Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Mantan vs Kakak ipar


__ADS_3

Saat tangan Emil ingin menyentuh pipi halus Alisa, dari luar terdengar suara seseorang yang begitu kuat menghardik nya.


''Milham Syah putra!!!'' pekik seseorang dari luar.


Emil menoleh dan betapa terkejutnya ia jika disana sudah berdiri ayahnya berserta kakak iparnya kak Rita.


Flashback


Seseorang berlari dengan kencang kerumah kak Rita. Ia menggedor-gedor rumah Rita dengan kuat hingga Rita kesal.


Ia membuka pintu rumah nya, saat terbuka orang itu langsung saja menyampaikan apa maksud dan tujuannya.


Setelah mendengar ucapan penghuni kontrakan nya itu, Rita menjadi geram. Ia berjalan tergesa sedangkan suaminya menatap nya dengan heran.


Saat di tengah jalan, Rita bertemu dengan ayah mereka. Ayah Bram mengatakan jika ia ingin melihat Alisa.


Dan kebetulan sekali Rita juga mau kesana, tanpa ia men jelaskan duduk perkaranya kenapa ia begitu marah dan tergesa-gesa.


Sesampainya disana, mereka berdua berdiri mematung mendengar ucapan seseorang yang begitu di benci oleh Rita.


Begitu juga dengan ayah Bram. Ia begitu terkejut, mendapati menantu nya itu dihina di depan suami nya sendiri.


Rita ingin maju, tapi ditahan oleh ayah Bram. Ayah Bram ingin. tau, apakah Alisa bisa melawan gadis tak bermoral itu.


Dan tepat seperti dugaannya, Alisa bisa menjawabnya. Tapi.. Emil yang tidak senang malah ingin menampar Alisa. Disitulah ayah Bram mengizinkan Rita masuk.


Flashback off.


''Kak Rita!!'' pekik Emil.


''Apa?!? hah?! kau terkejut jika aku datang kemari?! heh?! dan kau! ( tunjuknya pada mantan Emil ) gadis J****g! tidak tahu diri?! belum puas kau merusak hubungan ku dan suami ku heh?! gara-gara kau! aku hampir saja bercerai dengan suamiku!? dan kau! ( tunjuknya pada Emil ) ingin menampar istrimu karena ingin membela Mantan j*****g mu yang tidak tau diri ini begitu?! heh? jawab Milham Syahputra!!!!'' pekik nya lantang.


Hingga seluruh penghuni kontrakan itu begitu terkejut. Emil mematung dengan perkataan Rita.


Sedang kan mantan Emil, nyalinya menciut saat berhadapan dengan singa betina keluarga ayah Bram.


''Aku kecewa pada mu Mil! kau ingin menampar istrimu?! heh?!'' tanya nya tepat berdiri di depan Emil.


Plaakk


Tangan itu melayang menyentuh pipi Emil.


Plaaakk


Lagi tangan itu menyentuh pipi Emil. Dan..


Plaaakk


''Auuhcchh.. sakit..'' lirih sang mantan.


''Kenapa?? kau tak suka?! heh?! dasar gadis tidak tau diri! dulu kau! ingin merusak hubungan ku dan suamiku! dan sekarang? kau ingin merusak hubungan adikku begitu?!'' hardik Rita lagi.


Emil masih mematung. Matanya memandang sejurus kemudian depan. Terlihat ayah Bram disana dengan tatapan kecewa nya pada Emil.


Plaakk..


Lagi Rita menggampar Emil. ''Taukah kau adik tidak tau diri? tadi malam kau sengaja meninggalkan Alisa sendiri dirumah ini! dan bertemu dengan gadis j****g ini?! kau pikir aku tidak tau apa yang kau perbuat disana?! kau berjanji padanya akan memberikannya izin agar datang kerumah mu siang ini? Dan tadi malam kau pulang begitu larut setelah kau bermain dengan gadis j****g ini?! kau meremas pantat nya mencium bibirnya hingga kau puas! apakah kau juga meniduri nya?! hingga gadis ini nekad datang kerumah mu, walau ia tau jika kau sudah beristri?!''


Ddddduuuaaarrrr..


''Apa?!'' terkejut Alisa mendengar ucapan Rita. Ia berdiri mematung disana. Ia menatap Emil yang juga menatapnya.


Sedangkan Emil menggeleng. Alisa menangis tanpa suara. Sedangkan Rita masih saja mengeluarkan seluruh uneg-unegnya.

__ADS_1


''Karena kau tidak puas dengan j****g mu ini! maka kau pulang kerumah, dan kau menggempur Alisa hingga gadis tak berdosa ini yang jadi pelampiasan mu begitu?! hingga ia menjerit kesakitan pun kau tidak memperdulikan nya?! sungguh jahat kau Emil?! cih!!'' rutuk Rita. Ia begitu geram dengan kelakuan Emil yang tidak pernah berubah.


''Apa?! da-dari mana kakak tau??'' tanya Emil.


Rita tersenyum mengejek. ''Kau lupa siapa aku wahai pria brengsek?! hah?! tega-teganya kau menyiksa Alisa seperti itu?! Tidakkah kau lihat? karena perlakuan mu itu, ia begitu pucat! seperti mayat hidup?! hah?!'' bentak Rita lagi.


Membuat Emil terkejut reflek ia menatap Alisa. Benar, jika gadis itu begitu pucat.


''Kenapa?? kau baru tau?? Ya iyalah baru tau.. wong asik makan makanan nya Mantan j****g mu ini! jadi lupa dengan istri sendiri! Tidakkah kau sadar adik yang tidak tahu diri?! Jika makanan mu sudah di suguhi dengan pelet? J****g mu ini memekai air kotor yang ada dipusat intinya! agar kau bertekuk lutut padanya dan meninggalkan Alisa demi memilihnya! Apa kau tidak sadar jika dia juga sudah memberimu racun??'' bentak Rita lagi. Dadanya naik turun saking emosinya pada Emil.


''Racun??'' beo Emil.


''Ya. racun! racun penghancur pernikahan mu! lihatlah! baru sebentar dia disini! dia sudah membuat ulah! dan kau Alisa! mengapa tidak kau gampar saja wanita gampangan ini! jangan terlalu lemah! ini suami kamu Lis! bukan suami nya?! Jika aku yang menjadi Alisa. Aku sudah memotong pusaka nya menjadi sosis! setelahnya ku lempar ke sungai biar hanyut dan dimakan buaya! agar tidak lagi ia ingin menyodokkan Pusaka nya itu kerelung gadis lain!! cihh! jijik sekali aku melihat mu Emil!! Ya Allah.. apa salah adik ipar ku ini.. karena harus mendapatkan suami brengsek seperti adik ku ini?! kau dapat pe la cur mu itu, kalian berdua sungguh cocok! Kenapa kalian tidak menikah saja! Setelah kau menikah dengannya! aku akan mencoret mu dari daftar keluarga ayah Bram!!'' tukas Rita begitu dingin.


Emil tergugu. Ia masih bingung, darimana Rita tau jika tadi malam, ia bertemu dengan Sri.


Padahal hanya dirinya dan Sri yang tau, dan tentang perkataan Rita tadi, sungguh dia tidak berbuat seperti itu.


''Tolong kak! aku tidak melakukan apapun yang kakak tuduhkan itu! benar! aku bertemu dengannya tadi malam, tapi tidak melakukan hal senonoh seperti itu! Kakak salah paham pada kami!'' jelas Emil, karena melihat Alisa wajahnya berubah menjadi sendu.


Emil merasa bersalah kepada-nya. Jika ia tau, hal ini akan terjadi, maka ia tidak mengijinkan mantannya itu untuk bertamu kerumah.


''Halah... mana ada maling mau ngaku?! jika bukan kau! siapa lagi yang duduk dalam gelap-gelapan disana, di bawah pohon jambu Mak ijah?? Siapa yang sedang meremas pantat pelacur ini, jika bukan kau! Siapa yang sudah melu maat bibir gadis j****g ini hingga mengeluarkan suara de sa Han..?? hah?!''


Deg.


Emil terkejut. Lagi dan lagi Rita mengatakan hal yang sama. Bagaiman mungkin kakaknya itu tau jika itu dirinya?? Emil menoleh Alisa yang sudah mengeluarkan air mata. Tanpa suara Hanya air mata saja yang berderaian.


''Nggak! itu bukan aku kak?! jangan menghancurkan pernikahan ku dengan Alisa kak?!'' sentak Emil lagi. Ia masih saja mengelak dan tidak mau mengaku.


Rita tertawa sumbang. ''Sungguh jijik aku melihat mu Emil! kau tidak perlu tau dari siapa aku tau! yang jelas pernikahan mu dan Alisa kaulah penyebab kehancuran nya! kau! yang mengizinkan gadis ini masuk kedalam rumah tangga mu! karena kau! adik ipar ku terluka! tepat dua belas hari pernikahan nya. Aku muak melihat mu Emil! Tinggalkan Alisa! jangan siksa lagi wanita yang tidak bersalah ini! lepaskan dia! menikahlah kau dengan j*****g mu itu! Tapi ingat! jika kau memilih perempuan itu, maka kau ku lepas dari anggota keluarga Bram! silahkan pilih!'' ujar Rita sembari menatap garang pada gadis yang sekarang bersembunyi di belakang Emil.


Setelah lama berpikir, Emil berbicara pada Rita.


Gadis di belakang Emil itu menggerutu, terlihat dari mulutnya yang komat Kamit dan mengumpat.


Alisa tau itu. Tapi dia hanya diam saja. Ingin menunggu apa yang akan di ajukan Emil padanya.


Rita mencibir Emil. ''Cih! setelah ketahuan barulah sibuk ingin ngomong sama istri! dari tadi kemana kau? saat istrimu itu dihina oleh j*****g mu itu! heh?!''


''Tolong kak. Biarkan aku berbicara dengannya sebentar saja-''


''Apa yang ingin di bicarakan dengan ku?! tidak perlu berdua! cukup disini saja! biar semuanya jelas apa yang kau inginkan dan apa yang akan menjadi keputusan ku!'' imbuh Alisa begitu dingin.


Aura Alisa sekarang begitu menyeramkan Dimata teman-teman Alisa termasuk Sri. Gadis itu tetap bersembunyi di belakang tubuh Emil.


Emil menatapnya begitu dalam. Alisa juga memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


''Dek..''


''Bang Emil..'' sahut seseorang di belakang Emil.


Emil terkejut dengan sahutan itu. Sedangkan Alisa terkekeh sumbang. Aura nya begitu menakutkan.


Emil yang melihatnya pun bergidik ngeri.


Kau! belum tau siapa aku kan Emil?? bisik Alisa dalam hati sambil tersenyum remeh melihatnya dan juga gadis dibelakang Emil itu.


''Sebaiknya kau pulang! urusan kita belum selesai! tunggu aku! aku akan datang kerumah mu nanti malam.!'' imbuh Emil.


Sedangkan gadis itu tersenyum manis. Rita yang melihatnya muak. Sedangkan Alisa terkekeh sumbang.


Lagi dan lagi Alisa tertawa begitu menyeramkan. Seluruh penghuni kontrakan tidak ada yang berani melihat Alisa.

__ADS_1


Mereka semua Bubar dengan sendirinya. Tersisa hanya gadis itu dan juga kakak ipar serta ayah mertuanya disana.


Ayah Bram diam. Tidak keluar sepatah katapun dari mulutnya. Saat ini ia begitu kecewa mendapati Emil, masih berhubungan dengan gadis itu.


''Sekarang kau tinggal pilih bang! pilih aku, istri sah mu? atau... ( Alisa menatap gadis di belakang Emil ) mantan mu! jika tujuan mu hanya untuk menyakitiku! maka aku minta kembalikan keperawanan ku yang sudah kau ambil secara paksa dariku! agar ketika aku berpisah darimu! masih ada lelaki yang mau menerima ku! dan kau! (tunjuknya pada Emil) bisa menikahi wanita selingkuhan mu itu! oh bukan! tapi Pe la kor! Perebut suami orang!'' ujar Alisa begitu dingin.


Rita yang mendengar nya tertawa. Sedangkan ayah Bram tersenyum tipis. Sungguh menantunya jika berbicara begitu tajam hingga menusuk ke tulang.


Walau dari bahasanya itu begitu lembut namun terkesan penuh dengan tekanan.


Emil membulatkan matanya dan mulutnya menganga lebar.


''Aku ingin kau kembalikan keperawanan ku! jika kau tidak bisa? maka tinggalkan selingkuhan mu itu?! bagaimana?? cukup adil bukan??'' Emil dibuat menganga dengan penuturan Alisa.


Mana mungkin keperawanan nya bisa kembali lagi? dan untuk apa pula ia menikahi gadis yang sudah menjadi mantannya itu??


''Haha.. kau benar adik ipar! kembalikan hal yang berharga dalam hidupnya Emil! jika kau tidak bisa, maka pergilah sejauh mungkin! menikahlah dengan gadis mu itu! pilih keputusan mu Emil! istrimu sudah berbaik hati memberikan pilihan pada mu!! Jika aku yang menjadi Alisa, aku akan menceraikan mu segera. Jijik rasanya aku, harus satu pusaka dan berbagi pula dengan yang lain! atau.. kau lebih memilih gadis mu ini yang rasanya lebih legit dibanding Alisa?? begitu Emil??''


Emil melotot mendengar ucapan kakaknya.


''Kakak apaan sih?! mana ada aku melakukan hal itu sama Sri!-''


''Cih! penggilan sayang nya di umbar di depan kita! ya nggak Lis?'' Alisa mengangguk dan tersenyum miring ke Emil. Rita menyerobot omongan Emil, membuat Emil kesal.


Sedangkan gadis itu bermuka tembok. Ia masih kekeuh berdiri di belakang Emil.


''Lihatlah Lis! kau yang istrinya! malah dia yang bersembunyi di belakang suami mu?! cih! pelet apa sih yang diberikan oleh gadis j*****g itu?! heran aku! malah si bodoh ini! sengaja melindunginya pula?! nampak sekali kalian berdua itu begitu kompak dan klop!'' ujar Rita lagi dengan senyum remeh dibibir nya.


Alisa tertawa mendengar ucapan Rita. Ia membenarkan ucapan Rita itu.


''Hooh. benar itu kak. Sebenarnya siapa yang menjadi istri nya Milham Syahputra? dia! ( tunjuk Alisa pada Sri) atau aku??'' tunjuk Alisa pada hidung nya.


''Siapa istri mu Emil?! Alisa atau gadis yang ada di belakang mu itu?! heh?! jawab?!!!!'' sentak Rita.


Emil terjingkat kaget, spontan ia menjawab.


''Sri!!''


Alisa membulatkan matanya. Sedangkan Rita mulutnya menganga lebar. Gadis yang bernama Sri itu, begitu bahagia saat Emil menyebutnya istri.


''Sri?? yang menjadi istrimu?? lalu? aku ini apa?? pelampiasan mu begitu?! keterlaluan!!''


Plaaakk..


💕


Alhamdulillah.. sampai juga akhirnya di episode Seratus 😁😁


Haduh.. itu pipi siapa lagi yang kena tampar??


Kayaknya keturunan ayah Bram ini keturunan singa ya??


Dikit-dikit gampar! Hadeuhhh..


Wowww.. panjang banget ini... saking seru ya nulis hingga keterusan hampir dua ribu kata!


Seru euuy.. jika nulis cerita tentang Alisa ini!


Banyak darah tingginya! 🤣🤣🤣


like dan komen ye...


TBC

__ADS_1


__ADS_2