepannya itu memohon seperti anak kecil minta diberikan permen sambil mengatupkan kedua telapak tangannya dengan tampang yang di imut imut tin.
Kalau anak kecil kayak gitu mah keliatan lucu dan langsung pengen di kasihanin,lah ini sosok didepannya ini bukan lucu malah bikin Ariel pengen muntah lihatnya dan ingin rasanya di gampar tu muka.
"Lo naik grab aja lagi mudahkan"ucap Ariel pada sesosok makhluk bernama Leo yang ada didepannya itu.
"Susah,jam segini dapet ojol"jawab Leo
"Sama Rion"
Brum...brum...baru saja Ariel ngomong,suara motor Rion sudah terdengar melaju kencang melewati mereka.
"tuh!udah pergi"ucap Leo polos sambil menunjuk kearah Rion dan motornya yang sudah hampir hilang dari pandangan mereka.
__ADS_1
Ariel menghela nafas pelan,akhirnya ia melempar kunci mobilnya kearah Leo dan itu hampir saja menenai kepala Leo untung saja masih bisa ditangkap kalau nggak kepala Leo bisa saja benjol dan tentunya itu cukup sakit.
"Lo yang nyetir"ucap Ariel.
setelah mengatakan itu Ariel berbalik dan menuju kearah kursi di samping kursi lalu pengemudi lalu duduk di sana.
"Seriusan gue boleh ikut nih?!"
"serius riel"ucap Leo heboh
"BURUAN"seru Ariel dari dalam mobil.
Leo dengan cepat masuk ke mobil tepatnya berada di kursi pengemudi setelah mendengar seruan Ariel.
Akhirnya setelah pembicaraan yang tidak berfaedah itu,Ariel dan Leo berangkat menuju ke sekolah mereka menggunakan mobil Ariel.
Jika kalian pikir suasana di mobil akan sunyi atau canggung kalian salah besar,karena sedari tadi suasana begitu heboh oleh suara mengobrol.Sebenarnya sih bukan mengobrol lebih tepatnya Leo yang sedari tadi mengoceh sedangkan Ariel,jangankan memberi respon ia lebih memilih tidak peduli.
"Kamu pasti mikirnya pasti rusak atau lagi di service di bengkel.Jawabannya salah"
"Sebenernya gue itu males ngeluarin motor dari garasi,makanya gue naik ojek deh.Kalau soal mobil sih sebenarnya gue punya tapi tadi aku lupa punya mobil soalnya, tadi buru buru karena disuruh cepet ke markas.gitu ceritanya"ucap Leo
itulah contoh ocehan Leo selama diperjalanan,dia nanya dijawab sendiri mana panggilan ke dirinya sendiri aja gak beraturan gitu kadang kadang pakai lo gue tapi pakai aku kamu.
Sedangkan Ariel isi otaknya cuma*terserah lo deh gue nggak peduli,ngomong aja terus.Untung lo cuman lupa punya mobil kenapa nggak lupa punya nyawa aja sekalian*itulah kira kira isi otak Ariel mendengar Leo yang terus mengoceh disampingnya.
"Riel..riel lo denger nggak sih?"
"Riel nyaut kenapa"
"Riel..Ariel"
Bukk suara pukulan terdengar
__ADS_1
"Aww...sakit"seru Leo sambil menahan sakit di bahunya saat ini akibat pukulan dari Ariel.
"LO Bisa Diem Nggak Sih!!"seru Ariel sedikit menaikkan nada bicaranya.
Ciit...Leo merem mobilnya secara mendadak karena kaget mendengar Ariel.
Ia menoleh kearah Ariel memastikan apakah gadis itu baik baik saja akibat rem mendadak yang ia lakukan.
Tapi ia malah mendapat tatapan tajam nan dingin dari gadis itu seolah olah hendak membunuhnya.
"Ri...riel"panggil Leo sedikit tergagap,ia menelan ludahnya pelan karena takut pada gadis yang ada disampingnya saat ini.
"Lo bisa nutup mulut lo fokus nyetir nggak sih gue risih dengernya dan satu lagi gue belum mau mati,lo terserah mau mati tapi jangan ajak ajak gua"ucap Ariel sarkas.
"maaf"ucap Leo meminta,ia tidak tau kalau Ariel merasa terganggu dengannya padahal ia hanya ingin mengubah suasana mobil agar nggak terlalu senyap.
Merasa tidak ada respon dari Ariel,Leo menjalankan mobil kembali dan kali ini tidak ada suara satupun yang terdengar.Leo fokus ke depan mengemudikan mobil sedangkan Ariel menikmati suasana jalan dari kaca mobilnya itu.
Akhirnya Ariel dan Leo sampai diarea sekolah,
mobil yang mereka kendarai memasuki area parkiran dan terparkir dengan baik.
Setelah itu keduanya keluar dari mobil bersamaan,hal itu langsung menarik perhatian dari semua murid yang berada diparkiran.Bagaimana tidak Ariel yang mereka kenal sejak pindah ke sekolah itu mempunyai sifat dingin dan tak tersentuh sedikitpun sekaligus salah satu primadona sekolah, terlihat keluar dari mobil yang sama dengan seorang murid laki laki yang merupakan anak pindahan sekitar seminggu yang lalu dan jangan lupa Leo itu cukup terkenal karena memiliki visual yang waw sekaligus teman sari Miko dkk.
Suara omongan mulai dari sekedar bisik bisik sampai suara teriakan pujian dan tanya dari murid yang ada di sana,namun tidak di pedulikan oleh kedua remaja yang baru saja keluar dari mobil itu.
"Ini kunci mobilnya,terima kasih atas tumpangannya"ucap Leo berterima kasih karena sudah diberi tumpangan olah Ariel.
Ariel menerima kunci mobilnya dari Leo.
"Riel,sekali lagi aku minta maaf soal tadi"ucap Leo kembali meminta maaf atas kejadian tadi.
"Baju lo rapiin,lo mau sekolah bukan tawuran"ucap Ariel tanpa berniat menanggapi permintaan maaf Leo ia malah menyuruh Leo merapikan seragamnya yang tidak rapi,kemudian beranjak dari sana menuju ke kelasnya teman temannya pasti sudah menunggunya sekarang.
__ADS_1