
''Tunggu Dek!!'' ucap Emil, sembari bangkit dan menuju dirinya.
''Tunggu disini! jangan kemana-mana! Abang harus ambil baju Abang dulu di kamar! tunggu dan tetap disini! aku tak mengijinkan mu pergi dari rumah ini selangkah pun!'' tegas Emil, membuat Alisa terkejut.
Ia yang tadinya berniat ingin pergi meninggalkan Emil, malah mendapat larangandari Emil ketika keluar dari rumah itu. Apa maksudnya??
Jangan bilang?? Alisa melototkan matanya. Ia menoleh Emil yang juga menoleh padanya.
''Bang...'' tegur Alisa, ia menggeleng kan kepalanya agar Emil juga tidak ikut pergi bersama nya.
Namun Emil melengos. Ia tidak peduli. Setelah lama termenung, akhirnya ia putuskan akan pergi dari rumah itu dan hidup berdua saja dengan Alisa.
''Tunggu disini! dan jangan keluar, sebelum aku menyuruhmu keluar!'' tegas Emil lagi. Alisa bertambah terkejut dengan ucapan Emil.
Demikian juga dengan sepasang paruh baya yang terlihat bengong menatap mereka berdua.
Emil berlalu ke kamarnya dan masuk kedalam kamar. Sebentar, hanya sebentar saja Emil di dalam sana.
Kemudian ia keluar juga dengan menenteng ransel miliknya. Lagi dan lagi Alisa terkejut dengan perbuatan Emil.
Setelah sampai disana Emil berbicara kepada kedua orang tuanya.
''Yah.. Mak... Emil pergi dari sini. Kami akan hidup terpisah dari kalian berdua. Emil tidak mungkin meninggalkan Alisa, karena hanya dia yang Emil mau bukan yang lain. Maaf jika ini akan menyakiti Mak.. Emil ingin berbakti sama emak.. tapi tidak mungkin juga untuk meninggalkan Alisa. Pernikahan kami baru saja seminggu, jadi nggak jika Emil harus berpisah dengannya. Apa kata orang, jika putra dari Ibrahim yang terkenal ramah pada setiap orang, dua hari menikah sudah berpisah. Emil tidak mau seperti itu Mak.. maaf jika ini akan membuat Mak sakit hati.. maafkan Emil Mak.. Emil harus pergi dari sini. Aku tidak mungkin memilih diantara kalian berdua. Kalian berdua adalah orang yang aku sayangi .. jadi... Emil tidak akan tinggal bersama kalian, kami akan pindah dari sini dan mencari kontrakan untuk kami tinggali. Emil pamit Mak.. jangan marah lagi sama ayah..'' imbuh Emil dengan menatap ibu Rima.
Ibu Rima menatapnya dengan tatapan kosong. Sedangkan ayah Bram tersenyum. Segera ia akan menghubungi Rita, agar memberikan satu rumah kosong untuk Alisa dan juga Emil.
__ADS_1
Karena suami Rita adalah juragan kontrakan di kampungnya itu. Emil melihat pada ayah Bram. Ayah Bram mengangguk kan kepalanya.
Pertanda setuju dengan keinginan Emil. Ia menepuk pundak Emil dan berkata,
''Ayah bangga pada mu, Nak.. pergilah! doa ayah menyertai mu.. pergilah ke tempat Rita, karena disana banyak rumah kosong yang bisa kalian tempati nantinya. Ayah akan mengabarkan segera kepada kakak mu, agar ia mempersiapkan segalanya.'' imbuh ayah Bram, masih dengan menepuk pundak Emil.
Emil mengangguk kan kepalanya. Setelah nya ia menyahut tangan ibu Rima untuk disalami. Setelah nya mereka berdua berlalu pergi.
Dan meninggalkan paruh baya itu yang terdiam membisu. Setelah mereka pergi, kini ayah Bram mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat istrinya itu sadar.
Entahlah! sadar atau nggak yang penting sudah di utarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
''Kau lihat Mak.. bahkan gadis yang kau cap mbqa pengaruh buruk itu, rela pergi dari rumah ini meninggalkan suaminya demi seorang ibu. Tidakkah kau melihatnya Rima?? Masih kah kau ingin menyangkal nya?? Jika gadis pengaruh buruk adalah bidadari berhati malaikat?? Ingat Rima! tak ada yang sempurna didunia ini, apalagi seorang wanita sama seperti mu! Kau pun punya kekurangan. Tapi karena ada aku yang selalu menutupi kekurangan mu selama ini, maka tak sedikit pun ada yang berani menghina mu! Aku tau lidah mu sangat tajam. Tapi aku tau, kau pasti akan berubah seiring waktu. Lihatlah putra kita, dia sudah dewasa. Dia sudah bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Dia tidak memilih mu, karena ada istrinya yang harus di selamat kan. Bukan berarti dia melawan mu, tapi karena menghargai dan menghormati mu! Dia memang masih muda, tapi lihatlah! dia bisa menjadi panutan untuk istrinya. Seharusnya kau bangga mendapati putra mu sudah banyak kemajuan dalam melakukan perubahan. Itukah yang kau katakan jika gadis itu pembawa pengaruh buruk?? Sekarang ku tanyakan padamu, mana sisi yang buruk dari gadis itu?? Bisa kau jawab?? Dimana letaknya??'' tanya ayah Bram, setelah menjelaskan panjang lebar kepada ibu Rima tentang Alisa.
Lagi dan lagi, ibu Rima tertegun mendengar serentetan Kalimat dari sang suami. Sebenarnya, jauh di lubuk hatinya ia menyukai Alisa.
Melihat ibu Rima hanya diam saja, ayah Bram menghela nafas panjang. Sangat sulit membujuk wanita yang memiliki ego tinggi.
Ayah Bram, hanya bisa berharap semoga suatu saat sang istri bisa terbuka mata hatinya. Untuk melihat Alisa tidak hanya dengan mata terbuka tapi juga dengan hati.
''Terserah padamu Rima! kalaupun kau tidak menyukai gadis itu, toh dia tetaplah sudah menjadi menantu kita. Mau tidak mau, kau harus menerima nya. Kau tidak bisa menolak keputusan takdir. Ingat Rima, apa yang kau tabir itu yang akan kau tuai! aku mau istirahat! ingat pesanku tadi. Selama 44 hari kau masih dalam masa hukuman ku! jangan lupakan itu!" tegasnya, seraya berlalu meninggalkan ibu Rima yang mematung seorang diri di luar.
Ibu Rima menghela nafas panjang, setelah sang suami masuk kedalam kamar. Sekarang apa yang bisa ia lakukan, jika hukuman itu sudah ada.
Maka dengan terpaksa ia akan menjalani nya.
__ADS_1
Lain dengan ibu Rima, lain juga dengan Alisa dan Emil. Setelah keluar dari rumah mertuanya, sepanjang jalan Alisa hanya terdiam.
Ia hanya terus mengikuti kemana Emil melangkah membawanya nya. Sesampainya di kontrakan Rita, sepasang pengantin baru itu disambut dengan hangat oleh saudara iparnya.
Rita mengajak Emil untuk menginap dirumahnya, tapi Alisa menolak. Ia tetap kekeuh ingin tinggal di kontrakan malam itu juga.
Alisa tidak mau jadi pengganggu hubungan orang lain. Cukup sudah dirinya dikatakan pengaruh buruk oleh ibu mertuanya, jangan lagi saudara iparnya.
Padahal kedua saudara iparnya itu sangat baik. Kan bisa saja di luar terlihat baik, hati di dalam siapa yang tau??
Oleh karena itu Alisa menolaknya dengan halus. Terpaksa saudara iparnya itu menyetujui permintaan Alisa.
Sedangkan Emil hanya diam saja. Ia mengikuti semua mau Alisa. Sekarang. Entahlah dengan nanti.
Siap yang tau kan?? Emil ituanusia biasa. Tak menutup kemungkinan kan dirinya bisa berubah seiring waktu??
💕
Ada apa lagi setelah ini??
Ada yang tau??
Ikutin terus kelanjutannya!
Like dan komen ya.. jangan lompat-lompat kayak lompat tali 😁😁
__ADS_1
Karena like klean adalah jejak cinta yang kalian tinggalkan untuk othor. 😄😄
TBC