
'' Hidayah datang disaat yang tepat.. disaat seseorang mengalami masalah, ada saja orang lain yang dikirimkan sebagai perantara untuk mendapat hidayah..''
.
.
.
.
ππππ
Sesaat sebelum kejadian itu pemuda sepeda motor itu ingin pergi kerumah kekasihnya. Ya, dia adalah Ivan Hariadi pemuda tampan usia masih muda sangat giat dalam bekerja apapun yang dilakukannya semua demi untuk mewujudkan keinginan satu orang perempuan saja yaitu Vina.
Vina gadis cantik yang digemari oleh para lelaki dikampusnya dia cantik berkulit putih postur tubuhnya tinggi semampai bodinya bak gitar Spanyol aduhai.. banyak lelaki yang ingin menjadi kekasihnya semua ditolak karena dia sudah menyukai seseorang pemuda sederhana.. semua itu terjadi karena pemuda ini telah menolongnya dari para kejaran preman yang ingin menodainya pada saat pulang dari kampus tempat dia menuntut ilmu.
Pada saat itu sudah pukul 10 malam Vina berjalan sendirian sambil melihat kebelakang karena dia merasa seperti ada yang mengikuti, akan tetapi ketika dilihat tidak ada orang Sama sekali. Bulu kuduknya meremang dikira mungkin setan kali ya..ππ
Vina berjalan setengah berlari sesekali dia melihat kebelakang dengan keringat mengucur di seluruh tubuhnya dadanya naik turun karena berjalan dengan cepat.
Dan tepat seperti dugaannya pada saat dia menoleh kebelakang ada dua orang preman yang sedang mengejarnya.. mereka mengikuti nya sambil mengendap-ngendap seperti maling takut ketahuan.
Vina membulatkan matanya dia terkejut, dia terus berlari sampai diujung jalan dia hampir saja tertabrak sepeda motor. Pada saat itu jalanan sudah sepi. Di area kampusnya lumayan jauh masuk kedalam untuk keluar saja harus ada sepeda motor atau sepeda.
Vina tidak tau lagi harus kemana saat akan berlari tiba tiba saja dia melihat cahaya lampu dari kejauhan, dia berlari mengejar cahaya lampu tersebut dia tak memikirkan lagi apapun yang penting selamat. Padahal bisa saja kan orang itu berbuat jahat kepadanya? Tapi tetap berfikir positif jika disana orang jahat pasti yang jauh disana itu orang baik itulah pemikiran Vina pada saat itu.
Dia terus berlari sampai kedepan sepeda motor tersebut hampir saja dia tertabrak. Untung orang itu mengerem mendadak hingga si pengendara maju berdiri kedepan hampir saja ia terjungkal kedepan.
Dua preman itu pun tidak tinggal diam mereka terus mengejar hingga pada saat mereka sebentar lagi akan sampai, Vina yang ketakutan langsung menaiki sepeda motor itu.
Pengendara itu terkejut bukan main sudahlah hampir menabrak orang.. sekarang orang tadi berlari melompati motornya sambil memeluknya dengan erat.
'' Jalan cepat! ayo bang.. kak.. dek.. eh siapa sih kamu cepat jalan mereka sudah diujung jalan.. ayo cepat cepat..'' sambil menepuk bahu si pengendara.
Si pengendara hanya mengikuti perintahnya sambil melihat arah yang ditunjuk Vina, dia melihat ada dua orang preman yang berlari kearah mereka tanpa berpikir panjang si pengendara langsung saja tancap gas hingga Vina hampir terjungkal kebelakang.
Saking terkejutnya Vina jadi panik ketika itu
''Eh copot copot buah jambu terbang..!!''
Si pengendara saking seriusnya mendengar kata Vina hampir saja menabrak tiang listrik.
''Eh lampu terbang.. nyungsep.. matiii.. aduuhhh apa sih.. oi oi ada tiang lampu didepan !!'' teriak Vina.
Si pengendara sadar seketika dia membelokkan setirnya kearah yang berlawanan dan mengerem mendadak.
'' Ah.. eganya... selamaaaattt...'' ucap Vina sambil mengelus dadanya.
Setelah jauh dari preman itu barulah vina bernapas lega. Tak terpikir lagi olehnya kalau si pengendara itu lelaki atau perempuan yang penting selamat dulu dari kejaran preman.
Dua orang preman itu pun kecewa dan berhenti untuk mengejar mangsanya karena kalah cepat dengan pengendara itu.
'' Gagal bro.. hoss hossshh hosshhh..''
'' Ya sudahlah kita cari mangsa yang lain yang penting kita bersenang senang malam ini.'' ucap si preman serraya memainkan alisnya.
'' Yoii ... ayo kita cari lagi.. capek euyyy cepat amat ya Tuh cewek larinya..''
'' Sabar men... hossshh hosshh..'' mereka berhenti ditengah jalan sepi sambil menekuk tangan kelututnya.
Setelah jauh dari mereka si pengendara melihat dari spion dia tertegun sesaat, satu kata yang terucap
Ca**ntik!
Hingga sampai di tempat yang sudah ramai mereka berhenti dan tiba tiba saja si pengendara itu terkekeh geli mengingat perkataan Vina tadi pada saat panik
__ADS_1
Lucu!
Menggemaskan!
Geli rasa hatinya sampai di terus terkekeh dan tergelak sendiri sedangkan gadis itu jadi cengo sendiri. Dia heran kenapa dengan orang ini kok tertawa sendiri sih ? Baru berhenti pula didepan warung makan aduuhhh.. jadi malu... ada apa sih sebenarnya?
Ditengah rasa herannya si pengendara berbalik kearahnya reflek saja Vina terkejut lagi.
''Eh copot! copot..!''
Vina terkena serangan panik lagi
si pengendara tertawa lepas sampai sampai mengeluarkan air matanya..Vina jadi malu sendiri dia menutup mulutnya setelah mengatakan itu.. dia tersenyum kaku kearah sipemuda.
Ya, dia adalah seorang pemuda yang baru saja pulang bekerja dari lembur malamnya tak disangka dapat durian runtuh..
Vina berdehem
''Ehem..."
Pemuda itu berhenti tertawa dan memandang sesaat sebelum dia mengalihkan wajahnya untuk membuka helm dan diletakkan di spion sepeda motornya.
'' Ma-ma-maaf bang saya gak sengaja ngelakuin itu reflek saja serangan panik.. hehe..'' ucapnya salah tingkah
Pemuda itu tersenyum manis sampai menunjukkan lesung Pipit di sebelah kiri pipinya.
'' Ya, tak apa dek.. kakak.. atau..??'' tanyanya dengan menaikkan alisnya
" Oh terserah Abang ajalah saya masih kuliah semester dua..''
'' Owh.. dek aja ya kalau begitu dengan dek siapa ni namanya..??''
'' Ohh hehe kenalin Vina..'' ia menjulurkan tangannya ke pemuda itu
'' Oh bang Ivan.. sebelumnya maafkan kelakuan saya tadi karena mencoba menyetop Abang secara mendadak..''
'' Its okey.. no problem.. sedang apa kamu malam malam dijalan yang sepi??''
'' Saya baru saja selesai dari kampus bang tapi gak ada yang pulang sama.. mereka semua pada mau nongkrong dulu, saya gak mau jadi ya saya pulang sendiri gak taunya saya dikejar kejar preman..''
'' Nggak usah formal biasa aja kali ngomongnya emangnya aku ini bos kamu apa ??''
'' Hehehe..''
Dari sanalah awal mula pertemuan mereka berdua hingga mereka bertukar nomor handphone saling sms-an ketemu dan jalan bareng timbulah rasa suka dihati masing-masing.
Tapi sekarang, semuanya sirna hanya rasa sakit yang didapat bukanlah kebahagiaan seperti yang dipikirkan oleh nya.
Hingga pada hari itu Ivan melihat wanitanya sedang bermesraan dengan pria lain.. hatinya sakit ! dada nya bergemuruh melihat kemesraan mereka . Inikah balasannya untuk dirinya yang selalu setia memenuhi setiap kebutuhannya??
Inilah alasannya kenapa selama ini selalu aja alasannya sibuk dikampus nyatanya bermesraan dengan pria lain bahkan dia tega mengatakan kalau Ivan hanya batu loncatan saja sebelum dia menemukan yang lebih wuuahh lagi dalam harta.
Dunia Ivan gelap seketika. Ia pulang dengan hati luka, hampa, kesal, amarah melebur menjadi satu dan alam pun ikut menyaksikan kesedihan nya dengan tiba tiba saja hujan mengguyur semesta dengan derasnya.
Ivan menangis tanpa suara. Dia berkendara tak tau tujuan dalam derasnya hujan. Ivan tidak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyup, yang dipikirkan oleh nya sekarang kemana harus melampiaskan amarahnya.
Saat sudah terasa dingin menusuk ketulang matanya buram melihat jalan, barulah dia sadar dan berhenti disebuah mesjid.
Ivan berteduh sesaat sampai hujan reda, dia tertidur dilantai yang dingin sampai pagi. Bahkan saat sholat subuh pun dia tidak terganggu sama sekali. Tubuhnya yang lelah dan hatinya yang rapuh membuatnya tertidur tanpa memikir kan apapun lagi.
Hingga pada waktu siang ada bapak bapak yang kasihan melihatnya tidur dilantai, baju basah kering sendiri ditambah wajahnya pucat pasi seperti tak berdarah.
Bapak itu membangunkannya, barulah ia tersadar dan meminta maaf karena telah tidur disana semalaman sampai tengah hari pula. Dia pulang dengan langkah gontai tak tau arah tujuan.
Menangis sepanjang jalan. Tak terasa waktu terus berjalan hingga sore hari barulah ia pulang dan saat ingin menekankan gas motornya kepalanya tiba tiba saja jadi pusing.
__ADS_1
Pada saat itulah dia hampir saja menyerempet seseorang dipinggir toko pakan ternak. Dia terkejut, tapi gas yang ditangan tidak berhenti dan terus melaju dengan kencang. Sesaat kemudian dia melihat dari spion ada seorang pemuda yang sedang marah marah kepada-nya karena tidak berhenti walau sebentar.
Ivan melihat seorang gadis kecil berdiri terpaku.. dia ingin berhenti tapi tak bisa kepalanya begitu berat dan pusing seperti mau jatuh saja! Ketika sampai diujung jalan dia sudah tak tahan lagi. Dia berhenti sejenak turun dari motor nya dan duduk sambil memangku tangan diatas kedua lututnya.
Rasa pusing yang sangat mendera membuatnya tertidur pulas walau hanya sambil duduk saja, baru sebentar ia masuk kedalam mimpi tiba tiba saja ada yang berbicara dengannya.
Pada saat itulah semua terjadi mengalir begitu saja tanpa diduga.
POV IVAN
Aku terus saja mengendarai sepeda motor ku sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh gadis kecil berhijab.. aku tidak mengenal siapa dirinya tapi dengan senang hati ingin membantuku tapi apa yang kulakukan?? Aku malah melecehkan nya!!
Bang saat.. kau Ivan !!
Aku memaki diriku sendiri semua ini karena perempuan sialan itu, tega teganya dia menghianatiku setelah apa yang kulakukan selama ini untuknya.
Perempuan sialan...!!
Aku menyesal telah memberikan segalanya untuk wanita siluman itu. Apa yang dia minta pasti kuturutkan! minta ini, minta itu, beli inilah, beli itulah, tetap saja kuturutkan! kerja siang malam hanya untuk membahagiakan nya tapi apa balasannya untukku??
Dia menghianatiku..!!
Dia selingkuh di belakangku..!!
Dia menusuk ku dari belakang..!!
Dasar wanita siluman..!!
Aku takkan pernah memaafkan nya..!!
Kamu hanya memeras ku saja untuk membeli apapun yang kamu inginkan! saat sudah mendapat yang baru kamu membuang ku..!!
Dasar sialaaaaaannnn....!!!
Aku menjerit sepuas hatiku. Wanita yang selama ini kupikir bisa jadi dari ibu anak anakku, tapi ternyata dia berkhianat! Dia hanya menginginkan uangku saja! Mati-matian aku bekerja untuk memenuhi semua keinginannya itu, tapi apa?? Aku menyesal telah mengenal perempuan ular itu.
Aku hancur dan sakit hati! tak tau harus marah pada siapa ? Ingin sekali rasanya aku menghajar orang, tapi apa daya tubuhku tak sanggup. Semalam kena hujan, tidur dilantai membuat tubuhku remuk redam.
Di saat sudah hampir sore aku pulang dalam keadaan kepala pusing berat. Ingin berhenti, tapi malah tancap gas dan hampir saja aku menyerempet seorang gadis di toko pakan ternak. Ingin aku berhenti tapi tak bisa, pusing dikepalaku sangat mendera hingga terus saja melanjutkan perjalanan ku.
Sebelum pergi, aku melihat pemilik toko marah marah. Entah apa yang dikatakan nya, yang jelas dia marah karena hampir saja menabrak orang didepan tokonya dan juga seorang gadis kecil berhijab berdiri terpaku memandang kepergian ku.
Maaf dek... maaf.. Abang gak sengaja mau berhenti tapi gak bisa..
Hingga sampai diujung jalan aku sudah tak tahan lagi aku berhenti sejenak, turun dari motorku berjalan kesamping dan duduk dengan menumpu kedua tanganku di atas lutut. Aku pun terlelap. Entah berapa lama aku terlelap tiba tiba saja ada yang datang menanyai diriku kenapa dan sedang apa.
Suaranya begitu lembut dan syahdu ditelinga ku hingga aku membuka mataku dan melihat kearahnya tanpa berkedip.
Aku terpesona dengan kecantikan alaminya .. sungguh ciptaan Tuhan yang begitu sempurna !
Haissshhh ada apa denganku..??
πΈπΈπΈπΈ
Nah si abang terpesona pada pandangan pertama ya..
Terpesona pada pandangan pertama..
Kayak lirik lagu ya.. hehehe..
ππππ
bye bye..
πππ
__ADS_1