Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Kedatangan Madan


__ADS_3

Dirumah Alisa.


''Assalamualaikum..'' ucapnya seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


Dimana Mama Alina sudah menunggunya disana dengan tangan bersidekap ke dada. Alisa yang melihatnya tersenyum kikuk.


''Duduk sini!'' perintah mama Alina.


Alisa mengangguk dan duduk disebelah Mama nya.


''Jelaskan!'' titahnya.


Alisa membuang nafasnya, ia sudah menebak ketika ditoko kak Ross tadi. Melihat raut wajahnya yang berubah seperti ingin bertanya. Tapi nggak jadi.


''Apakah Mama belum percaya juga dengan Alisa??'' tanya nya.


Deg!


Mama Alina tersentak, ia terkejut dengan pertanyaan Alisa. 'Kayaknya aku salah lagi deh.. aduh.. bisa tersinggung lagi nih anak! tapi aku penasaran?' gumamnya dalam hati.


''Mama percaya sama kamu! tapi Mama ingin tau, apakah yang dikatakan si Ross itu benar?'' selidiknya dengan menatap Alisa dalam.


Hah.. Alisa terkekeh. Dasar kak Ross!


''Apa yang dikatakan kak Ross benar adanya!'' imbuhnya, seraya terkekeh.


Mama Alina melototkan matanya. Alisa tergelak. Mama Alina tambah melotot.


''Santai atuh Ma.. Alisa nggak akan berbuat sejauh itu! pernah dulu ada beberapa kali bang Emil menyetop aku di pojokan jalan. Saat itu aku ingin berangkat ke sekolah, tiba tiba saja dia nongol dari balik dedaunan rimbun! hampir aku terjatuh, jika bukan dia yang nyelamatin pastilah hidung pesek ku ini sudah memcium tanah! mungkin kebetulan aja kak Ross lihat kami disana! kejadian itu udah lama! beberapa bulan yang lalu! saat bang Emil mencoba untuk meluluhkan Alisa! Setelah nya dan bahkan sampai pada saat ini kami tak pernah bertemu lagi di pojokan itu!'' terang nya dengan santai.


Membuat mama Alina merasa lega. Ia menghela nafasnya.''Ya sudah, masuk dan ganti baju kemudian makan, istirahat ya!''


''Ya.'' Alisa bangkit kemudian masuk kekemarnya, tapi sebelum masuk ia berbalik.


''Ma...'' panggil Alisa.


''Ya..'' sahutnya.


''Lain kali jangan dengarkan apa yang dikatakan orang lain! belum tentu apa yang dikatakan oleh mereka itu benar adanya!'' Alisa menatap dalam Mama nya.


Deg!


''Ya.'' hanya satu kata itu yang mampu terucap dari bibirnya.


Setelah nya Alisa benar-benar masuk dan tidak keluar lagi, bahkan untuk makan siangnya ia lewatkan. Mama Alina merasa bersalah. Padahal ia sudah tau jika Alisa tidak akan berbuat seperti itu.


Wajarkan? jika seorang ibu bertanya seperti itu kepada putrinya?? Bagi sebagian orang, kadang ada yang langsung menghakimi tanpa bertanya terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah mereka menyakiti hati anaknya, barulah mereka merasa bersalah. Maka dari itu ada seseorang yang mengatakan,


Alfikru qoblu ribhhan, annadmu ba'da khusran.


Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna.


Maknanya ialah, berpikir dulu sebelum berkata jangan sampai karena perkataan kita bisa menyinggung perasaan orang lain, yang mengakibatkan pertengkaran atau perkelahian.


Mama Alina tersenyum getir mengingat pepatah seorang dalam sebuah kitab, ketika ia mengikuti pengajian malam kemarin.

__ADS_1


Dan sekarang, terjadi padanya.


****


Keesokan paginya.


''Lis! maafkan mama ya, Nak? Mama hanya takut kamu salah jalan, maka dari itu Mama bertanya pada mu! dan maaf.. karena Mama lebih mendengar omongan orang lain ketimbang percaya padamu??'' ucapnya kepada Alisa disela sarapan pagi mereka.


''Tak apa Ma.. Alisa paham, kok. Mama melakukan itu kan karena Mama sayang aku kan? jadi buat apa aku marah?'' jawab Alisa.


Mama Alina tersenyum. Hatinya merasa lega sekarang karena Alisa tak tersinggung dengan pertanyaan kemarin sore.


''Tapi mengapa tadi malam kamu ngga keluar makan untuk makan malam??'' tanya mama Alina, ia heran semenjak ia bertanya kemarin Alisa tak keluar lagi bahkan siangnya pun ia lewatkan.


''Hehehe.. Alisa ketiduran Ma.. tapi jam sepuluh tadi malam aku bangun, kok. Kemarin disekolah capek banget bantuan persiapan MTQ, jadi aku kelelahan. Maunya tidur sebentar nanti bangun lagi untuk makan. Rupanya keterusan sampai jam sepuluh malam, hehe..'' Alisa cengengesan.


''Ya sudah, lain kali kasi tau Mama! jika kamu kelelahan. Jadi Mama nggak takut kayak ktafi malam! Mama kira kamu ngambek!'' mama Alina mencebikkan bibinya.


Membuat Alisa terkekeh.


''Iya mama ku yang cantik! kalau begitu Alisa pamit ya mau berangkat!'' ucapnya seraya berlalu mengambil tas dan memakai sepatu.


''Assalamualaikum Ma!'' ujarnya seraya menyalami mama Alina.


''Waalaikum salam, hati hati!'' imbuh mama Alina.


Alisa mengangguk dan melanjutkan perjalanan untuk ke sekolah.


Lima belas menit kemudian, Alisa sudah sampai disekolahnya. Tapi ia merasa heran, mengapa sekolah sepagi ini sudah sangat ramai?? Ada yang terjadi kah?? Alisa bertanya tanya dalam hati.


Setelah nya ia bergegas ke aula untuk melihat persiapan disana, karena mulai hari ini sekolah mereka akan mengadakan lomba.


Saat Alisa berjalan kearah aula, Alisa mendengar bisik-bisik para siswa cewek mengatakan, jika pangeran sekolah telah kembali.


Mereka tertawa cekikikan, sesekali mereka memandang ke arah aula. Dimana disana tempat berkumpulnya para peserta ikut lomba MTQ.


Ada apa disana? mengapa mereka cekikikan seperti itu? Dan tadi apa katanya? Pangeran sekolah balik lagi? Maksudnya... Kak.. Madan?? gumam Alisa dalam hati.


Alisa membulatkan matanya. Bibir tipisnya berkedut mengembang senyum manis. Ia sangat bahagia, apakah benar jika Madan sudah kembali lagi kesekolah mereka?


Betapa senangnya Alisa. Ia mempercepat langkahnya menuju aula. Tapi belum sempat menuju aula, ia berhenti sejenak tepat di depan pintu aula.


Alisa melamun. Ia melamunkan, benarkahadan balik lagi kesekolah mereka? atau cuma halusinasi para siswa cewek saja??


Tanpa diduga, orang yang sedang dilamunkan nya berbalik.


Deg!


Deg!


Kak Madan...


Alisa...


Tatapan mereka bertemu. Sesaat rasanya Alisa seperti orang linglung. Benarkah itu Madan?? Alisa mengedip ngedip lucu.


Muat seseorang disana terkekeh karena gemas akan gadis manis itu. Ia berjalan mendekati Alisa.

__ADS_1


Suara jeritan para siswi terdengar sahut menyahut. Mereka kira Madan datang untuk menemui mereka.


Kak Madan!


Kak!


Kak Madan!


Mereka histeris melihat pangeran mereka menuju dimana Alisa berdiri. Berharap jika ia akan melewati Alisa.


Tapi pemuda itu berhenti tepat didepan Alisa yang masih terbengong. Madan tersenyum, membuat Alisa terkejut.


Alisa mengedip beberapa kali berharap itu hanya halusinasinya. Suara gemuruh tepuk tangan serta suara riuh didampingi telinganya tak ia hiraukan.


Ia masih terpaku dengan seseorang dihadapannya. Alisa masih saja memandang nya tanpa kedip, membuat pemuda itu terkekeh.


''Kedip atuh Lis..! nanti perih matanya!'' ucapnya lembut.


Membuat Alisa tersentak kaget.


''Kak Madan! benar ini kak Madan??'' tanya Alisa.


Pemuda itu mengangguk. Tapi Alisa menggeleng tak percaya.


''Nggak! ini pasti bukan kak Madan! mana mungkin ia ada disini? sedang dirinya saja sedang menuntut ilmu di kota seberang..? nggak i i hanya halusinasinya saja! nggak mungkin kak Madan!'' elaknya tak percaya dengan seseorang yang berdiri menjulang tinggi dihadapannya.


Madan mengerut kan alisnya.''Ini aku Lis! Madan ! si ketua OSIS di sekolah MA Negeri di NA! Ku masih belum percaya??'' tanya pemuda itu. Ia gemas melihat Alisa yang tidak percaya dengan kehadiran nya.


Alisa menggeleng cepat. Ia masih terkejut dan shock tentunya. Ia masih berpikir jika itu adalah halusinasinya.


''Jika memang kamu kak Madan! mengapa kamu ada disini? mengapa pula kamu memakai seragam seperti ini?! ku bukan kak Madan! kak Madan itu tidak pernah memakai seragam batik seperti ini jika kesekolah! ia selalu memakai seragam!'' tukas Alisa geram.


Ia masih merasa jika itu cuma halusinasi nya saja.


Madan tergelak mendengar perkataan Alisa.


''Masih belum percaya ya? jika ini kak Madan mu My future Wife??'' bisiknya tepat telinga Alisa.


Alisa melotot kan matanya. Mulutnya menganga.


''Be-beneran i-ini ka-kak Ma-madan????'' tanya Alisa tergagap.


Pemuda itu mengangguk.''Ya, ini adalah aku! aku nyata sweety! bukan halusinasimu!!'' serunya pelan agar yang lain tidak mendengarnya.


Blussshh..


💕


Ada yang merona euuy.. tapi bukan buah jambu! bukan juga kepiting rebus!


Hehehe.. babang Madan ini jago banget ya ngegombalnya..


Membuat othor meleleh.. uhuyyyyy..


😄😄😄


Tinggalkan jejak cinta kalian ya!

__ADS_1


__ADS_2