
Emil masih duduk lesehan di lantai dengan kepala bersandar di pintu lemari kamar mereka.
Ia memejamkan kedua matanya saat merasakan sesak melanda dadanya. Saat ia ingin terlelap karena sangat lelah menangis.
''Assalamualaikum...''
Deg!
''Ka-kak Rita!!'' seru Emil begitu terkejut begitu mendengar suara Rita.
Tubuhnya bergetar karena ketakutan. Sedangkan Rita nyelonong masuk setelah mengucapkan salam.
''Astaghfirullah! kenapa rumah ini seperti rumah tinggal? Lis? Alisa! Ishh.. kamu kemana sih? Kakak? Abang? Kalian di mana? Uwak udah datang loh.. kata nya sebulan lalu mau minta manisan dari pekan baru? Nih, udah Uwak bawa! Ayo keluar! Ishh.. ini lantai kenapa berdebu gini sih?''
Uwak Rita terus berjalan menuju kamar mereka. Sampai di kamar Alisa, terlihat Emil duduk dengan wajah melamun.
''Loh? Kamu ada di dalam toh? Mana Alisa? Ishh.. kenapa rumah ini seperti tidak dibersihkan sih? Ini lantai pasir nya ya Allah.. belum lagi abu nya? Na'uzubillah.. Emil!!'' panggil uwak Rita.
''I-iya Kak..'' sahut Emil begitu lesu.
Tubuhnya begitu kurus, jambang tipis sudah tumbuh di pipinya. Mata yang cekung akibat kurang tidur.
''Kamu kenapa?''
__ADS_1
Emil diam. Ia tak menyahuti apapun yang Rita ucapkan. Satu kata saja keluar dari mulut Emil, pastilah Rita akan mengamuk.
''Mana Alisa? Sedari tadi kakak tak melihatnya?'' tanya uwak Rita sambil melihat sana sini.
Emil menunduk pasrah. Pasrah akan amukan Rita sebentar lagi. Ia menggenggam tangan nya erat.
''Alisa!! ishh.. kenapa rumah ini begitu kotor? Emil!!'' sentak uwak Rita.
Ia merasa pasti terjadi sesuatu. Emil menghela nafasnya. ''Alisa udah nggak ada Kak..''
''Apa maksudmu?!''
''Alisa... dia.. sudah pergi Kak.. Alisa sudah ku ceraikan sebulan yang lalu...'' lirih Emil begitu pelan.
''Ulangi!!'' sentak Rita. Emil terjingkat kaget. Ia menatap uwak Rita dengan mata yang sendu dan berkaca-kaca.
''Aku sudah menceraikan nya sebulan yang lalu kak.. dengan talak tiga..''
Deg!
Deg!
Deg!
__ADS_1
''Apa?!'' pekik Uwak Rita.
Seperti jatuh ke dasar jurang hingga tidak bisa keluar lagi. Tubuh Rita melemas. Ia jatuh ambruk ke lantai.
''Kakak!!'' pekik Emil.
Ia terkejut mendapati Rita yang begitu shock mendengar kabar berita dari Emil. Sebulan yang lalu ia masih berkomunikasi dengan Lana.
Masih sempat Lana berbicara padanya dan meminta di belikan manisan dari pekan baru. ''Di cerai?? Talak tiga?! Astagfirullah.. ya Allah.. Alisa... Lana... Ira... adek... astagfirullah ya Allah... hiks.. hiks.. adikku...'' ucapnya tersedu di lantai nan berdebu di dalam rumah Alisa.
Emil menangis melihat keadaan Rita yang begitu shock. Saat mengetahui jika wanita yang selalu ia banggakan pada setiap orang, kini telah pergi meninggalkan mereka selamanya.
''Hiks.. hiks .. tega kamu Milham! Adik sialaaaannn!!! Apa salahnya pada mu hah?! Sampai hati kau ceraikan! Kemana wanita itu akan pergi dengan membawa bayinya? Sedang kan uang nya sudah ia kirimkan padaku sebulan yang lalu saat aku di pekan baru?! hiks..''
Deg!
''Apa?! Hiks.. apa maksud Kakak?''
''Dasar adik sialaaaannn... uang nya sudah ia kirimkan semuanya pada ku! untuk melunasi rumah ini. Tapi karena uang itu masih kurang, aku menangguhkan surat-surat nya! Rumah ini atas nama nya! Dasar bodoh! Rumah ini bukanlah lagi rumah ku!! Kenapa kau tega mengusir nya hah?!''
''Apa?! Nggak! Itu nggak mungkin?!''
''Mak?''
__ADS_1
💕💕💕