
" Cinta hadir karena terbiasa bersama ..rasa suka itu akan tumbuh dengan sendirinya tanpa disadari oleh orang itu sendiri.."
.
.
.
πΌπΌπΌπΌ
Masih POV IVAN
Haishhh ada apa dengan ku..??
Aku menatapnya dengan wajah datar untuk menghilangkan rasa kagum ku padanya, aku mencoba untuk biasa biasa saja dengannya tapi tidak mengurangi rasa haru didalam hatiku
gadis kecil inilah tadi yang hampir ku tabrak.
Dengan reflek aku menggapai tangannya
dia terkejut dan hampir terjungkal kebelakang.
Lucu sih... tapi aku mencoba untuk biasa biasa saja
Aku bertanya apa yang bisa dia bantu untukku yang saat ini sedang rapuh..
Dia malah tergagap menjawabnya.
Menggemaskan gadis kecil ini.
Aku menarik tangannya hingga dia terjatuh terduduk di depanku, ia kaget tapi yang anehnya walaupun dia terkaget tapi tetap bertanya bagaimana keadaan ku..?
Hhaahh miris sekali hidupku ini bahkan calon istriku pun tak perduli lagi dengan diriku! Nah ini malah orang lain yang bertanya sungguh aku terharu... masih ada didunia ini orang yang baik membantu dengan tulus, tapi apa yang aku lakukan setelahnya aku menghancurkan segalanya
Dengan susah payah aku ingin ditolong oleh nya. Entah ada angin dari mana aku menciumnya dipipi kiri dan kanan nya.
Ia terkaget dan bengong sepertinya dia terkejut lagi akan perbuatan ku yang tiba tiba spontan menciumnya
Aku bilang padanya aku mau ini.. apakah kamu bisa memberikan nya?? Karena ini yang aku butuhkan saat ini.
Dia terdiam.
Aku melihat matanya yang berkaca-kaca
oh Tuhan... apa yang sudah aku lakukan??
walaupun begitu aku tetap melihatnya tanpa berkedip, setelah sadar ku lepas cekalan tanganku darinya.
Aku bilang '' pergi ''
Dianya tersentak kaget
''Pergi jika kau masih ingin hidup..!''
Oh tuhan aku menyakiti nya apa yang sudah aku lakukan??
Sesaat di berdiri dan berbalik
'' jika ada seseorang yang ingin menolongmu hargailah! Dia hanya ingin berbuat baik dan membantu itu saja tapi sayangnya dia dilecehkan! lain kali jika kamu punya masalah jangan lampiaskan pada orang lain ! masalah ada karena dirimu sendiri jangan lari tapi hadapilah karena seorang laki-laki itu harus bijak dalam berfikir karena dia adalah imam pemimpin!
Terkejut aku mendengar nya, ucapannya begitu lembut tapi tepat langsung mengenai jantungku rasanya bagai ditusuk ribuan pisau.. sakit sekali!
Aku termenung terdiam mencerna setiap ucapannya sungguh kecil kecil cabe rawit. Pedas sekali!! Aku memandangnya yang terus menjauh dan tak terasa air mataku menetes lagi.
Maafkan aku..
Aku menangis sendiri dipinggir jalan yang sunyi
Maaf aku melampiaskan nya padamu..
Maafkan aku.. siapa pun kamu kamu sudah menyentuh hatiku jika suatu saat kita berjumpa lagi aku akan berterima kasih padamu..
Sekali lagi terima kasih gadis kecil berhijab.. aku akan selalu mengingat mu..
POV END
__ADS_1
Setelah semua selesai dengan drama yang terjadi, Alisa terus mengayuh sepedanya hingga sampai kerumah. Ketika sampai didepan pintu pagarnya tiba tiba ada Emil menyapa Alisa.
'' Baru pulang..??''
'' Eh iya bang..'' Alisa yang sedang melamun pun terkejut mendengar seruan dari Emil..
''Ohh kok sore--
belum sempat Emil bertanya kak Ros datang menyela
''Mil katanya ngajak jalan ayooo.. jadi apa enggak nih mumpung toko ku lagi ada yang jaga.. eh ?Alisa baru pulang ya..??'' sekedar basa basi aja
'' Iya kak.. ehm.. maaf bang, kak, saya masuk dulu..''
Emil terdiam melihat raut wajah Alisa yang berbeda tapi dia tak menghiraukan nya.
''Ayoo Ross.. kita jalan jalan..''
'' Ayoooo....'' kak Ros tersenyum manis pada Emil
Mereka berdua meninggal kan rumah Alisa dengan gembira.. mereka tidak tau saja ada hati yang sedang terluka disana.. dia memandang nanar kearah mereka berdua tak tau entah kenapa Alisa merasakan hatinya seperti tercubit saat melihat kebersamaan mereka berdua.
Ya, andai mereka tau..
Tapi sayangnya mereka tak tau..
Aduhhh.. aku kenapa sih jadi senewen begini??
Ada apa dengan mu Lis...
Huuufffttth Alisa membuang nafasnya keudara terasa sesak di dada jika ditahan.
Alisa berjalan masuk kedalam rumah bertemu dengan Mama alina.
''Udah pulang nak..??''
'' Udah Ma ini baru aja sampai.. nih pakan ternak yang Mama pesan..''
''Ah iya ya itu tujuan Mama nungguin kamu Dari tadi.''
'' Biasalah kemana lagi kalau gak ke kantor desa ya ke proyek itu..''
'' Ohhh.. ''
'' Ya sudah kamu bersih bersih dulu Gih hari hampir senja ini, sebentar lagi masuk waktu maghrib.''
'' Siap bosss...'' hormatnya kepada Mama Alina
Mama Alina hanya tersenyum saja. 'Tak terasa kamu sudah besar nak berubah menjadi gadis cantik nan lugu akankah ada pria yang bisa menerima mu apa adanya?? Mama hanya takut kamu akan disia siakan oleh mereka, sungguh risau memikirkan itu tapi biarlah Tuhan yang memutuskan kemana kamu harus melangkah ! setiap rejeki langkah pertemuan dan maut sudah ditetapkan.. Mama hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu semoga kelak kamu berbahagia..' gumam Mama Alina sambil berjalan menuju kebelakang rumahnya.
Tak terasa dua Minggu sudah berlalu masa libur semester pun sudah usai sekarang saatnya kembali kesekolah.
Di pagi yang cerah Alisa mendorong sepedanya keluar dari pekarangan rumah nya. Alisa terus berjalan sambil mendorong sepedanya sampailah ditikungan dia melihat orang yang selama dua Minggu ini telah mencuri hatinya.
Dia melihat Emil di toko kak Ross sedang bercakap cakap dan bersenda gurau 'kayaknya mereka semakin akrab aja ya ' alisa berfikir seperti itu
Sesaat kemudian Emil keluar dari toko kak Ross dan bertemu dengan alisa, sedikit kaget melihat kalau orang yang selama ini ada dalam pikirannya ada dihadapannya.
Wajah yang manis, mata bulat, hidung tegak berdiri tidak mancung tidak pesek tubuh semampai menambah daya pikat tersendiri bagi Emil
'' Mau sekolah dek ??'' tanyanya
Alisa sedikit terkejut kok manggil dek sih biasanya kan gak pernah pikir Alisa
'' Hah? I- iya..'' Alisa menjawab nya dengan dingin
Emil mengernyitkan dahi nya ada apa dengan ni cewek kok jadi datar kayak gini ?
'' Hoo ya sudah Abang balik dulu ya mau kerja..''
'' Ya..'' sahut Alisa tanpa memandangnya
'' Ross aku balik dulu ya mau kerja terimakasih yang tadi..'' ia tersenyum menatap kak Ross
'' Sama sama Mil kan udah jadi kewajiban aku santai aja kali..''
__ADS_1
Alisa yang terus berjalan penasaran apa yang diberikan kak Ross kepada Emil sampai sampai mengucapkan terimakasih.. Alisa melamun sambil berjalan
Tiba tiba ada yang menepuk bahunya. Alisa berbalik dan kaget melihat Emil mengikuti dirinya.
'' Kenapa Abang ngikutin saya?? Ada yang perlu disampaikan??''
Emil menaikkan alisnya 'dari mana dia tau kalau aku akan mengatakan sesuatu padanya' pikir Emil
'' Oh ada ini..'' dia memberikan sekotak coklat kepada Alisa. Alisa hanya terdiam memandang kotak coklat itu
'' Adek gak mau??'' tanyanya lagi
'' Buat saya??'' menunjuk dadanya
'' Iya ini Abang belikan melalui kak Ros karena Abang gak sempat keluar, rencananya sih malam Minggu kemarin ingin kerumah tapi gak bisa tiba tiba saja sore itu mandor bilang kalau malam Minggu lembur.. jadi Abang gak bisa kerumahmu dan coklatnya pun baru pagi ini bisa Abang ambil..''
'' Dalam rangka apa abang kasih saya coklat??''
'' Ini hanya ucapan terimakasih Abang buat adek karena udah mau mencuci dan menyetrika pakaian selama seminggu ini. Abang bingung mau ngasi apa ke kamu yang terpikir Abang cuma coklat berharap adek suka..'' Emil tersenyum melihat Alisa
'' Kenapa ??'' wajahnya datar tetap tidak berubah
'' Maksudnya ??'' Emil bingung ditanya kenapa
'' Ya sudah terimakasih sebelumnya. Lain kali Abang gak perlu seperti ini lebih baik uang Abang, Abang simpan saja untuk keperluan Abang yang lain..''
Sekalian untuk meminang kak Ross!!
Alisa berbalik dan menaiki sepedanya hendak melanjutkan lagi perjalanan nya
'' Tunggu dek... adek marah ya sama Abang??Apakah Abang ada salah sama kamu??''
'' Nggak ada.. saya nggak marah kok sama Abang..''
'' Terus kenapa wajahmu seperti menunjukkan ketidak sukaan mu terhadap Abang..??''
'' Memang seperti ini wajah saya ada yang aneh kah..??'' Alisa mengelak
'' Ya sudah jika kamu gak mau ngomong.. jika Abang ada salah tolong maafkan Abang ya dek..'' ia pergi meninggalkan Alisa yang berdiri mematung disana.
'' Ada apa Mil..'' tanya kak Ross
'' Nggak ada apa apa Ross cuma bertanya saja sama Alisa apakah pak Yoga sudah siap ingin ke proyek atau belum..''
'' Ohh... eh iya coklat yang tadi mana?? Kok gak ada..?''
'' Ada kok kamu tenang aja coklat itu sudah berada ditempatnya..''
'' Maksud kamu??''
'' Sudahlah Ross aku balik dulu ya mau kerja..'' Emil melambaikan tangannya
'' Aneh tadi katanya coklat itu untuk para pekerja sekarang kok gk ada ya..'' gumam kak Ross
Alisa yang mendengar nya termangu sesaat kemudian dia sadar bahwa kak Ross pun tak tau untuk siapa coklat itu.
Alisa tersenyum senyum sendiri mengingat bahwa Emil Baru saja memberikan nya sekotak coklat. Wajahnya yang suram kini kembali cerah secerah sinar mentari pagi.
Ada rasa aneh hinggap dihatinya sambil mengayuh sepeda nya Alisa bersenandung lagi menandakan bahwa dirinya sedang bahagia saat ini
K**ekasih sejati...
Alisa terus saja mengayuh sepedanya berbeda dengan hari hari yang lalu wajahnya begitu kusut seperti cucian kusut yang belum disetrika sedang hari ini secerah sinar mentari pagi.
Te**rkadang rasa suka itu timbul dengan sendirinya tanpa disadari.. mulai dari perhatian perhatian kecil yang selalu didapatkan membuat si empunya akan terharu dan terbesit rasa suka dihatinya bukankah wanita lebih cenderung ke hati ketimbang logika??
Alisa tersenyum sendiri..
πΈπΈπΈπΈ
Nah tuh neng Alisa lagi kesem sem awas neng nanti nubruk ..
Udah direvisi ya.. bagi yang baca jika ada perubahan berarti udah saya revisi ulang.
Hehehe maklum masih amatir..
__ADS_1
πππ